Monday, May 17, 2010

Tempat Penampungan Akhir

Ternyata sudah ada 260 postingan sampah di blog ini. Gile, banyak juga dan lebih gilanya lagi ini blog beneran kayak diari aja, semua pahit manis kehidupan ada didalamnya. Bayangkan kalau ada teman yang tahu siapa pemilik blog ini, asli terbuka semua aspek kehidupan saya. Saya bakalan hadir telanjang di hadapan orang itu, ga bisa jaim-jaiman lagi. Semua isi hati tertumpah didalam setiap jalinan kata-kata.

Saya dikenal tidak bisa curhat kepada orang lain. Kadang-kadang sih membukakan hati terhadap beberapa orang, tapi selesainya suka ada perasaan ga enak. Walaupun banyak omong saya sebenarnya introvert. Yang diomongkan jarang sekali mengenai siapa diri saya, kebanyakan tentang pendapat saya mengenai sesuatu. Makanya ga heran kalau banyak orang yang mengira hati saya sekeras baja dan tidak tergoyahkan, lebih parah lagi teman laki-laki meyangka saya tidak pernah bisa menangis. Aigooo...

Seorang sahabat yang sering curhat malah suka bingung karena saya jarang curhat balik. Mau masalah cinta atau masalah hidup. Ga heran kalau seorang teman dengan bercanda menuduh saya kena sindrome klinefelter. Sialan, body seksi begini disangka klinefelter. Tapi itulah saya yang lebih suka curhat dengan blog dibanding pada manusia.

Kenapa saya ga ingin curhat, karena terlalu banyak pemikiran saya yang nyeleneh dan ga bisa diterima oleh kebanyakan orang. Reaksi kaget orang saat mendengar pendapat saya sebenarnya menggelikan. Tapi walaupun saya menjadi deviant bagi kebanyakan orang, malas aja kalau nantinya dilabel mahluk aneh. Sekarang saja saya sudah dilabel rada sinting, bakalan dilabel apalagi coba, kalau semua keanehan saya ketahuan.

Paling enak jadi orang yang ditengah orang normal ga keliatan sintingnya, ditengah orang sinting ga keliatan normalnya, ditengah orang bule ga keliatan asianya, ditengah orang asia ga keliatan bulenya ~HUUUUUU...!! Ok... tu udah direvisi kan, jangan protes lagi. Tapi maksudnya tidak terlalu menonjol ditengah orang banyak. Masalahnya saya selalu muncul tanpa ada yang notice, tapi beberapa saat biasanya mulai keliatan berbeda dengan sekeliling. Keliatan rada-rada ga normalnya. Tapi, kadang di hidup ini lebih banyak harus melihat sesuatu dengan tidak terlalu serius. Hey man, hidup itu pendek, jadi jangan biarkan derita mengganggu.

Ngomong-ngomong kenapa saya ingin makan ice cream mint yang ditaburi kepingan coklat. Enak banget tuh, adem tapi manis. Seandainya ada warung baskin n robbins disekitar sini. Hmmm... udah ngelantur lagi kan.

Tadi saya belanja online serial The Legend (TWSSG)nya BYZ. Gile ni serial susah banget didapatnya. Bahkan ga ada yang pake subtitle inggris. Sial. Jadinya saya beli yang korean version aja. Huahahaha... bodo amat ga ngerti kalimatnya, yang penting BYZ diseries ini membuat hati saya berdetak kencang sekaligus ngences. Itu body sama muka kok bisa so delicious, membuat angan melayang jauh tinggi di awan. Huahahaha...

Iya saya ngerti kalau saya sinting. Tapi gimana lagi dong? Cinta! huahahaha

ok..ok... jangan muntah dulu. ik segera tutup mulut ini. Kerja lagi!
bye... c ...u

Autocritic

Autocritic adalah melakukan kritik terhadap diri sendiri. Saya sangat mudah mengkritik diri sendiri, padahal kan seharusnya banyak menghargainya. Tubuh ini kan ciptaan sang Maha Pencipta, kita hanya diijinkan untuk memakainya sementara hidup di dunia. Bahkan jiwapun merupakan karya sang Maha Pencipta. Itulah sebabnya semua indah di dunia ini.

Sebagai manusia kita suka lupa dan tidak puas terhadap kekurangan diri, tetapi sering juga lupa terlalu membanggakan kelebihan diri seolah-olah diri ini betul-betul milik kita sendiri. Seharusnya saya menghargai fisik saya yang jarang sakit dan lengkap panca indranya. Tapi seperti kebanyakan perempuan saya sering merasa badan terlalu gendut, perut terlalu buncit, kulit terlalu gosong.

Sebenarnya untuk apa semua penampilan luar harus dimasalahkan? Tapi secara otomatis saya sering merasa diri ini jelek dan tidak berharga. O..o... sungguh tidak mensyukuri ciptaanNya.

Banyak teman yang menyatakan ketidak mengertian mereka terhadap kompleks rendah diri saya. Terus terang saya juga tidak begitu mengerti dari mana sumber rendah diri itu. Kemungkinan besar berasal dari dalam jiwa saya yang takut gagal, takut ditolak, sehingga sebelum ada yang menolak diri ini saya sudah menjauh duluan dan membuat alasan kenapa saya menjauhi semua hal itu.

Untunglah semakin tua saya semakin berdamai dengan diri sendiri, mulai mencintai diri sendiri dan menghargai semua kekurangan dan kelebihan saya. Dan sedapat mungkin mempebaiki semua kekurangan itu. Sayangnya nafsu duniawi saya masih terlalu besar untuk bisa ditaklukan dengan penyerahan diri total ke tingkat kerendahan hati yang iklas dan siap berbagi bagi kebaikan umat di dunia.

Hidup ini memang harus belajar dan terus belajar. Terutama dalam menekan dan menghilangkan semua nafsu duniawi karena semua yang ada adalah tiada. Bingung ga? saya juga bingung. Ini perenungan diri saja yang tujuannya untuk menurunkan dan mengobati luka hati saya dan meredakan api amarah di dada saya.

Thursday, May 13, 2010

MIgren oh migren

Sebut penyakit remeh tapi bikin orang menderita?
Migren dan sakit gigi!
Dua penyakit itu sering bikin orang jadi antisosial dan hibernasi.
Saya sih tergolong orang yang paling jarang menderita kedua penyakit itu. Jarang-jarang kena, kalaupun kena biasanya ga perlu obat, masih bisa ditahan.
Tadi malam adalah perkecualian, beuuh... menderita banget. Migren datang menghampiri disaat penyakit bulanan cewek menerpa. Duh, kepala sakit bukan main dan saya sampai tidak sanggup untuk berdiri. Untung masih ada panadol cold and flu, hajar deh sebiji, matikan lampu dan tidur. Paginya bangun dengan perasaan segar. Si migren sudah kabur entah kemana. Datangnya mendadak, langsung parah, dan tiba-tiba menghilang seperti hantu.
begitulah cerita si migren yang sering menghampiri saya dikala kecapekan ditambah temperatur panas.

Thursday, May 06, 2010

Cuaca yang aneh

This little town has a weird micro climate. The changing weather can happened in a mere time. From heat to a big rain, from a wet to suddenly hot air.

This morning I woke up at 5 am, I need to disposed my garbage before left home for 3 days. When I went out I saw a very clear dark blue sky with a crescent moon hanging there, and stars so bright. The temperature is cool. How a peacefull nature without human sound polluted it. I didn't saw a speck of cloud there.

Be ready at 6, I decided to go to the airport early. And then I saw the clouds figuring in the sky, but no rain. Just about 1 hour later rain suddenly hard falling. It only need 2 hours from a clear sky turned to rain. Magnificent, this microclimate of an island with a fire mountain centered.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Friday, April 30, 2010

Bukan ingin menolak rahmatMu

Apa yg disebut dengan jodoh? Apakah harus berarti kita akan menyukainya atau menjadi percobaan untuk hati yg angkuh. Mencari pasangan semakin lama menjadi semakin menjadi misteri bagi diri saya.

Ada yg saya suka dan tampaknya menyukai saya, tapi akhirnya melukai hati saya sedalam-dalamnya. Ada yg betul-betul menyukai saya tapi tak bisa menggugah kekerasan hati saya. Ada juga yang tiba2 mengatakan menyukai saya, sedangkan saya memikirkannya pun tidak. Ada juga yg membuat saya terobsesi tanpa orangnya tahu kalau saya suka.

Cinta itu misteri, sayang itu tak terdefinisi. Ada yg mengatakan lebih baik dicintai daripada mencintai. Tapi tak akan pernah bisa saya praktekan karena saya akn reject dengan ekstrimnya. Ah, Tuhan apakah ini berarti saya sudah menafikan rahmatMu?

Saat ini saya sedang terobasesi dengan 2 laki-laki yang sama sekali tidak menyadari keberadaan saya. Bodoh memang, tidak masuk akal, tetapi itulah saya dengan segala kekeraskepalaan saya. Jika sudah terobsesi sulit sekali untuk menjadi waras. Baru nanti kalau sudah membentur tembok dan tidak bisa maju lagi semua perasaan itu berhenti.

Tuhan, tak berhak kah saya dicintai oleh lelaki yang saya suka? Tidak bisakah Kau kirim seorang laki-laki yang hanya mencintai saya dan bisa saya suka? Atau gerakkan hati saya untuk menyukainya?

-do'a frustasi
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wednesday, April 28, 2010

Karakteristik Bos dan Anak buah

1. Memberi masukan

Boss: menyuruh orang lain memberi input, jika hasilnya bagus diedit sedikit disajikan sebagai hasil pemikiran sendiri. Kemudian tepuk2 kepala orang itu seperti memberi pujian pada hewan kesayangan, "Good boy!" or "Good girl!"

Anak buah: menganalisa dan membuat tulisan seperti essay dalam waktu sesingkat-singkatnya, dikirim ke boss dan menunggu tepukan puas boss di kepala. Kadang-kadang membuat sedikit jebakan untuk melihat apakah boss melakukan edit didalam essay itu.

2. Kunjungan lapangan

Boss: menyerahkan semua bagasi untuk diurus orang lain, sampai di tempat tujuan menerima bagasi utuh tanpa harus ngantri atau geret-geret koper yang berat itu

Anak buah: pontang-panting ngurus bagasi orang, jangan sampai hilang atau tergores. Kalau boss lupa ambil bagasinya, anak buah yang harus menemukan bagasi itu.

3. Kontrak kerja

Boss: saya sudah berusaha keras agar kontrak saudara bisa diperpanjang, tetapi management berkata lain (suara hati boss: kan repot kalau saya harus ngajarin ulang rule kantor pada anak buah baru)

Anak buah: ga usah kuatir boss, kami paham kok dengan kerja berdasar kontrak. (mata langsung lirik-lirik email di mailing list, sapa tau ada posisi yang lebih menguntungkan)

dll...dlll

bukan tak berterimakasih pada boss, tapi pengen juga nih ngerasain jadi boss. Sayangnya saya terlalu mudah membaca perubahan raut wajah orang, dan suka ga nyaman saja kalau membuat orang tidak nyaman. Ga berbakat jadi boss deh.

Monday, April 26, 2010

Setelah lama tidak nyampah

Sudah lama juga ga ngisi blog ini, walaupun isinya hanya sampah. Saya yang jarang mendapatkan teman sehati memang sangat mengandalkan blog untuk menumpahkan unek-unek. Dan pada dasarnya saya memang tidak mau ngerepotin orang, jadi daripada mengeluh sama orang lain, lebih baik ngeblog saja, yayayaya...

Aktifitas ngeblog membuat saya jarang mendiskusikan masalah dengan teman. Apalagi kalau melihat mereka yang mukanya manyun. Malas ah. Keep aja sendiri masalahmu daripada sharing ternyata orang tersebut merasa terbebani.

perempuan di Indonesia itu banyak yang aneh, menawarkan persahabatan tapi ga tulus. Maunya masalah mereka didengarkan tapi tidak mau mendengarkan masalah orang. Beberapa teman saya ada yang sering kali dengan teriritasi mengatakan supaya saya jangan mudah marah, padahal saat saya mendengarkan mereka ngomel saya sabar aja tuh. Makanya jadi malas untuk berteman lebih dalam, akhirnya malah sakit hati.

Seperti hari ini, pekerjaannya teman itu sudah saya bantu dan saya berikan rinciannya. Tapi masih menanyakan detailnya sama saya. Yee... terus ringkasan yang saya buat sebelumnya itu apaan? Lagian saya juga sering kok mengalami saat-saat kerja hampir ga ada istirahatnya dan harus membuat keputusan sendiri.

Satu hal yang sumpah mati ga saya minati adalah mengambil pujian atas pekerjaan orang lain. Buat saya memanage pekerjaan adalah membuat hal efisien dan melaporkan seperlunya pada boss. Nah kalau kemudian pekerjaan itu dipuji sama boss juga bukan keinginan saya. Gila aja. Ambil tu pujian, saya ga butuh.

Contoh lain: minggu lalu kan ada VVIP, menurut saya bagian terpenting untuk mencari pujian dalam pekerjaan sudah saya berikan padanya. Sedangkan saya hanya menjadi pembantu dan pesuruh bagi VVIP itu saja. Tapi saya pastikan kalau semua hal bisa terkoordinir. Nah lagi2 supervisor saya malah muji leadership ogut...heuuh pak, ga butuh itu saya mah. Dan pagi ini muka semrawut dihadapkan. Jadi kesal tau.

