Saat saya dapat kepastian untuk sekolah di negri mas Obama ini, ayah saya membongkar pengalaman masa lalunya sekolah disini. Ternyata beliyaw sempat berniat untuk balik kandang setelah satu semester, karena nilainya yang jelek. Yang saya ingat, saat ayah saya balik ke Indonesia, beliyaw jadi perhatian banget sama keluarga, juga sering banget nulis surat, tiap minggu satu surat nyampe, berlembar-lembar pulak, mana setiap anak pasti dapat surat khusus. Bujubuneng dah, rasanya saya dapat PR mengarang waktu itu.
Sahabat saya mendapat beasiswa di negri Kanguru 2 tahun lalu, dan dia sempat punya niat tidak menerima karena ga ada dukungan dari pacar. Dan setiap kali ada kesempatan (dapat tiket gratis maksudnya), sahabat saya akan selalu pulang ke Indonesia. Sempat juga dia mempertanyakan apakah akan diteruskan sekolahnya atau mengundurkan diri.
Teman saya yang dapat beasiswa ke New Zealand juga berencana untuk pulang kampung setiap libur. Dia bela-belain nabung stipend. Faktor pendukung utama adalah hobbynya berenang dan diving.
Dan saya, si orang aneh ini, merasa heran karena sama sekali tidak memikili perasaan kangen untuk pulang ke Indonesia sementara sekolah. Nanti aja kalau udah lulus juga balik ke Indonesia. Pertanyaannya kenapa saya ga ada rasa kangen sama tanah air. Biasa-biasa aja tuh. Jawabannya adalah: karena saya sudah terlalu mengglobal. Saya akan tetap survive di sudut manapun di dunia ini, setahun-dua tahun dan melangkah lagi ke negri yang lain. Dan karena saya independen, dan karena saya tidak pernah mengikatkan diri pada tanah manapun di dunia ini, dan karena saya tidak punya komitmen pada seseorang.
Saya bisa hidup di daerah urban sekaligus menikmati daerah rural. Batasan saya cuma satu, setelah 2 atau tiga tahun saya akan bosan dan menginginkan suasana baru. Tanah air...seluruh bumi ini tertutup tanah dan air, semua tempat bisa menjadi tanah air... hauahahaha
Wednesday, November 17, 2010
Friday, November 12, 2010
Setressssss
Ada lho hari-hari dimana kita merasa berantakan, otak tak terorganisir dan mood terjun bebas. Tanda-tanda bipolar tingkat ringan. Bawaannya ngantuk mulu. Karena dalam pelukan morpheus kita bisa menutup pintu dunia nyata. Kadang mendapat hiburan dengan mimpi kadang tidak. Kadang terbangun mendadak ngeliat jam terus tidur lagi. Gejala lainnya malas bergerak dan jadi malas mandi. Persis kayak kucing yang takut dengan air. Kondisi seperti ini kalau dibiarkan bisa mendarat di lembah depresi.
Jaring pengaman untuk mood jatuh terlalu dalam adalah aktifitas tingkat tinggi. Tapi aktifitas tingkat tinggi juga memicu setres yang ujung-ujungnya mengarah ke depresi. Lingkaran setan yang tidak berakhir. Dan orang-orang yang religius akan menganjurkan untuk beribadah dengan tekun atau memaki kita karena tidak beribadah. Dan orang-orang yang hedonis akan mengatakan kita bodoh karena tidak menikmati hidup, work harrddddd playyyy haaarrrrdddddd...
Saya ingin mencari jalan menuju ketenangan di sufi land, bagaimana caranya?
Jaring pengaman untuk mood jatuh terlalu dalam adalah aktifitas tingkat tinggi. Tapi aktifitas tingkat tinggi juga memicu setres yang ujung-ujungnya mengarah ke depresi. Lingkaran setan yang tidak berakhir. Dan orang-orang yang religius akan menganjurkan untuk beribadah dengan tekun atau memaki kita karena tidak beribadah. Dan orang-orang yang hedonis akan mengatakan kita bodoh karena tidak menikmati hidup, work harrddddd playyyy haaarrrrdddddd...
Saya ingin mencari jalan menuju ketenangan di sufi land, bagaimana caranya?
Wednesday, November 10, 2010
Kangen ??
Jadwal saya dan Jo lagi berbeda jalur banget. Sejak Jum'at kemarin saya malah ga ketemu dia sama sekali. Padahal kita selalu ketemu tiap hari. Rekor deh. Tapi karena hati saya sekarang udah jinak, jadi ga terlalu ngefeklah.
Kemarin saya ngeliat barangnya Jo di mejanya sampai malam. Sayangnya saya lagi ga mood tinggal di kantor, jadi balik ke rumah sebelum dia masuk ke ruangan. Dan hari ini waktu selesai kuliah saya ga melihat tanda-tanda kehadirannya.
Tapii... waktu saya lagi sibuk-sibuknya, eh dia melintas aja bawa sarapannya... dan menyapa saya. Beuu... kamu kangen sama saya ya? hehehehehe... ge-ernya masih belum sembuh.....
Kemarin saya ngeliat barangnya Jo di mejanya sampai malam. Sayangnya saya lagi ga mood tinggal di kantor, jadi balik ke rumah sebelum dia masuk ke ruangan. Dan hari ini waktu selesai kuliah saya ga melihat tanda-tanda kehadirannya.
Tapii... waktu saya lagi sibuk-sibuknya, eh dia melintas aja bawa sarapannya... dan menyapa saya. Beuu... kamu kangen sama saya ya? hehehehehe... ge-ernya masih belum sembuh.....
Tuesday, November 09, 2010
Raja Narsis
Saya sih ga ngefans sama Super Junior, tapi seneng baca berita Kim Heechul, si raja narsis. Kelakuan dia sebagai artis ga ada jaim-jaimnya. Bertolak belakang dengan BYJ, artis yang paling tertutup kehidupan pribadinya. Aktor berbakat yang ogah maen film atau jadi sosok di publik. Tapi karena kelakuan saya sama dengan BYJ, punya profesi khusus tapi ga melakukan profesinya, tapi toh saya masih berkiprah di dunia profesi itu.
Tau tentang Heechul gara-gara nonton dramanya Choi Si Won (yang tanggal lahirnya sama dengan saya, beda tahun doang). Choi Si Won juga rada aneh, cakep, punya karisma, kaya komplitlah sebagai cowok, tapi sering salah denger alias budi (budek dikit). Ok, balik lagi ke Heechul yang gila abis, karena dia sering pake pakaian cewek, punya kucing kesayangan, dan agak liar kelakuannya (suka main cium anggota suju lainnya di panggung). Huahahaha... sinting. Tapi emang dia cantik banget. Saya cuma denger lagu mereka sekali, soalnya ga tertarik.
Nah, gara-gara penasaran dengan resensi You're Beautiful yang heboh banget itu, saya iseng nonton series ini. Awalnya sempat cengo.. ni cerita manga banget, ga mungkin terjadi di kehidupan nyata. Dan Hwang Tae Kyung juga bener-bener tokoh imajinatif, sulit disebut cakep karena make-up gothicnya. Tapi JGS yang kelakuannya plek banget dengan image Tsukasa Domyioji, super freak, super perfect, akhirnya menaklukan saya dengan senyum konyolnya... atau kelakuannya yang mendadak kayak anak kecil. Posesif dengan Go Mi Nam dan akhirnya malah tau rahasia Go Mi Nam, merebut hati saya. Tapi daya tarik JGS yang paling kuat adalah suara ngebass-nya yang seksi abis. Apalagi kalau nyanyi. Sayang dia ga serius dengan nyanyinya, karena kalau penampilan live suka kedodoran juga nyanyinya. Yeah, dengan jadwalnya yang sibuk, ga mungkinlah dia bisa menyisihkan waktu untuk olah vokal.
Saya jadinya senang searching JGS di you tube, suka dapat news dari Arirang dengan subtitle, membuat saya makin senang dengan aktor muda ini. Ambisinya ga main-main, menjadi artis no 1 di Asia. Weeh... ga main-main. Dia masih fokus di akting, nyayi hanya untuk melengkapi aktingnya saja, dan tentu saja nge DJ.
Secara ga sengaja salah satu videonya di you tube adalah saat dia berpasangan dengan Heechul jadi MC di satu acara dan mereka menirukan penyanyi lain, salah satunya Lee Hong Ki, si Jeremy di YB. Lalu mereka berdua ngakak-ngakak. Ga aneh buat Heechul karena biasa menirukan artis lain tapi JGS? Wow, ternyata dia juga rada gila dan klop banget dengan Heechul si raja narsis. Dan mereka bertiga ternyata temenan.
Makanya ada satu youtube wawancara JGS, di akhir wawancara baru ketahuan ada Hong Ki disebelahnya, JGS bilang YB sukses karena Hong Ki, dan tiba-tiba ada suara yang bilang, ga bener itu. Angle kamera tambah lebar dan nongolah Hong Ki di kamera, trus JGS nanya, kalau nggak bener ngapain kamu disini?*tonenya ga sopan* Hahaha... lucu, ngeliat mereka becanda kasar kayak gitu.
Dan setelah disearching lagi ada JGS lagi duet dengan Heechul. Nge-rock abis... bagus banget. Suara JGS dengan Heechul cocok banget. Lagi ngefans sama lagu itu, lebih ngefans dibanding dengan lagu-lagu OST YB, kecuali JGS lagi nyanyi solo.... hahaha... suara Hong Ki dan leader CN Blue sebenarnya bagus... tapiiii.... kalah seksi lawan suara JGS...
JGS kalau lagi bawain acara di radio suka dance ngikutin penyanyi aslinya, terus bikin nyungkil-nyungkil gigi lah, melet-melet, muka jadi aneh-aneh dan kemudian ada yang meng-uploadnya ke youtube... huahahahahaha... buset dah. Dalam kadar tertentu JGS narsis juga deh. Dia juga suka melakukan sexy dance...
BTW, belum ngeliat 3 orang teman ini bareng-bareng konyol di satu video, kayaknya bakal seru.
Heechul dan JGS tetep temenan ya... kompak deh. JGS tetap ketawa ya... enak denger ketawanya.
Tau tentang Heechul gara-gara nonton dramanya Choi Si Won (yang tanggal lahirnya sama dengan saya, beda tahun doang). Choi Si Won juga rada aneh, cakep, punya karisma, kaya komplitlah sebagai cowok, tapi sering salah denger alias budi (budek dikit). Ok, balik lagi ke Heechul yang gila abis, karena dia sering pake pakaian cewek, punya kucing kesayangan, dan agak liar kelakuannya (suka main cium anggota suju lainnya di panggung). Huahahaha... sinting. Tapi emang dia cantik banget. Saya cuma denger lagu mereka sekali, soalnya ga tertarik.
Nah, gara-gara penasaran dengan resensi You're Beautiful yang heboh banget itu, saya iseng nonton series ini. Awalnya sempat cengo.. ni cerita manga banget, ga mungkin terjadi di kehidupan nyata. Dan Hwang Tae Kyung juga bener-bener tokoh imajinatif, sulit disebut cakep karena make-up gothicnya. Tapi JGS yang kelakuannya plek banget dengan image Tsukasa Domyioji, super freak, super perfect, akhirnya menaklukan saya dengan senyum konyolnya... atau kelakuannya yang mendadak kayak anak kecil. Posesif dengan Go Mi Nam dan akhirnya malah tau rahasia Go Mi Nam, merebut hati saya. Tapi daya tarik JGS yang paling kuat adalah suara ngebass-nya yang seksi abis. Apalagi kalau nyanyi. Sayang dia ga serius dengan nyanyinya, karena kalau penampilan live suka kedodoran juga nyanyinya. Yeah, dengan jadwalnya yang sibuk, ga mungkinlah dia bisa menyisihkan waktu untuk olah vokal.
Saya jadinya senang searching JGS di you tube, suka dapat news dari Arirang dengan subtitle, membuat saya makin senang dengan aktor muda ini. Ambisinya ga main-main, menjadi artis no 1 di Asia. Weeh... ga main-main. Dia masih fokus di akting, nyayi hanya untuk melengkapi aktingnya saja, dan tentu saja nge DJ.
Secara ga sengaja salah satu videonya di you tube adalah saat dia berpasangan dengan Heechul jadi MC di satu acara dan mereka menirukan penyanyi lain, salah satunya Lee Hong Ki, si Jeremy di YB. Lalu mereka berdua ngakak-ngakak. Ga aneh buat Heechul karena biasa menirukan artis lain tapi JGS? Wow, ternyata dia juga rada gila dan klop banget dengan Heechul si raja narsis. Dan mereka bertiga ternyata temenan.
Makanya ada satu youtube wawancara JGS, di akhir wawancara baru ketahuan ada Hong Ki disebelahnya, JGS bilang YB sukses karena Hong Ki, dan tiba-tiba ada suara yang bilang, ga bener itu. Angle kamera tambah lebar dan nongolah Hong Ki di kamera, trus JGS nanya, kalau nggak bener ngapain kamu disini?*tonenya ga sopan* Hahaha... lucu, ngeliat mereka becanda kasar kayak gitu.
Dan setelah disearching lagi ada JGS lagi duet dengan Heechul. Nge-rock abis... bagus banget. Suara JGS dengan Heechul cocok banget. Lagi ngefans sama lagu itu, lebih ngefans dibanding dengan lagu-lagu OST YB, kecuali JGS lagi nyanyi solo.... hahaha... suara Hong Ki dan leader CN Blue sebenarnya bagus... tapiiii.... kalah seksi lawan suara JGS...
JGS kalau lagi bawain acara di radio suka dance ngikutin penyanyi aslinya, terus bikin nyungkil-nyungkil gigi lah, melet-melet, muka jadi aneh-aneh dan kemudian ada yang meng-uploadnya ke youtube... huahahahahaha... buset dah. Dalam kadar tertentu JGS narsis juga deh. Dia juga suka melakukan sexy dance...
BTW, belum ngeliat 3 orang teman ini bareng-bareng konyol di satu video, kayaknya bakal seru.
Heechul dan JGS tetep temenan ya... kompak deh. JGS tetap ketawa ya... enak denger ketawanya.
BLUNDER
Kadang-kadang ada waktu dimana semua hal blunder menjadi satu
Ga jelas mana ujung dan mana asal
Ruwet bin mumet
Pengennya dibuang semua keribetan itu
Tapi ga bisa ngebuangnya
Karena takut satu saat akan dibutuhkan lagi
Lagi perlu peningkat semangat nih
Bukannya berlaku fatalis
Mesti gimana?
Mesti gimana?
Semua menjadi kacau
Ga jelas mana ujung dan mana asal
Ruwet bin mumet
Pengennya dibuang semua keribetan itu
Tapi ga bisa ngebuangnya
Karena takut satu saat akan dibutuhkan lagi
Lagi perlu peningkat semangat nih
Bukannya berlaku fatalis
Mesti gimana?
Mesti gimana?
Semua menjadi kacau
Sunday, November 07, 2010
The explorer
Tulisan ini terinspirasi tulisan parnonya seorang blogger yang ingin menjadi backpacker. Blogger tersebut takut banget untuk pergi sendirian. Tapi dengan penuh keberanian dia berusaha menaklukan dengan melakukan perjalanan ke Belitong. Dan banyak lagi orang yang seperti ini di sekeliling saya. Mulai yang kadarnya ringan, asal ada temen di kota yang dituju sehingga bisa menjadi guide, atau yang parah banget, sampai harus ada temen mulai dari keluar dari pintu rumah.
Kebalikan dengan orang-orang seperti saya, mulai dari sekedar tukang keluyuran, backpacker, sampai petualang atau the explorer (penjelajah tanpa batas, sampai ke planet lainpun dijabanin). Saya masih kelas explorer kecil-kecilan seperti Dora. Jadi lucu kalau ngobrol dengan yang bertipe parno. Buat saya tersesat di sebuah tempat baru itu memang diperlukan untuk pengenalan wilayah, jadi kapanpun pergi ke tempat itu pasti bakal tahu arah.
Modal utamanya hanya kewaspadaan tingkat tinggi, bisa membaca peta, ga malu bertanya, dan tentu dengan persiapan sebelumnya, antara beli buku lonely planet atau searching melalui google. Jaman internet ini, ga mungkin ga tau informasi. Ada teman travel kalau sehati sih ok, tapi kalau udah bareng yang banyak keluhan jadi malas. Atau yang sedikit-sedikit capek atau malas jalan, beuuu... ga saya banget.
Ada yang punya masalah serius dengan tempat tertutup, yang membuat mereka menjadi teman menyebalkan kalau satu pesawat, karena bawaan mereka gelisah mulu. Sementara saya butuh tidur di perjalanan. Apalagi kalau jalan dengan mereka yang harus ketemu nasi tiap hari, ga usah jalan deh sama saya. Yang bikin kesel juga adalah dikit-dikit mesti ke WC....ugghhh.
Jadinya buat saya ga masalah tu kalau mau belanja dimanapun, jalan kemanapun, ga harus nunggu tema jalan. Asal udah menguasai transportasi, semuanya jadi gampang. Suka ngakak aja kalau ada yang kesulitan belanja hanya karena mesti nunggu teman yang punya mobil ngajak mereka.
Kebalikan dengan orang-orang seperti saya, mulai dari sekedar tukang keluyuran, backpacker, sampai petualang atau the explorer (penjelajah tanpa batas, sampai ke planet lainpun dijabanin). Saya masih kelas explorer kecil-kecilan seperti Dora. Jadi lucu kalau ngobrol dengan yang bertipe parno. Buat saya tersesat di sebuah tempat baru itu memang diperlukan untuk pengenalan wilayah, jadi kapanpun pergi ke tempat itu pasti bakal tahu arah.
Modal utamanya hanya kewaspadaan tingkat tinggi, bisa membaca peta, ga malu bertanya, dan tentu dengan persiapan sebelumnya, antara beli buku lonely planet atau searching melalui google. Jaman internet ini, ga mungkin ga tau informasi. Ada teman travel kalau sehati sih ok, tapi kalau udah bareng yang banyak keluhan jadi malas. Atau yang sedikit-sedikit capek atau malas jalan, beuuu... ga saya banget.
Ada yang punya masalah serius dengan tempat tertutup, yang membuat mereka menjadi teman menyebalkan kalau satu pesawat, karena bawaan mereka gelisah mulu. Sementara saya butuh tidur di perjalanan. Apalagi kalau jalan dengan mereka yang harus ketemu nasi tiap hari, ga usah jalan deh sama saya. Yang bikin kesel juga adalah dikit-dikit mesti ke WC....ugghhh.
Jadinya buat saya ga masalah tu kalau mau belanja dimanapun, jalan kemanapun, ga harus nunggu tema jalan. Asal udah menguasai transportasi, semuanya jadi gampang. Suka ngakak aja kalau ada yang kesulitan belanja hanya karena mesti nunggu teman yang punya mobil ngajak mereka.
Thursday, November 04, 2010
Toyota Landrover
Dari dulu saya selalu senang dengan mobil yang sejenis Jeep, sayangnya kebanyakan pabrikan mobil sudah ga mau lagi bikin mobil jenis ini. Diganti dengan mobil yang sejenis ford explorer. Dulu ayah saya pernah punya suzuki jimny, dan saat mengemudikannya badan ini terasa menyatu dengan body mobil itu. Pernah juga nyoba nyetir yang sejenis kijang, tapi feelingnya ga dapat. Minggu ini saya dapat kejutan manis dari lelaki itu. Dia pasti ga nyadar bahwa telah memberikan saya sebuah surprise yang tak ternilai.
Hari selasa itu saya memang berniat untuk pulang malam, karena banyak tugas yang deadlinenya minggu ini. Kalau pulang ke rumah alamat ga bakal selesai dikerjakan. Dan saya tidak berharap dia tinggal lama di kantor jurusan, bahkan seharian saya ga melihat kehadirannya, termasuk helm sepeda penanda kehadiran dia. Ga ada kaitannya dia tinggal lama atau nggak, saya pasti kerja sampai malam disana. Tapi menjelang magrib dia datang ke mejanya dan mengerjakan sesuatu. Saya sih cuek aja, kepala udah nyaris pecah gara-gara ga punya ide nulis paper. Arrghhh...
Hampir satu jam setelah kehadirannya kedengeran dia ngobrolin sesuatu dengan sekretaris para professor. Ga ngarti apa yang mereka omongkan, saya tetep serius mengerjakan tugas. Dan karena otak udah buntu saya pun keluar ruangan ke arah dapur, ngambil air sekalian ngeliat apa teman saya Edn udah balik atau belum. Edn lagi asyik ngobrol sama temannya yang asal Afrika, jadinya saya balik lagi aja ke ruangan. Nyampe dipintu malah disapa oleh lelaki itu (panggil aja dia JoJo), biasa pertanyaan basa basi, how you're weekend? Saya ketawa aja, tapi karena otak lagi bosan, saya deketin aja dia dan balik nanya how yours? Weit rupanya dia memang mengharapkan saya nanya balik, sehingga dia punya alasan untuk pamer pada saya, sialan. Dan dia cerita kalau weekendnya dipakai untuk ngebengkel mereparasi mobil lama. Dia bilang sih truk, padahal Toyota Land Rover.
Dia bangga banget karena bisa bikin mobil itu jalan lagi dengan biaya belanja sparepart setengah harga dari ngebengkel. Karena saya punya pengalaman dengan jeep jadinya balik banyak nanya sama dia. Dan dia tidak punya rencana sesuatu dengan mobilnya kecuali hobby aja bikin mobil tua jalan lagi. Dasar cowok, ga kebayang apa perasaan ceweknya, selain ngefotoin dia lagi ngebengkel. Dan setelah habis materi untuk wawancara dia, sayapun kembali ke ruangan saya dan ngerjain tugas.
Menjelang jam 9.00 saya mulai berkemas untuk pulang ke rumah, karena hari rabu ada kelas pagi, kelamaan ngelembur bisa ga bangun walaupun pasang alarm. Dan dia masih di kantor juga, kayaknya ceweknya lagi keluar kota deh, mulai ketahuan polanya. Kalau dia ga ngelembur, artinya ceweknya lagi ada di dalam kota. Dan tumben dia nanya apa saya mau udah mau pulang, waktu saya bilang iya, eh dia juga bilang mau pulang juga, tugasnya mau dikerjain di rumah aja. Malah nawarin mau nebeng nggak? Lho bukannya lo pake sepeda? Dan dia bilang hari kalau hari itu dia bawa mobilnya. Saya sempet ga enak juga, ni nawarin nganter sampai mana? Malah ditanya apa saya ga berani naik mobilnya. Salah nanya tuh. Dan akhirnya dia nganter saya pulang dengan Toyota Landrover itu. Kondisi bodynya ok banget, mantap. Pintu belakangnya masih dua, seperti ketemu dengan teman lama ngeliat jeep kayak gini. Dan saya lebih senang naik mobil ini daripada naik lexus ceweknya. Dan lebih senang lagi karena dianterin, dua kali sudah duduk di mobil di sebelah dia. Ahahahaha.... geblek. Susah ya kalau udah suka, semua kekurangan dia jadi dimaklumi.