Udah ah, nyampah mulu ntar jadi tuwir...hihihihi

Wednesday, April 21, 2010

I do

BYJ datang pada saya dan bilang kali ini bisa meluangkan waktu bersama saya. Senangnya, udah lama kangen sama orang ini dan dia sekarang datang. Asistennya bahkan bilang kami bisa foto bersama supaya ada foto resmi. Status saya juga bisa diumumkan ke publik. Yihaa... ga penting itu, buat saya yang penting dia bisa meluangkan waktunya bersama saya. Kami pun mencari-cari tempat supaya bisa berduaan dan jauh dari mata umum yang mengganggu privacy kami. Hiahahaha... to good to be true kan Tuhan? Ga becanda nih? dan saat perasaan sedang melambung jauh di atas awan-awan putih sebuah suara cempreng milik tetangga saya terdengar, aahhh... orang ini ga bisa melihat orang senang. Saya membuka mata sadar masih ada di kamar kos, malas-malasan saya lirik jam ternyata masih setengah tujuh. BYJ pun telah menghilang menjadi asap dan saya mengalami aftermath dari mimpi itu. Ugghhh... kok hanya mimpi.

Setengah malas-malasan saya geret badan ini ke kamar mandi untuk menumpahkan sisa metabolisme tubuh yang tertampung di kandung kemih. Phuahhh, masih malas mandi jadinya balik kembali ke kasur dan mulai membuka-buka beberapa buku baru, masih lama ini jam kantornya. Akibat cerita Good Omen itu bikin penasaran, rasanya malas sekali meletakkan buku, walhasil baru bisa menggeret badan ke kantor jam 10. Hauhauhau, pemalas. Sialnya listrik mati di kantor hampir satu hari dan ditambah internet koneksi tiarap. Ga ada yg bisa dilakukan di udara panas dan tidak nyaman ini sayapun membuka buku toefl tes.

PLN sial itu baru menyalakan listrik di kantor saya jam 4, whuah pembalikan jam kerja terpaksa. Memang minta ditimpuk dia. Pulang kantor terpaksa mundur ke jam 10 sebagai kompensasi seharian tidak nyala listrik, brengsek ah.

Tiba di kamar kos, saya tidak begitu merasa mengantuk dan baru terlelap di jam satu. Wow, malam ini yang datang adalah seorang perwira, ga saya kenal mukanya pokoknya bukan orang yang saya kenal deh. Dia tampak meminta temannya mencari informasi diri saya pribadi dan bahkan mencemburui seorang teman pria saya yang sudah beristri. Beuu... salah sasaran tu. Saya ga terlalu menganggap serius orang ini, ntar kalau tau umur saya dia juga mundur. Ternyata dia malah melaju dan menanyakan langsung apakah saya mau menjadi istrinya? Waduh lamaran terbuka nih, boleh juga sih, dan seorang sahabatnya saya yang tiba-tiba muncul out of the blue malah sempat mewawancarai dia. Hahaha... tentu saja disaat genting begini kembali suara cempreng tetangga membangunkan saya. Hiii... demen banget sih mengganggu orang yang lagi bahagia.

By the way busway, kenapa ya, akhir-akhir ini saya kok mimpi dilamar orang terus. Padahal saya sudah memutuskan untuk tidak mempedulikan jodoh. Hii... mungkin karena direpresi di alam sadar malah nongol di bawah sadar. Astaga, tampaknya bawah sadar saya belum rela untuk hidup sendiri sampai maut menjemput.

Tuhan,apakah ini petunjukMu. Sumpeh, saya tidak menolak kalau BYJ melamar diriku atau mas perwira semalam yang melamar diriku. Kalau prototype kayak gitu sih saya bersedia melepaskan kesendirian saya. soalnya yang Kau kirim di alam nyata agak-agak kurang sreg dimata dan dihati sih... maap-maap, but its true Tuhan.

Jadi gimana nih? Beneran itu samplenya? kalau iya, ayo kita stempel kontraknya... I do...

Monday, April 19, 2010

Salah satu metoda diet: berpikir

Wajah saya adalah bagian tubuh yang paling cepat kena efek kalau berat badan turun. Langsung keliatan tirus, kalau difoto dari leher ke atas, pasti disangka badannya langsing.

Beberapa minggu ini dengan deraan stress tingkat tinggi ternyata berefek pada berat badan saya, tulang2 leher tampak sedikit terlihat karena lemak2nya menghilang, sayangnya lemak yang menempel di perut tidak semudah itu dicairkan. Beuu... Menyebalkan.

Entah karena setiap hari saya bergelut dengan soal-soal atau karena bergadang hanya dalam 3 minggu badan langsung menipis. Tapi ada efek samping juga gara2 kurang tidur ini... Vertigo! Halah... Ga ada yg bener deh dengan badan yg sudah bertambah usia. Mudah2an tetap sehat ya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thursday, April 15, 2010

Dalam derai hujan dan terpaan panas

Setiap malam hujan rutin menyambangi kota kecil ini. Tercurah bak air mata. Entah apa yang ditangisi ibunda pertiwi setiap malam. Apakah karena terlalu banyak orang tamak yang rela memperkaya diri sendiri? Ataukah karena tertumpahnya darah dalam sengketa pembongkaran makam keramat.

Panas menerpa di siang hari seakan tidak pernah hujan turun. Seolah ibu sedang menghukum anaknya. Pedih dan perihnya sengatan mentari. Entah murka apa yang dipendam di hati ibunda pertiwi. Apakah karena orang sudah tidak peduli lagi nasib rakyat kecil dengan balita kurang gizi, atau program pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan alam.

Ibu, maafkan putra-putrimu yang terlalu menurutkan nafsu duniawi. Melupakan hal hakiki.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thursday, March 11, 2010

Ikhlaskan tukang ayam itu pergi

Ini bukan cerita saya tapi tentang teman saya. Sebuah cerita klise yang dialami banyak orang. Sebuah cerita general yang dengan mudahnya akan kita sepelekan tapi bagi orang yang mengalaminya kisah itu nyata. Ya, teman saya harus putus cinta dengan lelaki yang dulunya sangat mencintai dirinya.

Efek samping long distance relationship pada lelaki yang memang tidak setia dan akhirnya menduakannya dengan perempuan lain.

Orang ketiga yang egois dan hanya peduli kebahagiaan sendiri. Menginvasi ke hati yang tidak setia. 2 berbahagia, 1 terluka.

Nasehat klise yang sering dilontarkan adalah "lupakan orang itu, kelak kamu akan menemukan yang lebih baik." Mudah dikatakan tapi tidak mudah dipraktekan.

Hati adalah organ yang paling aneh, paling tidak mudah diprediksi, paling tidak mudah disetir. Hati mempunyai kemandirian untuk menentukan kapan dia akan sembuh, dengan cara apa dia akan sembuh.

Hanya satu obat generik untuk hati yang terluka (halah bahasanya...!) ikhlas. Itu saja. Ikhlaskan yang pergi untuk pergi, ikhlaskan diri untuk menerima keadaan yang tidak enak ini, ikhlas untuk membuat planning masa depan baru minus si tukang ayam.

Mudah-mudahan teman saya bisa segera pulih luka hatinya.

New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Thursday, March 04, 2010

P A R E

Pare...
kalau jadi kota namanya pare-pare... (hush sembarangan)
sayuran pahit yang disukai oleh orang indonesia
katanya enak, tak ada bandingnya
bisa sekedar direbus maupun dioseng
buat saya representasi pare adalah pahit
dan rayuan untuk memakannya selalu saya tolak
maaf ya pare, saya tidak tahan dengan pahit
tapi bukan hanya pare kok yang saya tolak
bunga pepaya
daun pepaya
saya juga ogah

Pare oh pare si pahit di lidah
punya nama keren bitter ground
atau african cucumber
atau balsam pear

saya akan mengingat namamu baik-baik
supaya tidak terjebak memakannya jika ia menyelundup dalam menu asing

Rambut Ibu Pejabat

Sadar ga, kalau dari dulu sampai sekarang rambut disasak tinggi tetap menjadi pilihan sebagian besar ibu pejabat. Catet bahwa arti Ibu Pejabat bisa ditujukan untuk wanita yang menjabat posisi tinggi di pemerintahan atau istri pejabat tinggi. Saya suka becanda dengan sahabat saya kalau melihat ibu2 yang sasakan, semakin tinggi sasaknya semakin tinggi posisinya. Padahal sekarang kan mode rambut lepek2 semua, tapi tidak membuat mereka berpindah model. Dan hairspray pun tetap laku saja, padahal udah diklaim ga go green, penghancur ozon. Tapi mereka ga peduli tuh, yg penting sasak tetap berkibar menjulang tinggi.

Long weekend kemarin saat di Bandung, saya iseng jalan-jalan, beneran jalan kaki dan sampai melintas di jalan veteran. Waktu lewat sebuah salon saya tertarik untuk jajan kupat tahu petis yang mangkal di depannya. Walaupun hari Sabtu dan sudah sore pula, pelanggan salon masih banyak. Yang pertama keluar seorang ibu-ibu yang tidak muda lagi, kalau ga mau dibilang manula, dengan rambut tertata rapi di blow dalam gaya tahun 80-an, ga disasak sih tapi tetap mekar. Hmm... setia sama satu model. Berikutnya keluar lagi seorang ibu dengan tata rambut mirip. Kening saya mulai berkerut, bukan nahan marah, tapi nahan ketawa. Daaaan... keluar ibu2 lainnya, juga dengan tata rambut sama. OMG, speechless... langsung nunduk dan pura-pura minum. Hiahahahahaha... ini penata rambutnya yang kuno atau mereka memang sepakat ditata dengan gaya yang sama. Sebagai informasi ibu2 itu sebaya umurnya semua. Ampunn Maaak... aye jangan dijewer...!!!

Pendapat saya para ibu pejabat akan berhenti pake sasak jika yg menempati posisi itu sudah generasi saya yg cinta rambut lurus nan lepek... Atau mungkin selera itu akan diwariskan ke generasi berikutnya... ga nahaaaannnn....

Monday, March 01, 2010

Uang yang aku beri kemarin kemana?

"Udah ya, mau medical check up dulu" teman saya pun pamit

"Memang mau kerja dimana?" balas saya

"Lembaga Anu, katanya gw diterima tapi harus medical check up dulu"

"Gimana laki lo? Bukannya dulu dia ngelarang karena lo bakalan travel ke kabupaten A dan B?"

"Tau tuh, dia monggo aja"

Teman saya ini menikah dengan orang di kota ini. Tahun lalu dia bekerja di sebuah proyek negara donor di Jakarta sementara sang suami ada di kota ini. Tetapi kontrak di jakarta selesai, dan dia diperpanjang kontrak baru asal bersedia ditempatkan di NTT. Berhubung sang suami ada di sini diapun memutuskan tidak memperpanjang kontrak dan mendampingi suami saja.

Kebetulan saya kenal dengan Team Leader lembaga Anu, dan pernah ditanyai apa ada teman yg bisa direkomendasikan untuk LO. Makanya waktu tahu teman saya lagi nganggur saya usulkan posisi itu padanya. Tapi rupanya sebelum kembali dia sudah mencari-cari pekerjaan di kota ini, dan diterima di Lembaga Anu itu. Sayangnya saat itu sang suami kurang sreg dan menanyakan apakah dia tidak akan capek karena ada traveling ke kabupaten2, dan akhirnya teman saya memutuskan tak jadi mengambil posisi yang ditawarkan dan kembali ke kota ini jobless. Waktu itu saya kompori dia tentang enaknya pegang uang sendiri, dia hanya tertawa saja. Tetapi tampaknya ada perkembangan lain yang membuat teman saya itu re-apply lagi untuk posisi dimaksud. Dasar rejeki jatuh ke tangan dia juga posisinya.

Walaupun sudah pamit, kunjungan dia masih diperpanjang beberapa saat, gara-gara dia teringat nasihat saya.

"Bener lo bilang mbak. Enakan punya penghasilan sendiri"
"hah... kenapa?" tanya saya penasaran
"Iya sih laki gua ngasih uang, tapi ga bebas. Sakit hati pas minta lagi dan ditanya~"lho uang yang kemarin dikasih kemana"~ padahal kan lo tahu sendiri mahalnya belanja disini..."

Sayapun ngakak jaya.

"Biasa neng, ga cuma lo yg ngalamin ditanya kayak gitu. Nyokap gw juga digituin sama bokap kalau minta tambahan, maklum dah gaji pegawai negri. Bukan cuma lo aja, ga usah sakit hatilah. Yang penting lo kerja, jadi punya gaji"

"Iya, malahan gw dinasehatin supaya belanjanya jangan berlebihan. Besok-besok kalau gw belanja gw kasih lengkap bon-bonnya sama dia" tambah teman saya

"Soalnya lo kan tinggal sama mertua, ga ada pengeluaran makan dan rumah kan? Makanya dia pikir lo ga perlu banyak pengeluaran"

"Iya bener. Ya udah gw cabut dulu...daag..." teman saya akhirnya cabut juga

Setelah itu saya bertatapan mata dengan teman sekantor (cewek juga) dan sama-sama ngomong,

"hari gini, ga kerja? please deh...." huahahahaha, tawa kami berduapun pecah.

Soalnya kami berdua adalah tipe independen, jadi kerja dan punya penghasilan sendiri itu mutlak.

Wednesday, February 24, 2010

RUU pernikahan yang lebay

Yah, menurut saya RUU pernikahan itu lebay. Walaupun dasarnya baik tapi sayang pengolahannya kurang baik.
1. Tentang nikah siri
Besar kemungkinan pasal yang berkaitan dengan hukuman penjara untuk pelaku nikah siri ini atas kepedulian kepada perempuan-perempuan di areal pertambangan yang sering istri kontrak saja. Kehadiran RUU pernikahan tersebut tentu saja akan sangat baik untuk melindungi perempuan yang dihadapkan dengan pernikahan kontrak, tetapi merupakan pisau bermata dua untuk rakyat kecil yang tidak sanggup membayar administrasi KUA. Memang benar bahwa salah satu syarat menikah adalah sudah mampu yang berarti seharusnya mereka punya dana lebih untuk membayar administrasi. Tapi pada kenyataannya banyak rakyat kecil yang tidak sanggup bayar ongkos KUA kok.

2. Jika perempuan Indonesia mau menikah dengan WNA harus membayar 500 juta.
Hal ini pun saya kira masih berkaitan dengan tema perempuan yang dinikah kontrak saja oleh WNA, terutama di daerah-daerah pertambangan. Sayangnya jika hal ini sudah resmi maka akan membebani perempuan lain yang akan menikah secara normal dengan WNA. Karena tidak semua WNA itu kaya, dan kalau sudah saling cocok dan bermaksud membina rumah tangga yang langgeng dengan perempuan Indonesia bukannya aturan itu menjadi penghalang orang yang bermaksud berumah tangga.

Kesimpulan saya kok pernikahan yang seharusnya mudah dan sederhana menjadi sangat rumit. Seperti mengobati malaria dengan membom nyamuk. Tujuannya sudah benar dengan memutuskan rantai tetapi alatnya mematikan banyak pihak.

Kenapa sih tidak mencoba melakukan pendekatan persuasif melalui ulama atau berbagai tokoh sampai di tingkat akar rumput untuk memberikan penyadaran pada masyarakat dulu tentang keburukan dari pernikahan siri, tentang hak-hak dan kewajiban perempuan yang akan menikah dengan WNA. Sehingga tidak terlalu terpaku pada dendanya saja.

Karena bagi saya sebagai perempuan, tanpa harus dilindungi oleh RUU pernikahan yang baru, saya akan menolak pernikahan yang tidak dilegalkan di mata hukum maupun adat. Tidak usah pakai RUU pun saya akan mencari upaya untuk sah dalam sebuah lembaga pernikahan.

Sehingga menurut pendapat saya jika RUU pernikahan ini tetap akan disahkan, maka harus benar-benar bisa mengakomodir kebutuhan mereka yang memang serius akan berumahtangga dan bukan hanya terpaku pada denda saja.

Karena seperti penerapan aturan harus membayar 500 juta untuk perempuan indonesia kalau mau menikah dengan WNA masih banyak celah kosong. Selama negara calon pasangan bisa mensahkan pernikahan yang lebih mudah, tinggal mencari visa berkunjung saja ke negara yang dimaksud, kemudian menikahlah disana, setelah itu tanggalkan status WNI dan hidup berumahtangga secara baik-baik. Jadinya kan masyarakat kita malah diajari agar mencari-cari celah dalam hukum.

Apakah para anggota dewan yang terhormat tidak bisa membicarakan masalah lain yang lebih penting seperti kesejahteraan masyarakat, dari pada mencoba mengurus lembaga pernikahan yang seharusnya tidak dipersulit itu?

Mari kita lihat kelanjutannya...


New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Tuesday, February 23, 2010

Book Office

Karena bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita, wajarlah kalau terjadi salah-salah kata. Herannya udah jelas bahasa inggris kita ga perfect, tapi kalau ada orang asing yang salah-salah kata dalam memakai bahasa Indonesia, ujungnya pasti kita ketawain. Terbalik-balik kata yang mirip sering sekali terjadi pada orang asing yang menggunakan bahasa kita seperti kepala dan kelapa.

hari ini saat nengok-nengok blog tetangga yang bikin buku, ada sebuah comment yang mengenaskan yaitu " selamat, baru terbit (bukunya) sudah menjadi book office"
Oh boy..., mentang-mentang buku, istilah box office kok diganti dengan book office. Waktu bacanya aku merasa ada yang salah dengan istilah book office ini, ga lama kemudian baru ingat dengan istilah box office. Jadi sebenarnya ini kesalahan yang disengaja atau tidak sih?

Mensortir perasaan

Saya bukan orang yang bisa mengeluarkan isi hati dengan mudah. Untuk masalah perasaan saya adalah orang paling introvert. Kalau senang dengan seseorang maka perasaan itu akan disimpan di dalam hati, untuk kemudian gelisah sendiri. Biasanya semua perasaan yang tersimpan itu secara tidak sadar akan keluar di mimpi. Sekarang sih saya memakai mimpi itu menjadi panduan untuk menormalkan isi kepala dan menerima keadaan.

Siang ini alam bawah sadar saya baru bisa menerima bahwa YZ juga bukan belahan jiwa yg dicari selama ini. Akhirnya hati ini benar2 dibersihkan dari bayangan masa lalu. Perasaan2 sepihak pada beberapa laki-laki yang menjadi fosil didalam hati saya, sudah bisa saya buang satu demi satu. Tidak lagi membohongi diri. Menyadari bahwa saya sekarang benar2 sendiri tanpa orang yg bisa dicintai atau mencintai. Menyadari bahwa saya tidak seberuntung orang2 lain, mereka yg punya cinta. Haaah... Kosong, sepi seperti cangkang.

Mau kemana setelah ini? Tidak tahu. Jalani saja hari-hari satu per satu. Capek, ingin istirahat, tapi bara ambisi masih menyala.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, February 20, 2010

The single world

Beberapa hari yang lalu saya teringat dengan kisah cinta pertama... cieee... Kisah terbego yang saya alami karena hanya memendam perasaan didalam hati, dan saat orang yang disukai mendekat sikap saya berubah menjadi dingin dan jauh. Gimana orang itu bisa tau kalau saya suka sama dia. Sialnya saya tidak mudah melupakan cinta pertama ini. Berakibat banyak tahun-tahun emas terlewatkan karena saya tidak bisa melupakan orang itu.

kini setelah saya menjadi tua dan tetap sendiri kebenaran dari lirik lagunya Michael Buble menjadi kenyataan, yaitu lagu yang berjudul "you're nobody until somebody loves you'. Sial...menohok dan dalam sekaligus benar banget. Dalam masa penyangkalan saya mengatakan bahwa waktu saya sudah tersita habis untuk teman dan keluarga, tapi jika benar demikian kenapa saya sekarang merasa diri ini hanya cangkang saja dan sama sekali tidak mempunyai makna sebagai manusia. nah lo

Tapi mungkin sekarang sudah agak terlambat karena calon-calon pasangan potensial sudah menghilang dan juga banyaknya saingan dari perempuan muda. So... welcome to the world of emptyness. Tapi gapapa lah yang penting nikmati saja benefit sebanyak-banyaknya. Mau apa lagi?

Konsumen yang bijak

Tidak tahu apa penyebabnya, pemasangan kawat gigi menjadi trend yang berlaku sampai sekarang. Banyak sekali orang yang memakainya tanpa indikasi. Padahal harga pemasangannya tidaklah murah-murah amat. Memang perawatan kosmetis untuk bagian tubuh apapun selalu mendatangkan uang. Kasian juga dokter gigi kalau kawat gigi ga laku

Yang paling lucu dari kawat gigi ini fungsinya berubah bukan lagi menjadi bagian untuk meningkatkan penampilan gigi, tapi kawat giginya sendiri menjadi bagian penampilan. sebelas-duabelaslah dengan orang yang maksa2in kredit BB dan ikut FB hanya untuk sekedar dibilang tidak ketinggalan jaman. Dalam kasus-kasus ini nilai dari ownership jadi lebih tinggi dari fungsinya.

Itulah pasar indonesia yang selalu mudah mengekor apa yang dimiliki orang lain tanpa memperhatikan kebutuhan. Dulu ada istilah sarkastik untuk hal ini yaitu KOR-MOD aka korban mode. Dan para pengusaha di seluruh dunia ngiler dengan besarnya pangsa pasar indonesia, dimana produk yang tepat akan menjanjikan keuntungan besar.

Samalah dengan kawat gigi ini, rasanya setelah kawat gigi populer, klinik-klinik gigi estetis menjadi semakin menjamur di Indonesia. Kesimpulannya apakah kita akan menjadi konsumen yang bijak atau sekedar mengikuti mode saja?

Friday, February 12, 2010

Bermimpilah dan lepaskan semua cangkang fisik itu

Tanggal 13 jam 11.15 WIT
Duduk diam dan menunggu, sementara langit sudah berubah abu-abu kembali. Entah jam berapa pesawat dari menado akan datang. Menunggu dan melamun, khayalan terbang ke atas awan kelabu.

Telinga sudah disumpal dengan iPod, lagu-lagu yg didengungkannya membawaku ke masa lalu dan masa depan. Kalau bisa melepaskan jiwa meninggalkan cangkang wadagnya. Jiwa yg terbebaskan akan bisa melayang menembus udara kelabu ke biru langit.

Facebook sudah dibuka tapi tidak ada yg menarik disana. YM dibuka, tapi tidak ada yg bisa diajak ngobrol. Akhirnya membaca ulang postingan "kamera gue" tentang kamera canon baru. EOS 450D belum lagi setahun usianya, shutter count juga masih jauh dari 50000, batas penggantiannya. Tapi hati ini ingin tergoda oleh keinginan membeli barang.

Sebenarnya bukan barangnya tapi membelinya yg bisa menjadikan orgasme. Ga lucu memang, efek dari kebosanan, black mood bukan lagi bad mood.

Rese nih, pesawatnya...ga datang. Capek nunggu, jadi pengen marah..


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Delay akibat cuaca buruk

Tanggal 13 jam 08.10 WIT
Hujan pun berhenti menyisakan gerimis tipis, saya memutuskan untuk menyetop pete-pete alias angkot yang tidak berpenumpang. Supir angkot dengan senang hati saya sewa ke bandara untuk 60ribu rupiah. Dan sayapun selamat sampai di bandara.

Di counter check in hanya sedikit saja orang, saya fikir sudah terlambat ternyata belum dibuka counternya, karena pesawat terlambat pergi ke menado. Memang jalur terbang mbak sri wijaya ini muter2 persis angkot. Kalau dulu sebutannya motor mabur, sekarang harus diganti dengan angkot mabur.

Daripada berdiri bengong ga jelas, mana belum boleh masuk ke ruang boarding, terdamparlah saya di kantin bandara yg sederhana tapi tetep mahal itu. Yuk mari, makan indomie rebus. Kebetulan perut baru diisi duku saja dari pagi.

Kapan jam keberangkatan? Tidak tau
Kapan tiba di makassar? Tidak tau
Bosan menunggu? Juellllaaaasssssssss
Bukan hanya bosan menunggu tapu sudah bosan ada di daerah ini....
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Hujan berhentilah sejenak

Setelah didera panas dalam minggu terakhir ini, pagi ini hujan turun dengan derasnya. Udara lebih sejuk, tapi saya terjebak kebingungan karena harus ke bandara. Hujan...hujan hentikan sejenak curahan rahmatmu ini, beri sedikit waktu untuk saya bisa pergi ke bandara... Pleaseeee...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sunday, February 07, 2010

Disekap=dipenjara

2.5 tahun ada di sebuah daerah terpencil di Indonesia membuat saya sesak nafas. Mesti mengingatkan diri berkali-kali untuk bersyukur, tapi tetap saja sesak nafas. Masalahnya hak cuti tak semudah itu mendapatkannya. Susah memang kalau punya boss yg ga ngerti bahwa anak buahnya bisa jenuh dengan keadaan infrastruktur yg terbatas.

Saya seperti kodok yg hidup di dua alam. Kalau kodok bisa hidup di air dan daratan, maka kaki saya sebelah ada di daerah tapi yg sebelahnya harus menapak modernitas. Memang ada waktu weekend, tapi dengan keterbatasan jadwal pesawat membuat saya harus cerdas memilih jadwal. Yg paling bisa diandalkan ke daerah ini adalah batavia, kalau pergi ke jkt sih jadwalnya ok, tapi balik dari jakarta sering bikin capek karena jadwalnya yg tengah malam.

Tapi pada dasarnya mood lg ga bagus, sehingga saya merasakan ketidak puasan dalam hidup. Jengkel pengen curhat, tapi ga ada yg bisa dijadikan teman curhat. Siapa sih yg ingin mendengarkan curhat cengeng saya ini? Bahwa saya sebenarnya cemas menunggu hasil lamaran beasiswa, bahwa saya kesal melihat orang2 punya pasangan dengan gampangnya, bahwa saya iri dengan teman2 yg dapat tugas ke luar negri. Sementara saya harus berkutat menghadapi orang2 yg keras kepala dan sudah sangat masuk dengan sistem birokrasi indonesia.

3 hari lagi saya ulang tahun, tapi hari itu tidak pernah menjadi hari yg saya istimewakan. Malah termasuk hari yg menyebalkan, paling ada beberapa orang yg memberi sms basa basi selamat ulang tahun. Saya tahu mereka tulus mengucapkannya bermaksud membahagiakan saya. Tidak ada yg tahu bahwa saya paling sebal diberi ucapan selamat ulang tahun, karena apa sih artinya penambahan umur satu tahun? Nisbi dan kosong.

Dari sejak dilahirkan juga ga ada tuh pesta ulang tahun. Paling waktu masih remaja senangnya karena akan mendapat uang extra, dan beberapa hadiah dari teman2, yg harus saya balas di hari ulangtahun mereka. Kalau di rumah paling dimasakin kue sama nyokap. Pernah ada yg memberikan hadiah yg saya tresure beberapa saat tapi kemudian sudah saya musnahkan karena pemberinya sudah tidak punya makna lagi. Karena itu jangan heran kalau saya tak memajang hari ulangtahun di facebook maupun friendster. Bodo amat. Dan akhir2 ini juga suka malas mengucapkan selamat ultah pada teman2.