Dan dia selalu muter-muter dan kasih berbagai alasan kalau mengajak saya. Ajakan keluar bareng pertama, dia ngajak temen saya. Ajakan kedua, tiba-tiba aja nanyain apa saya tahu rumah temen saya yang asal Thailand dan cerita kalau dia yang ngejemput teman saya itu waktu baru sampai disini. Hey, yang nawarin nganter itu lo, ga bakal lagi saya minta dianterin orang kalau ga ditawarin, shuttle bus kan tersedia sampai malam. Perhitungan saya bahwa naluri dia yang pertama adalah jalan dengan saya, setelah itu nyesel atau takut saya bakal macem-macem. Ga lah... rasa suka ini platonik jadinya, ga berharap dapat balasan, nunggu waktu aja, kalau ada seseorang yang lebih available sepertinya saya akan berpindah hati... hahahaha...maaphhhhkan daku yg pindah ke lain hati yak.
Tapi kamu istimewa kok buat saya, karena kamu sudah memperlakukan saya dengan spesial. Makasih ya...
Hari selasa itu saya memang berniat untuk pulang malam, karena banyak tugas yang deadlinenya minggu ini. Kalau pulang ke rumah alamat ga bakal selesai dikerjakan. Dan saya tidak berharap dia tinggal lama di kantor jurusan, bahkan seharian saya ga melihat kehadirannya, termasuk helm sepeda penanda kehadiran dia. Ga ada kaitannya dia tinggal lama atau nggak, saya pasti kerja sampai malam disana. Tapi menjelang magrib dia datang ke mejanya dan mengerjakan sesuatu. Saya sih cuek aja, kepala udah nyaris pecah gara-gara ga punya ide nulis paper. Arrghhh...
Hampir satu jam setelah kehadirannya kedengeran dia ngobrolin sesuatu dengan sekretaris para professor. Ga ngarti apa yang mereka omongkan, saya tetep serius mengerjakan tugas. Dan karena otak udah buntu saya pun keluar ruangan ke arah dapur, ngambil air sekalian ngeliat apa teman saya Edn udah balik atau belum. Edn lagi asyik ngobrol sama temannya yang asal Afrika, jadinya saya balik lagi aja ke ruangan. Nyampe dipintu malah disapa oleh lelaki itu (panggil aja dia JoJo), biasa pertanyaan basa basi, how you're weekend? Saya ketawa aja, tapi karena otak lagi bosan, saya deketin aja dia dan balik nanya how yours? Weit rupanya dia memang mengharapkan saya nanya balik, sehingga dia punya alasan untuk pamer pada saya, sialan. Dan dia cerita kalau weekendnya dipakai untuk ngebengkel mereparasi mobil lama. Dia bilang sih truk, padahal Toyota Land Rover.
Dia bangga banget karena bisa bikin mobil itu jalan lagi dengan biaya belanja sparepart setengah harga dari ngebengkel. Karena saya punya pengalaman dengan jeep jadinya balik banyak nanya sama dia. Dan dia tidak punya rencana sesuatu dengan mobilnya kecuali hobby aja bikin mobil tua jalan lagi. Dasar cowok, ga kebayang apa perasaan ceweknya, selain ngefotoin dia lagi ngebengkel. Dan setelah habis materi untuk wawancara dia, sayapun kembali ke ruangan saya dan ngerjain tugas.
Menjelang jam 9.00 saya mulai berkemas untuk pulang ke rumah, karena hari rabu ada kelas pagi, kelamaan ngelembur bisa ga bangun walaupun pasang alarm. Dan dia masih di kantor juga, kayaknya ceweknya lagi keluar kota deh, mulai ketahuan polanya. Kalau dia ga ngelembur, artinya ceweknya lagi ada di dalam kota. Dan tumben dia nanya apa saya mau udah mau pulang, waktu saya bilang iya, eh dia juga bilang mau pulang juga, tugasnya mau dikerjain di rumah aja. Malah nawarin mau nebeng nggak? Lho bukannya lo pake sepeda? Dan dia bilang hari kalau hari itu dia bawa mobilnya. Saya sempet ga enak juga, ni nawarin nganter sampai mana? Malah ditanya apa saya ga berani naik mobilnya. Salah nanya tuh. Dan akhirnya dia nganter saya pulang dengan Toyota Landrover itu. Kondisi bodynya ok banget, mantap. Pintu belakangnya masih dua, seperti ketemu dengan teman lama ngeliat jeep kayak gini. Dan saya lebih senang naik mobil ini daripada naik lexus ceweknya. Dan lebih senang lagi karena dianterin, dua kali sudah duduk di mobil di sebelah dia. Ahahahaha.... geblek. Susah ya kalau udah suka, semua kekurangan dia jadi dimaklumi.
Dan dia selalu muter-muter dan kasih berbagai alasan kalau mengajak saya. Ajakan keluar bareng pertama, dia ngajak temen saya. Ajakan kedua, tiba-tiba aja nanyain apa saya tahu rumah temen saya yang asal Thailand dan cerita kalau dia yang ngejemput teman saya itu waktu baru sampai disini. Hey, yang nawarin nganter itu lo, ga bakal lagi saya minta dianterin orang kalau ga ditawarin, shuttle bus kan tersedia sampai malam. Perhitungan saya bahwa naluri dia yang pertama adalah jalan dengan saya, setelah itu nyesel atau takut saya bakal macem-macem. Ga lah... rasa suka ini platonik jadinya, ga berharap dapat balasan, nunggu waktu aja, kalau ada seseorang yang lebih available sepertinya saya akan berpindah hati... hahahaha...maaphhhhkan daku yg pindah ke lain hati yak.
Tapi kamu istimewa kok buat saya, karena kamu sudah memperlakukan saya dengan spesial. Makasih ya...
Friday, October 29, 2010
Free spirit
Orang-orang yang iseng sering menanyakan apa saya udah punya temen curhat, udah dapat bule, udah dapat pacar, disuit-suitin klo pasang foto dengan teman cowok. Phew... kadang geli, kadang ngakak, kadang frustasi nanggapin orang-orang itu. Akhirnya berintropeksi diri. Sebagai manusia saya punya tampang ga jelek-jelek amat, sifat juga ga jelek-jelek banget, otak lumayan encer. Sebenarnya ada banyak pria yang suka sama saya. Kekurangannya hanya satu, kalau ada cowok yang suka sama saya, saya biasanya ga tertarik dengan mereka. Kalau ada yang saya suka, merekanya ga tertarik dengan saya. Ada juga yang perasaannya sama, tapi mereka ga available lagi, dan saya sih bukan cewek yang doyan ngerebut pacar / suami orang. Mending saya lupakan aja rasa suka saya dan pergi.
Beberapa tahun yang lalu saya pernah nyaris tergoda dengan pria yang sudah punya istri, tapi hati kecil saya mengatakan bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan istrinya. Tapi seandainya dia seriuspun pada saya, rasanya saya akan tetap menjauh, kasihan dengan anak-anaknya. Dan ga enak aja bahagia diatas luka orang. Saat itu saya mampu untuk pergi dari orang yang lumayan saya suka. Tapi kenapa kini saya mengulangi lagi kejadian itu. Walaupun orang ini memang belum resmi menikah, tapi toh sudah bisa dianggap pasangan yang sudah menikah karena mereka sudah hidup bersama.
Apalagi dengan gap umur yang jauh diantara saya dan dia, seharusnya saya tidak lagi berharap yang nggak-nggak dong. Tapi tetap aja beda perasaannya kalau saya boleh ge-er. Karena walaupun dia sering menyapa teman saya yang lain tapi sepertinya hanya pada saya aja dia sering mendekat untuk tahu apa yang sedang saya lakukan. Dan sepertinya hanya pada saya juga dia sering menyapa khusus. Dan saya suka itu. Saya ga merasa bersalah kok, menyukai orang kan ga bisa dilarang pake logika.
Seperti hari ini, dia sepertinya sengaja datang ke lantai 7 hanya untuk ketemu saya??? wuahahaha... kegeeran banget deh. Ceritanya gini, biasanya jam 3 saya akan langsung ke tempat seminar, tapi karena hari ini libur maka saya putuskan untuk mengerjakan tugas aja di lantai 7. Saya tahu banget dia ada satu kelas, dan seharusnya dia tidak ada di lantai 7, atau dia udah turun ke lantai 1. Tapi waktu keluar dari lift di lantai 7 dan jalan ke satu dari 2 pintu masuk, tiba-tiba saya melihat bayangan seseorang memakai helm sepeda di kaca depan saya, karena saya yakin ga bakalan ketemu dia, otak saya jadi mikir kenapa tiba-tiba mahluk itu ada dibelakang saya ya? dan tumben dia memegang kedua bahu saya sambil nyapa. Walaupun dia langsung mendahului saya jalan ke cubiclenya, hanya untuk nelpon doang udah itu pergi lagi. Ni orang sengaja ya nongol ke lantai 7 buat ketemu saya. Soale kemarin-kemarin memang saya beneran menghindari dia, pulang agak siangan, atau ngumpet di ruangan fellows lain yang memang kosong. Kangen ya sama saya? wuahahaha...
Minggu ini saya lagi keracunan dengan suaranya Jan Geun Suk yang ... sumpeh ga bisa dijelaskan dengan kata-kata. Padahal anaknya masih muda banget tapi akting dan tampangnya superb. Huahahaha... makanya saya bisa sedikit melupakan orang itu. Beneran dihibur banget deh sama suaranya Geun Suk. Saya jadi inget kelompok 183 something dari Taiwan yang pernah bikin saya klepek-klepek juga dengan album OST untuk serial mereka. Bahkan lagu mereka menjadi OST saat saya jalan ke London, yang pasti tidak akan bisa terlupakan. Dan OST He is beautiful akan selalu menjadi theme song dia. Yakin banget dah saya akan selalu teringat pada dia dan kota ini setiap kali saya mendengar suaranya Geun Suk.
Jadinya pengen jalan-jalan ke korea nih. Ntar kalau selesai sekolah sebelum balik ke Indo,saya mau jalan-jalan dulu ah.
Beberapa tahun yang lalu saya pernah nyaris tergoda dengan pria yang sudah punya istri, tapi hati kecil saya mengatakan bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan istrinya. Tapi seandainya dia seriuspun pada saya, rasanya saya akan tetap menjauh, kasihan dengan anak-anaknya. Dan ga enak aja bahagia diatas luka orang. Saat itu saya mampu untuk pergi dari orang yang lumayan saya suka. Tapi kenapa kini saya mengulangi lagi kejadian itu. Walaupun orang ini memang belum resmi menikah, tapi toh sudah bisa dianggap pasangan yang sudah menikah karena mereka sudah hidup bersama.
Apalagi dengan gap umur yang jauh diantara saya dan dia, seharusnya saya tidak lagi berharap yang nggak-nggak dong. Tapi tetap aja beda perasaannya kalau saya boleh ge-er. Karena walaupun dia sering menyapa teman saya yang lain tapi sepertinya hanya pada saya aja dia sering mendekat untuk tahu apa yang sedang saya lakukan. Dan sepertinya hanya pada saya juga dia sering menyapa khusus. Dan saya suka itu. Saya ga merasa bersalah kok, menyukai orang kan ga bisa dilarang pake logika.
Seperti hari ini, dia sepertinya sengaja datang ke lantai 7 hanya untuk ketemu saya??? wuahahaha... kegeeran banget deh. Ceritanya gini, biasanya jam 3 saya akan langsung ke tempat seminar, tapi karena hari ini libur maka saya putuskan untuk mengerjakan tugas aja di lantai 7. Saya tahu banget dia ada satu kelas, dan seharusnya dia tidak ada di lantai 7, atau dia udah turun ke lantai 1. Tapi waktu keluar dari lift di lantai 7 dan jalan ke satu dari 2 pintu masuk, tiba-tiba saya melihat bayangan seseorang memakai helm sepeda di kaca depan saya, karena saya yakin ga bakalan ketemu dia, otak saya jadi mikir kenapa tiba-tiba mahluk itu ada dibelakang saya ya? dan tumben dia memegang kedua bahu saya sambil nyapa. Walaupun dia langsung mendahului saya jalan ke cubiclenya, hanya untuk nelpon doang udah itu pergi lagi. Ni orang sengaja ya nongol ke lantai 7 buat ketemu saya. Soale kemarin-kemarin memang saya beneran menghindari dia, pulang agak siangan, atau ngumpet di ruangan fellows lain yang memang kosong. Kangen ya sama saya? wuahahaha...
Minggu ini saya lagi keracunan dengan suaranya Jan Geun Suk yang ... sumpeh ga bisa dijelaskan dengan kata-kata. Padahal anaknya masih muda banget tapi akting dan tampangnya superb. Huahahaha... makanya saya bisa sedikit melupakan orang itu. Beneran dihibur banget deh sama suaranya Geun Suk. Saya jadi inget kelompok 183 something dari Taiwan yang pernah bikin saya klepek-klepek juga dengan album OST untuk serial mereka. Bahkan lagu mereka menjadi OST saat saya jalan ke London, yang pasti tidak akan bisa terlupakan. Dan OST He is beautiful akan selalu menjadi theme song dia. Yakin banget dah saya akan selalu teringat pada dia dan kota ini setiap kali saya mendengar suaranya Geun Suk.
Jadinya pengen jalan-jalan ke korea nih. Ntar kalau selesai sekolah sebelum balik ke Indo,saya mau jalan-jalan dulu ah.
Thursday, October 28, 2010
A must watching drama
Ada serial baru Jang Geun Suk judulnya "Mary stayed out all night". Menjanjikan karena lead actressnya Moon Geun Yoong (the painter of the wind), dan ada wajah cakep Kim Jae Wook (1st coffee prince). Geun Suk rambutnya panjang disini, tapi malah gaya seperti ini yang bikin wajahnya jadi OK.
Dia akan nyanyi lagi. Bikin kompilasi album dong Geun Suk! Saya beneran ngefans sama suaranya, bukan hanya lagu tapi juga ketawanya. Lee Hong Ki yang main juga di You're beautiful ternyata menyanyikan lagu-lagu yang bisa bikin merinding, tapi suaranya terlalu tipis untuk selera saya. Padahal lagu-lagunya FT Island asli bagus. Kalau saya denger lagunya FT Islands duluan mungkin bakal suka juga. Tapi ngedenger Geun Suk nyanyi... ahahaha... tetep kalah deh.
Balik ke serial ini, walaupun menjanjikan banget, tapi kayaknya chemistry Geun Suk dengan MGY masih kalah kadarnya dengan chemistry Geun Suk - Park Shin Ye. Hehehe... mereka beneran ga canggung di atas panggung. Dasar fans, udah deh jangan terlalu ikut campur urusan pribadinya.
Dia akan nyanyi lagi. Bikin kompilasi album dong Geun Suk! Saya beneran ngefans sama suaranya, bukan hanya lagu tapi juga ketawanya. Lee Hong Ki yang main juga di You're beautiful ternyata menyanyikan lagu-lagu yang bisa bikin merinding, tapi suaranya terlalu tipis untuk selera saya. Padahal lagu-lagunya FT Island asli bagus. Kalau saya denger lagunya FT Islands duluan mungkin bakal suka juga. Tapi ngedenger Geun Suk nyanyi... ahahaha... tetep kalah deh.
Balik ke serial ini, walaupun menjanjikan banget, tapi kayaknya chemistry Geun Suk dengan MGY masih kalah kadarnya dengan chemistry Geun Suk - Park Shin Ye. Hehehe... mereka beneran ga canggung di atas panggung. Dasar fans, udah deh jangan terlalu ikut campur urusan pribadinya.
Tuesday, October 26, 2010
Kekuatan suara
Suara Jang Geun Suk ini husky bin seksi. Langsung dong saya pesan CDnya di amazon... huahahaha... gini nih kalau gampang terobsesi. Padahal saya bisa ngedownload lagunya dengan gratis... sialan. Gpp demi idola, biar dia nyanyi terus....hihihihi. Lagunya juga pas banget dengan selera saya. Bakal sering saya putar deh, hanya untuk denger suara orang ini.
Monday, October 25, 2010
A.N.Jell
Semalam menghabiskan banyak waktu di youtube dengerin soundtrack nya You're beautiful. Dan akhirnya pesan CD soundtracknya ke amazon. Huh, coba di Indonesia, udah dapat ada download-an gratisannya. Tapi gpp, demi suara serak-serak basah Jang Geun Suk, saya rela kok. Gila memang serial ini nekad bikin konser untu band yang hanya digunakan di film aja. Jadi penonton konsernya itu memang beneran, bukan sekedar figuran. Dan mereka mempersembahkan konser terakhir dengan riang.
Seneng banget karena kepribadian JGS sebenarnya sangat riang dan pemeran Jeremy ternyata ngetop banget (FT Island), mungkin sebagian penonton yang datang ke konser itu adalah fans-nya Jeremy (saya lupa nama pemeranya). Juga pemeran Shin Woo penyanyi beneran lho. ke 4 orang itu memang keren banget untuk jadi band.
JGS memang menunjukkan kepemimpinan bahkan diluar film itu. Dia selalu jadi lead, walaupun sangat rendah hati. Nyengirnya itu yang ga nahan, konyol -lucu-cute. Dan setelah keluar dari peran sebagai JGS tampangnya ternyata cuma sedikit mirip Matsu Jun. Dia belum berhasil mengalahkan keartistikan tampang Matsu Jun yang cantiknya itu edgy. Matsu Jun jadi Tsukasa Domyoji cuma mengubah karakter aja, kalau tampang cakepnya itu udah kuat dari sononya, matanya dan mulutnya yg lebar, hidung mancung tipis, beneran belum ada yang menandingi. Kalau berperan gothic jadi judes banget, tapi berperan imut jadi cute banget. Ahh... pengen segera weekend, pengen ngebandingin kedua orang itu dalam film yang sama.
Sebenarnya di Jepang banyak tampang edgy seperti MatsuJun ditambah dengan hair cut yang dipotong menyudut. Bikin saya ngences dan ga bosan melihat tampang mereka. Beda banget dengan tampang manusia biasa...hahahaha... artistik banget.
Seneng banget karena kepribadian JGS sebenarnya sangat riang dan pemeran Jeremy ternyata ngetop banget (FT Island), mungkin sebagian penonton yang datang ke konser itu adalah fans-nya Jeremy (saya lupa nama pemeranya). Juga pemeran Shin Woo penyanyi beneran lho. ke 4 orang itu memang keren banget untuk jadi band.
JGS memang menunjukkan kepemimpinan bahkan diluar film itu. Dia selalu jadi lead, walaupun sangat rendah hati. Nyengirnya itu yang ga nahan, konyol -lucu-cute. Dan setelah keluar dari peran sebagai JGS tampangnya ternyata cuma sedikit mirip Matsu Jun. Dia belum berhasil mengalahkan keartistikan tampang Matsu Jun yang cantiknya itu edgy. Matsu Jun jadi Tsukasa Domyoji cuma mengubah karakter aja, kalau tampang cakepnya itu udah kuat dari sononya, matanya dan mulutnya yg lebar, hidung mancung tipis, beneran belum ada yang menandingi. Kalau berperan gothic jadi judes banget, tapi berperan imut jadi cute banget. Ahh... pengen segera weekend, pengen ngebandingin kedua orang itu dalam film yang sama.
Sebenarnya di Jepang banyak tampang edgy seperti MatsuJun ditambah dengan hair cut yang dipotong menyudut. Bikin saya ngences dan ga bosan melihat tampang mereka. Beda banget dengan tampang manusia biasa...hahahaha... artistik banget.
Sunday, October 24, 2010
Makna seorang "Ibu"
Gara-gara nonton film-nya Pink Floyd dan baca surat dari nyokap, weekend ini jadi terjebak melakukan refleksi diri. Membedah isi hati dan mempertanyakan pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan. Mungkin juga karena sedang sedih atas hilangnya sebuah ilusi, tapi ga mau wasting time dengan menangisinya.
Surat dari nyokap ga jauh-jauh dari keluhan tentang sakitnya. Tentang diantar sama teman dan tetangga ke rumah sakit. Berusaha memancing perasaan bersalah saya? Tapi jadi kebal. Selalu dan selalu membuat saya harus bertanggung jawab dan harus memperhatikan dirinya, sedangkan dia sendiri hampir tidak pernah ingin tahu tentang segala hal yang menarik untuk saya. Mungkin karena saya memang mahluk mutan, jadi sama sekali tidak bisa dimengerti.
Ibu seharusnya menjadi tempat mengadu untuk anak-anaknya, menjadi tempat perlindungan saat si anak sedang merasa sakit, ibu adalah rahim alias kasih sayang. Jika 2 orang yang jiwanya pernah terluka oleh orang tua mereka menikah dan memiliki anak, tetapi masing-masing egois dengan perasaannya dan tidak berusaha tapi menginginkan keluarga yang harmonis, hasilnya adalah anak yang tidak tahu bagaimana memberi dan menerima cinta, anak yang berpetualang dari satu pelukan perempuan ke pelukan perempuan lain, anak yang menutup rapat-rapat jiwanya. Anak yang dilahirkan dari pasangan ini tidak ada yang bisa tumbuh dewasa jiwanya dalam usia berapapun.
Manusia bisa memilih kapan mau membentuk keluarga dan memiliki anak, tapi seorang anak tidak pernah bisa memilih kapan, dimana, oleh siapa dia ingin dilahirkan. Pada saat seseorang memutuskan untuk menjadi orang tua, tanggung jawab memelihara anak adalah kewajiban utama. Menjadi orang tua berarti melindungi anak dari berbagai macam ancaman luar. Tidak ada lagi alasan capek, lelah, atau masalah mertua. Kewajiban utama ada pada kesejahteraan anak.
Tetapi dalam masyarakat hipokrit Indonesia yang ditonjolkan oleh para pemuka agama hanyalah penampilan luar dari menjaga anak. Kesehatan seorang anak bukan hanya fisik tetapi meluputi kesehatan batin juga. Jiwa anak itu sangat rapuh, dan sekali tersakiti lukanya akan dibawa sampai akhir hayat. Jika orang tua pernah melukai jiwa seorang anak, bagaimana mungkin anak akan bisa dekat dengan orang tua.