3 hari lagi menjadi bertambah tua, aneh dan sinis. Hari itu akan menjadi istimewa kalau tiba2 ada surat yg menyatakan saya mendapatkan beasiswa yg saya incar atau ada laki2 cakep-pintar-baik menyatakan cinta sama saya atau mendadak menerima kiriman lensa 70-200mm IS F/2.8. Hahahahahaha... Ngarep dot com mungkin Tuhan juga bilang saya madatan kado.

Mungkin juga hari itu semua orang mendadak amnesia tidak ada yg ingat memberi sms selamat ultah. Iya benar saya sedang dalam bentuk manusia paling menyebalkan saat ini. Belum berubah menjadi manusia manis dan baik hati.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, February 06, 2010

You're nobody until somebody loves you

Lagunya Michael Buble ini menusuk bagi orang2 seperti saya. Mengingatkan orang2 yg iba seolah-olah kesendirian adalah penderitaan. Jawabannya adalah ya dan tidak. Kesendirian tidak selalu berarti penderitaan kok.

Tapi lagu itu seharusnya mengingatkan para pasangan yg beruntung agar mereka bersyukur sudah menemukan pasangan. Menghargainya adalah dengan setia pada pasangan masing2 dan tidak mudah mengobral kata2 cinta hanya karena alasan pasangan tidak menyenangkan. Bukankah terikat secara resmi pada pasangan yg tidak kita sukai bisa menjadi hukuman yg berat juga.

Heh ngoceh apa ini...
Caw ah
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thursday, February 04, 2010

Kelu

Romantis di dalam hati dan otak, tapi tak pernah bisa menyatakan isi hati dengan baik pada orang yang disayangi. Karena takut dipermainkan membuat saya juga menjadi pengecut, tidak mau berjuang mempertahankan dan mengejar orang yg saya sayangi that slipped through my fingers. Tahun dan tahun berlalu, tidak terasa usia sudah merangkak ke uzur, tapi saya tetap sendiri.

Di lain pihak beberapa laki-laki pun pernah ada yg berusaha masuk ke dalam hati saya. Kali ini saya melakukan taktik seperti belut yg licin berusaha melepaskan diri dari jeratan orang. Atau dengan taktik mawar berduri. Dan sekarang saya malah jarang memperlihatkan senyum saya pada laki-laki, karena cukup banyak yg kemudian memberi perhatian yg tidak saya inginkan. Yg ingin saya katakan I'm single but available only for certain condition.

Bukan sikap yg asertif memang. Tapi saya bukan seorang risk taker, sehingga hanya akan menerima orang yang saya sukai saja. Sombong? Terserah deh. Yang penting hidup saya tidak rusak dengan membenci seorang suami yg tidak saya sukai.

Hidup ini rumit. Salah, lebih tepatnya sayalah yang membuat hidup ini rumit.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wednesday, February 03, 2010

Kangen

Hari-hari yg saya jalani sejak desember itu seperti lilitan liana di pohon induknya, membelit-mencekik, membuat sang induk perlahan-lahan mati karena strangulasi. Godaan untuk curhat memang tinggi, tapi saya tidak ingin membebani teman-teman, kenalan yang saya punya dengan cerita menyebalkan seperti ini. Alasannya karena mereka juga sibuk, karena mereka juga punya banyak masalah. Dan sebagai efeknya memendam perasaan ini mood saya mirip dengan gergaji, naik-turun.

Satu hal yang sangat saya inginkan yaitu bisa pergi travel jauh dari sini, tanpa harus khawatir dengan dananya. dan sebagai orang indonesia, saya ingin ke tempat yang berbeda dengan tanah air tercinta ini. Artinya bukan pergi ke negara tropis.
Tapi boro-boro mau ke LN mau ke jakarta saja berat hati.

Kekangenan saya dengan negri-negri utara biasanya bisa disiasati dengan menonton film, membaca buku atau majalah dari negri-negri itu. Dan stok saya untuk film dari negri jepun sudah tidak ada, demikian juga dengan film2 barat. Sedangkan untuk novel memang masih ada sih, tapi saya kangen dengan manga... kumik dari jepang itu. Makanya salah satu tujuan ke jakarta sebenarnya untuk beli kumik2 jepang itu sih.

Tapi semurah-murahnya tiket ke jakarta, tetap akan menyedot 2 jt rupiah. Hhhh... dan saat ini sedang dalam masa pengiritan dan penghematan. Saya tidak boleh boros. Gimana duonk?

BTW busway, ga ngerti dari mana asalnya tadi malam saya memimpikan lagi orang itu. Orang yang ingin saya lupakan kehadirannya, tapi sebenarnya sangat saya rindukan kehadirannya, saya kangen ngobrol ga jelas dengan dia, kangen kedekatan saya dengan dirinya, tapi dia memang dengan jelas menolak untuk dekat dengan saya. Jadinya saya tahu diri dan menjauh, sekuat diri ini bisa. Begonya bawah sadar saya tidak semudah itu melepaskan dirinya, dalam beberapa saat dia selalu muncul di alam mimpi saya. Sialnya mimpi2 itu bukan mimpi yg samar, tapi yg jelas teringat di alam nyata. Menyebalkan bukan? Dan satu hari ini jadi diliputi rasa sendu, saat otak saya memberikan logika yg nyata tentang mimpi sial itu.

Apakah saya ingin bertemu lagi dengannya? rasanya tidak perlu, biarlah dia hidup damai tanpa kehadiran saya. Yang saya inginkan agar mimpi-mimpi tentang dirinya tidak perlu muncul. Dan hanya saya yang bisa melakukannya, bukan dia, bukan orang lain. Karena mimpi2 itu memang milik saya pribadi, bukan milik siapapun. Kenangan akan dirinya merupakan milik saya pribadi bukan milik orang lain

Thursday, January 28, 2010

Payday is the best day in a month

Hari pembayaran gaji melambungkan pegawai serasa menjadi raja. Lebay mode:on. Ga tau ya buat yg banyak utangnya, kali payday itu pahit dan getir. Bagi saya payday akan lebih sempurna jika ada di daerah yg padat mall...huahahahaha... bisa punya alasan resmi untuk window shopping, n kalau ada yang menarik langsung beli.

Tapi karena ada proyek pribadi yg membutuhkan back-up tabungan sebanyak-banyaknya, kebahagiaan payday hanya sekedar happy melihat tambahan dana di tabungan. Belanja, pikir dulu, harus liat pengeluaran realnya, yang penting rencana tabungan tidak boleh gagal kalau ga pengen nangis bombay. Jadi kalau tidak ada sisa dari pengeluaran real bulanan dan jatah tabungan, yah puasa belanja dulu aja.

Tinggal di daerah yang jauh dari jakarta dan harus mengeluarkan setumpuk uang untuk tiket memang harus disikapi dengan bijak. Masalahnya jatah travel saya bulan ini udah terpakai untuk kebutuhan lain yang lebih penting. Sepertinya tidak boleh kalah untuk godaan ke Jakarta untuk keberhasilan saving plan nya.

Waktu kecil dulu dengan uang saku yg sangat terbatas (masih diberi juga sudah untung), saya terbiasa untuk tidak jajan dan menabung uang saku saya selama sebulan, demi membeli Lima sekawan baru. Kalau istirahat langsung ngabur ke perpustakaan aja, sebelum ada teman yang ngajak ke warung. Kebiasaan membuat proyek untuk menghabiskan uang itu yang sampai sekarang masih saya miliki.

Saya sebenarnya pelit sekaligus boros. Pelit dalam artian jika dana terbatas, maka semua pengeluaran hanya untuk pos-pos esensial saja. Borosnya kalau lagi ga punya proyek pribadi, biasanya sering mengeluarkan uang untuk beli-beli yang sebenarnya ga urgent.

Karena kebiasaan menabung secara temporer untuk membeli barang yang kita inginkan, saya paling sebal sama orang yang mengandalkan pinjaman sama orang lain untuk kebutuhannya. Misalnya ada orang yang mau pinjam uang untuk beli rumah, padahal keuangannya belum mencukupi. Atau yang tidak perhitungan terhadap kemampuan dirinya, dengan pikiran nanti kalau kurang pinjam aja dulu. Yeah... pinjam aja sono ke bank. Lebih profesional tuh.

Lain halnya dengan orang yang benar-benar kekurangan, orang yang kayak gini kalau mendapat rejeki mendadak biasanya berusaha menggunakan menjadi modal supaya mereka bisa punya usaha. Kalau untuk golongan seperti ini tanpa mintapun saya dengan senang hati memberikan sejumlah uang.

Dan kebetulan hari kemarin adalah payday... yippiiii... senangnya, mungkin bulan depan akhirnya bisa beli extender dan closeup set lens... uhu-uhu-uhu...

Wednesday, January 27, 2010

Gosip arteeessss

Byuh... Ada gosip brad pitt n angelina jolie berpisah n jennifer anniston siap menampung brad pitt kembali. Hiakakaka... Ga mutu banget postingan kali ini, tapi masalah gosip satu ini layak untuk digosok-gosok.

Saya pikir sebenarnya Jolie n pitt ini jauh lebih cocok dibandingkan anniston n pitt. Hubungan anniston n pitt itu kurang mature untuk hubungan asmara. N saya rasa jolie beda dengan anniston ga akan begitu aja siap menampung pitt balik. Jolie itu lebih kuat n hebat, ditambah lagi adanya anak diantara mereka. Kayaknya sih Jolie yg nendang pitt dari hidup mereka.

N anniston menurut saya bego kalau mau kembali ke pelukan pitt, yg jelas2 masih cinta sama jolie. Tebakan saya pitt n anniston ga bakalan bertahan lama rujuknya. Dan sekarang kartu truf ada di tangan jolie, sebab sekali bersiul memanggil pitt, saya yakin pitt akan terbirit-birit lari ke pelukan jolie dan meninggalkan semua yg dimiliki saat itu. Kecuali jolie emang udah bosan dengan pitt. Silahkan berpetualang hai lelaki-yg-katanya-mahluk-Tuhan-yg-paling-seksi.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, January 26, 2010

Apa sih yg kau sombongkan?

Ada manusia-manusia yg bersedia menjadi lapdog buat majikannya hanya untuk mempertahankan posisinya. Sifat seperti itu biasanya ditambah dengan doyan menggencet mereka yg bukan kasta bos.

X adalah staf yg bertanggung jawab di program B di prop itu sementara saya bertanggungjawab terhadap program A di propinsi ini. Sedangkan kolega di program B untuk propinsi ini sudah dihentikan kontraknya. Sejak awal saya sudah meminta supervisor saya pak S untuk tidak memberikan tanggungjawab program B pada saya karena beda sektor dengan program saya.

Tiba-tiba tanpa ba bi bu, pak S bilang masih ada dana utk program B di propinsi ini. Hmm... Ok saya akan menghubungi mitra di propinsi ini dan menanyakan komitmen mereka. Dan saya minta kolega yg mengurus finance untuk buatkan proposal dengan meminta nasehat si X. Memang dikirimkan proposalnya tapi ditambah kata2 nyelekit katanya pak S sudah memberikan file itu pada saya, tapi dia kirim ulang untuk menjaga-jaga supaya tidak ada virus lain menerbangkan file itu kemana2.

Yup darah saya mendidih membaca kalimat itu. Sejuta topan badai deh. Saya emosi sekali. Belagu, apa sih yg dia sombongkan? Lagian program B itu bukan tanggung jawab saya. Sebal... Udah ditolongin malah sinis. Emang lo siapa sih?

Saya balas dengan email yg penuh sindiran pahit. Emang kaya anak2 sih, tapi gimana yah? Pengen noyor, saya stated aja kalau sejak hari ini saya ga mau urusin lagi program itu. Buang2 waktu saya aja. Memang betul sekali keputusan saya untuk keluar dari lembaga ini. Malas aja ngeladenin orang2 picik yg hanya bisa membanggakan keberhasilannya dan meremehkan orang lain
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sinetron hollywood

Kalau saya nonton sinetron indonesia suka sebel bin kesel, karena jalan cerita yg tidak logis serta sekuelnya yg berjilid-jilid sampai ga jelas lagi benang merahnya ada di mana dan buntutnya seperti apa. Saya sering berpikir apa yg menginspirasi mereka membuat cerita seperti itu. Sekedar menjaga rating atau memang imajinasi yang amat sangat kaya dari penulis script.

Krn saya jarang sekali nonton TV kabel, klo nonton juga bukan di channel yg menayangkan film. Jadi saya mengandalkan dvd utk nonton serial yg katanya bagus. Ada 3 serial hollywood yg saya tonton krn rekomendasinya bagus: prison break, hero, Lost. Dan ...jreng-jreng-jeng...ketiga series itu punya persamaan. Otak saya yg suka banget mengklusterkan sesuatu melihat, di luar konteks cerita, bahwa angle shooting setiap adegan mirip, imajinasi tidak masuk akal (prison break masih mending dibanding 2 series yg lain), kecenderungan suspense n thriller dari penulis script tinggi sekali, akhir setiap season dibuat menggantung dan ada swap partner (istri seseorang bisa jadi pacar orang lain, orang baik bisa berkembang jadi jahat, orang jahat punya alasan di balik kejahatannya).

Dan saya mengerti kenapa sinetron indonesia menjadi menyebalkan untuk ditonton, tampaknya kiblat ke hollywood masih belum berakhir untuk sineas indonesia. Huhuhu... Udahlah mending nonton dorama jepun atau serial korea aja. Sumpeeeh kedua negri itu masih bisa memberikan hiburan dengan kadar kewarasan lumayan. Dan hollywood lebih baik ditonton bentuk film aja jangan series. Daripada bikin jengkel kayak gini.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, January 23, 2010

Hahahihihuhu

Saking bosannya terjebak di sini saya sempat membuat tulisan yang pada intinya mengingatkan diri sendiri tentang arti ketulusan dan kerja tanpa pamrih. As always ada komentar yang memberikan saran untuk peningkatan diri itu. Kocak juga sih dengan saran yg panjang dan lebar. Padahal pengunjung blog saya yg ntu juga ga banyak, jadi apa ada pengaruh sama orang banyak sampai dikomentari spt itu.

Seperti biasa dalam kesendirian pikiran saya berputar-putar dan akhirnya sampai pada kesimpulan apakah orang2 yg kerja di humanitarian agency itu betul2 bekerja untuk meningkatkan status hidup bangsa tersebut. Kok sepertinya mereka juga sama seperti saya, pegawai tok. Akan ada saat mereka bosan dan beralih ke pekerjaan lain. Akan ada saat mereka buntu ide dan pikiran
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sudah saatnya menertibkan bonek

Ada berita di kompas hari ini dimana bonek alias hooligan fans dari surabaya melakukan penjarahan di satu stasiun dalam perjalanan mereka menonton pertandingan bola. Menurut saya kejadian itu bukan hal yang lucu. Ga bisa saya bersimpati pada mereka. Kelakuan itu bisa dikatagorikan teroris, bukan sekedar lucu2an fans.

Bayangkan penjual2 asongan maupun yg punya kios kecil2an di stasiun kereta api yang semena-mena dijarah, dirampok. Saya yakin bonek seperti itu yang sanggup mengelompok besar2an pasti punya pemimpin. Kenapa leadernya tidak bisa mengarahkan mereka untuk santun. Yang tidak terbayang oleh saya bagaimana reaksi mereka saat tidak bisa menerima kekalahan timnya, siapa lagi yang akan mereka teror.

Kalau memang benar mereka menumpang kereta seharusnya polisi bisa bekerja sama diantara beberapa kota, dan menangkap mereka. Harus mendapat hukuman, dan saya rasa bisa diajukan sebagai kasus kriminal. Masalahnya tidak ada orang yg mau berurusan dengan mereka. Memang benar kejahatan terbesar umat manusia adalah ignorance (ketidakpedulian).

Dan saya rasa bekukan saja pertandingan bola jika selalu ada kerusuhan atau penjarahan yang berkaitan dengan fans fanatik bola itu. Karena tidak ada untungnya, juga indonesia tidak ada prestasi untuk bola. Jadi biarlah liga itu tetap amatir tidak perlu dikelola secara profesional. Biar saja menjadi sarana olah raga rakyat, daripada dijadikan liga pro tapi tidak bisa menjamin keamanan masyarakat lainnya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, January 16, 2010

Badai tropis

berkhayal sedikit jika saat ini kembali ke masa lalu di jaman belum ketemu beton. Mungkin kamar kos saya ini adalah sebuah kabin kayu di sebuah dahan pohon raksasa. Datanglah sang badai tropis januari. Dengan angin kekuatan tinggi membuat semua tirai mengepak. Badan menggigil kedinginan dan basah kuyup air hujan.
Tidak ada makanan dan tidak bisa menyalakan api. Yang bisa dilakukan hanya bengong atau mengobrol. Tapi semua orang merasa tidak jaman dengan situasi basah kuyup ini, jadinya semua orang baerwajah masam. Menanti hujan reda agar bisa mengeringkan baju.

Hahahaha... Kenapa khayalku sampai segitunya. Untunglah sekarang ini badan tetap kering biarpun hujan turun deras. Tapi kalau lapar sih tetep, ga ada persediaan makanan atau camilan di kamar... Duuh... Mesti tunggu hujan baru bisa cari makan.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Friday, January 15, 2010

C, you trully a great friends

C dikenal playboy cap tiga duren. Dikata-katain arogan sama beberapa orang. Ga ada teman saya yg mendukung saya jadian sama orang ini. Tapi untuk saya C seorang laki2 yang baik. Dia tidak menjanjikan macam2, dan setelah beberapa lama tidak kontak, tiba2 muncul pesan privat dari dia untuk saya. Sekedar hai-hai atau mengirimi saya bunga mawar maya.

Pertemuan pertama, ada chemistry antara saya dan dia. Dia menunjukan ketertarikannya pada saya dan saya merasa ada magnet yg menarik diri ini padanya. Kalau bukan jarak ribuan kilo, lebih konkritnya kalau kami tidak berada di belahan dunia yang berbeda, mungkin saya juga ga berpikir jernih.

Saya memang bukan orang yg perhatian dan dia juga punya pasangan, jadi momen ulang tahun atau tahun baru akan terlewat tanpa ucapan selamat dari saya. Tapi dia dengan caranya sendiri membantu saya merasakan jadi perempuan yg istimewa. Karena itu saya sangat menghargai perhatiannya. Tidak ada mimpi berlebih bahwa dia adalah soulmate yg saya cari2. Dia adalah teman lelaki yg tak terdefinisikan. Hmm C, will we ever meet again? Hope you find all happiness in life.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thursday, January 14, 2010

Dasar tukang foto amatiran

Foto macro yg memperlihatkan hewan2 mungil maupun bunga dengan putik sarinya yg amat detil dengan bokeh yang aduhai membuat saya sangat berminat dengan foto macro. Lensa macro sudah dibeli, niatnya mau yg 100mm sayangnya hanya dapat yg 50mm. Untuk mendapatkan focus yg tepat lensa dgn 50 mm harus dengan step-out alias menjauh. Baru beneran ngerti dengan step out setelah pakai lensa itu. Itu kebodohan saya yg pertama.

Hasil foto macro saya lumayan, apalagi kalau ada di taman bunga... Wokeh deh hasilnya. Tapi ga bisa mendapat ukuran zoom yg saya cita2kan. Misalnya tidak bisa menghasilkan foto putik bunga yg diperbesar sekian kali. Boro2 mau memfoto matanya laba2. Kalau mau lebih dekat ga bisa shoot, tapi kalau jauh ga bisa macro yg ideal. Huh... Garuk-garuk kepala pake pisau.

Bolak-balik masuk ke blog2 yg menghasilkan foto makro dengan kamera 50mm, tetep ga ngerti2 penyebabnya. Dan hari ini kebodohan saya yg no 2 terungkap. Foto makro membutuhkan close up lens, extension tube dan teleconverter.... Huahahaha.... Begooo... Padahal waktu beli lensanya ditawarin extension tube....

Selama ini maunya ngebet dengan 100mm... Ah dasar amatiran... Dan satu hal lagi tampaknya lensa 70-200mm dgn IS USM adalah keharusan... Duh, mesti cek dan ricek tabungan nih.

A must satu lagi adalah tas kamera yg cukup besar. Maunya sih billingham, tapi yg saya incer harganya udah 3jt-an... Wedew, belum pernah sekalipun beli tas buat ngantor atau jalan di atas sejuta... Dan sekarang beli yang 3 juta??? Hahahaha... Kayaknya mesti puas dengan beli tas national geographic aja. Klo mau beli billingham ntar aja kalau fotonya udah bisa menghasilkan uang.

Semua kebodohan saya ada jawabannya di shutterfreaks.com. Sites itu beneran fotography for dummies deh. Seharusnya saya baca dulu site itu sebelum belanja lensa makro, jadi bisa belanja lengkap kan?

Penyakit belanja kumat deh. Tapi belum ada waktu ke jakarta lagi. Hmmm atau mencoba beli online sajahhhh???
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wednesday, January 13, 2010

Seasons of The Heart

Of course we have our differences you shouldn’t be surprised
It is natural of changes in the seasons and the skies
Sometimes we grow together, sometimes we drift apart
A wise, a man and I might know the seasons of the heart

And I walking here beside you in the early evening chills
A thing we’ve always love to do I know we always will
We have so much in common, so many things we share
That I can’t believe my heart when it implies that you not there

Love is why I came here in the first place
Love is now the reason I must go
Love is all I ever hope to find here
Love is still the only dream I know

So I don’t know how to tell you, it’s difficult to say
I never in my wildest dream imagined it this way
Some times I just don’t know you this is stranger in our home
When I’m lying right beside you is when I most alone

And I think my heart is broken as an emptiness inside
So many things I longed for have so often been denied
Still I, I wouldn’t try to change you that’s no ones that’s to blame
It’s just something that means so much and we just don’t feel the same

Love is why I came here in the first place
Love is now the reason I must go
Love is all I ever hope to find here
Love is still the only dream I know

(Seasons of the heart – John Denver)


Saat ada orang yang menanyakan kesendirian saya, dan kenapa saya tidak bisa melupakan masa lalu yang menyakitkan, sulit untuk menjelaskannya. Tapi mendengar lagu John Denver itu seperti mendengarkan para laki-laki itu menyanyikannya untuk saya. Tidak hanya satu orang tapi beberapa orang pernah melakukannya. Tidak ada yang bisa disalahkan tentunya tapi sangat traumatis untuk mencoba kembali. Capek untuk menata hati ulang setelah diporakporandakan badai pergantian musim. Ujung-ujungnya jatuh ke dalam pelukan serial korea yang romantis melodramatis itu. Hiks, konyol.

Kesetiaan, soul mate dan cinta terjalin dan terpilin jadi satu untuk yang akan membuat kami tertawa bersama, tapi satu saat bisa bertengkar seperti mau saling membunuh. Masalah berat dihadapi berdua, tapi melakukan hal-hal bodoh berdua juga. Hanya itu, hanya itu saja yang saya minta dari seorang kekasih. Dan saya akan terjatuh dalam mimpi saat menonton painter of the wind, the legend atau nada sousou, karena percintaan tokoh-tokohnya memang seperti percintaan yang saya inginkan. Tapi memang saya masih ada di bumi, semua percintaan itu terlalu sempurna dan tak akan bisa didapatkan manusia di bumi. Bahkan sutradara tidak ada yang berani memberikan ending keduanya akan forever and ever bersama, yang bertahan hanya cintanya saja.

Jadi nasehat semua kawan itu benar adanya, hanya saya yang tidak bisa melakukannya, jadi mari kita jalani hidup ini dalam kesendirian dahulu, entah sampai kapan, mungkin sampai ada orang yang menyanyikan lagu ini untuk saya

Some says love it is a river that drawn the tender reeds
Some says love it is a razor that leaves your soul to bleed
Some says love it is a hunger an endless aching needs
I say love it is a flower and you it’s only seed

It’s the heart afraid of breaking that never learns to dance
It’s the dream afraid of waking that never takes the chances
It’s the one who won’t be taken who cannot seems to give
And the soul afraid of dying that never learns to live

When the night has been to lonely and the road has been too long
And you think that love is only for the lucky and the strong
Just remember in the winter far beneath the bitter snows
Lies a seed that with the sun’s love in the spring becomes the rose

- The rose

Monday, January 11, 2010

Ngoceh Ngaco

Sang Pemimpi, menjadi film yang sangat menarik untuk saya. Arai-lah yang membuat film itu menarik. Sang Pemimpi yang merajut harapan dan cita-cita di masa depan, walaupun untuk keadaannya nyaris tidak memiliki modal untuk mewujudkannya kecuali daya juang tinggi.

Saya selalu mengagumi orang yang punya kemampuan merajut mimpi. Orang-orang seperti itu nyaris tidak menapak di realita sekarang. Mereka adalah orang-orang yang berpikir bukan out of the box, kadang malah throw the box.

Makanya walaupun saya seorang yang paling menjejak di bumi, tapi di dalam jiwa saya yang kata tes-tes psikologis itu melankolis dan romantis. Kontradiktif adalah nama lain saya. Tidak mudah untuk orang mengenal saya lahir batin. Saya tidak selalu mudah berhubungan dengan orang lain, saya mudah bingung dengan pertanyaan yang mendasar hanya karena cara berpikir saya yang aneh. Pertanyaan tersulit adalah jika ada orang yang meminta saya mendeskripsikan diri sendiri.

Saat ini sedang terbius dengan Serial Painter of the wind. Kali ini bukan suka sama pemerannya seperti the legend tapi jadi suka sama karakter Kim Hong Do, pelukis senior, master of the art, kesayangan raja tidak berkutik di hadapan cintanya pada Hye Won (Shin Yoon Bok), pelukis muda berbakat dan penuh passion itu. Bahkan pada saat dia menyangka Hye Won adalah laki-laki. Kim Hong Do tidak tahu harus melakukan apa tetapi dia tidak bisa membiarkan Hye Won terlibat masalah. Dan ketulusan perasaannya itu dibuktikan bukan hanya dengan membela saja tapi mengorbankan tangannya, anggota badan yang dihargai lebih dari nyawa bagi seorang pelukis.

Gile merinding rasanya melihat Kim Hong Do menatap Hye Won dengan penuh perasaan itu. Terakhir saat dia tahu Hye Won sebenarnya anak perempuan sahabatnya yang telah lama dicari, Kim Hong Do hanya mampu memeluk erat Hye Won dan air mata keduanya mengalir seperti hujan lebat tidak bisa berhenti. Satu adegan saat Hye Won sedang memakai baju perempuan dan memakaikan Kim Hong Do mantelnya, Hye Won menanyakan kelanjutan kalimat yang terputus "Seperti apa kelihatannya kita?" LAma terdiam kemudian dijawab "Seperti sepasang suami-istri". Keduanya berpandangan mata dengan intense sampai akhirnya Kim Hong Do pun memeluk dan mencium dahi Hye Won, lama...