Ahli agama selalu mendengung-dengungkan, jangan melupakan ibu yang bersusah payah mengandung kita selama sembilan bulan dan bertarung mempertahankan nyawa saat melahirkan. Bener banget pak ulama, tapi bagaimana seorang anak bisa membalas kasih sayang, jika sejak muda usianya sudah mendengar curhatan ibunda tentang kesulitan keuangan yang dihadapinya, tentang kekecewaan terhadap suami dan mertua, kekecewaannya pada kakak-kakak dan ibunya, kebahagiaannya saat kuliah dan semua pertemanannya, tentang kelegaan dia karena hanya perlu memikirkan satu anak saja yang terlibat kesulitan tapi tidak anak lainnya? Dan pada saat anak yang tidak pernah memberinya masalah itu hanya menginginkan SATU pelukan untuk menghilangkan ketakutannya tapi malah mendapatkan cemoohan dan pertanyaan kenapa harus takut dengan orang gila itu? Anak itu juga tahu kalau ketakutannya tidak beralasan, dia hanya menginginkan pelukan sekejap yang hangat, cukup satu pelukan singkat saja, yang tidak rela diberikan oleh orang yang berposisi ibu.
Dalam hidup anak itu, nyaris menjadi tempat bertanya untuk semua masalah itu, dan anak itu muak. Karena tidak pernah sekalipun orang berposisi ibu menanyakan apakah si anak punya masalah, kenapa si anak tampak sedih. Tidak ada. Dan salahkah si anak kalau merasa menjadi yatim piatu setelah kematian neneknya? Pernah pak Ulama membayangkan kehidupan seperti itu? Apakah orang tua bebas dari kesalahan?
Saya membaca surat ibu dan melihat kalimat, kemana lagi harus curhat kalau bukan pada saya. Ok, terimakasih banyak karena posisi saya tidak lebih dari hewan peliharaan yang bisa ngomong, boneka yang hidup, yang wajib mendengarkan tapi tidak wajib untuk didengarkan. Dan saya sudah lama berhenti berusaha untuk mencari solusi dari ibu saya, karena ibu saya sama sekali tidak ingin mendengarkan keluhan orang lain termasuk anaknya sendiri.
Terimakasih untuk menjadi ibu yang begitu tergantung pada anaknya. Terimakasih untuk semua perasaan bersalah yang harus saya tanggung karena tetangga dan teman yang justru mengantar ibu saya ke rumah sakit. terimakasih...terimakasih...
Surat dari nyokap ga jauh-jauh dari keluhan tentang sakitnya. Tentang diantar sama teman dan tetangga ke rumah sakit. Berusaha memancing perasaan bersalah saya? Tapi jadi kebal. Selalu dan selalu membuat saya harus bertanggung jawab dan harus memperhatikan dirinya, sedangkan dia sendiri hampir tidak pernah ingin tahu tentang segala hal yang menarik untuk saya. Mungkin karena saya memang mahluk mutan, jadi sama sekali tidak bisa dimengerti.
Ibu seharusnya menjadi tempat mengadu untuk anak-anaknya, menjadi tempat perlindungan saat si anak sedang merasa sakit, ibu adalah rahim alias kasih sayang. Jika 2 orang yang jiwanya pernah terluka oleh orang tua mereka menikah dan memiliki anak, tetapi masing-masing egois dengan perasaannya dan tidak berusaha tapi menginginkan keluarga yang harmonis, hasilnya adalah anak yang tidak tahu bagaimana memberi dan menerima cinta, anak yang berpetualang dari satu pelukan perempuan ke pelukan perempuan lain, anak yang menutup rapat-rapat jiwanya. Anak yang dilahirkan dari pasangan ini tidak ada yang bisa tumbuh dewasa jiwanya dalam usia berapapun.
Manusia bisa memilih kapan mau membentuk keluarga dan memiliki anak, tapi seorang anak tidak pernah bisa memilih kapan, dimana, oleh siapa dia ingin dilahirkan. Pada saat seseorang memutuskan untuk menjadi orang tua, tanggung jawab memelihara anak adalah kewajiban utama. Menjadi orang tua berarti melindungi anak dari berbagai macam ancaman luar. Tidak ada lagi alasan capek, lelah, atau masalah mertua. Kewajiban utama ada pada kesejahteraan anak.
Tetapi dalam masyarakat hipokrit Indonesia yang ditonjolkan oleh para pemuka agama hanyalah penampilan luar dari menjaga anak. Kesehatan seorang anak bukan hanya fisik tetapi meluputi kesehatan batin juga. Jiwa anak itu sangat rapuh, dan sekali tersakiti lukanya akan dibawa sampai akhir hayat. Jika orang tua pernah melukai jiwa seorang anak, bagaimana mungkin anak akan bisa dekat dengan orang tua.
Ahli agama selalu mendengung-dengungkan, jangan melupakan ibu yang bersusah payah mengandung kita selama sembilan bulan dan bertarung mempertahankan nyawa saat melahirkan. Bener banget pak ulama, tapi bagaimana seorang anak bisa membalas kasih sayang, jika sejak muda usianya sudah mendengar curhatan ibunda tentang kesulitan keuangan yang dihadapinya, tentang kekecewaan terhadap suami dan mertua, kekecewaannya pada kakak-kakak dan ibunya, kebahagiaannya saat kuliah dan semua pertemanannya, tentang kelegaan dia karena hanya perlu memikirkan satu anak saja yang terlibat kesulitan tapi tidak anak lainnya? Dan pada saat anak yang tidak pernah memberinya masalah itu hanya menginginkan SATU pelukan untuk menghilangkan ketakutannya tapi malah mendapatkan cemoohan dan pertanyaan kenapa harus takut dengan orang gila itu? Anak itu juga tahu kalau ketakutannya tidak beralasan, dia hanya menginginkan pelukan sekejap yang hangat, cukup satu pelukan singkat saja, yang tidak rela diberikan oleh orang yang berposisi ibu.
Dalam hidup anak itu, nyaris menjadi tempat bertanya untuk semua masalah itu, dan anak itu muak. Karena tidak pernah sekalipun orang berposisi ibu menanyakan apakah si anak punya masalah, kenapa si anak tampak sedih. Tidak ada. Dan salahkah si anak kalau merasa menjadi yatim piatu setelah kematian neneknya? Pernah pak Ulama membayangkan kehidupan seperti itu? Apakah orang tua bebas dari kesalahan?
Saya membaca surat ibu dan melihat kalimat, kemana lagi harus curhat kalau bukan pada saya. Ok, terimakasih banyak karena posisi saya tidak lebih dari hewan peliharaan yang bisa ngomong, boneka yang hidup, yang wajib mendengarkan tapi tidak wajib untuk didengarkan. Dan saya sudah lama berhenti berusaha untuk mencari solusi dari ibu saya, karena ibu saya sama sekali tidak ingin mendengarkan keluhan orang lain termasuk anaknya sendiri.
Terimakasih untuk menjadi ibu yang begitu tergantung pada anaknya. Terimakasih untuk semua perasaan bersalah yang harus saya tanggung karena tetangga dan teman yang justru mengantar ibu saya ke rumah sakit. terimakasih...terimakasih...
Friday, October 22, 2010
Weekend
Dia mengundang saya ke pesta welcoming home kekasihnya, walaupun bukan hanya saya saja yang diundang tapi juga teman lain. Rumahnya agak jauh dari tempat saya dan dengan transportasi Atlanta yang sangat menyebalkan ini, susah untuk saya datang ke rumahnya. Apalagi lokasinya bukan di tempat saya biasa main. Dan aneh aja untuk datang melihat dia bersama kekasihnya? Saya belum siap. Benar-benar tidak siap.
Minggu depan akan menjadi terlalu aneh untuk saya ketemu dia. Mungkin lebih baik merencanakan sebaik mungkin agar saya ga ketemu dia di lantai 7. Atau kalaupun saya ada di lantai 7 sebaiknya diatur supaya dia tidak perlu menyapa saya. Sedih... ini akhir dari sebuah perasaan yang tidak bisa berkembang.
Belajar-belajar-belajar....! Itu ajalah yang sebaiknya saya lakukan. Tugas yang numpuk itu memang tidak bisa disepelekan, dan ingat sang monster dan nemesis yang bernama ujian akhir udah semakin dekat. Lebih baik tidak berpikir yang nggak-nggak deh.
Minggu depan akan menjadi terlalu aneh untuk saya ketemu dia. Mungkin lebih baik merencanakan sebaik mungkin agar saya ga ketemu dia di lantai 7. Atau kalaupun saya ada di lantai 7 sebaiknya diatur supaya dia tidak perlu menyapa saya. Sedih... ini akhir dari sebuah perasaan yang tidak bisa berkembang.
Belajar-belajar-belajar....! Itu ajalah yang sebaiknya saya lakukan. Tugas yang numpuk itu memang tidak bisa disepelekan, dan ingat sang monster dan nemesis yang bernama ujian akhir udah semakin dekat. Lebih baik tidak berpikir yang nggak-nggak deh.
Thursday, October 21, 2010
Kisah hari ini
Sumpah saya ngantuk banget hari ini. Bosan dan ga tahu apa yang harus dilakukan. Saya hanya ingin minggu ini segera selesai. Walaupun ada beberapa assigment yang seharusnya saya kerjakan. Jadi saya memaksakan diri untuk tetap tinggal di sekolah, walaupun hati ngebet ngajak pulang. Tapi kalau pulang peluang belajar saya akan drop sampai ketitik nol, karena saya hanya akan membuka internet dan tidak melakukan apa-apa dan tidur.
Hari ini entah apa yang merasuki saya, sehingga keluar semua sarkasme saya. Mungkin kopi, mungkin seperti biasa kalau sedang ingin melupakan hal yang tidak enak, saya menjadi sangat nekad, melakukan tindakan-tindakan impulsif. Dan hari ini saya tidak menemukan lelaki itu. Karena hampir tidak ada tempat yang sepi dari student (termasuk perpustakaan yang sudah terlalu penuh orang itu) akhirnya saya kembali meja saya di kantor jurusan. Ah bodo amat dengan lelaki itu, dia ada atau tidak seharusnya tidak ada pengaruh lagi untuk saya. Dia menyapa atau tidak juga seharusnya ga pengaruh lagi, karena saya tahu dia sudah punya kekasih.
Dan saya bersenang-senang dengan sesama student international lain yg kebetulan semuanya laki-laki (unavailable tapi, hahaha), tapi dengan mereka hubungan saya malah enak banget, setara, cuek, saling menghargai, ga ada intrik atau saling gosip. Dan karena hati saya tidak terlibat, jadi sayanya nyantai. Dan lelaki itu tidak hadir sampai saat waktu makan siang. Sedikit bertanya-tanya kemana dia, tapi saya ga peduli lagi. Namanya juga student terserah dia mau kemana dong.
Bahkan sampai sore dia tidak hadir ke lantai 7. Malah lega jadinya. Saya merasa jadi orang aneh, dan bertanya pada diri sendiri "Udah? Segitu aja perasaannya?" Akhirnya saya belajar epidemiologi walaupun ngantuk bukan kepalang. Tetapi dia ternyata muncul di sore hari lewat jam 5. Karena saya pakai earphone dan mendengarkan penjelasan dari CD, dan yang jelas dari luar hanya akan keliatan punggung saya doang, maka saya pikir saya ga akan tahu kapan dia akan pulang. Biasanya sih dia pulang jam 6-7 malam. Dan saya akan tahu karena dia selalu ribut menutup lockernya. Tapi dengan kuping disumpal, ga bakalan tahu apa-apa.
Teman saya udah pergi karena mereka ada lab, student tahun kedua juga udah pada balik, dan saya meneruskan catatan kuliah, saya tahu seorang teman saya ada disana dan kemungkinan dia bakalan pulang malam, saya belum memastikan mau balik jam berapa dengan dia, ntar aja kalau udah selesai saya ajak dia pulang. Lagi tenang-tenangnya nyatet, saya dengar dia menyapa saya dan masuk ke ruangan. Kebiasaan banget sih, ngajak ngobrol kalau ga ada orang lain hadir, dan deketin saya. Dia malah nanya apa rencana makan malam saya. Hiii... pertanyaan aneh, saya bilang aja belum tahu, malah tadinya mau bilang ga akan makan, karena siang saya baru ditraktir makan makanan china di Cox Hall. Tapi memang rasa penasaran saya itu seperti kucing, pengen tahu aja dia mau ngapain nanya gitu. Dan memang benar dia ngajak saya datang ke acara dinner yang dimasak ibu-ibu refugee di Atlanta. Selain saya dia ngajak temen laki-laki satu beasiswa dengan saya. Penasaran dengan acaranya, kegiatan refugee disini memang menjadi sasaran kegiatan volunteer Emory, saya cuma nanya jam berapa dan dimana, dan dia bilang dia bawa mobil jadi bisa datang kesana bareng. Ok lah kalau begitu. Dan kenapa dia selalu penasaran dengan apa yang saya lakukan dan berdiri disamping saya untuk tahu apa yang saya lakukan... cowok aneh.
Daan... dia langsung cerita tentang pacarnya, huahahaha... to the point nih? Untung saya udah dapat bocoran hari Sabtu kemarin, klo nggak, beuuu... bisa sedikit shock juga deh. Jadi malah nyantai aja, dan ngobrol dengan lancar. Saya malah tahu kalau dia ternyata mau ngelanjutin ke kedokteran. Hiyaa... bukannya terbalik tuh atau kenapa ga ambil dual degree aja, tapi pertanyaan itu saya simpan aja di dalam hati. Dia ingin seperti salah satu dosen saya, menjadi peneliti dan mengajar sekalian praktek. Banyak banget maunya. Kembali saya mengenali sifat-sifatnya yang sama dengan saya. Baunya sama dengan saya, itu yang saya tahu. Dan saya yakin dia ingin kuliah di kedokteran semata-mata karena tertarik dengan ilmunya dan juga jalan ngebantu orang dengan cara yang mudah, mirip dengan saya saat masuk kuliah dulu.
Singkat kata kami makan malam, dan dia sebenarnya mesti jemput pacarnya yang baru balik dari Washington DC di stasiun. Karena itu saya makan cepat banget, ogah jadi penyebab terlambat, eh malah dianya yang nyantai-nyantai, diomelin pacar baru tahu rasa deh. Kami akhirnya balik sekitar jam 8 dari lokasi makan, dan saya nanya apa ga telat jemput pacarnya. Dia bilang mau nelpon, daaan... pacarnya ngomel deh, karena mungkin udah tiba di stasiun, wuakakaka..rasain! Dia malah bilang, kadang-kadang cewek suka aneh. Saya dengan tenangnya ngomong, You late... dan dia cuma bilang I know. Pacarnya udah nunggu di pinggir jalan, makanya ngamuk karena dia terlambat. Dan kami berkenalan, sebenarnya saya yang ambil inisiatif, dan pacarnya sebenarnya tertarik dengan Sierra Leone negara tempat teman saya berasal. Dia memang cari mati ya ngajak saya makan, sebenarnya kan ga perlu, cukup ngajak teman saya aja. Saya sih kebayang aja pacarnya juga pasti ga enak dengan kehadiran saya yang ga diundang ini. Karena paling ga enak kalau ada di sekitar pasangan yang sedang bertengkar, saya minta di drop di toko buku di depan North Decatur aja. Daripada saya didrop belakangan, ogaaah.
Dia sendiri malah nanya acara kami saat weekend mau ngapain? Saya cuma bilang belajar lah... dan dia malah mau ngundang kita ke rumahnya. Weks... tidaaak... kalau lo baik-baik aja dengan pacar lo, mungkin saya dengan senang hati menerimanya, tapi tidak saat ini. Sebelum ngundang orang, mending lo ngomong dulu dengan pacarmu itu, dia baru balik dari luar kota, terlambat dijemput, dan ujug-ujug kamu bikin rencana mau ngundang orang saat weekend. Masih mending tuh kalau di rumah ga dipunggungin, kenapa sih cowok suka bego kayak gitu? Cewek tu paling ga suka kalau cowoknya mendadak ngundang orang tanpa bilang dulu ke orang rumah. Untung besok saya emang rencana mau bolos seminar, karena dia bilang mau ngomongin rencananya besok. Feeling so good, ga boleh meremehkan suara hati lho.
Dia hanya mengundang kami berdua, masih beralasan, karena dia yang bayarin kita. Dia ngajak saya, ini yang paling bias alasannya. Pertama dia ngajak saya sore banget, dan sebenarnya dia ga ngajak saya, saya juga ga bakalan tahu event ini. Dia juga ngundang teman saya diam-diam. Dan teman saya bilang ke ceweknya bahwa mereka dia sering jalan bareng. Ga aneh sih kalau dia tertarik dengan teman saya karena sang kekasih toh sudah bilang sangat senang dengan Sierra Leone. Tapi sebenarnya ga ada alasan sama sekali untuk ngajak saya. Kedua, bisa aja dia ngajak teman afrika saya yang lain, yang sore itu juga kerja lembur, dan temen saya itu juga gedebukan hatinya karena disapa dan diajak senyum. Tiga, ga ada perlunya ngundang saya kerumahnya mendadak begitu. Karena saya bukan objek untuk dikasihani kok.
Ngedenger dia menjelaskan tentang saya di depan pacarnya membuat saya ngeri, ga ada perlunya deh ngejelasin seperti itu. Kedengarannya seperti sedang mencari alasan aja untuk ngajak saya. Biarkan aja ceweknya nanya baru ngejelasin. Karena kalaupun dia ada rasa tertarik pada saya, diantara kami toh tidak ada sesuatu. Aah... entahlah, yang jelas kalau dia ngundang saya, maka saya ga punya alasan untuk nolak. Tapi kalau besok ga ketemu dan dia tidak mencari tahu no hp saya untuk menelpon saya, juga ga jadi masalah. Lebih lega mungkin.
Hari ini entah apa yang merasuki saya, sehingga keluar semua sarkasme saya. Mungkin kopi, mungkin seperti biasa kalau sedang ingin melupakan hal yang tidak enak, saya menjadi sangat nekad, melakukan tindakan-tindakan impulsif. Dan hari ini saya tidak menemukan lelaki itu. Karena hampir tidak ada tempat yang sepi dari student (termasuk perpustakaan yang sudah terlalu penuh orang itu) akhirnya saya kembali meja saya di kantor jurusan. Ah bodo amat dengan lelaki itu, dia ada atau tidak seharusnya tidak ada pengaruh lagi untuk saya. Dia menyapa atau tidak juga seharusnya ga pengaruh lagi, karena saya tahu dia sudah punya kekasih.
Dan saya bersenang-senang dengan sesama student international lain yg kebetulan semuanya laki-laki (unavailable tapi, hahaha), tapi dengan mereka hubungan saya malah enak banget, setara, cuek, saling menghargai, ga ada intrik atau saling gosip. Dan karena hati saya tidak terlibat, jadi sayanya nyantai. Dan lelaki itu tidak hadir sampai saat waktu makan siang. Sedikit bertanya-tanya kemana dia, tapi saya ga peduli lagi. Namanya juga student terserah dia mau kemana dong.
Bahkan sampai sore dia tidak hadir ke lantai 7. Malah lega jadinya. Saya merasa jadi orang aneh, dan bertanya pada diri sendiri "Udah? Segitu aja perasaannya?" Akhirnya saya belajar epidemiologi walaupun ngantuk bukan kepalang. Tetapi dia ternyata muncul di sore hari lewat jam 5. Karena saya pakai earphone dan mendengarkan penjelasan dari CD, dan yang jelas dari luar hanya akan keliatan punggung saya doang, maka saya pikir saya ga akan tahu kapan dia akan pulang. Biasanya sih dia pulang jam 6-7 malam. Dan saya akan tahu karena dia selalu ribut menutup lockernya. Tapi dengan kuping disumpal, ga bakalan tahu apa-apa.
Teman saya udah pergi karena mereka ada lab, student tahun kedua juga udah pada balik, dan saya meneruskan catatan kuliah, saya tahu seorang teman saya ada disana dan kemungkinan dia bakalan pulang malam, saya belum memastikan mau balik jam berapa dengan dia, ntar aja kalau udah selesai saya ajak dia pulang. Lagi tenang-tenangnya nyatet, saya dengar dia menyapa saya dan masuk ke ruangan. Kebiasaan banget sih, ngajak ngobrol kalau ga ada orang lain hadir, dan deketin saya. Dia malah nanya apa rencana makan malam saya. Hiii... pertanyaan aneh, saya bilang aja belum tahu, malah tadinya mau bilang ga akan makan, karena siang saya baru ditraktir makan makanan china di Cox Hall. Tapi memang rasa penasaran saya itu seperti kucing, pengen tahu aja dia mau ngapain nanya gitu. Dan memang benar dia ngajak saya datang ke acara dinner yang dimasak ibu-ibu refugee di Atlanta. Selain saya dia ngajak temen laki-laki satu beasiswa dengan saya. Penasaran dengan acaranya, kegiatan refugee disini memang menjadi sasaran kegiatan volunteer Emory, saya cuma nanya jam berapa dan dimana, dan dia bilang dia bawa mobil jadi bisa datang kesana bareng. Ok lah kalau begitu. Dan kenapa dia selalu penasaran dengan apa yang saya lakukan dan berdiri disamping saya untuk tahu apa yang saya lakukan... cowok aneh.
Daan... dia langsung cerita tentang pacarnya, huahahaha... to the point nih? Untung saya udah dapat bocoran hari Sabtu kemarin, klo nggak, beuuu... bisa sedikit shock juga deh. Jadi malah nyantai aja, dan ngobrol dengan lancar. Saya malah tahu kalau dia ternyata mau ngelanjutin ke kedokteran. Hiyaa... bukannya terbalik tuh atau kenapa ga ambil dual degree aja, tapi pertanyaan itu saya simpan aja di dalam hati. Dia ingin seperti salah satu dosen saya, menjadi peneliti dan mengajar sekalian praktek. Banyak banget maunya. Kembali saya mengenali sifat-sifatnya yang sama dengan saya. Baunya sama dengan saya, itu yang saya tahu. Dan saya yakin dia ingin kuliah di kedokteran semata-mata karena tertarik dengan ilmunya dan juga jalan ngebantu orang dengan cara yang mudah, mirip dengan saya saat masuk kuliah dulu.
Singkat kata kami makan malam, dan dia sebenarnya mesti jemput pacarnya yang baru balik dari Washington DC di stasiun. Karena itu saya makan cepat banget, ogah jadi penyebab terlambat, eh malah dianya yang nyantai-nyantai, diomelin pacar baru tahu rasa deh. Kami akhirnya balik sekitar jam 8 dari lokasi makan, dan saya nanya apa ga telat jemput pacarnya. Dia bilang mau nelpon, daaan... pacarnya ngomel deh, karena mungkin udah tiba di stasiun, wuakakaka..rasain! Dia malah bilang, kadang-kadang cewek suka aneh. Saya dengan tenangnya ngomong, You late... dan dia cuma bilang I know. Pacarnya udah nunggu di pinggir jalan, makanya ngamuk karena dia terlambat. Dan kami berkenalan, sebenarnya saya yang ambil inisiatif, dan pacarnya sebenarnya tertarik dengan Sierra Leone negara tempat teman saya berasal. Dia memang cari mati ya ngajak saya makan, sebenarnya kan ga perlu, cukup ngajak teman saya aja. Saya sih kebayang aja pacarnya juga pasti ga enak dengan kehadiran saya yang ga diundang ini. Karena paling ga enak kalau ada di sekitar pasangan yang sedang bertengkar, saya minta di drop di toko buku di depan North Decatur aja. Daripada saya didrop belakangan, ogaaah.