Di penghujung cerita, Hye Won bertanya, "Guru, apa arti diriku untukmu?" .... "Kau adalah muridku, anak sahabatku. Tapi sebenarnya kau adalah kekasih yang sangat aku cintai yang selalu ingin aku lindungi dengan segenap nyawaku" Hye Won tidak menjawab, membuka balutan perban yang menutupi luka di tangan sang guru, menempelkannya di pipi dan berkata "Tangan guru hangat sekali"

Pada akhirnya Hye Won memang meninggalkan Kim Hong Do karena merasa kesalahan dirinyalah yang membuat orang-orang yang dicintainya harus mengorbankan nyawa dan bahkan lebih dari nyawa, seperti seorang pelukis yang tidak bisa melukis lagi. Hye Won meninggalkan Kim Hong Do sendirian setelah membuat lukisan diri dalam jati diri sebenarnya sebagai perempuan.

Menyayat hati... ugh dasar korea, ga puas kalau ga bikin penontonnya menangis. Tapi kisah didalam painter of the wind ini entah kenapa meninggalkan kesan yang indah, romantis, dramatis. Jalinan cinta terpilin ruwet antara Hye Won dan geisha, kakak angkat serta gurunya, semua cinta terlarang tetapi bisa digambarkan dengan indah dibawah ketulusan hati untuk saling menjaga orang yang dicintai itu. Weks menjungkirbalikan semua nilai moral.

Dan yang penting pemerannya itu tepat banget. Hye Won itu cantik sebagai gadis, tapi dalam juga imut saat menjadi pemuda. Kim Hong Do, relatif untuk disebut cakep,dan ada gap usia dan kedudukan diantara mereka. Tapi kalau lagi pemeran Kim Hong Do ini tersenyum, aigoo... manisnya....Juga tatapan matanya yang teruntuk Hye Won seorang, bikin sesek nafas karena terharu melihatnya. Terus yang jadi kakaknya, beuuu, pandangan matanya untuk sang adik angkat juga bikin sesak nafas. Yang menjadi Geishanya juga cantik sekali. Serial ini memang memanjakan mata penonton.

Beda dengan serial the Legend, biarpun yang menjadi Sae Oh bisa mengimbangi BYJ, tapi tetap ga bisa mengalahkan magnet BYJ untuk perempuan-pengidap-cinderella-syndrome-ini. BYJ itu mau berperan apa aja aura your Highnessnya selalu muncul, kayak pangeran atau raja atau knight on shining armor yang keluar begitu saja dari buku cerita anak-anak. Jadi beda antara bumi dan langit dengan tokoh Kim Hong Do yang terasa sebagai manusia yang bisa mewujud nyata di sekitar kita.

Apa theme song yang cocok untuk Kim Hong Do dan Hye Won? Kalau saya jadi sutradara dan mau mengadaptasi film ini maka Will you be there akan dijadikan theme song kisah antara Kim Hong Do dan Hye Won. Lagu ini akan dinyanyikan Hye Won untuk Kim Hong Do

Hold Me
Like The River Jordan
And I Will Then Say To Thee
You Are My Friend

Carry Me
Like You Are My Brother
Love Me Like A Mother
Will You Be There?

Weary
Tell Me Will You Hold Me
When Wrong, Will You Scold Me
When Lost Will You Find Me?

But They Told Me
A Man Should Be Faithful
And Walk When Not Able
And Fight Till The End
But I'm Only Human

Everyone's Taking Control Of Me
Seems That The World's
Got A Role For Me
I'm So Confused
Will You Show To Me
You'll Be There For Me
And Care Enough To Bear Me

(Hold Me)
(Lay Your Head Lowly)
(Softly Then Boldly)
(Carry Me There)

(Lead Me)
(Love Me And Feed Me)
(Kiss Me And Free Me)
(I Will Feel Blessed)

(Carry)
(Carry Me Boldly)
(Lift Me Up Slowly)
(Carry Me There)

(Save Me)
(Heal Me And Bathe Me)
(Softly You Say To Me)
(I Will Be There)

(Lift Me)
(Lift Me Up Slowly)
(Carry Me Boldly)
(Show Me You Care)

(Hold Me)
(Lay Your Head Lowly)
(Softly Then Boldly)
(Carry Me There)

(Need Me)
(Love Me And Feed Me)
(Kiss Me And Free Me)
(I Will Feel Blessed)

[Spoken]
In Our Darkest Hour
In My Deepest Despair
Will You Still Care?
Will You Be There?
In My Trials
And My Tripulations
Through Our Doubts
And Frustrations
In My Violence
In My Turbulence
Through My Fear
And My Confessions
In My Anguish And My Pain
Through My Joy And My Sorrow
In The Promise Of Another Tomorrow
I'll Never Let You Part

Saya menutup tulisan ga jelas ini dengan ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha [ketawa dan bergaya ala sinchan]

Socialitee dan Barang branded

Socialitee... istilah yang digunakan oleh segelintir orang untuk menunjukan bahwa mereka berbeda kelas dengan orang lain. Ditandai dengan harta yang melimpah ruah, menikmati barang-barang mewah dan branded di sekujur tubuh mereka, mengunjungi tempat-tempat mewah dan mahal di dunia, mendapatkan perlakukan khusus di toko-toko mahal di berbagai belahan dunia, menghadiri pesta-pesta dengan tema ajaib dan aneh.

Perbedaan kelas itu yang membuat dunia terbelah-belah. Tapi tidak berarti juga hak perorangan juga harus dicabut. Kontradiktif? Iya kali, soalnya untuk seserorang berhak memiliki sesuatu dan berhak punya privacy. Hanya saja kalau berlebihan jadi kurang nyaman untuk saya. Menjadi orang kaya dan menjadi socialitee itu berbeda. Sekedar kaya saja tanpa menginginkan perbedaan dengan orang lain sih wajar saja. Tapi bukan cara menunjukan bahwa dirinya punya hak lebih dari masyarakat yang lebih miskin.

Dunia mode dan fashion merupakan penunjang untuk status kelas atas tersebut. Sebut saja merek Hermes dan Loubotin, yang katanya menjadi impian dan damba semua perempuan. Maaf... kayaknya harus diralat, tidak semua perempuan terkaing-kaing dengan tas hermes yang harganya USD 30.000 (?). Atau high heels loubotin yg harganya minimal IDR 15 juta itu. Atau makan di restoran the Ivy. Ahahahahaha... saya sadar tidak termasuk golongan socialitee itu. Bahkan tidak termasuk mereka yang kaya raya.

Apakah saya iri? Ga sama sekali. Kalau saya punya uang USD 30.000, dan harus dihabiskan maka saya akan membeli kamera Leica dan lensanya.... hahahaha, saya bukan orang suci yang akan mengatakan akan menyumbangkan semuanya untuk orang miskin. Saya hanyalah bukan socialitee... hihihihi...

So segala status dan barang branded itu akan kembali ke ketiadaan disaat pemiliknya terbujur kaku tidak bernyawa dan kembali ke haribaannya. Mengapa pula kita harus dipusingkan dengan keinginan mengoleksinya, membuang uang hanya untuk mengelus-elus barang yang mahal itu. Beeeuuuuhhh, ngapain menambah penghasilan untuk para designer kelas internasional itu. Mereka sudah kaya... dan menjadi socialitee? rasanya masih belum ada keuntungan lain kecuali nampang di majalah dan saling membanggakan status masing-masing.

Kontradiksi lain diri saya adalah kagum pada seorang Anna Wintour. Otak dari majalah Vogue, dia menyukai barang-barang bermerek tapi benar-benar menggunakannya. Dia sangat senang memakai baju branded karena senang, nyaman, bukan untuk menunjukan pada orang lain dia bisa beli baju itu. Semua barang branded yang dimiliki Anna Wintour adalah kebutuhan sehari-hari, karena itulah terasa jadi wajar dan normal. Itu yang menjadikan dia anggun dan smart dalam penampilannya, itu juga yang membuat saya masih tega membuang rupiah untuk selembar baju dengan branded menengah saja, karena membuat penampilan kita indah dan menyenangkan untuk dilihat.

Sunday, January 10, 2010

There is a diamond

Dan tiba-tiba mood naik lagi, happy lagi, batu di dalam hati sudah banyak berkurang beratnya. Fuhhh... selalu begitu, naik-turun, naik-turun. Pagi ini bangun masih dengan sejuta kilo di dalam hati. Padahal burung-burung bercuit-cuit riang di jendela. Sementara di dalam hati mengerut dan berharap untuk bolos saja dari kantor dengan semua kewajiban yang menggunung. Bahkan pikiran untuk resign terlintas berkali-kali. Ingin meninggalkan kota ini secepatnya dan tidak kembali lagi.

Tapi harus realistis, sayapun menggeret pantat berat ini ke kamar mandi. Tetangga udah beres cibang-cibung. Ok, kewajiban pertama menyetor sisa metabolisme sehari kemarin, terus menunduk dan mengguyur segayung air ke kepala, tambahkan shampoo dan gosek2.... fuh, lumayan kesegaran mulai masuk ke urat nadi. Yup, akhirnya bisa mandi dengan layak dan mengembalikan kesegaran tubuh.

Dan terimakasih sebuah dialog kecil dengan mitra, lebih pada diskusi tentang hal pokok, mengembalikan energi saya, mengembalikan semangat saya, mengkatrolnya naik dari kegelapan dasar sumur. Syukurlah-syukurlah. Walaupun saya tidak begitu mahir bergaul, tapi saya memang membutuhkan orang lain sebagai sparring partner. Harus nyata, saya tidak begitu mahir kalau bicara lewat telpon.

Fuhhh... there is a diamond and there is a stone day in your life.

Tak tentu tujuan

Kenapa ya selalu ada episode dimana aku sangat tak bersemangat untuk hidup. Semua hal perlahan menjauh meninggalkan diri ini. Semua hal perlahan menjadi bayangan yang tak berarti.

Seperti orang yang patah hati, segalanya terasa hambar. Makan tak enak, tidur tak nyenyak, kerja tak tenang. Penyebabnya hanya satu karena kesepian tidak ada teman. Saya jadi tahu hukuman terberat adalah di dalam sel isolasi, tak berteman, depresi dan semua hal menjauh.

Kebayang kan dalam penderitaan edmond dantes sebelum ketemu abe faria. Dan pertemuan dengan satu orang, percakapan dengan satu kawan yang menyelamatkan mereka.

2 hari kemarin dengan niat menghibur diri saya menonton serial korea, the painter in the wind, kisah tentang pelukis perempuan di jaman perempuan haram menjadi pelukis. Dia harus menyembunyikan identitasnya dan hidup menjadi laki-laki. Sayang kisahnya tragis berawal dengan kehidupan ramai dan berakhir sendirian. Hiih, bukannya menghibur malah memicu mimpi yg nggak2. Aaah... Akhirnya penghiburan satu2nya hanyalah blog ini saja.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wednesday, January 06, 2010

Jalan Hidup

Karir seseorang memang berbeda-beda. Tapi perbedaan saya dengan teman-teman kuliah dulu amat sangat lebar sekali. Masalahnya mereka semua mengikuti jalur karir normal pendidikan yang kami ikuti sementara saya melenceng jauh. Masalah lainnya sementara mereka semua sudah mempunyai keluarga dan saya masih menjadi atom radikal bebas. Susah juga nyambungnya kalau begini.

Jika hidup bisa diulang sekali lagi tebak jalur mana yang akan saya ikuti? Tetep jalur sekarang dong. Saya betul-betul mencintai pekerjaan saat ini. Sesuai dengan jiwa dan tarikan batin. Kalau mengikuti jalur normal, mungkin saya akan kaya tapi sekaligus menjadi robot yang melakukan hal-hal normal. Tidak ada itu hidup diatas roller coaster. Kadang naik-kadang turun. Ga bakalan bisa marah sampai teriak-teriak dan pengen nangis karena birokrasi. Ga bakalan bisa diskusi mempertahankan pendapat sampai dorong-dorong jidat (hiperbola ini sih). Dan saya rasa gaji dari kerja saya sekarang ini lebih dari lumayan.

Kalau saya masih belum tampak mapan (ga punya rumah, ga punya mobil) alasannya bukan karena tidak mampu tapi karena malas bertanggung jawab. Lha rumah kan perlu dirawat, mobil juga perlu dipiara juga. Padahal sampai sekarang kan masih belum jelas saya mau tinggal dimana. Lagian kalau melihat lalu lintas saat ini rasanya masih sangat mengerikan untuk membawa kendaraan sendiri. Sadis deh tingkah laku pengemudi yang ga mau kasih kesempatan pada pengemudi lain. Jadi beginilah saya, kemana-mana masih suka pakai angkot murmer.

Keadaan lain yang suka bikin saya tidak nyaman adalah kalau orang menanyakan berapa gaji saya. Iihhh... itu privacy kaleee. Bukan sesuatu yang layak untuk diberitahukan pada orang-orang, ga enak hati aja sama yang gajinya jauh dibawah saya. Yang saya syukuri bukan gaji besar, tapi karena saya ga punya hutang pada orang lain. Yah bebas hutang dan tidak punya kreditan adalah hal yang menyenangkan.

Ngomong-ngomong kreditan, kalau pas saya lagi belanja di kota-kota besar biasanya orang-orang tuh banyak yang bayar pakai kartu kredit ya. Paling lucu deh kalau mereka sudah membuka dompetnya, jreng-jreng.... CC dari berbagai bank terpampang di sana. Suka speechless aja. Gile bener, kalau memiliki 3 CC aja udah 500 ribu-an melayang tiap tahun. Sayang banget uang keanggotaannya...pedit deh lo.

Pernah dulu saya tanyakan sama temen yg punya banyak CC apa ga berat buat keuangan mereka dengan memiliki CC sebanyak itu tp mereka bilang kan cicilannya kecil tiap bulannya. Apaaa??? Cicilan sih kecil, tapi utang pokoknya gimana? Makanya saya tuh baru belakangan aja punya CC, itupun bayar langsung 100%, jadi seperti dapat penangguhan bayar aja gitu (penting kalau gaji belum keluar). Dan ga berani apply lebih dari satu bank.

Begitulah dijaman yang penuh perhitungan ini kita mesti bijak dalam memilih pekerjaan, membelanjakan uang, tutup kuping sama komentar orang yang menyuruh kita mengikuti arus utama manusia hidup.

Kenali kelemahanmu

Weakness: detail and creativity

Saya ini paling gampang bosan, kerennya attention deficit. Hal yang bisa saya lakukan dengan konsentrasi tertinggi hanyalah membaca atau nge-game. Sudah bagus kalau bisa mengerjakan hal-hal lain diatas 30 menit. Biasanya 30 menit adalah batas ketahanan saya untuk melakukan suatu hal yang rutin dan rumit.

Saya ini seorang generalis tulen, dengan kebiasaan berpikir mencari benang merahnya. Ga doyan yang rumit2. Kalau ada yang curhat kayaknya sih saya diem dan mendengarkan dan memberikan feedback berupa anggukan, dehem atau ya-ya, sementara otak sedang memilah mana data yang penting mana data yang hanya hiasan saja. Dan Voila, saya mendapat gambaran besar dari yang orang itu katakan. Setelah itu kalau orang tersebut masih meneruskan curhatnya, ya sudah ga didengerin dengan serius lagi. Inilah kelemahan saya, ga doyan detil.

Kadang serasa gila kalau melihat teman saya yang melakukan pekerjaan dengan detil. Misalnya waktu print laporan dan kemudian ada hal-hal minor yang dia perbaiki seperti ga ada border etc. Kalau saya sih cenderung membiarkan saja, selama detil tersebut hanya asesoris belaka. Dulu ada tuh teman yang scan foto berkali-kali dan mengubah settingan sampai tepat apa yang dia mau. Whuah, asli saya tinggalin dia melakukannya sendiri, males banget ngeliatnya.

Kelemahan kedua saya berhubungan dengan kreatifitas, misalnya mengarang bebas atau mendeskripsikan diri sendiri dalam .... kata misalnya. Mati aja tuh. I'm not a wordsmith. Makanya paling susah kalau disuruh bikin letter of intention. Mak jan...Tapi harus dilakukan dong. Aduh deadline semakin dekat dan belum ada ide di otak saya. Parah banget...

Tapi mencoba kembali berpikir, tidak ada hasil kalau tidak berusaha. Sudah bikin saja, setelah itu serahkan pada nasib saja. (tuu kan.... kemauan dan daya juang yang parah).

Akhir-akhir ini saya diserang rasa cemas berlebihan karena beberapa tasks belum selesai juga goal pribadi, sedangkan waktu sudah berterbangan (time flies maksudnyeeee). Managemen waktu yang tidak bagus sekali... woi cepet kerjakan apa yang bisa kau kerjakan bukan cuma blogging & nge blogwalk, dasar dodol.

Beginilah nasib orang yang tidak mendapatkan break. Kerja ga bener, istirahat ga bener, apa maunya sih ni orang....jiakakakaka.

((((((((KERJAAAAAAAA)))))))))))

Tuesday, January 05, 2010

Kutukan Jerry

Sebagai perempuan hanya satu yang bisa dilakukan kalau melihat tikus lari ke arah saya, berteriak sampai mencapai nada tertinggi. Spontan, seakan ada bimbingan tak kasat mata, plus kaki di angkat tinggi-tinggi ke atas kursi. Sedangkan dalam otak berkelebat bayangan kaki2 kurus bercakar menaiki betis, hiii....

Alkisah suatu hari yang di saat kami sedang asyik dengan laptop masing2, saya melihat gerakan aneh di pintu ruangan kerja. Saat itu di dalam ruangan perempuan berdua. Saya melirik dan melihat penampakan ...

"TIKUUUUSSSS...!!!!" Spontan saya berteriak, dan teman saya langsung memanggil kolega pria minta diusirkan. Tapi kawannya Jerry ini malah lari ke dalam ruangan dan langung menuju ke arah saya. Tanpa sadar saya menjerit kencang dan menarik kaki tinggi2. Tikus kaget dan berbelok ke arah teman saya yang spontan menjerit juga sambil mengangkat kaki. Si tikuspun menjadi tambah lari tak jelas arahnya yg memicu kami menjerit kembali. Sampai akhirnya kita berdua sadar sudah melakukan hal yg ga masuk akal. Dan kolega pria langsung mengambil alih peranan menggembala tikus ke luar ruangan. Kebetulan lantai tempat kerja ada dilantai dua dan ada pintu menuju atap, kesanalah tikus malang itu berlari.

Laporan pandangan mata teman saya tikusnya tampak berdarah dan kena heat stroke. Kasian dan ga tega.... (Halah geblek deh, tadi jerit2 sekarang malah kasihan.)
Tak lama ada burung yang memburunya, kok tambah kasian. Ujung2nya kami minta driver untuk membunuh saja tikus itu.

Kejadian itu terjadi menjelang natal. Dan tiba2 di malam tahun baru kamar saya kedatangan tamu tak diundang. 2 tikus kecil coklat asyik berkejar2an seolah-olah kamar saya adalah dufan buat mereka. Sialan, ga liat apa ada manusia di situ. Mereka sepertinya masuk melalui celah pintu kamar kos yang lumayan besar untuk ukurannya. Kali ini saya tidak menjerit karena ukurannya memang mini banget jadi malah terkesan lucu. Tapi potensi mereka bisa merusak, mencabik buku dan kertas di kamar saya, gawat. Tapi juga saya tidak tahu bagaimana mengusirnya. Apakah 2 tikus ini merupakan kiriman dari roh tikus besar malang yang mati penasaran itu ya?

Asli takjub juga melihat cara mereka masuk ke kamar melalui celah bawah pintu, kayak mobil lagi slalom test... Ya sudahlah, selama mereka tidak melakukan kerusakan dan beranak pinak, mereka akan saya biarkan. Tapi kalau jerry2 ini tambah banyak kayaknya harus hire kucing yg ga bego kayak Tom untuk mengusirnya. Huh... Cari kucing dimana ya?
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wednesday, December 30, 2009

Sepi

Kenapa sepi saat ngeblogwalking ya?
Jelaslah bego, hari ini tanggal berapa? Tanggal 31 Dec kan? Cuma orang kayak lo dan Scrooge yang bekerja di tahun baru.
BTW, lo sebenarnya kerja atau sekedar masuk kantor aja sih? huahahaha

Sepertinya orang-orang sedang merencanakan mau ngapain malam ini. Bersama teman dan keluarga. Jujur aja deh, disaat seperti ini saya memang sendirian, tidak ada kawan, keluarga, kekasih (cieh...cuh!!) di satu kota kecil tanpa hingar bingar glamor. Ga ada toko yang layak sebagai tempat shopping. huh!

Dan tahun ini adalah tahun ketiga dipaksa menjadi pertapa di hari libur. Hasilnya adalah tabungan yang lumayan. Jadi harus sedih atau bersyukur nih. Bersyukur mungkin lebih tepat, walaupun memang sudah waktunya mengakhiri masa pengasingan ini. Maju ke tahap selanjutnya ya...

Wednesday, December 23, 2009

Walaupun ada urusan keluarga tetep ga mudah untuk ijin cuti

Cuti itu kan haknya karyawan, tapi tidak semudah itu untuk bisa mendapatkannya. Banyak atasan yang menafikan anak buahnya utk cuti agak lama walaupun anak buahnya berhak utk cuti. Anehkah? Tidak dong, kekuasaan ada di tangan atasan.

Ditolak cuti membuat karyawan malas mengajukannya. Buat apa, kalau akan ditolak juga. Padahal seorang karyawan mengambil cuti tentu dengan pertimbangan matang. Kadang2 membuat kita tidak mensyukuri pekerjaan kita. Dan yg lebih sebal kalau ada karyawan yg dapat kemudahan cuti hanya karena atasannya suka pada orang itu. Bayangkan aja, 3 kali long weekend dan kita disuruh nongkrong diem di kota yg ga ada apa2nya itu? Apa sih salahnya kalau dikasih ijin sekali cuti 1 hari di salah satu long weekend.

Emang situ bisa kerja kalau ga ada karyawan?
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kegiatan sore


Sore hari enaknya ngapain?
makan camilan
minum kopi

kopinya....

Monday, December 21, 2009

Rembang Senja

Senja memerah di ufuk barat
Ribuan kalong pun memenuhi langit
mengepakan sayap hitamnya menyerbu kebun-kebun buah
penuh semangat untuk memenuhi perut-perut mungil mereka

Diriku yang kecil menatap takjub ke langit sore
kudengar diriku bertanya
pada bunda yang ada disampingku menikmati angin sore
Kenapa kalong baru mencari makan di sore hari?
Karena siangnya mereka tidur jawab ibu
OOh... responku
dalam pikiranku terbersit pertanyaan
kenapa mereka tidur di siang hari

Dunia dimana kalong berada sudah lama lenyap
tidak ada lagi kepakan mahluk hitam di langit sore hari
seiring dengan perginya kebun buah yang disulap menjadi perumahan
Seiring kesadaranku akan hilangnya simfoni kodok sehabis hujan
atau nyanyian jangkrik di malam hari

suara alam telah berganti dengan hingarnya TV
suara percakapan
ibu dan anak,
menantu dan mertua,
nenek dan cucu
di rembang petang pun hilang

mungkin suara itu hanya tertelan suara modernitas harapku cemas
mungkin suara itu hanya berganti latar belakang
mungkin karena sudah waktunya suara itu hilang
tapi aku tidak mau menerima kenyataan
bahwa alam memang sudah berubah

Saturday, December 19, 2009

kriuk kemrimping asin

Yeah, gerimis yang deras turun sore ini. Perut meronta kelaparan, sejak kemarin memang belum terisi makanan solid, hanya diisi makanan kecil. Dasar perut indonesia. Tapi gerimis membuat saya malas melangkahkan kaki dan basah kuyup kehujanan. Sabar dikit ya perut.

Sambil menunggu gerimis mereda, saya buka-buka internet. Blog walking dan mencari artikel tentang makanan. Di salah satu komunitas ada yang memajang pembuatan bakwan udang, di teman blog ada yang cerita gudeg dan tempe bacemnya. Adooh, kepala saya jadi pusing, karena semua makanan enak itu tidak ada di kota ini.

Yang lumayan akan bisa mengobati sedikit kekangenan saya pada makanan yang tidak sehat itu adalah martabak asin. Sayangnya membutuhkan sedikit perjuangan untuk menggapainya, harus jalan kaki. Ugh... perut sudah tidak mau kompromi. Makan sekarang.... sekarang juga!!! Titah si perut ontohod.

Seandainya saya ada di tempat dengan dapur yang oke kayaknya saya akan nekad ke pasar mencari tahu dan bahan2 untuk bikin bala-bala. Syedaaapnya kalau bisa bikin bala-bala yang dimakan dengan rawit atau dicelup ke kuah asam pedas hasil campuran sambal botol, sedikit gula, air panas dan cuka. Slurrp... sial air liur sudah menetes nih.

Atau bisa juga si bala-bala diguyur dengan kuah kacang dan dimakan dengan kerupuk. Maaak.... mau pulang...

makanan asin memang tidak ada duanya , walaupun tidak menolak camilan manis yang uenak, tapi tetap dong favorit saya itu bala-bala, lumpia, risoles, bitterbalen... huahahahahaha... mantap bikin berat badan nambah.
Dan tentunya yang terenak diantara yang terenak adalah keripik... stok keripik kosong, beli kripik bungkusan kagak enak. Perut sial deh lu.

Weks hujan sudah berhenti.... okelah kalau begitu... kita makan...

Friday, December 18, 2009

Happy surprise

Biarpun berita itu telah disampaikan pada saya beberapa saat yang lalu oleh atasan tapi kok agak sedikit tidak percaya. Katanya gaji naik 16% dan ada rapel dari bulan juli, jadi kalau benar lumayan juga dapatnya. Di kantor saya memang tidak memberi thr, jadi kalau benar bulan ini ada bonus rapelan 6 bulan dari 16% gaji artinya dapat hampir satu bulan gaji.

Dan karena keuangan kantor sudah tutup tanggal 17 dec, bisa diharapkan tgl 16 gaji sudah nyampe ditangan. Untungnya berita yg menggembirakan itu memang tidak bohong. Seneng juga melihat tumpukan uang di tabungan saya. Teman yang merayakan natal segera belanja ke menado sebelum pulang cuti. Dan spirit saya terbang keawang-awang, uangnya lumayan buat jalan2 ala backpacker ke eropa lho. Tapi ga ada waktu untuk itu. Huuuu... Payah ya, padahal cuti saya masih banyak lho.

Tp kan ada 3 long weekend, saya bisa memilih salah satu untuk dihabiskan di bandung. Saya juga mencoba peruntungan dalam membeli tiket. Musim libur gitu, apalagi seorang mitra mengatakan kalau tiket balik ke ternate itu mahal sekali. Ternyata, peruntungan saya masih cukup bagus, karena tiket pp dapat harga yg lumayan murah 2.5 juta pp. Acccciiiikkk...acccciiiiiiikkkkk. Lumayan bisa belanjain uang rapel kiks..kiks...kiks... Ketawa gaya monyet keluar.