Dia sendiri malah nanya acara kami saat weekend mau ngapain? Saya cuma bilang belajar lah... dan dia malah mau ngundang kita ke rumahnya. Weks... tidaaak... kalau lo baik-baik aja dengan pacar lo, mungkin saya dengan senang hati menerimanya, tapi tidak saat ini. Sebelum ngundang orang, mending lo ngomong dulu dengan pacarmu itu, dia baru balik dari luar kota, terlambat dijemput, dan ujug-ujug kamu bikin rencana mau ngundang orang saat weekend. Masih mending tuh kalau di rumah ga dipunggungin, kenapa sih cowok suka bego kayak gitu? Cewek tu paling ga suka kalau cowoknya mendadak ngundang orang tanpa bilang dulu ke orang rumah. Untung besok saya emang rencana mau bolos seminar, karena dia bilang mau ngomongin rencananya besok. Feeling so good, ga boleh meremehkan suara hati lho.
Dia hanya mengundang kami berdua, masih beralasan, karena dia yang bayarin kita. Dia ngajak saya, ini yang paling bias alasannya. Pertama dia ngajak saya sore banget, dan sebenarnya dia ga ngajak saya, saya juga ga bakalan tahu event ini. Dia juga ngundang teman saya diam-diam. Dan teman saya bilang ke ceweknya bahwa mereka dia sering jalan bareng. Ga aneh sih kalau dia tertarik dengan teman saya karena sang kekasih toh sudah bilang sangat senang dengan Sierra Leone. Tapi sebenarnya ga ada alasan sama sekali untuk ngajak saya. Kedua, bisa aja dia ngajak teman afrika saya yang lain, yang sore itu juga kerja lembur, dan temen saya itu juga gedebukan hatinya karena disapa dan diajak senyum. Tiga, ga ada perlunya ngundang saya kerumahnya mendadak begitu. Karena saya bukan objek untuk dikasihani kok.
Ngedenger dia menjelaskan tentang saya di depan pacarnya membuat saya ngeri, ga ada perlunya deh ngejelasin seperti itu. Kedengarannya seperti sedang mencari alasan aja untuk ngajak saya. Biarkan aja ceweknya nanya baru ngejelasin. Karena kalaupun dia ada rasa tertarik pada saya, diantara kami toh tidak ada sesuatu. Aah... entahlah, yang jelas kalau dia ngundang saya, maka saya ga punya alasan untuk nolak. Tapi kalau besok ga ketemu dan dia tidak mencari tahu no hp saya untuk menelpon saya, juga ga jadi masalah. Lebih lega mungkin.
Wednesday, October 20, 2010
Penonton sejati
Dalam dunia yang saling berpasangan ini, saya mendapatkan peran sebagai penonton saja. Melihat orang saling menemukan orang yang mereka suka, atau mereka yang bisa berpasangan dengan orang yang tidak mereka suka. Saya sendiri tidak akan mampu untuk hidup dengan orang yang tidak saya suka. Bisa jadi perempuan neurosis deh.
Rasa yang saya miliki selama 2 bulan untuk dia terpaksa saya tarik kembali dan dibuang jauh-jauh ke tempat sampah. Ga ada lagi itu getaran di dada untuk kehadirannya. Dia ada atau tidak, dia datang atau tidak seharusnya tidak lagi berpengaruh pada irama jantung saya atau irama hidup saya. Kayak ga ada pelajaran yang harus diulang tiap hari aja. Ngapain coba menghabiskan waktu untuk memikirkan orang yang tidak berkenan kita pikirkan. Selesai dan kali ini saya mencari penghiburan di serial You are Beautiful, tentang Go Mi Nam dan Hwang Tae Kyung yang rada koclak ceritanya. Lagunya bagus dan enak didengar juga.
Rupanya sampai detik ini saya hanya layak sebagai penonton saja. Dan karena kisah dalam kehidupan nyata tidak enak untuk ditonton jadi lebih baik menonton kisah rekaan saja....
Sebenarnya saya ingin bisa mencintai tanpa membutuhkan balasan, tapi saya takut tidak bisa mengekang hati ini nantinya. Saya takut akan hancur karenanya, memang kelihatannya jadi cinta ekonomikal banget ada permintaan ada barang. Ada balasan, ada cinta. Tampaknya sangat tidak mungkin untuk meneruskan perasaan ini. Walaupun ada rasa sayang kenapa tidak berusaha mati-matian, tapi ada gap usia yang lebar, ada batas waktu yang pendek, ada perbedaan ras dan agama yang terasa sangat berat untuk diperjuangkan, dan yang utama adalah kekasihnya.
Dan akan kemana saya menuju setelah 2 tahun ini terlewati? mungkin menyusuri pojok-pojok dunia yang masih jarang disinggahi manusia. Mungkin...
Rasa yang saya miliki selama 2 bulan untuk dia terpaksa saya tarik kembali dan dibuang jauh-jauh ke tempat sampah. Ga ada lagi itu getaran di dada untuk kehadirannya. Dia ada atau tidak, dia datang atau tidak seharusnya tidak lagi berpengaruh pada irama jantung saya atau irama hidup saya. Kayak ga ada pelajaran yang harus diulang tiap hari aja. Ngapain coba menghabiskan waktu untuk memikirkan orang yang tidak berkenan kita pikirkan. Selesai dan kali ini saya mencari penghiburan di serial You are Beautiful, tentang Go Mi Nam dan Hwang Tae Kyung yang rada koclak ceritanya. Lagunya bagus dan enak didengar juga.
Rupanya sampai detik ini saya hanya layak sebagai penonton saja. Dan karena kisah dalam kehidupan nyata tidak enak untuk ditonton jadi lebih baik menonton kisah rekaan saja....
Sebenarnya saya ingin bisa mencintai tanpa membutuhkan balasan, tapi saya takut tidak bisa mengekang hati ini nantinya. Saya takut akan hancur karenanya, memang kelihatannya jadi cinta ekonomikal banget ada permintaan ada barang. Ada balasan, ada cinta. Tampaknya sangat tidak mungkin untuk meneruskan perasaan ini. Walaupun ada rasa sayang kenapa tidak berusaha mati-matian, tapi ada gap usia yang lebar, ada batas waktu yang pendek, ada perbedaan ras dan agama yang terasa sangat berat untuk diperjuangkan, dan yang utama adalah kekasihnya.
Dan akan kemana saya menuju setelah 2 tahun ini terlewati? mungkin menyusuri pojok-pojok dunia yang masih jarang disinggahi manusia. Mungkin...
Monday, October 18, 2010
freedom dan peace
Setelah sekian lama berada dalam pengaruh si "hati" yang bego itu, sang "logika" dalam diri saya akhirnya menjadi pemenangnya. Dulu udah dapat pelajarannya sih, jadi ga mau terperosok kedalam situasi yang menyebalkan itu untuk keduakalinya. Keledai aja ga jatuh ke lubang yang sama 2 kali, masa' kalah sama keledai?
Walaupun saya yakin perasaan dia pada saya berbeda dengan pada teman-teman lain, yakin banget. Tapi mengutip kata-kata bijak seorang teman, yg begini bunyinya...
Dan hari ini, saya merasakan kebebasan perasaan, karena dia tidak lagi menjadi tujuan saya datang ke lantai 7. Karena kebiasaan buruk saya saat sedang suka dengan seseorang, mood saya suka tergantung dengan kehadiran orang itu. Jika orang yang saya suka ada di sekitar saya, mood saya riang gembira. Jika orang yang saya suka ga keliatan batang hidungnya tanpa alasan yang jelas, mood saya jadi gampang rusak. Dan hari ini, saya ga peduli dengan dia...konsentrasi untuk belajar aja tanpa harus tergantung kehadiran seseorang. Saya ke lantai 7 hanya untuk ngeprint doang. Dan bahkan saat tahu dia nongol setelah saya ada di ruangan itu, sama sekali ga ada keinginan untuk ngeliat dia. Beneran rada cuek. Saya malah jadi bisa perhatian sama teman-teman. Sebodolah sama dia. Toh pada dasarnya dia juga tidak suka dengan perhatian saya kan?
Dan saat ketenangan batin itu tercapai dengan bayaran kesendirian, saya toh tidak perlu menangis, dan ga ada keinginan untuk menangis. Begitu saja... datar... nihil...ada dari tiada dan tiada dari ada. Tapi harus saya akui dia memang laki-laki yang baik, yang tidak memanfaatkan situasi sama sekali dan setia pada kekasihnya. Hmm... lelaki berkualitas, ga salah kalau saya suka padanya, walaupun dia bukan untuk saya.
Tuhan, apakah soulmate saya ada di dunia ini atau harus saya temukan di keabadian? Nanya boleh dong Tuhan, tolong saya diberi jawabannya Tuhan, kalau bisa dalam belaian morpheus malam ini.
Walaupun saya yakin perasaan dia pada saya berbeda dengan pada teman-teman lain, yakin banget. Tapi mengutip kata-kata bijak seorang teman, yg begini bunyinya...
Don't let someone become a priority in your life, when you are just an option in their lifeSaya bahkan bukan option baginya, karena dia sudah memilih. Tapi dasar laki-laki, beberapa waktu-yang-rasanya-sudah-lama-berlalu dia tanpa alasan yang jelas mengatakan statusnya juga single. Hei rasanya single itu termasuk tidak punya pasangan tetap lho. Kalau udah punya pacar tetap apalagi udah serumah, ga layak tahu bilang statusmu single. Ahahaha... gapapa lah, aku yakin ada debar didadamu untuk diriku di satu saat. Tapi kemudian kamu berusaha untuk tidak terlibat dengan perasaan itu.
Dan hari ini, saya merasakan kebebasan perasaan, karena dia tidak lagi menjadi tujuan saya datang ke lantai 7. Karena kebiasaan buruk saya saat sedang suka dengan seseorang, mood saya suka tergantung dengan kehadiran orang itu. Jika orang yang saya suka ada di sekitar saya, mood saya riang gembira. Jika orang yang saya suka ga keliatan batang hidungnya tanpa alasan yang jelas, mood saya jadi gampang rusak. Dan hari ini, saya ga peduli dengan dia...konsentrasi untuk belajar aja tanpa harus tergantung kehadiran seseorang. Saya ke lantai 7 hanya untuk ngeprint doang. Dan bahkan saat tahu dia nongol setelah saya ada di ruangan itu, sama sekali ga ada keinginan untuk ngeliat dia. Beneran rada cuek. Saya malah jadi bisa perhatian sama teman-teman. Sebodolah sama dia. Toh pada dasarnya dia juga tidak suka dengan perhatian saya kan?
Dan saat ketenangan batin itu tercapai dengan bayaran kesendirian, saya toh tidak perlu menangis, dan ga ada keinginan untuk menangis. Begitu saja... datar... nihil...ada dari tiada dan tiada dari ada. Tapi harus saya akui dia memang laki-laki yang baik, yang tidak memanfaatkan situasi sama sekali dan setia pada kekasihnya. Hmm... lelaki berkualitas, ga salah kalau saya suka padanya, walaupun dia bukan untuk saya.
Tuhan, apakah soulmate saya ada di dunia ini atau harus saya temukan di keabadian? Nanya boleh dong Tuhan, tolong saya diberi jawabannya Tuhan, kalau bisa dalam belaian morpheus malam ini.
Saturday, October 16, 2010
Luka hati
Bahasa Indonesia punya istilah seperti disayat sembilu saat orang patah hati. Padahal tidak ada luka fisik tetapi kenapa ada rasa sakit di dalam jantung saat tahu kita akan kehilangan orang yang kita suka? Dan rasa sakit itu nyata terasa. Dan kenapa mata ini seperti magnet saat melihat orang yang kita suka. Tidak bisa melepas pandang darinya dan terus terpaku pada dirinya.
Saat ini saya sadar akan kebodohan saya, sadar akan kebegoan diri ini. Cinta itu seperti rumput, mudah tumbuh hanya dengan sepercik air, tapi begitus sukar untuk dibasmi. Orang yang gemar berkebun akan merasakan betapa sukarnya membasmi rumput. Kadang pada saat sudah sangat tidak memungkinkan lagi ditangani secara manual jalan terakhir adalah membasminya dengan herbisida. Bagi saya herbisida itu adalah tahu dengan pasti bahwa seseorang yang saya suka sudah memiliki pasangan. Habis cerita, saya tidak akan berharap lagi dan cinta saya perlahan-lahan akan mati. Proses matinya kadang lambat, kadang cepat, tergantung jenis herbisidanya.
Sekarang biarkan saya menuliskan kebodohan saya untuk terakhir kali, dan setelah itu saya akan menghapus namanya dari dalam kehidupan saya. Minggu lalu sebelum liburan fall, sebenarnya saya sudah memutuskan untuk menyerah saja, karena mood dia yang turun naik, kadang baik, kadang cuek. Ditambah dengan pertengkaran saya dengan seorang teman, dan saya membuat resolusi untuk menjauhi lantai 7. Tapi setelah libur 2 hari, harapan saya bangkit kembali di hari Rabu. Dengan mood depresi karena nilai ujian yang tidak bagus, saya masuk kelas pagi. Saya tahu untuk hari rabu dia akan masuk pagi, jam 8, sementara saya 30 menit setelahnya. Tidak ada keinginan saya untuk melihat dia, karena itu saya juga tidak peduli. Selesai kelas jam 10, sayapun pergi ke perpustakaan dan ngendon disana untuk belajar sambil menunggu saat makan siang untuk ikut satu presentasi dan setelahnya saya masuk kelas lain. Sampai jam makan siang saya lega karena berhasil menjalani resolusi itu.
Sehabis kelas kedua, mau tidak mau, suka tidak suka saya harus naik ke lantai 7 karena ada urusan administrasi yang harus saya selesaikan. Dan saya harus menghubungi staff yang cubiclenya ada disebelah cubicle dia. Bagusnya saat saya masuk ke lantai 7, seorang humprey fellow menyapa saya dan dalam saat yang bersamaan saya melakukan scan ruangan dan tahu dia duduk di meja dimana ada student lain yang juga sedang melakukan pekerjaannya. Saya menunduk dengan cepat dan berpura-pura sangat terlibat dengan percakapan student humprey itu. Saya dan student humprey berpisah begitu saya melewati mejanya dan langsung menuju ke meja staff yang harus saya temui.
Selesai urusan saya tidak masuk ke ruangan yang disediakan untuk kami, walaupun sempat mengobrol dengan seorang student tahun kedua sebentar dan saya langsung keluar lagi dari ruangan di lantai 7, tapi berhubung saya menunggu lab, sayapun duduk di sofa yang disediakan diluar ruangan lantai 7. Tersembunyi dari pandangan semua orang yang keluar dari pintu utama maupun dari WC. Tidak lama saya duduk disitu, sayapun mendengar suaranya berbincang dengan student lain. Ah... suara itu, begitu khas. Saya berusaha tidak membuat suara, sampai beberapa saat kemudian mereka berpisah dan dia pergi entah kemana, masuk ke ruangan lagi atau turun dengan lift... entah, dan saya tidak mencari tahu.
Saya pun tetap duduk disitu berusaha belajar, tapi setiap kali ada orang yang datang melewati saya, jantung terkaget-kaget, berharap dia yang muncul sekaligus berharap bukan dia yang muncul. Sejam kemudian kekhawatiran saya terbukti, seseorang muncul tiba-tiba dan menyapa saya. Sambil berusaha untuk tenang saya pun tersenyum padanya, dan diluar kebiasaan jika ketemu di lantai 7, dimana hampir selalu saya yang menyapa dia, (dia mendekati saya seperti dimalam itu) dekat banget dan jelas banget sengaja ngajak ngobrol. Membuat saya ke ge-er an bahwa dia sengaja berjalan memutar untuk mencari saya, walaupun setengah kemungkinan lain bahwa itu benar-benar kebetulan belaka. Tapi saya yakin dia tahu jadwal saya seperti saya juga tahu secara umum jadwal dirinya.
Kelas dia akan dimulai jam 5, dan biasanya dia akan melalui pintu utama untuk menghindari saya(?). Karena lab akan dimulai jam 5 satu lantai dibawah saya, 15 menit sebelum jam 5 saya masih duduk disitu dengan teman sekelas. Dan saat pintu terbuka, teman sayapun menyapanya. Dan saat dia ada dibelakang teman saya dia memandang saya sambil mengedipkan sebelah matanya, dan saya membalasnya dengan lambaian tangan. Saat ada teman saya dia mengambil jarak, tapi kenapa saat teman saya tidak bisa melihatnya dia sengaja me-recognize saya.
Hari kamis, saya kembali tidak ke ruangan saya tapi bekerja di meja panjang di dekat dapur. Dan menjelang jam makan siang dia berjalan melewati meja saya. Karena saya ada dipojok, tentu dia tidak tahu saya ada disitu. Tapi dari caranya berjalan, saya merasa dia sebenarnya mencari di tempat kemarin. Karena biasanya hari kamis saya akan ada di lantai 7. Walaupun tujuan utamanya adalah menghubungi student lain yang ada di cubicle belakang.
Saya tahu saat dia membuat U turn dia melihat saya ada di pojok meja. Dan setelah urusannya selesai dan dia pergi ke dapur, kembali dia menyapa saya dengan ramah. Bahkan beneran penasaran dengan apa yang saya lakukan, sampai dia sengaja deketin saya banget. Dan ngeliat buku saya. Kembali hati saya terlambung, dan saya yakin ekspresi saya sebodoh ekspresi sapi yang mau disembelih. Saya bahkan tahu kalau dia akan ujian malam itu. Saya hanya bisa mengatakan good luck. Jam 1 kelas hari Kamis saya mulai. Dan selesai kelas saya kembali ke lantai 7 untuk membuat tugas kelas dengan bantuan seorang teman. Dan dia 2 kali bolak-balik ke belakang, sementara saya menunduk abis berakting beneran terfokus pada tugas. Tapi karena range pandangan saya 135 derajat, maka saya tahu banget kalau dia memandang ke arah saya. Karena dia ada ujian dan sangat fokus dengan pelajarannya, sayapun tidak menyapanya.
Hari Jum'at saya tahu dia tidak akan datang pagi karena sangat menghabiskan energi kalau ujian dilakukan dimalam hari dan pasti besoknya malas banget untuk kesekolah kecuali memang ada tugas. Tapi saya tahu kalau jam 3 dia harus ada di kampus, tapi belum tentu ketemu. Pas dihari jum'at ada acara makan-makan gratis lewas convos on the tap. Saya sudah janjian dengan seorang teman untuk ikut acara itu dulu baru kemudian bekerja di lantai 7. Kami antri sesegera mungkin karena banyak orang pasti antri, jadi harus dipastikan sudah di depan meja pada jam 5pm.
Kegiatan dia sendiri berlangsung sampai jam 5, tapi the 4 gods tidak muncul sampai jam 5.30. Sementara saya udah nongkrong sambil ngunyah dan ngobrol. Daaaannn.... dia berdiri di dekat tong bir tepat dalam garis lurus ada di hadapan saya. Jarak, 10 meter lebih. Geblek, dia menyediakan dirinya untuk saya pandang... sialan-sialan-sialan. Dan setiap kali ngobrol dengan orang dia selalu menghadap saya. Jam 6 dia ngambil makanan dan duduk dengan anak-anak peace corps, miring dihadapan saya, jarak 3 meter. Hey... kamu tidak menyapa saya, tapi menyediakan diri ada dimuka saya. sama sekali tidak memunggungi saya. kalau pake penggaris akan bisa ditarik garis tegak lurus. Gimana gw kagak geer. Tapi sebelah hati saya mengatakan dia tidak ingin kedekatannya dengan saya diketahui oleh orang banyak.
Dan malamnya saya mendengar dari kawan saya kalau pacar/kekasih dia kerja di CDC. OK...selesai semua dan hati saya tersayat. Kecurigaan saya, mimpi saya sudah memberikan petunjuk yang jelas. Semua membuktikan bahwa saya hanyalah perempuan bodoh yang mudah dimanipulasi perasaan.
Hari senin lusa, saya tidak akan ke lantai 7, ga ada urusan, biarin aja. Saya udah ge-er iya bener, tapi apakah saya beneran salah membaca bahasa tubuhnya? nggak tahu dan nggak mau tau. Sudah cukup pengetahuan yang ada membimbing kesadaran saya.
Shopping season akan kembali kepada hidup saya. Dan terimakasih untuk sambungan internet, karena saya bisa nonton kembali drama korea, dan menangisi kisah cinta rekaan, tapi tidak terbodohi.
Minggu depan dan seterusnya tidak tahu cerita nyata apa yang akan saya hadapi. Mungkin menyakitkan, mungkin membuat galau, mungkin juga melambungkan hati ini. Entah....
Saat ini saya sadar akan kebodohan saya, sadar akan kebegoan diri ini. Cinta itu seperti rumput, mudah tumbuh hanya dengan sepercik air, tapi begitus sukar untuk dibasmi. Orang yang gemar berkebun akan merasakan betapa sukarnya membasmi rumput. Kadang pada saat sudah sangat tidak memungkinkan lagi ditangani secara manual jalan terakhir adalah membasminya dengan herbisida. Bagi saya herbisida itu adalah tahu dengan pasti bahwa seseorang yang saya suka sudah memiliki pasangan. Habis cerita, saya tidak akan berharap lagi dan cinta saya perlahan-lahan akan mati. Proses matinya kadang lambat, kadang cepat, tergantung jenis herbisidanya.
Sekarang biarkan saya menuliskan kebodohan saya untuk terakhir kali, dan setelah itu saya akan menghapus namanya dari dalam kehidupan saya. Minggu lalu sebelum liburan fall, sebenarnya saya sudah memutuskan untuk menyerah saja, karena mood dia yang turun naik, kadang baik, kadang cuek. Ditambah dengan pertengkaran saya dengan seorang teman, dan saya membuat resolusi untuk menjauhi lantai 7. Tapi setelah libur 2 hari, harapan saya bangkit kembali di hari Rabu. Dengan mood depresi karena nilai ujian yang tidak bagus, saya masuk kelas pagi. Saya tahu untuk hari rabu dia akan masuk pagi, jam 8, sementara saya 30 menit setelahnya. Tidak ada keinginan saya untuk melihat dia, karena itu saya juga tidak peduli. Selesai kelas jam 10, sayapun pergi ke perpustakaan dan ngendon disana untuk belajar sambil menunggu saat makan siang untuk ikut satu presentasi dan setelahnya saya masuk kelas lain. Sampai jam makan siang saya lega karena berhasil menjalani resolusi itu.
Sehabis kelas kedua, mau tidak mau, suka tidak suka saya harus naik ke lantai 7 karena ada urusan administrasi yang harus saya selesaikan. Dan saya harus menghubungi staff yang cubiclenya ada disebelah cubicle dia. Bagusnya saat saya masuk ke lantai 7, seorang humprey fellow menyapa saya dan dalam saat yang bersamaan saya melakukan scan ruangan dan tahu dia duduk di meja dimana ada student lain yang juga sedang melakukan pekerjaannya. Saya menunduk dengan cepat dan berpura-pura sangat terlibat dengan percakapan student humprey itu. Saya dan student humprey berpisah begitu saya melewati mejanya dan langsung menuju ke meja staff yang harus saya temui.
Selesai urusan saya tidak masuk ke ruangan yang disediakan untuk kami, walaupun sempat mengobrol dengan seorang student tahun kedua sebentar dan saya langsung keluar lagi dari ruangan di lantai 7, tapi berhubung saya menunggu lab, sayapun duduk di sofa yang disediakan diluar ruangan lantai 7. Tersembunyi dari pandangan semua orang yang keluar dari pintu utama maupun dari WC. Tidak lama saya duduk disitu, sayapun mendengar suaranya berbincang dengan student lain. Ah... suara itu, begitu khas. Saya berusaha tidak membuat suara, sampai beberapa saat kemudian mereka berpisah dan dia pergi entah kemana, masuk ke ruangan lagi atau turun dengan lift... entah, dan saya tidak mencari tahu.
Saya pun tetap duduk disitu berusaha belajar, tapi setiap kali ada orang yang datang melewati saya, jantung terkaget-kaget, berharap dia yang muncul sekaligus berharap bukan dia yang muncul. Sejam kemudian kekhawatiran saya terbukti, seseorang muncul tiba-tiba dan menyapa saya. Sambil berusaha untuk tenang saya pun tersenyum padanya, dan diluar kebiasaan jika ketemu di lantai 7, dimana hampir selalu saya yang menyapa dia, (dia mendekati saya seperti dimalam itu) dekat banget dan jelas banget sengaja ngajak ngobrol. Membuat saya ke ge-er an bahwa dia sengaja berjalan memutar untuk mencari saya, walaupun setengah kemungkinan lain bahwa itu benar-benar kebetulan belaka. Tapi saya yakin dia tahu jadwal saya seperti saya juga tahu secara umum jadwal dirinya.
Kelas dia akan dimulai jam 5, dan biasanya dia akan melalui pintu utama untuk menghindari saya(?). Karena lab akan dimulai jam 5 satu lantai dibawah saya, 15 menit sebelum jam 5 saya masih duduk disitu dengan teman sekelas. Dan saat pintu terbuka, teman sayapun menyapanya. Dan saat dia ada dibelakang teman saya dia memandang saya sambil mengedipkan sebelah matanya, dan saya membalasnya dengan lambaian tangan. Saat ada teman saya dia mengambil jarak, tapi kenapa saat teman saya tidak bisa melihatnya dia sengaja me-recognize saya.
Hari kamis, saya kembali tidak ke ruangan saya tapi bekerja di meja panjang di dekat dapur. Dan menjelang jam makan siang dia berjalan melewati meja saya. Karena saya ada dipojok, tentu dia tidak tahu saya ada disitu. Tapi dari caranya berjalan, saya merasa dia sebenarnya mencari di tempat kemarin. Karena biasanya hari kamis saya akan ada di lantai 7. Walaupun tujuan utamanya adalah menghubungi student lain yang ada di cubicle belakang.
Saya tahu saat dia membuat U turn dia melihat saya ada di pojok meja. Dan setelah urusannya selesai dan dia pergi ke dapur, kembali dia menyapa saya dengan ramah. Bahkan beneran penasaran dengan apa yang saya lakukan, sampai dia sengaja deketin saya banget. Dan ngeliat buku saya. Kembali hati saya terlambung, dan saya yakin ekspresi saya sebodoh ekspresi sapi yang mau disembelih. Saya bahkan tahu kalau dia akan ujian malam itu. Saya hanya bisa mengatakan good luck. Jam 1 kelas hari Kamis saya mulai. Dan selesai kelas saya kembali ke lantai 7 untuk membuat tugas kelas dengan bantuan seorang teman. Dan dia 2 kali bolak-balik ke belakang, sementara saya menunduk abis berakting beneran terfokus pada tugas. Tapi karena range pandangan saya 135 derajat, maka saya tahu banget kalau dia memandang ke arah saya. Karena dia ada ujian dan sangat fokus dengan pelajarannya, sayapun tidak menyapanya.
Hari Jum'at saya tahu dia tidak akan datang pagi karena sangat menghabiskan energi kalau ujian dilakukan dimalam hari dan pasti besoknya malas banget untuk kesekolah kecuali memang ada tugas. Tapi saya tahu kalau jam 3 dia harus ada di kampus, tapi belum tentu ketemu. Pas dihari jum'at ada acara makan-makan gratis lewas convos on the tap. Saya sudah janjian dengan seorang teman untuk ikut acara itu dulu baru kemudian bekerja di lantai 7. Kami antri sesegera mungkin karena banyak orang pasti antri, jadi harus dipastikan sudah di depan meja pada jam 5pm.
Kegiatan dia sendiri berlangsung sampai jam 5, tapi the 4 gods tidak muncul sampai jam 5.30. Sementara saya udah nongkrong sambil ngunyah dan ngobrol. Daaaannn.... dia berdiri di dekat tong bir tepat dalam garis lurus ada di hadapan saya. Jarak, 10 meter lebih. Geblek, dia menyediakan dirinya untuk saya pandang... sialan-sialan-sialan. Dan setiap kali ngobrol dengan orang dia selalu menghadap saya. Jam 6 dia ngambil makanan dan duduk dengan anak-anak peace corps, miring dihadapan saya, jarak 3 meter. Hey... kamu tidak menyapa saya, tapi menyediakan diri ada dimuka saya. sama sekali tidak memunggungi saya. kalau pake penggaris akan bisa ditarik garis tegak lurus. Gimana gw kagak geer. Tapi sebelah hati saya mengatakan dia tidak ingin kedekatannya dengan saya diketahui oleh orang banyak.
Dan malamnya saya mendengar dari kawan saya kalau pacar/kekasih dia kerja di CDC. OK...selesai semua dan hati saya tersayat. Kecurigaan saya, mimpi saya sudah memberikan petunjuk yang jelas. Semua membuktikan bahwa saya hanyalah perempuan bodoh yang mudah dimanipulasi perasaan.
Hari senin lusa, saya tidak akan ke lantai 7, ga ada urusan, biarin aja. Saya udah ge-er iya bener, tapi apakah saya beneran salah membaca bahasa tubuhnya? nggak tahu dan nggak mau tau. Sudah cukup pengetahuan yang ada membimbing kesadaran saya.
Shopping season akan kembali kepada hidup saya. Dan terimakasih untuk sambungan internet, karena saya bisa nonton kembali drama korea, dan menangisi kisah cinta rekaan, tapi tidak terbodohi.
Minggu depan dan seterusnya tidak tahu cerita nyata apa yang akan saya hadapi. Mungkin menyakitkan, mungkin membuat galau, mungkin juga melambungkan hati ini. Entah....
Monday, October 11, 2010
Menjinakan hati
Libur 2 hari, tak disangka-sangka bisa menjadi ajang menjinakan hati. Supaya ga terlalu terobsesi dengan seseorang. Dan lumayan bisa sedikit mengurangi beban di hati. Menyadari artinya nol, dari tiada menjadi tiada.
Mendisiplinkan hati supaya tidak bertanya kenapa? atau memulai kalimat kalau aja. Ga mudah untuk melepaskan sesuatu yang rasanya kita miliki walaupun pada kenyataannya tidak kita miliki. Mulai lagi deh pertanyaan ala sufi bodoh. Kenyataan kan mana ada sufi yang bodoh seperti diri saya, yang sok mengajukan pertanyaan sufistik.
Dunia, hanya permainan belaka.
Mendisiplinkan hati supaya tidak bertanya kenapa? atau memulai kalimat kalau aja. Ga mudah untuk melepaskan sesuatu yang rasanya kita miliki walaupun pada kenyataannya tidak kita miliki. Mulai lagi deh pertanyaan ala sufi bodoh. Kenyataan kan mana ada sufi yang bodoh seperti diri saya, yang sok mengajukan pertanyaan sufistik.
Dunia, hanya permainan belaka.
Friday, October 08, 2010
Patah hati, nilai ujian hancur dan bertengkar
Hahaha... bukan minggu yang menyenangkan. Akhirnya saya bisa menerima kalau saya ditolak. Nggak lagi mau berusaha, selesai, titik, period. Hanya orang bego yang tidak bisa membaca tanda-tanda yang begitu jelas kalau dia sebal ngomong sama saya. Dan dia tampak sekali menghindari diri saya. Jadi sudah, ga perlu bersusah payah. Ga perlu menanyakan pada diri sendiri "gimana kalau", karena if statement hanya ada di program SAS. Bego lo...tabok kanan-kiri.
Yang paling parah sekarang adalah nilai ujian epi saya yang hancur dan kacau balau. Mati gua. Ini adalah prioritas utama untuk diselesaikan. Karena nilai class mate lain udah jelas pada tinggi-tinggi. Dan grade yang saya miliki jelas bakal mati mampus kalau tidak bisa mencapai nilai sempurna. Uuuuuh kerja keras.
Saya juga bertengkar dengan seorang student international. Habis dianya juga sih yang nyebelin, udah jelas saya malas ngomong ama dia, eeh... dia memojokan saya karena ga mau bantu dia. Suka-suka gua dong mau bantu siapa. Lagian caranya itu yang nyebelin... maksa banget. Emang dia ga tahu kalau saya ga suka dipaksa sama sekali. Dan ga bisa bertoleransi dengan paksaan sama sekali. Sekali lo memaksa, maka saya akan lari 180 derajat dari arah yang dia minta. Beuu... lagian ga tepat waktu banget ngajak bertengkarnya. Pas saya lagi bete dan butuh hiburan malah dinasehatin kayak orang idiot. Go to hell...cari aja orang lain yang mau bantu lo...jangan ke gw mulu.
Ahh... minggu yang tidak menyenangkan sama sekali. Dan rasanya saya pengen kabur aja. Kenapa sih saya ga pernah bisa cepat beradaptasi dengan ilmu kuliah. Padahal udah belajar habis-habisan. Benci banget sama diri sendiri jadinya. Apakah level saya memang ga bisa kuliah exact?
huwawawawawa....
Yang paling parah sekarang adalah nilai ujian epi saya yang hancur dan kacau balau. Mati gua. Ini adalah prioritas utama untuk diselesaikan. Karena nilai class mate lain udah jelas pada tinggi-tinggi. Dan grade yang saya miliki jelas bakal mati mampus kalau tidak bisa mencapai nilai sempurna. Uuuuuh kerja keras.
Saya juga bertengkar dengan seorang student international. Habis dianya juga sih yang nyebelin, udah jelas saya malas ngomong ama dia, eeh... dia memojokan saya karena ga mau bantu dia. Suka-suka gua dong mau bantu siapa. Lagian caranya itu yang nyebelin... maksa banget. Emang dia ga tahu kalau saya ga suka dipaksa sama sekali. Dan ga bisa bertoleransi dengan paksaan sama sekali. Sekali lo memaksa, maka saya akan lari 180 derajat dari arah yang dia minta. Beuu... lagian ga tepat waktu banget ngajak bertengkarnya. Pas saya lagi bete dan butuh hiburan malah dinasehatin kayak orang idiot. Go to hell...cari aja orang lain yang mau bantu lo...jangan ke gw mulu.
Ahh... minggu yang tidak menyenangkan sama sekali. Dan rasanya saya pengen kabur aja. Kenapa sih saya ga pernah bisa cepat beradaptasi dengan ilmu kuliah. Padahal udah belajar habis-habisan. Benci banget sama diri sendiri jadinya. Apakah level saya memang ga bisa kuliah exact?
huwawawawawa....
Tuesday, October 05, 2010
Lupakan dan lanjutkan hidup
Berapa tahun saya habiskan sebelum datangnya pencerahan itu? 7-8 tahun, ga kurang dari itu. Lama banget ya? Sekarang saya sudah harus maju ke depan. Lupakan masa lalu dan beneran mulai dari lembaran yang putih bersih. Lucunya perenungan ini muncul dari mimpi saya semalam.
Dalam waktu 1.5 tahun setelah peristiwa penolakan yang menyakitkan hati itu saya mulai dapat menjalin hubungan kembali dengan lawan jenis. Karena saat itu ada seseorang yang masuk ke dalam kehidupan saya dan menemani saya, mendengarkan cerita saya dan memberikan sengatan komentar untuk pandangan saya. Saat itu saya menyatakan bahwa laki-laki yang menolak saya lah yang bersalah, dan pria baru itu mengatakan bahwa lelaki pertama itu tidak bersalah. Saya tidak bisa menerima pendapat dari lelaki kedua dan menutup diskusi kami.
Dalam mimpi aneh tadi malam saya melihat tidak ada gunanya untuk menyimpan dendam itu. Semua sudah ada di masa lalu, dan membersihkan isi hati saya dari rasa dendam. Bahkan di pagi hari saya berniat mengirimkan email pada lelaki pertama untuk memberitahu dia bahwa saya sudah tidak marah lagi. Tapi saya membatalkannya.... hehehe... rugi tahu memberitahu lelaki itu kalau saya sudah memaafkan dia. Tapi kini saya sudah bebas dari dirinya. Benar-benar bebas.
Dalam beberapa waktu belakangan ini saya juga diombang ambingkan oleh perasaan tidak menentu yang akhirnya saya sortir saja menjadi masalah hati yang tidak layak dipertimbangkan. Pergilah cinta, saya tidak akan membelenggumu. Dan dua tahun akan dijalani dengan bertambahnya teman baru dan sepinya hati dari cinta. Ga apa-apa, udah biasa sepi. Karena saya bosan menunggu karena saya bosan untuk selalu ditolak, jadi lebih baik tidak perlu memberikan hati itu pada lelaki. Simpan saja dan berikan untuk kemanusiaan.
Tapi saya tidak malu karena pernah ngotot dan maksa meraih hati itu. Paling tidak saya sudah berusaha, kalau tidak berhasil ya sudah (tanpa ambisi banget ya gw ini). Karena saya tidak mengerti dengan diri saya sendiri jadi bagaimana saya bisa membuat orang lain mengerti dengan diri saya. Karena saya tidak mau lagi ngotot dan akhirnya mendapatkan pelajaran pahit kembali. Ga lah... saya kapokan sih orangnya.
Sekarang yang menjadi pertanyaan saya, sebenarnya masih diperlukankah eksistensi saya di dunia ini? Atau mungkin harus dibalik agar sisa waktu saya di dunia ini bisa diisi dengan amalan yang baik? Ah tahukah kamu manusia bodoh bahwa waktu adalah anugrah dan hadiah yang diberikanNya untu bisa digunakan sebaik-baiknya untuk bekal di alam keabadian. Ayo tingkatkan ibadah, jangan menuruti omongan setan (Tan... ngakulah kan kamu yang menggodaku dengan berbagai ilusi dan imajinasi yang nggak jelas. Ayo ngaku!).
Hmmh... cape untuk berjuang. Apa sih artinya ngejar ilmu mati-matian seperti ini? apa artinya ngejar karir? tahu ah... mau istirahat dulu ya...bubye dunia, bubye cinta.
Dalam waktu 1.5 tahun setelah peristiwa penolakan yang menyakitkan hati itu saya mulai dapat menjalin hubungan kembali dengan lawan jenis. Karena saat itu ada seseorang yang masuk ke dalam kehidupan saya dan menemani saya, mendengarkan cerita saya dan memberikan sengatan komentar untuk pandangan saya. Saat itu saya menyatakan bahwa laki-laki yang menolak saya lah yang bersalah, dan pria baru itu mengatakan bahwa lelaki pertama itu tidak bersalah. Saya tidak bisa menerima pendapat dari lelaki kedua dan menutup diskusi kami.
Dalam mimpi aneh tadi malam saya melihat tidak ada gunanya untuk menyimpan dendam itu. Semua sudah ada di masa lalu, dan membersihkan isi hati saya dari rasa dendam. Bahkan di pagi hari saya berniat mengirimkan email pada lelaki pertama untuk memberitahu dia bahwa saya sudah tidak marah lagi. Tapi saya membatalkannya.... hehehe... rugi tahu memberitahu lelaki itu kalau saya sudah memaafkan dia. Tapi kini saya sudah bebas dari dirinya. Benar-benar bebas.
Dalam beberapa waktu belakangan ini saya juga diombang ambingkan oleh perasaan tidak menentu yang akhirnya saya sortir saja menjadi masalah hati yang tidak layak dipertimbangkan. Pergilah cinta, saya tidak akan membelenggumu. Dan dua tahun akan dijalani dengan bertambahnya teman baru dan sepinya hati dari cinta. Ga apa-apa, udah biasa sepi. Karena saya bosan menunggu karena saya bosan untuk selalu ditolak, jadi lebih baik tidak perlu memberikan hati itu pada lelaki. Simpan saja dan berikan untuk kemanusiaan.
Tapi saya tidak malu karena pernah ngotot dan maksa meraih hati itu. Paling tidak saya sudah berusaha, kalau tidak berhasil ya sudah (tanpa ambisi banget ya gw ini). Karena saya tidak mengerti dengan diri saya sendiri jadi bagaimana saya bisa membuat orang lain mengerti dengan diri saya. Karena saya tidak mau lagi ngotot dan akhirnya mendapatkan pelajaran pahit kembali. Ga lah... saya kapokan sih orangnya.
Sekarang yang menjadi pertanyaan saya, sebenarnya masih diperlukankah eksistensi saya di dunia ini? Atau mungkin harus dibalik agar sisa waktu saya di dunia ini bisa diisi dengan amalan yang baik? Ah tahukah kamu manusia bodoh bahwa waktu adalah anugrah dan hadiah yang diberikanNya untu bisa digunakan sebaik-baiknya untuk bekal di alam keabadian. Ayo tingkatkan ibadah, jangan menuruti omongan setan (Tan... ngakulah kan kamu yang menggodaku dengan berbagai ilusi dan imajinasi yang nggak jelas. Ayo ngaku!).
Hmmh... cape untuk berjuang. Apa sih artinya ngejar ilmu mati-matian seperti ini? apa artinya ngejar karir? tahu ah... mau istirahat dulu ya...bubye dunia, bubye cinta.
Friday, October 01, 2010
damainya malam
Ada paradoks dalam diri saya dalam berkonsentrasi. Jika saya sudah tenggelam dalam konsentrasi yang dalam, maka tidak ada suatu halpun yang bisa mengganggu saya. Saya ada di dalam sebuah gelembung yang memisahkan saya dari dunia nyata. Tapi untuk menciptakan gelembung itu tidak mudah, orang yang lalu lalang, percakapan, kehadiran orang yang tidak saya suka, orang yang batuk-batuk / berdeham adalah hal-hal yang mengganggu dalam menciptakan ruangan untuk berkonsentrasi. Alasannya karena ada radar yang tidak terlihat di telinga saya yang setiap kali menangkap suara langsung mengirimkan datanya keotak dan otak saya langsung memproses semua suara itu. Sehingga kalau banyak orang yang berbicara, walaupun saya sedang menulis atau membaca tapi sangat mudah untuk saya mengikuti semua percakapan orang yang ada di sekeliling saya dan menyimpan semua informasi itu dalam otak.
Kadang hal tersebut menjadi advantage buat saya, ketajaman telinga saya bahkan bisa diandalkan untuk mengidentifikasi orang hanya dengan mendengar suaranya saja tanpa saya perlu melihatnya. Isi library suara di otak saya sangat beragam termasuk untuk mengenali berbagai suara lain selain suara manusia. Makanya biarpun saya diam disatu ruangan, biasanya tidak pernah kehilangan informasi. Membuat saya sering menjadi sumber informasi bagi orang lain.Tetapi kalau saya sudah berada dalam gelembung konsentrasi, saat seseorang menyapa saya akan membuat saya kaget dan jantung bisa berdebar kencang.
Sehingga dalam hal saya juga menyukai ruangan yang tidak ada orang, keadaan itu tercipta lewat jam bubar kantor. Hampir disemua pekerjaan saya sering melakukan kerja lembur dimalam hari. Ada ketenangan disana, dimana saya bisa rileks menciptakan gelembung konsentrasi tanpa perlu memasang musik sebagai white noise. Dan ada hal yang lebih parah lagi, saya bisa makin tenang hanya dengan kehadiran orang yang saya sukai di lokasi yang sama. Ingat ini orang yang saya suka (tapi bukan berarti orang itu juga menyukai saya).
Di sekolah ini saya diberi space untuk locker dan meja kerja di ruangan jurusan, sebagai komplemen beasiswa. Ga mungkin kan hal itu terjadi di Indonesia, tapi di sini student maupun professor bisa berada di lantai yang sama. Dan ada student yang kerja part time sebagai RA atau TA yang juga mendapat space di ruangan jurusan.
Sudah dua kali dengan tadi malam saya bekerja sampai larut di ruang jurusan, kalau dihitung dengan kerja di Lab komputer bisa dibilang 4 kali. Sebelumnya saya lebih senang menghabiskan waktu di perpustakaan, tapi disana banyak student lalu lalang, walaupun ga ada yang ngobrol, membuat saya kurang nyaman.
Semalam saya juga kerja sampai larut. Memang sudah saya jadwalkan untuk itu sejak jauh-jauh hari. Ada tugas dari mata kuliah Global Health yang menuntut kami untuk melakukan data search di internet. Sangat tidak mungkin untuk melakukan data search tanpa konsentrasi penuh, sehingga saya memang mengkhususkan jadwal semalam tidak boleh terganggu. Dan semalam membawa cerita lain untuk hati saya.
Saat ini saya sedang suka dengan seorang lelaki, dan seperti biasa kisah hati saya tidak pernah melewati jalan tol. Karena ketidakmampuan saya untuk menyatakan perasaan suka, gengsi yang tinggi dan rasa takut untuk ditolak membuat saya seringkali menjauhi orang yang saya suka dan bukannya mencoba menaklukan hati orang yang saya suka. Dan walaupun kemampuan saya dalam membaca bahasa tubuh seseorang dengan akurat, penilaian saya menjadi sangat tidak bermakna jika saya punya perasaan suka pada orang itu.