Walaupun dalam hati yg terdalam sebenarnya pengen ke eropaaaa..... Whuaaaa.... Yah, memang belum nasib... Sabar ya... Sabar... Kalau udah rejeki pasti bisa kesana lagi. Kapan ya??? Sekarang sih nikmati aja dari tv dulu (emang punya tv?)

Terimakasih ya Allah, atas rejeki halal yang Kau anugrahkan untuk saya.....weks dasar mata duitan!!!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, December 15, 2009

Sinar Rembulan di Gelap Malam

"Perlahan waktu bergerak dan malampun semakin larut
Senyap disekeliling hanya suara kendaraan nun jauh disana tersonansi ke telinganya
Secercah sinar rembulan menimpa wajah perempuan itu membuatnya terjaga

Disibakan kain vitrage jendela kamar, ingin lebih jelas lagi menatap kecantikan rembulan
Langit biru gelap jernih
Bintang-bintang berpendaran mengelilingi rembulan
Sang ratu malam diapit dayang-dayangnya
Halo besar melingkar disekelilingnya

Perempuan itu tersenyum menyapa rembulan,
Hai, apa kabar?
Rembulan mengedip genit padanya

Perempuan itu mendesah menatap hamparan keindahan Yang Maha Kuasa
kenapa kamu begitu cantik, padahal dirimu hanya merefleksikan sinar mentari?
kau membuat malam yang senyap menjadi begitu indah

Perlahan purnama pun bergeser ke horizon
Aaah... kau sudah mau pergi, tanya perempuan itu
Rembulan mengangguk
Waktu kita memang terbatas
kalau begitu aku akan mengucapkan selamat malam padamu
janji kau akan datang lagi bulan depan,
Kutunggu ...."

Saat saya remaja dulu, posisi tempat tidur selalu ada di tepi jendela. Posisi rumah yang ada di puncak bukit dan agak terpencil, menghadap ke timur membuat saya bisa merasakan kemewahan sinar bulan jika purnama datang di hari cerah.

Masalah jendela ini bahkan membuat orang tua saya tidak bisa merenovasi rumah tanpa saya menentangnya habis-habisan. Untuk masalah kepraktisan, ibu menginginkan space disamping kamar saya diberi atap yang otomatis akan menutup akses ke sinar bulan. Saya bisa mempertahankan status quo itu sampai sebelum keluar rumah, alasan utama: ga bisa tidur di kamar yang tidak ada jendela, sesak nafas.

Seiring dengan bertambah kesibukan menjadi orang dewasa, saya semakin lupa akan teman satu itu. Baru setelah membaca serial Anne of Green Gables saya teringat akan kenangan masa remaja dulu. Setiap saat purnama berarti saya bisa tidur dengan menyerap sinar rembulan untuk menambah kecantikan (halah...). Tetapi sekarang posisi jendela saya tidak memungkinkan untuk mendapat akses ke rembulan. Teman karib yang kadang terlupa, tapi keindahannya sering membuat hati ini tersayat dan mengakui keAgungan Ciptaan Allah. Indahnya ciptaan dari Yang Tertinggi.

Monday, December 14, 2009

Gaptek atau malas sih

Perbedaan terbesar antara saya dan ibu adalah masalah gadget. Saat di kantornya sedang diadakan kursus komputer dengan bangganya ibu bercerita tentang kemajuannya. Sayangnya di rumah orang tua saya rebutan kompie, menyebabkan ibu mutung dan memilih kembali ke mesin tik untuk mengetik soal-soal ujiannya. Saat saya tawarkan laptop untuk dipakai dijawab takut rusak.

Saat liburan saya berniat meminjamkan kamera digital pocket, kembali ditolak dengan alasan bingung pakainya. Akhir-akhir ini beliau mau juga bikin account sendiri dan diberi ATM tapi tidak mau pakai karena juga takut tidak bisa pakainya. Bwuahahahaha... dunia digital jaman kini pasti sangat tidak nyaman untuk ibu saya.

Kenapa bisa berbeda 180 derajat antara saya dan ibu? Masalah gadget ini kadang membuat saya angkat tangan. Apa sih susahnya, kan tinggal diikuti saja perintahnya, yang membuat gadget masa kini sangat mudah untuk dihandle. Coba bayangkan saat belum ada windows dulu, kalau mau ngetik pakai WS mesti bikin settingan yang bermil-mil panjangnya. Sekarang sih, bahkan mau bikin tampilan blog sederhana aja sih ga perlu kursus komputer, cukup buka internet dan ikuti langkah-langkahnya.

Ujung-ujungnya saya biarkan saja ibu di dunia analognya yang memerlukan usaha lebih banyak untuk melakukan sesuatu. Jadi curiga sebenarnya beliau bukannya ga bisa tapi malas mengikuti petunjuk yang panjang kali lebar itu.

Festival desember

Suasana toko yg riang dengan lagu natal yg ceria membawa suasana pesta bahkan untuk saya yang bukan nasrani. Ditambah ada 2 hari libur melengkapi bulan ini sebagai bulan pesta. Biasanya saya memberikan kesempatan untuk mereka yang nasrani untuk mengambil cutinya, seangkan saya sendiri jaga kantor.

Tapi tahun ini sedikit berbeda, karena tanggal merahnya hari jum'at masih memungkinkan saya untuk mengambil long weekend. Sepertinya menjelang akhir tahun sudah tidak ada lagi aktifitas dan saya bisa ikut libur. Mudah2an tiket tidak mahal.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, December 12, 2009

Kenapa bersandiwara

Saya sedang jengkel dengan orang yg tanpa sebab dan alasan menghina orang lain. Hanya karena saya tidak mau memakai merek yg dia sarankan, orang itu selalu menghina merek yg saya gunakan. Tanpa sebab yg jelas. Warna yang dibilang parahlah, padahal saya tidak mengupload foto-foto itu dan juga tidak punya link ke account fbnya, herannya komentar yg diungkapkannya itu nyelekit.

Belum lagi seorang teman yg punya kebiasaan buruk meminjam uang orang dan tidak dikembalikan. Bingung juga sih melihat gaya hidupnya yg boros, karena saya tahu berapa sih penghasilannya. Dan sialnya orang yg dipinjami uang itu cerita kesana kemari. Dan teman saya itu tidak tahu akan berita tidak enak yg mengikuti dirinya. Memang politik itu memuakan bahkan tingkat politik kantor.

Suka jadi bingung, mau ngasih tahu kok ga enak karena kan udah urusan pribadi. Ga dikasih tahu nanti kebiasaannya diteruskan ga berhenti. Suka heran dengan orang yg ga malu2 minjem uang sama orang lain. Karena uang kan sangat sensitif, bisa membuat masalah yg tidak senonoh.

Mungkin yg terbaik adalah tidak terlalu akrab dengan dia. Kalau besok2 dia pinjam uang saya, gimana nolaknya. Atau kalau ternyata dia sudah bayar utangnya padahal kita tidak tahu dikasih kabar kayak gitu malah bisa meretakkan hubungan. Memang ga ada yg bisa dipercayai lagi
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thursday, December 10, 2009

Curhat pada diri sendiri

Hey saya tahu kalau manusia-si-mahluk-sosial-itu tidak bisa hidup sendiri. Jangan juga dibilang sombong karena saya bisa membiayai hidup saya sendiri tanpa laki-laki. Jangan pula saya dikutuk karena sering menolak lelaki yang mendekati saya. Ada alasan dibalik semua kelakuan saya itu. Hahaha.. ya alasan yang dicari-cari dan dibuat-buat sebenarnya. Alasan utama saya adalah: takut untuk membuat komitmen.

Kenapa saya bisa takut untuk membuat komitmen, adalah karena saya takut ditolak oleh orang lain. Ga masuk akal memang untuk memiliki phobia ditolak dan phobia komitmen. Saya menyebutnya phobia karena ga masuk akal bagi orang kebanyakan. Dan seperti pada umumnya phobia ada trauma psikologis yang cukup berat di latar belakangnya. Sebenarnya bukan karena peristiwa yang luar biasa tapi menjadi sangat berat untuk diri saya yang pengidap kronis Cinderella syndrome plus harga diri terlalu tinggi. Sejak peristiwa itu sulit sekali untuk saya bisa percaya pada ketulusan hati lelaki.

Hati saya tidak mau terbuka kepada lelaki, karena terlalu banyak lelaki ga bener yang mendekati saya, sehingga saya meragukan apakah perasaan mereka tulus. Kenapa saya ragukan perasaan mereka, karena lelaki itu semuanya sedang punya komitmen dengan perempuan lain alias kalau bukan lakor atau player. Hih... harga diri saya tidak mengijinkan untuk membuat hubungan diatas penderitaan perempuan lain. Dan rasanya saya tidak se-desperate itu untuk mendapatkan pasangan.

Sayangnya lelaki bujangan yang mendekati saya bukanlah tipe yang membuat saya tertarik kepada mereka sehingga saya lari menjauh dari keberadaan mereka. Sungguh tidak enak untuk menyakiti hati mereka, tetapi sukar untuk menipu isi hati saya. Saya hanya meminta kepada Yang DiAtas agar dimudahkan saya menyukai lelaki yang tulus mendekati saya.

Banyak orang juga menasihati saya agar jangan terlalu pilih-pilih, ini merupakan nasehat yang paling saya tentang, karena jika saya asal pilih akan berakhir dengan seseorang yang bisa menjengkelkan saya selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dst. Bisa dibayangkan bagaimana betenya saya? Orang juga berkata alah bisa karena biasa. Phew... tidak semudah yang kau sangka kawanku.

Jadi untuk gampangnya saya memang membuat diri saya agar sanggup hidup sendirian dengan segala resikonya. Bukan memutuskan hidup sendirian lho, beda banget artinya itu. Karena walaupun umur sekarang sudah kepala 4, toh saya masih menyaksikan perempuan dengan usia kepala 5 menikah untuk pertama kalinya. Nah, kita tidak tahu di belokan mana akan bertemu dengan si belahan jiwa yang masih ga diketahui sosoknya itu. Tapi kalau sudah ketemu si belahan jiwa itu, saya yakin kok, tidak sanggup untuk menghindarinya, pasti akan ada magnet yang menarik saya padanya. Begitu...



Friday, December 04, 2009

Politik kantor

Dalam bayangan saya, damai itu berarti semua orang bisa mentolerir kekurangan orang lain. Mungkin ada orang yang memang menyebalkan bagi diri kita, atau tidak cocok cara pemikirannya dengan diri kita, tapi apakah kita tidak bisa profesional dengan tidak mencampurkan hubungan kantor dan hubungan pribadi. Saya sendiri punya sifat bisa berteman dengan hampir semua golongan manusia. Walaupun bagi saya tidak selalu mudah menerima seorang kolega menjadi teman. Butuh proses tentunya.

Sayapun menyadari bahwa tidak semua orang akan suka pada saya. Yakin yang membenci saya juga eksis, tapi toleransi saya yang sangat tinggi kepada kebiasaan dan sifat seseorang membuat saya sangat mudah untuk bersikap profesional dalam berteman. Artinya kawan dalam kehidupan pribadi adalah kawan, kolega tentu lain lagi hubungannya. Karena itu saya sangat tidak suka jika ada yang berusaha menarik diri saya pada satu kubu tertentu. Apalagi kalau kadarnya sangat berlebihan. Aneh aja dan menghabiskan energi.

Membenci itu jauh lebih melelahkan dari menyukai seseorang. Karena itu orang yang membenci banyak orang lain, akan sering mengalami masalah kesehatan karena aura pribadinya tidak sehat. Jadi sekarang ini saya berusaha untuk membuat 2 golongan saja dalam berhubungan dengan orang lain [1] senang dengan kepribadian kolega saya atau [2] netral aja. Yang penting jangan bikin politik di kantor lah. Rumit....

The Mating Seasons

Sebagai orang berkepribadian cynic (tapi witty~hahahaha), terpaksa saya menyebut bulan-bulan ini sebagai the mating seasons. Ga sopan ya? Tentunya.... tapi mau nyebut apa coba kalau banyak temen atau kenalan saya yang pada married. (geblek memang- Sirik itu tanda tak mampu)

For me, invitation of a wedding terpaksa diterima dengan hati tak menentu. Kalau datang, pasti aja ada yang berkomentar ..."kapan menyusul?" Huh, kayak ga tau susahnya mencari calon yang sesuai di hati. Kalau ga datang, ga enak juga karena mereka sudah special ngundang kita. Tapi berhubung banyak yang ngundang melalui sebuah-situs-pertemanan-yang-lagi-ngetop maka saya punya alasan belum membacanya. Pinter apa bego?

Walaupun demikian tentunya tetap punya beberapa teman yang statusnya ga jelas. Ada yang menikah tapi jauh dari suami mereka, ada yang pacaran bertahun-tahun tapi ga jelas hubungannya mau kemana, ada yang menikah tapi kemudian sudah bercerai, ada yg murni jomblo kayak saya. Yang jelas kami semua kompakan, rajin bekerja...!!! Menyalurkan energi berlebihan kita, maklum deh ga punya anak atau suami untuk dicerewetin.

jadi biarpun kita-kita ini pada masuk usia tante2 tapi ga ada tuh yg muka bete dan judes kayak di sinetron. Nikmati aja waktu luang ini dengan membaca buku (bahkan saya masih menyempatkan diri baca manga), nonton film remaja kayak newmoon, atau sekedar makan dan shopping. Yeah karena secara keuangan lebih independen dari yang punya keluarga serius, hidup ini jadi lebih terisi (maksudnya dengan hal-hal pemborosan).

Setiap orang punya takdirnya masing-masing kata ibu sahabat saya. "Cepat ada yang dikejar, lama ada yang ditunggu" katanya. Jadi ikuti arus sajalah...