Walaupun hati saya menterjemahkan bahasa tubuh lelaki itu bahwa dia juga menyukai saya, tapi saya tidak bisa teryakinkan karena dia tidak pernah menyatakan secara langsung. Dia suka pada saya sih sebenarnya tidak usah diragukan, tapi suka sebagai apa? Sebagai teman atau melibatkan rasa antara lelaki dan perempuan? Keraguan saya untuk menyatakan rasa suka secara terbuka karena usia diantara kami terpaut jauh sekali.
Kalau untuk masalah pekerjaan kayaknya sih kami kompatibel banget, termasuk dengan kegemaran pada data dan matematika. Dia sendiri ada di jurusan epidemiologi, dimana dia bisa mengambil lebih banyak mata kuliah yang berkaitan dengan epidemiologi. Sementara data dan survey bagi saya masih menjadi rahasia alam yang harus dicari kuncinya. Tetapi karena pada dasarnya saya senang dengan matematika maka ilmu-ilmu epi menjadi sangat menyenangkan untuk dieksplorasi. Dan idealisme kami sepertinya ada dilevel yang sama, pertanyaan dan pencarian jati diri sebagai manusia terbaca dari tulisan di blognya. Dia sebagai lulusan tehnik kimia sebenarnya punya kesempatan untuk mendaki karir yang baik di dunia industri, tetapi malah terjun ke epidemiologi. Saya sebagai lulusan kedokteran sendiri juga memiliki peluang yang sama untuk terjun di dunia medis dan menjadi glamor, tetapi saya lebih tertarik untuk menggauli ilmu publik health yang sering kali harus bekerja di daerah terpencil yang jauh dari keglamoran kota. Apa yang kami cari di dunia ini? Kegelisahan dan kegundahan yang sama saya rasakan terpancar dari dirinya. Dengan lelaki ini saya jadi bisa bicara di tataran idealis.
Ketertarikan saya pada dirinya terjadi tanpa disengaja. Karena pada awalnya saya hanya melihat seorang dewasa muda Amerika yang pernah melakukan pekerjaan di Afrika untuk beberapa tahun yang melanjutkan ke pendidikan master. Layaknya orang US mereka tampak arogan dan tidak mudah didekati. Dan walaupun di masa orientasi ada beberapa kesempatan untuk berbicara dengannya karena dia salah satu volunteer di tahun kedua yang membantu pelaksanaan orientasi, biasanya saya memilih untuk bicara dengan temannya atau dengan student internasional lainnya. Pembicaraan pertama kami terjadi saat dia mengorganisir tour kecil ke tempat-tempat makan di lokasi kampus. Saat itu saya memang tidak membawa bekal dan hari itu kami harus makan sendiri. Awalnya saya ada dibelakang dia dan hanya ngekor aja seperti bebek. Dalam perjalanan pulang ke ruang kuliah, saya bertanya apakah perlu membeli textbook sebelum kuliah dimulai. Dan pertanyaan itu membawa percakapan kami ke latar belakang dari mana kami berasal, saat itu suasana hati saya netral karena kami tidak bercakap berdua saja, tapi bertiga dengan student Kanada.
Pertemuan kedua terjadi tidak disengaja adalah saat tes kemampuan bahasa Inggris. Saya sebenarnya mendaftar untuk dites oleh instrukturnya, tetapi karena suatu hal akhirnya saya terjadwalkan di tes oleh dia. Karena sebelumnya saya tidak ingat siapa namanya, maka saat salah satu volunteer mengatakan menjadwalkan saya untuk diwawancara oleh dia, saya ga ngeh siapa orangnya. Dan saat masuk ke ruangan baik dia maupun saya sama-sama terperangah. Saya terperangah karena melihat dia yang sepertinya surprise. Pertanyaan yang diberikan membuat saya memberikan jawaban yang terbuka tentang opini saya terutama untuk pekerjaan, dan saya tidak tahu pertanyaan mana yang ada dilist wawancara atau sekedar respon dirinya karena benar-benar tertarik dengan pembicaraan kami. Saya merasakan saat itu dia tertarik pada diri saya, tapi saya belum terlibat dengan rasa lain. Rasa lain itu timbul karena di hari-hari selanjutnya dia selalu menyapa saya. Sedangkan teman-temannya sesama volunteer lain tidak selalu melakukan hal yang sama.
Yah, saya sudah terlalu jauh ngelantur. Dalam sebulan terakhir ini kami selalu diinterupsi atau terganggu dengan jadwal yang tidak sama diantara kami, sehingga hanya selintas-selintas saja kami bercakap. Dan bahkan beberapa kali saling cuek dengan kehadiran yang lain. Termasuk minggu lalu dan minggu ini dia sepertinya ingin membatasi hubungan diantara kami, membuat saya menjauhi dirinya dan merasa down. Saya tidak tahu harus memberikan perhatian atau melupakan dia (lihat aja entry blog ini 2 minggu kebelakang). Yang lebih menyakitkan karena tampangnya yang murung setiap kali saya melihatnya, tidak ada senyum diwajahnya. Dingin. Dan saya hanya bisa menyatakan "dari nol kembali ke nol, dari ga punya rasa kembali ga punya rasa" mantra yang saya kunyah-kunyah setiap kali merasa down.
Saya melihatnya beberapa kali kemarin dan sama sekali ga berani menyapanya. Jam 6 saat dia pulang, saya akhirnya menanyakan satu hal pada dia, dia menjawabnya tapi tampangnya sama sekali tidak ramah. Hih... dan karena saya memang sudah menjadwalkan data search, sepulangnya dia , sayapun tenggelam dalam konsentrasi penuh dengan laptop saya. Orang-orang sudah pulang, kantor damai dan sepi. Hanya ada kehadiran beberapa orang saja yang melakukan aktivitas masing-masing dengan tenang. Jam sudah menunjukkan 8.30 malam, saya masih terus melakukan data search. Berharap semua data bisa didapatkan secepatnya dan bisa segera pulang. Tapi tiba-tiba ada seseorang masuk dan menyalakan komputer, saya kaget juga karena suara itu dari arah mejanya, tapi ini sudah terlalu malam pikir saya. Ah sudahlah, nanti pulang juga saya akan bisa tahu siapa yang datang ke meja itu. Posisi saya memang agak tersembunyi dari luar. Tapi karena saya harus mengambil tip-x dari locker yang cukup menimbulkan suara, seseorang dari luar menyapa saya dan memang dia yang datang. Tumben ramah, bahkan masuk kedalam ruangan saya untuk menanyakan apa yang saya lakukan. Dan saya pun iseng nanya apa dia tidur disini. Konyol.
Dia pun kembali kemejanya, bahkan memasang musik. Saya jadi tahu jenis musik yang dia suka. Satu jam kemudian saya berhasil mendapatkan 80% data dan memutuskan untuk pulang, ga mau terlalu malam, lagian udah pengen pee dari sore. Waktu pulang dia malah nanya kok saya cepet pulang, sambil ketawa saya tunjukin jam dan bilang ini ga bisa dibilang cepet. Dia ketawa sambil melet.
Satu hal yang saya sadari, ternyata kami merasa nyaman saat tidak terlalu banyak orang yang mendistraksi perhatian kami. Dan tampaknya satu hal yang saya yakin adalah kami tertarik satu sama lain walaupun dengan kemungkinan level yang berbeda. Saya suka padanya sebagai lawan jenis, dia mungkin suka sama saya sebagai kolega yang punya banyak pandangan yang cocok.
Ah, sudahlah, tidak perlu banyak pikir, nikmati aja. Malampun terasa sangat damai.
Kadang hal tersebut menjadi advantage buat saya, ketajaman telinga saya bahkan bisa diandalkan untuk mengidentifikasi orang hanya dengan mendengar suaranya saja tanpa saya perlu melihatnya. Isi library suara di otak saya sangat beragam termasuk untuk mengenali berbagai suara lain selain suara manusia. Makanya biarpun saya diam disatu ruangan, biasanya tidak pernah kehilangan informasi. Membuat saya sering menjadi sumber informasi bagi orang lain.Tetapi kalau saya sudah berada dalam gelembung konsentrasi, saat seseorang menyapa saya akan membuat saya kaget dan jantung bisa berdebar kencang.
Sehingga dalam hal saya juga menyukai ruangan yang tidak ada orang, keadaan itu tercipta lewat jam bubar kantor. Hampir disemua pekerjaan saya sering melakukan kerja lembur dimalam hari. Ada ketenangan disana, dimana saya bisa rileks menciptakan gelembung konsentrasi tanpa perlu memasang musik sebagai white noise. Dan ada hal yang lebih parah lagi, saya bisa makin tenang hanya dengan kehadiran orang yang saya sukai di lokasi yang sama. Ingat ini orang yang saya suka (tapi bukan berarti orang itu juga menyukai saya).
Di sekolah ini saya diberi space untuk locker dan meja kerja di ruangan jurusan, sebagai komplemen beasiswa. Ga mungkin kan hal itu terjadi di Indonesia, tapi di sini student maupun professor bisa berada di lantai yang sama. Dan ada student yang kerja part time sebagai RA atau TA yang juga mendapat space di ruangan jurusan.
Sudah dua kali dengan tadi malam saya bekerja sampai larut di ruang jurusan, kalau dihitung dengan kerja di Lab komputer bisa dibilang 4 kali. Sebelumnya saya lebih senang menghabiskan waktu di perpustakaan, tapi disana banyak student lalu lalang, walaupun ga ada yang ngobrol, membuat saya kurang nyaman.
Semalam saya juga kerja sampai larut. Memang sudah saya jadwalkan untuk itu sejak jauh-jauh hari. Ada tugas dari mata kuliah Global Health yang menuntut kami untuk melakukan data search di internet. Sangat tidak mungkin untuk melakukan data search tanpa konsentrasi penuh, sehingga saya memang mengkhususkan jadwal semalam tidak boleh terganggu. Dan semalam membawa cerita lain untuk hati saya.
Saat ini saya sedang suka dengan seorang lelaki, dan seperti biasa kisah hati saya tidak pernah melewati jalan tol. Karena ketidakmampuan saya untuk menyatakan perasaan suka, gengsi yang tinggi dan rasa takut untuk ditolak membuat saya seringkali menjauhi orang yang saya suka dan bukannya mencoba menaklukan hati orang yang saya suka. Dan walaupun kemampuan saya dalam membaca bahasa tubuh seseorang dengan akurat, penilaian saya menjadi sangat tidak bermakna jika saya punya perasaan suka pada orang itu.
Walaupun hati saya menterjemahkan bahasa tubuh lelaki itu bahwa dia juga menyukai saya, tapi saya tidak bisa teryakinkan karena dia tidak pernah menyatakan secara langsung. Dia suka pada saya sih sebenarnya tidak usah diragukan, tapi suka sebagai apa? Sebagai teman atau melibatkan rasa antara lelaki dan perempuan? Keraguan saya untuk menyatakan rasa suka secara terbuka karena usia diantara kami terpaut jauh sekali.
Kalau untuk masalah pekerjaan kayaknya sih kami kompatibel banget, termasuk dengan kegemaran pada data dan matematika. Dia sendiri ada di jurusan epidemiologi, dimana dia bisa mengambil lebih banyak mata kuliah yang berkaitan dengan epidemiologi. Sementara data dan survey bagi saya masih menjadi rahasia alam yang harus dicari kuncinya. Tetapi karena pada dasarnya saya senang dengan matematika maka ilmu-ilmu epi menjadi sangat menyenangkan untuk dieksplorasi. Dan idealisme kami sepertinya ada dilevel yang sama, pertanyaan dan pencarian jati diri sebagai manusia terbaca dari tulisan di blognya. Dia sebagai lulusan tehnik kimia sebenarnya punya kesempatan untuk mendaki karir yang baik di dunia industri, tetapi malah terjun ke epidemiologi. Saya sebagai lulusan kedokteran sendiri juga memiliki peluang yang sama untuk terjun di dunia medis dan menjadi glamor, tetapi saya lebih tertarik untuk menggauli ilmu publik health yang sering kali harus bekerja di daerah terpencil yang jauh dari keglamoran kota. Apa yang kami cari di dunia ini? Kegelisahan dan kegundahan yang sama saya rasakan terpancar dari dirinya. Dengan lelaki ini saya jadi bisa bicara di tataran idealis.
Ketertarikan saya pada dirinya terjadi tanpa disengaja. Karena pada awalnya saya hanya melihat seorang dewasa muda Amerika yang pernah melakukan pekerjaan di Afrika untuk beberapa tahun yang melanjutkan ke pendidikan master. Layaknya orang US mereka tampak arogan dan tidak mudah didekati. Dan walaupun di masa orientasi ada beberapa kesempatan untuk berbicara dengannya karena dia salah satu volunteer di tahun kedua yang membantu pelaksanaan orientasi, biasanya saya memilih untuk bicara dengan temannya atau dengan student internasional lainnya. Pembicaraan pertama kami terjadi saat dia mengorganisir tour kecil ke tempat-tempat makan di lokasi kampus. Saat itu saya memang tidak membawa bekal dan hari itu kami harus makan sendiri. Awalnya saya ada dibelakang dia dan hanya ngekor aja seperti bebek. Dalam perjalanan pulang ke ruang kuliah, saya bertanya apakah perlu membeli textbook sebelum kuliah dimulai. Dan pertanyaan itu membawa percakapan kami ke latar belakang dari mana kami berasal, saat itu suasana hati saya netral karena kami tidak bercakap berdua saja, tapi bertiga dengan student Kanada.
Pertemuan kedua terjadi tidak disengaja adalah saat tes kemampuan bahasa Inggris. Saya sebenarnya mendaftar untuk dites oleh instrukturnya, tetapi karena suatu hal akhirnya saya terjadwalkan di tes oleh dia. Karena sebelumnya saya tidak ingat siapa namanya, maka saat salah satu volunteer mengatakan menjadwalkan saya untuk diwawancara oleh dia, saya ga ngeh siapa orangnya. Dan saat masuk ke ruangan baik dia maupun saya sama-sama terperangah. Saya terperangah karena melihat dia yang sepertinya surprise. Pertanyaan yang diberikan membuat saya memberikan jawaban yang terbuka tentang opini saya terutama untuk pekerjaan, dan saya tidak tahu pertanyaan mana yang ada dilist wawancara atau sekedar respon dirinya karena benar-benar tertarik dengan pembicaraan kami. Saya merasakan saat itu dia tertarik pada diri saya, tapi saya belum terlibat dengan rasa lain. Rasa lain itu timbul karena di hari-hari selanjutnya dia selalu menyapa saya. Sedangkan teman-temannya sesama volunteer lain tidak selalu melakukan hal yang sama.
Yah, saya sudah terlalu jauh ngelantur. Dalam sebulan terakhir ini kami selalu diinterupsi atau terganggu dengan jadwal yang tidak sama diantara kami, sehingga hanya selintas-selintas saja kami bercakap. Dan bahkan beberapa kali saling cuek dengan kehadiran yang lain. Termasuk minggu lalu dan minggu ini dia sepertinya ingin membatasi hubungan diantara kami, membuat saya menjauhi dirinya dan merasa down. Saya tidak tahu harus memberikan perhatian atau melupakan dia (lihat aja entry blog ini 2 minggu kebelakang). Yang lebih menyakitkan karena tampangnya yang murung setiap kali saya melihatnya, tidak ada senyum diwajahnya. Dingin. Dan saya hanya bisa menyatakan "dari nol kembali ke nol, dari ga punya rasa kembali ga punya rasa" mantra yang saya kunyah-kunyah setiap kali merasa down.
Saya melihatnya beberapa kali kemarin dan sama sekali ga berani menyapanya. Jam 6 saat dia pulang, saya akhirnya menanyakan satu hal pada dia, dia menjawabnya tapi tampangnya sama sekali tidak ramah. Hih... dan karena saya memang sudah menjadwalkan data search, sepulangnya dia , sayapun tenggelam dalam konsentrasi penuh dengan laptop saya. Orang-orang sudah pulang, kantor damai dan sepi. Hanya ada kehadiran beberapa orang saja yang melakukan aktivitas masing-masing dengan tenang. Jam sudah menunjukkan 8.30 malam, saya masih terus melakukan data search. Berharap semua data bisa didapatkan secepatnya dan bisa segera pulang. Tapi tiba-tiba ada seseorang masuk dan menyalakan komputer, saya kaget juga karena suara itu dari arah mejanya, tapi ini sudah terlalu malam pikir saya. Ah sudahlah, nanti pulang juga saya akan bisa tahu siapa yang datang ke meja itu. Posisi saya memang agak tersembunyi dari luar. Tapi karena saya harus mengambil tip-x dari locker yang cukup menimbulkan suara, seseorang dari luar menyapa saya dan memang dia yang datang. Tumben ramah, bahkan masuk kedalam ruangan saya untuk menanyakan apa yang saya lakukan. Dan saya pun iseng nanya apa dia tidur disini. Konyol.
Dia pun kembali kemejanya, bahkan memasang musik. Saya jadi tahu jenis musik yang dia suka. Satu jam kemudian saya berhasil mendapatkan 80% data dan memutuskan untuk pulang, ga mau terlalu malam, lagian udah pengen pee dari sore. Waktu pulang dia malah nanya kok saya cepet pulang, sambil ketawa saya tunjukin jam dan bilang ini ga bisa dibilang cepet. Dia ketawa sambil melet.
Satu hal yang saya sadari, ternyata kami merasa nyaman saat tidak terlalu banyak orang yang mendistraksi perhatian kami. Dan tampaknya satu hal yang saya yakin adalah kami tertarik satu sama lain walaupun dengan kemungkinan level yang berbeda. Saya suka padanya sebagai lawan jenis, dia mungkin suka sama saya sebagai kolega yang punya banyak pandangan yang cocok.
Ah, sudahlah, tidak perlu banyak pikir, nikmati aja. Malampun terasa sangat damai.
Thursday, September 30, 2010
Sedikit sinting itulah cinta
Orang yang jatuh cinta itu ada dalam katagori sedikit sinting. Logika ga main disana, yang ada hanya tingkah laku yang rada ajaib. Banyak teori yang dikemukakan orang dari yang iseng sampai yang serius tapi cinta tetap menjadi misteri bagi manusia.
Apakah cinta abadi itu ada? Apakah seseorang bisa terus kontinyu menyukai satu sosok manusia seumur hidupnya? Berdebar untuk seorang manusia? Ga tahu, menurut saya sih ga mungkin. Karena kalau iya, saya tidak akan menyukai berbagai orang.
Cinta juga banyak jenisnya, ada yang platonik dan ada yang membutuhkan respon dari orang yang dicintai. Buat saya cinta membutuhkan respon, tapi antara sensitisasi dan desensitisasi. Semakin kuat respon dari orang yang dicintai, semakin saya suka. Tapi semakin rendah respon maka perlahan-lahan rasa suka saya memudar. Dan saat saya hilang rasa, timbul penyesalan dalam diri kenapa saya bisa menyukai orang itu.
Yang paling tidak saya suka adalah saat seperti sekarang. Dimana otak sudah memberikan informasi bahwa orang yang saya suka tidak memberikan balasan yang sama, tapi saya masih tetep gila dan sinting dengan berharap bisa ketemu dan kontak dengan orang yang bersangkutan. Aneh dan ada genes masochis dalam diri saya untuk melukai diri sendiri.
Sekarang ini mantranya hanyalah "dari nol kembali ke nol" dari "ga ada rasa kembali ke ga ada rasa". Malang banget nasib saya ya, berharap dapat satu aja orang yang bisa diharapkan punya rasa suka timbal balik dengan saya, ga dapat-dapat tuh. Akhirnya mata saya jadi jelalatan menikmati tampang-tampang ganteng yang ada disekitar saya. Kacau udah, ada 2 wajah yang enak dipandang yang membuat pelajaran tidak terlalu berat untuk diikuti. Dan di kelas lain ada student cowok yang tampangnya enak dilihat. Jadi kalau bosan di kelas mata saya jelalatan. Tapi karena kedua kelas itu menuntut fokus yang tinggi untuk diikuti sebenarnya saya tidak membutuhkan terlalu banyak vitamin E (eyes).
Herannya dengan sekian banyak tampang ganteng itu, kok saya malah suka sama orang yang ga gitu ganteng. Tapi saya suka dengan ambisi dia, dan keidealisan dia. Tapi itu kan subjektif, saya toh tidak banyak bicara dengannya. Jadi memang saya harus melupakan dia sama sekali. Minum obat apa supaya bisa cepat waras lagi? Tampang Bae Yong Joon udah ga mempan lagi untuk mengalihkan perhatian saya.
Begitulah kehidupan cinta yang menyedihkan, ga heran dong kalau saya semangat ngerjain tugas-tugas sulit, supaya jangan terlalu merasa sedih dan sepi. Juga seharusnya ga heran kalau saya keseringan nongkrong di perpustakaan dihari sabtu tujuannya cuma satu, biar ga kesepian aja. Dan sekarang saya harus merencanakan perjalanan untuk liburan, jadi ga kena depresi musim libur. Yeah, sekalian gila-gilaan aja deh, kenapa nggak? Nikmati hidup saja.
Apakah cinta abadi itu ada? Apakah seseorang bisa terus kontinyu menyukai satu sosok manusia seumur hidupnya? Berdebar untuk seorang manusia? Ga tahu, menurut saya sih ga mungkin. Karena kalau iya, saya tidak akan menyukai berbagai orang.
Cinta juga banyak jenisnya, ada yang platonik dan ada yang membutuhkan respon dari orang yang dicintai. Buat saya cinta membutuhkan respon, tapi antara sensitisasi dan desensitisasi. Semakin kuat respon dari orang yang dicintai, semakin saya suka. Tapi semakin rendah respon maka perlahan-lahan rasa suka saya memudar. Dan saat saya hilang rasa, timbul penyesalan dalam diri kenapa saya bisa menyukai orang itu.
Yang paling tidak saya suka adalah saat seperti sekarang. Dimana otak sudah memberikan informasi bahwa orang yang saya suka tidak memberikan balasan yang sama, tapi saya masih tetep gila dan sinting dengan berharap bisa ketemu dan kontak dengan orang yang bersangkutan. Aneh dan ada genes masochis dalam diri saya untuk melukai diri sendiri.
Sekarang ini mantranya hanyalah "dari nol kembali ke nol" dari "ga ada rasa kembali ke ga ada rasa". Malang banget nasib saya ya, berharap dapat satu aja orang yang bisa diharapkan punya rasa suka timbal balik dengan saya, ga dapat-dapat tuh. Akhirnya mata saya jadi jelalatan menikmati tampang-tampang ganteng yang ada disekitar saya. Kacau udah, ada 2 wajah yang enak dipandang yang membuat pelajaran tidak terlalu berat untuk diikuti. Dan di kelas lain ada student cowok yang tampangnya enak dilihat. Jadi kalau bosan di kelas mata saya jelalatan. Tapi karena kedua kelas itu menuntut fokus yang tinggi untuk diikuti sebenarnya saya tidak membutuhkan terlalu banyak vitamin E (eyes).
Herannya dengan sekian banyak tampang ganteng itu, kok saya malah suka sama orang yang ga gitu ganteng. Tapi saya suka dengan ambisi dia, dan keidealisan dia. Tapi itu kan subjektif, saya toh tidak banyak bicara dengannya. Jadi memang saya harus melupakan dia sama sekali. Minum obat apa supaya bisa cepat waras lagi? Tampang Bae Yong Joon udah ga mempan lagi untuk mengalihkan perhatian saya.
Begitulah kehidupan cinta yang menyedihkan, ga heran dong kalau saya semangat ngerjain tugas-tugas sulit, supaya jangan terlalu merasa sedih dan sepi. Juga seharusnya ga heran kalau saya keseringan nongkrong di perpustakaan dihari sabtu tujuannya cuma satu, biar ga kesepian aja. Dan sekarang saya harus merencanakan perjalanan untuk liburan, jadi ga kena depresi musim libur. Yeah, sekalian gila-gilaan aja deh, kenapa nggak? Nikmati hidup saja.
Tuesday, September 21, 2010
Permainan hati
Kenapa hati tidak mau mendengarkan logika?
Kenapa hati addict melihat eksistensi dirinya?
Hasilnya hanya bimbang
Tapi juga mengharap
konyol
super konyol
Iya saya tahu bahwa keputusannya ada dalam diri saya.
Plak-plak saya berusaha menampar pipi kiri dan kanan
tapi ga nyadar juga.
Kemarin saya iseng menuliskan post note di sepedanya. Konyol seperti anak kecil jatuh cinta.
Dan hari ini tambah konyol dengan bertanya kenapa dia ga kelihatan selama seminggu.
Emang cerita sih, kalau dia pergi ke luar kota. Hmm... bolos kelas. Makanya mesti ngejar semua kelasnya hari ini. Ga heran dia keliatan capek banget. Ah saya ga peduli. Masa bodoh mau keliatan konyol juga.
Jadi inget film "he's not that into you" yang ceweknya maksa banget nyari cinta, terus berkonsultasi dengan manajer bar, nekad menyatakan cinta dan akhirnya ditolak. Sukses nangis bombay deh tu cewek. Tapi si cowok akhirnya sadar, kalau dia suka juga dengan cewek itu.
Apakah saya harus berlaku seperti cewek itu? Hahaha... mungkin ga senekad itu, yang jelas saya ga akan pernah menyatakan suka. Karena kelemahan saya no satu ga bisa menyatakan perasaan. Tapi mungkin saya akan meneruskan berlaku konyol dengan memperhatikan dia lebih dari biasa. Karena hati saya tidak mau diatur dan saya capek mengatur hati itu. Satu hal yang membuat saya sadar, gap umur yang terlalu jauh yang ga mungkin diatasi.
Satu hal yang membuat saya nekad mungkin karena ada respon dari dirinya. Banyak pengajar saya yang cakep-cakep, yang membuat pelajaran mudah dipahami, tapi ga bikin hati saya jumpalitan seperti dirinya. Dan saya kembali ke level SMP dulu, menyukai kakak kelas. Rusak. Hari ini saja setiap kali saya pergi, dia selalu memandang saya, dan saya akan melambaikan tangan padanya. Pergi pertama sih emang saya cari perkara dengan bikin berisik. Datang lagi ke ruangan, dia ga ada dimejanya, saya ngeliat dia lagi di salah satu kamar dosen. Dan sayapun pergi lagi dengan seorang teman, dan kembali saya melambai dan dia ngeliat saya, dan temen saya sih cuek beibeh tuh, padahal saya tahu teman saya minjem buku dari dia. Lagian matanya ngeliat saya kok. Beneran. Hey...coba dia lebih agresif deketin saya ya.
Ya sudahlah, menyukai seseorang kan sah-sah saja, yang penting jangan mengharapkan balasan. Mungkin itu batas kenekadan saya. Lumayan sebagai pemicu untuk datang ke sekolah dan belajar dengan rajin, huahahaha, daripada ga ada yang bisa jadi pemicu sama sekali. Yeah, resolusi saya memang selalu parah dan berubah-ubah. Hati saya sudah terlalu sering tercabik-cabik dengan perasaan, terlalu banyak luka parutnya, sehingga menambah satu luka baru mungkin ga akan terlalu berpengaruh. Tuhan, saya mau main-main dengan perasaan sekali lagi, tolong bimbing saya kalau satu hari di masa depan saya terluka lagi seperti biasa. Makasih Tuhan.
Kenapa hati addict melihat eksistensi dirinya?
Hasilnya hanya bimbang
Tapi juga mengharap
konyol
super konyol
Iya saya tahu bahwa keputusannya ada dalam diri saya.
Plak-plak saya berusaha menampar pipi kiri dan kanan
tapi ga nyadar juga.
Kemarin saya iseng menuliskan post note di sepedanya. Konyol seperti anak kecil jatuh cinta.
Dan hari ini tambah konyol dengan bertanya kenapa dia ga kelihatan selama seminggu.
Emang cerita sih, kalau dia pergi ke luar kota. Hmm... bolos kelas. Makanya mesti ngejar semua kelasnya hari ini. Ga heran dia keliatan capek banget. Ah saya ga peduli. Masa bodoh mau keliatan konyol juga.
Jadi inget film "he's not that into you" yang ceweknya maksa banget nyari cinta, terus berkonsultasi dengan manajer bar, nekad menyatakan cinta dan akhirnya ditolak. Sukses nangis bombay deh tu cewek. Tapi si cowok akhirnya sadar, kalau dia suka juga dengan cewek itu.
Apakah saya harus berlaku seperti cewek itu? Hahaha... mungkin ga senekad itu, yang jelas saya ga akan pernah menyatakan suka. Karena kelemahan saya no satu ga bisa menyatakan perasaan. Tapi mungkin saya akan meneruskan berlaku konyol dengan memperhatikan dia lebih dari biasa. Karena hati saya tidak mau diatur dan saya capek mengatur hati itu. Satu hal yang membuat saya sadar, gap umur yang terlalu jauh yang ga mungkin diatasi.
Satu hal yang membuat saya nekad mungkin karena ada respon dari dirinya. Banyak pengajar saya yang cakep-cakep, yang membuat pelajaran mudah dipahami, tapi ga bikin hati saya jumpalitan seperti dirinya. Dan saya kembali ke level SMP dulu, menyukai kakak kelas. Rusak. Hari ini saja setiap kali saya pergi, dia selalu memandang saya, dan saya akan melambaikan tangan padanya. Pergi pertama sih emang saya cari perkara dengan bikin berisik. Datang lagi ke ruangan, dia ga ada dimejanya, saya ngeliat dia lagi di salah satu kamar dosen. Dan sayapun pergi lagi dengan seorang teman, dan kembali saya melambai dan dia ngeliat saya, dan temen saya sih cuek beibeh tuh, padahal saya tahu teman saya minjem buku dari dia. Lagian matanya ngeliat saya kok. Beneran. Hey...coba dia lebih agresif deketin saya ya.
Ya sudahlah, menyukai seseorang kan sah-sah saja, yang penting jangan mengharapkan balasan. Mungkin itu batas kenekadan saya. Lumayan sebagai pemicu untuk datang ke sekolah dan belajar dengan rajin, huahahaha, daripada ga ada yang bisa jadi pemicu sama sekali. Yeah, resolusi saya memang selalu parah dan berubah-ubah. Hati saya sudah terlalu sering tercabik-cabik dengan perasaan, terlalu banyak luka parutnya, sehingga menambah satu luka baru mungkin ga akan terlalu berpengaruh. Tuhan, saya mau main-main dengan perasaan sekali lagi, tolong bimbing saya kalau satu hari di masa depan saya terluka lagi seperti biasa. Makasih Tuhan.
Wednesday, September 08, 2010
Mencoba lepas dari angan-angan
Weekend panjang minggu lalu dengan adanya Labour day, merupakan penderitaan yang tersendiri. Tapi tidak ada yang menyadarinya. Sudah begitu dari dulu, setiap luka hati hanya saya dekap sendiri, menangis sendiri, dan bersikap seolah-olah saya baik-baik saja. Sampai ada yang kaget kalau melihat air mata saya menitik.
Weekend itu air mata saya mengalir meratapi kepedihan hati. Saya sadar saat bercermin dan menyadari gap usia diantara kami dan harus melepas perasaan hangat dan kedekatan di hati ini. Dia lelaki yang memenuhi semua syarat saya, lelaki yang mencintai kemanusiaan, lelaki yang mau meninggalkan kemapanan, lelaki yang tidak gagap teknologi, lelaki yang mudah mengulurkan tangan pada orang lain. Dia mungkin tidak pernah memikirkan saya seperti saya memikirkan dirinya.
Kesendirian dan kesepian di weekend itu mampu menggempur ketegaran diri saya dan nyaris membuat saya menangis di stasiun bis. Dan malam itu sayapun mencoba meneguhkan hati untuk kuat melangkah sendiri seperti biasanya. Dibantu dengan shopping therapy yang sekali lagi membuktikan bahwa hanya perempuan yang kesepianlah yang menghamburkan uang untuk belanja. Saya akui itu, tapi apa daya, dibanding dengan sergapan sepi saya memilih untuk belanja saja. Lagipula barang yang saya beli memang sedang dibutuhkan hanya saja saya tidak peduli dengan harga yang harus saya bayar... hahaha.
Hari kemarin, saya hanya menemukan bukti dirinya ada di sekitar saya, saya melihat ranselnya, helm sepedanya, tapi saya melihat wajahnya. Dan dia tidak menyapa saya hari itu, walau saya mendengar suaranya. Yang bisa saya lakukan hanya menghabiskan waktu dengan memikirkan tugas sekolah, saya datang ke negri ini untuk sekolah dan bukan untuk macam-macam. Sekali lagi saya mengingatkan diri saya supaya ga mikir macam-macam.
Dan pagi ini saya datang agak pagi karena ngejar kelas biostat, dan saat saya akan menyebrang, saya melihat seorang pengendara sepeda yang mirip dia, tapi karena saya tidak memakai kacamata dan jaraknya cukup jauh, saya tidak memberikan senyum atau apapun, takut kesalahan orang aja. Dan lagi saya tidak yakin dengan reaksi yang akan saya dapatkan, bisa saja saya dicuekin. Pengendara sepeda itu sepertinya memandang saya sih, tapi sekali lagi saya ga mau kege-eran.
Selesai dengan kelas biostat, saya jalan nyantai aja, karena kelas berikutnya masih 2 jam lagi. Saya kebetulan jalan dengan teman dari afrika, dan lagi nyantai gitu, tiba-tiba ada sepeda nyelonong disamping saya sambil menyapa saya, deket banget dengan pipi saya... Dan dialah yang melewati saya. Hmm... kaget sungguh. Tapi karena teman saya ngoceh, maka saya hanya melambaikan tangan saja dan tersenyum melihatnya. Dan sesuatu yang hangat menyelinap kedalam hati saya melihat senyumnya. Aah... rupanya hati yang saya coba buang itu masih ada kuncupnya disana.
Weekend itu air mata saya mengalir meratapi kepedihan hati. Saya sadar saat bercermin dan menyadari gap usia diantara kami dan harus melepas perasaan hangat dan kedekatan di hati ini. Dia lelaki yang memenuhi semua syarat saya, lelaki yang mencintai kemanusiaan, lelaki yang mau meninggalkan kemapanan, lelaki yang tidak gagap teknologi, lelaki yang mudah mengulurkan tangan pada orang lain. Dia mungkin tidak pernah memikirkan saya seperti saya memikirkan dirinya.
Kesendirian dan kesepian di weekend itu mampu menggempur ketegaran diri saya dan nyaris membuat saya menangis di stasiun bis. Dan malam itu sayapun mencoba meneguhkan hati untuk kuat melangkah sendiri seperti biasanya. Dibantu dengan shopping therapy yang sekali lagi membuktikan bahwa hanya perempuan yang kesepianlah yang menghamburkan uang untuk belanja. Saya akui itu, tapi apa daya, dibanding dengan sergapan sepi saya memilih untuk belanja saja. Lagipula barang yang saya beli memang sedang dibutuhkan hanya saja saya tidak peduli dengan harga yang harus saya bayar... hahaha.
Hari kemarin, saya hanya menemukan bukti dirinya ada di sekitar saya, saya melihat ranselnya, helm sepedanya, tapi saya melihat wajahnya. Dan dia tidak menyapa saya hari itu, walau saya mendengar suaranya. Yang bisa saya lakukan hanya menghabiskan waktu dengan memikirkan tugas sekolah, saya datang ke negri ini untuk sekolah dan bukan untuk macam-macam. Sekali lagi saya mengingatkan diri saya supaya ga mikir macam-macam.
Dan pagi ini saya datang agak pagi karena ngejar kelas biostat, dan saat saya akan menyebrang, saya melihat seorang pengendara sepeda yang mirip dia, tapi karena saya tidak memakai kacamata dan jaraknya cukup jauh, saya tidak memberikan senyum atau apapun, takut kesalahan orang aja. Dan lagi saya tidak yakin dengan reaksi yang akan saya dapatkan, bisa saja saya dicuekin. Pengendara sepeda itu sepertinya memandang saya sih, tapi sekali lagi saya ga mau kege-eran.
Selesai dengan kelas biostat, saya jalan nyantai aja, karena kelas berikutnya masih 2 jam lagi. Saya kebetulan jalan dengan teman dari afrika, dan lagi nyantai gitu, tiba-tiba ada sepeda nyelonong disamping saya sambil menyapa saya, deket banget dengan pipi saya... Dan dialah yang melewati saya. Hmm... kaget sungguh. Tapi karena teman saya ngoceh, maka saya hanya melambaikan tangan saja dan tersenyum melihatnya. Dan sesuatu yang hangat menyelinap kedalam hati saya melihat senyumnya. Aah... rupanya hati yang saya coba buang itu masih ada kuncupnya disana.
Saturday, September 04, 2010
Blog-blognya orang yang patah hati
Kalau blogwalking akan ketemu blog-blog yang menarik, ga tahu kenapa seringnya ketemu blog yang pemiliknya pernah patah hati. Bertaburan deh di dunia maya blog seperti itu. Ada juga blog yang berbasiskan agama yang menyarankan jangan menjadi fatalis terhadap jodoh. Ah...ah...ah, banyak sekali yang mengingatkan kita jangan terluka terlalu dalam.
Patah hati bukan menjadi hak ekslusif perempuan saja. Laki-laki pun banyak yang tersakiti dan terluka dalam. Membaca blog-blog itu menguatkan dan menyadarkan saya bahwa masalah hati saya dialami oleh jutaan orang di dunia. Jadi jangan menjadi akhir suatu dunia. Boleh perih, tapi jangan sampai pahit.
Dalam sebuah blog yang bernafaskan islami juga mengingatkan kita supaya tidak menjadi fatalis. Walaupun jodoh itu takdir tapi usaha harus dilakukan juga. Bukan hanya berakhir sekolah lagi dan kerja... seperti yang saya lakukan sekarang ini karena merasa tidak bisa menemukan jodoh saya...hahahaha.
Kalau begitu doanya berubah sekarang..."Tuhan tolong limpahkan keberanian supaya saya berani berusaha menjangkau jodoh saya" gimana kalau saya berdoa begitu? Apakah akan menghilangkan dosa fatalis saya?
Tapi saya sudah tahu dan sadar kok bahwa saya tidak boleh pahit terhadap urusan asmara. Yang paling susah adalah mendeteksi siapa calon jodoh saya? Ah..ah... saya memang geblek dan gemblung kata seorang teman.
Tidak bolehkan saya memberikan cinta yang universal saja pada kemanusiaan dan menerima cinta yang sama? Teman saya berkata tidak, katanya tidak enak untuk kesepian di masa tua. Ah... semua masalah itu memenuhi sudut-sudut otak dan seperti duri menusuk-nusuk perasaan saya.
Patah hati bukan menjadi hak ekslusif perempuan saja. Laki-laki pun banyak yang tersakiti dan terluka dalam. Membaca blog-blog itu menguatkan dan menyadarkan saya bahwa masalah hati saya dialami oleh jutaan orang di dunia. Jadi jangan menjadi akhir suatu dunia. Boleh perih, tapi jangan sampai pahit.
Dalam sebuah blog yang bernafaskan islami juga mengingatkan kita supaya tidak menjadi fatalis. Walaupun jodoh itu takdir tapi usaha harus dilakukan juga. Bukan hanya berakhir sekolah lagi dan kerja... seperti yang saya lakukan sekarang ini karena merasa tidak bisa menemukan jodoh saya...hahahaha.
Kalau begitu doanya berubah sekarang..."Tuhan tolong limpahkan keberanian supaya saya berani berusaha menjangkau jodoh saya" gimana kalau saya berdoa begitu? Apakah akan menghilangkan dosa fatalis saya?
Tapi saya sudah tahu dan sadar kok bahwa saya tidak boleh pahit terhadap urusan asmara. Yang paling susah adalah mendeteksi siapa calon jodoh saya? Ah..ah... saya memang geblek dan gemblung kata seorang teman.
Tidak bolehkan saya memberikan cinta yang universal saja pada kemanusiaan dan menerima cinta yang sama? Teman saya berkata tidak, katanya tidak enak untuk kesepian di masa tua. Ah... semua masalah itu memenuhi sudut-sudut otak dan seperti duri menusuk-nusuk perasaan saya.
Friday, September 03, 2010
Seringan-ringannya patah hati, tetep sakit bo!
Bad news: dia tidak lagi menaruh perhatian padaku, bahkan tidak mau menyapaku
Good news: karena masih dalam tahap dini ketertarikanku padanya, jadi ga terlalu parah efeknya.
Walaupun tetap sedih. Tapi belum tercipta lubang di hatiku, baru rasa perih disayat-sayat. Yeah mau apalagi saya kan ga bisa maksa perasaan orang.
Ditemani James Morison dan James Blunt yang menyanyikan balada, matapun menjadi pedih.
Untungnya hari ini stipend keluar, seneng banget. Uang memang kawan yang terbaik. Hahaha jadi kayak Scrooge deh. Asal jangan ditemui sama 3 hantu aja.
Kabar baik lainnya dari juragan uang adalah tabungan di BNI, udah nambah banyak, artinya uang pensiun dan uang cuti dari UNICEF udah keluar. Horeeee..bisa belanja!
Sekarang hanya bisa menceburkan diri ke dalam aktifitas student sebanyak-banyaknya aja, selain sekolah tentunnya. Daripada mikir yang nggak-nggak. Hhhh... masih belum ketemu juga my other half itu.
Oh ya hari senin besok kan libur. Beda dengan saat kerja dulu, libur sama sekali unwelcome. Hahahaha... bukan apa-apa, jadi kesepian sendirian di apartment. Palingan besok ke pameran buku di Decatur ah. Terus nyiram tanaman di tempatnya Endang. Kalau masih semangat, hari senin berpetualang ke Aquarium Atlanta deh. Atau belanja ke downtown.
Atau belanja makanan... yeah...
Good news: karena masih dalam tahap dini ketertarikanku padanya, jadi ga terlalu parah efeknya.
Walaupun tetap sedih. Tapi belum tercipta lubang di hatiku, baru rasa perih disayat-sayat. Yeah mau apalagi saya kan ga bisa maksa perasaan orang.
Ditemani James Morison dan James Blunt yang menyanyikan balada, matapun menjadi pedih.
Untungnya hari ini stipend keluar, seneng banget. Uang memang kawan yang terbaik. Hahaha jadi kayak Scrooge deh. Asal jangan ditemui sama 3 hantu aja.
Kabar baik lainnya dari juragan uang adalah tabungan di BNI, udah nambah banyak, artinya uang pensiun dan uang cuti dari UNICEF udah keluar. Horeeee..bisa belanja!
Sekarang hanya bisa menceburkan diri ke dalam aktifitas student sebanyak-banyaknya aja, selain sekolah tentunnya. Daripada mikir yang nggak-nggak. Hhhh... masih belum ketemu juga my other half itu.
Oh ya hari senin besok kan libur. Beda dengan saat kerja dulu, libur sama sekali unwelcome. Hahahaha... bukan apa-apa, jadi kesepian sendirian di apartment. Palingan besok ke pameran buku di Decatur ah. Terus nyiram tanaman di tempatnya Endang. Kalau masih semangat, hari senin berpetualang ke Aquarium Atlanta deh. Atau belanja ke downtown.
Atau belanja makanan... yeah...
Thursday, September 02, 2010
Udah dibilang jangan jatuh cinta lagi...
Yup, masa-masa indah selesai. Hanya dalam waktu singkat gelembung rasa itu pecah. Ga nyadar sih diri udah tua, liat tu uban udah nongol dimana-mana, eeh malah suka sama anak muda. Rasain lo, nangis deh sekarang. Makanya sekolah aja baik-baik jangan macam-macam.
Kemarin dia diskusi sama seorang perempuan lama banget. Dan tidak mempedulikan yang lain-lain. Hiks, sedihnya. Cemburu ...iya! penuh kejujuran ya gua?
Hari ini malah ga ngeliat dia sama sekali. Dan sepertinya juga dia sengaja menghindar dari ketemu gw. Hiks lagi. Habis minggu sebelumnya setiap kali ketemu dia selalu menyapa. Dan sekarang dia ga peduli lagi. Tetap aja ada rasa kehilangan walaupun berusaha melogikakan segalanya.
udah ah... pokoknya mood lagi down. Dan kesempatan ketemu juga makin ga mungkin karena tanggal 6 hari libur. Huh, disini malah bingung kalau libur... soalnya bakal sendirian.
Kemarin dia diskusi sama seorang perempuan lama banget. Dan tidak mempedulikan yang lain-lain. Hiks, sedihnya. Cemburu ...iya! penuh kejujuran ya gua?
Hari ini malah ga ngeliat dia sama sekali. Dan sepertinya juga dia sengaja menghindar dari ketemu gw. Hiks lagi. Habis minggu sebelumnya setiap kali ketemu dia selalu menyapa. Dan sekarang dia ga peduli lagi. Tetap aja ada rasa kehilangan walaupun berusaha melogikakan segalanya.
udah ah... pokoknya mood lagi down. Dan kesempatan ketemu juga makin ga mungkin karena tanggal 6 hari libur. Huh, disini malah bingung kalau libur... soalnya bakal sendirian.
Saturday, August 28, 2010
Melamun
Hari ini menginap di rumah kawan dari Indonesia dan sibuk belanja barang untuk melengkapi apartment di Ikea dan Target. Mereka berbaik hati mengantar dengan mobil dan menghabiskan waktu weekendnya, jarang didapat kecuali punya kenalan orang Indonesia. Saya tidak mau menyalahgunakan juga kebaikan hati mereka, jadi harus bisa membalas budinya satu saat kelak.
Sebenarnya ada tujuan lain juga dengan memenuhi ajakan menginap mereka karena saya berusaha membunuh perasaan pada orang itu sesegera mungkin. Semalam setelah menjadi stalker saya menemukan sebuah pribadi yang tampaknya sangat penuh passion pada kesehatan dan masyarakat kurang mampu di sebuah negara di Afrika yang menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa sehari-hari.
Dia seperti seorang pertapa yang mempunyai tujuan hidup membantu orang lain. Dia disebut sebagai IT guy dikelompoknya saat ini. Dia bisa mengambil foto-foto yang indah. Dan saya terpaku melihat dirinya, menyadari dia adalah pria berkualitas dan menjadi takut karenanya.
Malam saya lalui dengan tidak begitu nyenyak karena berusaha menjinakan perasaan saya kepadanya. Keadaan ini memicu sebuah mimpi yang sama tidak enaknya tentang laki-laki lain di saat saya kuliah dulu. Teman yang diam-diam saya suka ini muncul dalam mimpi dengan istri yang protektif dan anaknya. Ketika pagi tiba mood saya sudah ada diambang cukup rendah.
Saya berusaha mengalihkan perhatian, tapi semua laki-laki yang saya lihat di pertokoan banyak yang mirip dengan dirinya *tabok pipi kiri-kanan buat menyadarkan diri*. Dan saya dilanda kangen kepadanya yang amat sangat. Apalagi ini adalah weekend, dalam otak saya timbul pertanyaan apakah dia menghabiskan waktu weekend sendirian saja atau dengan seorang perempuan lain? Timbul pertanyaan apakah kekasihnya saat ini sedang berada jauh di negri antah berantah? Dan saat saya sedang menunggu teman saya menyelesaikan urusannya, perhatian saya lepas seluruhnya dari dunia sekeliling dan melamun.
Sore tiba dengan guratan pedih di hati timbul pertanyaan apakah saya akan bertemu dia minggu depan? Apakah dia masih tertarik pada diri saya minggu depan? Pertanyaan yang saya tahu menyiksa diri saya. Sabar, adalah kuncinya. Semua ada waktunya adalah jawabannya. Ikhlas adalah jalan keluarnya. Ya Allah, ya Tuhan, betapa tersiksa diri saya karena angan-angan diri semata.
Saya sudah pernah mengalaminya dan saya tahu entitas Yang Tertinggi tetap akan membimbing umatnya dalam menemukan jawaban. Yang perlu saya lakukan adalah bertarung dengan nafsu didalam diri, nafsu dasar yang dimiliki manusia terhadap lawan jenisnya sekaligus godaan terbesar.
Serahkan kepadaNya, yakin, insya Allah...
Sebenarnya ada tujuan lain juga dengan memenuhi ajakan menginap mereka karena saya berusaha membunuh perasaan pada orang itu sesegera mungkin. Semalam setelah menjadi stalker saya menemukan sebuah pribadi yang tampaknya sangat penuh passion pada kesehatan dan masyarakat kurang mampu di sebuah negara di Afrika yang menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa sehari-hari.
Dia seperti seorang pertapa yang mempunyai tujuan hidup membantu orang lain. Dia disebut sebagai IT guy dikelompoknya saat ini. Dia bisa mengambil foto-foto yang indah. Dan saya terpaku melihat dirinya, menyadari dia adalah pria berkualitas dan menjadi takut karenanya.
Malam saya lalui dengan tidak begitu nyenyak karena berusaha menjinakan perasaan saya kepadanya. Keadaan ini memicu sebuah mimpi yang sama tidak enaknya tentang laki-laki lain di saat saya kuliah dulu. Teman yang diam-diam saya suka ini muncul dalam mimpi dengan istri yang protektif dan anaknya. Ketika pagi tiba mood saya sudah ada diambang cukup rendah.
Saya berusaha mengalihkan perhatian, tapi semua laki-laki yang saya lihat di pertokoan banyak yang mirip dengan dirinya *tabok pipi kiri-kanan buat menyadarkan diri*. Dan saya dilanda kangen kepadanya yang amat sangat. Apalagi ini adalah weekend, dalam otak saya timbul pertanyaan apakah dia menghabiskan waktu weekend sendirian saja atau dengan seorang perempuan lain? Timbul pertanyaan apakah kekasihnya saat ini sedang berada jauh di negri antah berantah? Dan saat saya sedang menunggu teman saya menyelesaikan urusannya, perhatian saya lepas seluruhnya dari dunia sekeliling dan melamun.
Sore tiba dengan guratan pedih di hati timbul pertanyaan apakah saya akan bertemu dia minggu depan? Apakah dia masih tertarik pada diri saya minggu depan? Pertanyaan yang saya tahu menyiksa diri saya. Sabar, adalah kuncinya. Semua ada waktunya adalah jawabannya. Ikhlas adalah jalan keluarnya. Ya Allah, ya Tuhan, betapa tersiksa diri saya karena angan-angan diri semata.
Saya sudah pernah mengalaminya dan saya tahu entitas Yang Tertinggi tetap akan membimbing umatnya dalam menemukan jawaban. Yang perlu saya lakukan adalah bertarung dengan nafsu didalam diri, nafsu dasar yang dimiliki manusia terhadap lawan jenisnya sekaligus godaan terbesar.
Serahkan kepadaNya, yakin, insya Allah...
Friday, August 27, 2010
feeling blue
Hari ini bangun dengan perasaan sendu. Perasaan berbunga-bunga kemarin perlahan-lahan menurun menuju kesedihan. Ga aneh sih, udah biasa untuk turun naik mood seperti ini. Karena salah satu sifat saya yang ga mau gagal dan ditolak orang itu membuat saya memperhitungan segala risiko kegagalan. Datang ke kampus dengan tekad tidak akan memikirkan lagi anak muda itu. Yah, saya pikir lebih baik belajar di perpustakaan aja deh, ga terganggu dengan orang-orang juga, walaupun ada ruang tersedia untuk penerima beasiswa di lantai 7.
Tapi karena jadwal datangnya siang dan saya jadinya nyantai aja ke sekolah. Dan tentu saja waktu kosong saya jadi berkurang, padahal harus ambil surat untuk urusan pajak di lantai 7 juga. Akhirnya saya memutuskan untuk datang ke lantai 7 aja dari pada mampir-mampir ke perpustakaan. Dan disana saya ketemu anak muda itu. Dan dia seperti biasa ngajak ngobrol dan.... salaman. Anak aneh. Tapi ga tau perasaan saya kok ga sesenang kemarin-kemarin. Lagipula kami ga bisa ngobrol lama-lama. Udahlah ngapain lagi memperumit hidup dengan mencoba membangun relationship yang ga jelas juga arahnya.
Lebih baik memotong organ romantis dalam tubuh saya sekarang saat sakitnya belum kerasa sama sekali daripada melakukannya setelah perasaan itu lebih mengakar di dalam hati saya. Masih banyak yang bisa saya kerjakan dalam 2 tahun ini dari pada masalah asmara. Makanya saya pengen buru-buru minggu depan aja, karena kalau udah sibuk dengan kuliah tentunya tidak akan bisa memikirkan yang nggak-nggak lagi. Hah, capek, setiap kali tumbuh perasaan, setiap kali juga harus membunuhnya. Mungkin saya mesti membuang hati saya jauh-jauh ke dalam lautan. Jadi tidak ada lagi yang berdenyut di dalam tubuh saya setiap kali bertemu kemungkinan baru.
Selamat weekend...!
Tapi karena jadwal datangnya siang dan saya jadinya nyantai aja ke sekolah. Dan tentu saja waktu kosong saya jadi berkurang, padahal harus ambil surat untuk urusan pajak di lantai 7 juga. Akhirnya saya memutuskan untuk datang ke lantai 7 aja dari pada mampir-mampir ke perpustakaan. Dan disana saya ketemu anak muda itu. Dan dia seperti biasa ngajak ngobrol dan.... salaman. Anak aneh. Tapi ga tau perasaan saya kok ga sesenang kemarin-kemarin. Lagipula kami ga bisa ngobrol lama-lama. Udahlah ngapain lagi memperumit hidup dengan mencoba membangun relationship yang ga jelas juga arahnya.
Lebih baik memotong organ romantis dalam tubuh saya sekarang saat sakitnya belum kerasa sama sekali daripada melakukannya setelah perasaan itu lebih mengakar di dalam hati saya. Masih banyak yang bisa saya kerjakan dalam 2 tahun ini dari pada masalah asmara. Makanya saya pengen buru-buru minggu depan aja, karena kalau udah sibuk dengan kuliah tentunya tidak akan bisa memikirkan yang nggak-nggak lagi. Hah, capek, setiap kali tumbuh perasaan, setiap kali juga harus membunuhnya. Mungkin saya mesti membuang hati saya jauh-jauh ke dalam lautan. Jadi tidak ada lagi yang berdenyut di dalam tubuh saya setiap kali bertemu kemungkinan baru.
Selamat weekend...!
Thursday, August 26, 2010
Ternyata masih normal
Hore..hore selamat untuk diri saya yang ternyata masih belum parah penyakit sintingnya. Yang saya maksud ternyata saya masih tertarik pada manusia nyata. Ahahahaha... memang tergantung manusianya seperti apa.
Sebagai heterosexual, saya masih tertarik melihat laki-laki tampan dan body keren, karena kalau saya tertariknya dengan perempuan tentu saya jadi lesbian lah. Dan saat ini mata saya ga bisa direm lagi melihat banyak wajah-wajah segar dan tampan, ya, siapa bilang hanya laki-laki saja yang mata keranjang, perempuan juga senang-senang saja kok melihat wajah-wajah yang menyenangkan untuk dilihat.
Dan yang lebih menyenangkan saat mata kita memperhatikan orang yang kita suka. Memang menyenangkan kalau sedang berada dalam masa tertarik pada seseorang. Melihatnya aja sudah memberikan sensasi tersendiri. Walaupun saya tidak mau berandai-andai terlalu jauh. Yeah, hanya sekedar menikmati masa-masa menyenangkan saat ada seseorang yang memperhatikan kita.
Memperhatikan? mimpi lo ye? Hihihi, tepatnya sih ke ge-er an aja. Gimana ga GR dong, kalau setiap kali ketemu dia selalu berhai-hai sama saya. Tapi emangnya dia berbuat begitu cuma saya doang...? Lupa, belum memperhatikan dia secara diam-diam. Yang saya tahu sih dia senang ngobrol dengan anak-anak international, tapi rasanya perhatiannya beda kok sama saya...hahaha GR.
Yang membuat saya nyaman dengan dia, karena saya udah jujur dengan umur saya. Walaupun dia kaget saat tahu umur saya. Hei mungkin dia mengganggap saya kakaknya? Siapa tahu kan? Bisa saja memang saya special buat dia, tapi bukan sebagai lawan jenis.
Jadi sudah bisa diantisipasi bakalan patah hati lagi nih... OK, karena udah pengalaman, kita siapkan saja kekebalan tubuh. Misalnya dengan menulis di blog ini, sehingga kalau dibaca ulang ketahuan kedodolan diri sendiri. Lagian pertemuan intens kan karena masa orientasi kemarin, besok-besok sih wasalam mau ketemu lagi, kan jadwal kuliahnya juga beda. Gapapa sih, yang penting saat ini happy walau ga tau akan panjang umurnya atau nggak, dan kalau besok-besok nangis, nikmatin aja ya. Kadang tangisan bisa membersihkan hati kok.
Sebagai heterosexual, saya masih tertarik melihat laki-laki tampan dan body keren, karena kalau saya tertariknya dengan perempuan tentu saya jadi lesbian lah. Dan saat ini mata saya ga bisa direm lagi melihat banyak wajah-wajah segar dan tampan, ya, siapa bilang hanya laki-laki saja yang mata keranjang, perempuan juga senang-senang saja kok melihat wajah-wajah yang menyenangkan untuk dilihat.
Dan yang lebih menyenangkan saat mata kita memperhatikan orang yang kita suka. Memang menyenangkan kalau sedang berada dalam masa tertarik pada seseorang. Melihatnya aja sudah memberikan sensasi tersendiri. Walaupun saya tidak mau berandai-andai terlalu jauh. Yeah, hanya sekedar menikmati masa-masa menyenangkan saat ada seseorang yang memperhatikan kita.
Memperhatikan? mimpi lo ye? Hihihi, tepatnya sih ke ge-er an aja. Gimana ga GR dong, kalau setiap kali ketemu dia selalu berhai-hai sama saya. Tapi emangnya dia berbuat begitu cuma saya doang...? Lupa, belum memperhatikan dia secara diam-diam. Yang saya tahu sih dia senang ngobrol dengan anak-anak international, tapi rasanya perhatiannya beda kok sama saya...hahaha GR.
Yang membuat saya nyaman dengan dia, karena saya udah jujur dengan umur saya. Walaupun dia kaget saat tahu umur saya. Hei mungkin dia mengganggap saya kakaknya? Siapa tahu kan? Bisa saja memang saya special buat dia, tapi bukan sebagai lawan jenis.
Jadi sudah bisa diantisipasi bakalan patah hati lagi nih... OK, karena udah pengalaman, kita siapkan saja kekebalan tubuh. Misalnya dengan menulis di blog ini, sehingga kalau dibaca ulang ketahuan kedodolan diri sendiri. Lagian pertemuan intens kan karena masa orientasi kemarin, besok-besok sih wasalam mau ketemu lagi, kan jadwal kuliahnya juga beda. Gapapa sih, yang penting saat ini happy walau ga tau akan panjang umurnya atau nggak, dan kalau besok-besok nangis, nikmatin aja ya. Kadang tangisan bisa membersihkan hati kok.
Sunday, August 22, 2010
Kini saya mengerti
Pada satu waktu di masa lalu, saya pernah menyesali jalur hidup saya yang terpisah dari jalur hidup seseorang. Bahkan saking tidak terima dengan keadaan saya menjadi zombie dan hidup menyakiti manusia lain. Mencampakan cinta yang pernah disodorkan pada saya dengan semena-mena.
Pada satu saat yang tepat, Tuhan mengirim seseorang untuk menyembuhkan luka hati itu. Luka itu sembuh tapi ada jaringan parut tebal yang terbentuk. Jaringan parut yang selalu mengingatkan saya pada luka itu, untuk hal yang membuat luka itu ada. Saya tidak dapat melupakannya. Jauh di dasar hati tidak ada pemaafan dan tidak melupakan luka itu. Saya hidup dalam kemarahan, selama bertahun-tahun, pada orang yang memungkinkan luka dihati itu terjadi.
Detik berubah menjadi menit berubah menjadi jam berubah menjadi hari, bulan, tahun. Manusia penyebab luka menjadi semakin hilang artinya pada hidup saya. Dan saat itu saya mengerti kenapa Tuhan tidak menyatukan kami. Ada hal yang ingin saya capai, ada ambisi yang saya kejar, ada cita-cita yang ingin saya raih. Tapi kenapa begitu sulit memaafkan, mengapa sampai sekarang saya masih menginginkan orang itu menderita dan menyesal karena saya tidak ada di dalam hidupnya. Tanpa saya menginginkan orang itu untuk hadir kembali di hidup saya.
Tuhan, bukakan pintu maaf dan kerelaan didalam hati saya. Saya pasrah pada semua jalan hidup yang telah Kau tetapkan. Berikan saya berkah ketenangan, berikan saya kemampuan untuk menghapuskan semua dendam. Saya bukan orang suci, saya bukan orang bebas dosa, saya mohon rahmatMu untuk menghilangkan semua kekejaman hati ini.
Pada satu saat yang tepat, Tuhan mengirim seseorang untuk menyembuhkan luka hati itu. Luka itu sembuh tapi ada jaringan parut tebal yang terbentuk. Jaringan parut yang selalu mengingatkan saya pada luka itu, untuk hal yang membuat luka itu ada. Saya tidak dapat melupakannya. Jauh di dasar hati tidak ada pemaafan dan tidak melupakan luka itu. Saya hidup dalam kemarahan, selama bertahun-tahun, pada orang yang memungkinkan luka dihati itu terjadi.
Detik berubah menjadi menit berubah menjadi jam berubah menjadi hari, bulan, tahun. Manusia penyebab luka menjadi semakin hilang artinya pada hidup saya. Dan saat itu saya mengerti kenapa Tuhan tidak menyatukan kami. Ada hal yang ingin saya capai, ada ambisi yang saya kejar, ada cita-cita yang ingin saya raih. Tapi kenapa begitu sulit memaafkan, mengapa sampai sekarang saya masih menginginkan orang itu menderita dan menyesal karena saya tidak ada di dalam hidupnya. Tanpa saya menginginkan orang itu untuk hadir kembali di hidup saya.
Tuhan, bukakan pintu maaf dan kerelaan didalam hati saya. Saya pasrah pada semua jalan hidup yang telah Kau tetapkan. Berikan saya berkah ketenangan, berikan saya kemampuan untuk menghapuskan semua dendam. Saya bukan orang suci, saya bukan orang bebas dosa, saya mohon rahmatMu untuk menghilangkan semua kekejaman hati ini.
7 hari lagi
Setelah beberapa hari tidak memiliki akses ke internet dari rumah, malam ini saya menemukan satu slot akses tidak terkunci tersedia untuk diarungi. Hore...hore... akhirnya ngeblog lagi, akhirnya mengakses FB lagi dan mengakses beberapa website yang sering saya intip. Kangen juga.
7 hari lagi adalah ulang tahun seorang lelaki istimewa. Happy birthday to you, dear. Lelaki yang sangat menarik, yang tampak lebih menarik seiring bertambah usia. Goresan usia diwajahnya membuat lelaki itu tampil dewasa dan penuh dengan karisma. Tidak akan bosan saya memandang wajahnya lekat-lekat, lelaki dengan 1000 watt senyum. Hai tampan, pastikan dirimu bahagia hari itu.
Hari itu saya ingin memberinya hadiah yang mampu mengembangkan senyum diwajahnya. Senyum yang menyilaukan dan menghangatkan seperti sinar matahari. Keberadaannya yang dua dimensi memberikan rasa nyata pada kehidupan nyata saya. Apakah saya sudah gila? Tuhan, apakah saya benar-benar sudah tidak tertolong lagi?
Hai tampan dengan senyum 1000 watt, saya pernah memimpikanmu dan saya masih mencintaimu, tapi tidak akan pernah saya menginginkan dirimu sepi. Saya berharap dirimu segera menemukan pasangan sejatimu, tidak seperti saya yang terus menerus mencari lelaki yang ideal. Tapi belum menemukannya sampai sekarang. (PS: Tuhan, saya tidak komplain kok, saya menikmati setiap langkah hidup ini, dan saya mensyukuri setiap berkah yang Kau berikan setiap hari). Atau diri saya kah yang kau cari selama ini? (hehehe... ngarep dot com)
Dan mari kita akhiri semua ocehan sinting dan tidak jelas ini.
7 hari lagi adalah ulang tahun seorang lelaki istimewa. Happy birthday to you, dear. Lelaki yang sangat menarik, yang tampak lebih menarik seiring bertambah usia. Goresan usia diwajahnya membuat lelaki itu tampil dewasa dan penuh dengan karisma. Tidak akan bosan saya memandang wajahnya lekat-lekat, lelaki dengan 1000 watt senyum. Hai tampan, pastikan dirimu bahagia hari itu.
Hari itu saya ingin memberinya hadiah yang mampu mengembangkan senyum diwajahnya. Senyum yang menyilaukan dan menghangatkan seperti sinar matahari. Keberadaannya yang dua dimensi memberikan rasa nyata pada kehidupan nyata saya. Apakah saya sudah gila? Tuhan, apakah saya benar-benar sudah tidak tertolong lagi?
Hai tampan dengan senyum 1000 watt, saya pernah memimpikanmu dan saya masih mencintaimu, tapi tidak akan pernah saya menginginkan dirimu sepi. Saya berharap dirimu segera menemukan pasangan sejatimu, tidak seperti saya yang terus menerus mencari lelaki yang ideal. Tapi belum menemukannya sampai sekarang. (PS: Tuhan, saya tidak komplain kok, saya menikmati setiap langkah hidup ini, dan saya mensyukuri setiap berkah yang Kau berikan setiap hari). Atau diri saya kah yang kau cari selama ini? (hehehe... ngarep dot com)
Dan mari kita akhiri semua ocehan sinting dan tidak jelas ini.
Sunday, August 15, 2010
Renungan malam
Keras kepala
gampang ngambek
terlalu mandiri
cuek
banjir air mata saat nonton film tentang anjing
Nangis saat nonton film drama
Nangis kalau dibaikin orang
Ambang nyeri tinggi dari jatuh hingga patah hati
Sensitive terhadap kebutuhan orang
Mudah iba pada lansia
Hmm, itu yang dilihat orang dari saya
Seorang sahabat mengingatkan saya agar jangan lupa mencari pasangan
Tidak enak kalau tua sendirian, katanya
Tapi saya tidak peduli
Teman itu tidak tahu bahwa ambang nyeri saya diatas rata-rata
Walau pedih, tidak seperti pedih
Walau kesepian, tidak seperti kesepian
Jalani hidup apa adanya, mengikuti arus air, mengikuti hembusan angin
gampang ngambek
terlalu mandiri
cuek
banjir air mata saat nonton film tentang anjing
Nangis saat nonton film drama
Nangis kalau dibaikin orang
Ambang nyeri tinggi dari jatuh hingga patah hati
Sensitive terhadap kebutuhan orang
Mudah iba pada lansia
Hmm, itu yang dilihat orang dari saya
Seorang sahabat mengingatkan saya agar jangan lupa mencari pasangan
Tidak enak kalau tua sendirian, katanya
Tapi saya tidak peduli
Teman itu tidak tahu bahwa ambang nyeri saya diatas rata-rata
Walau pedih, tidak seperti pedih
Walau kesepian, tidak seperti kesepian
Jalani hidup apa adanya, mengikuti arus air, mengikuti hembusan angin
Friday, August 13, 2010
Thousand Years Love Song
When my sadness that is thin like a withered flowers
Cannot fall asleep because of these tangled years
I cling to the rough sigh
If I collected tears of a thousand years
Would it be enough to show my heart
At the end of sky which the sunset glow has left
Today again I linger on
As the frail sunshine of early dawn
Is woken up by its last night's dreams
My gloomy dreams of yesterday
Disappeared into the legend
If I collected wishes of a thousand years
Would it be enough to show my heart
At the end of the field which the sunshine has left
Today again I linger on
As the low wind that is wandering alone
Loses its way breathing hard
I ease my sorrow in this world
With the raindrops of noon
If I collected love of a thousand years
Would it be enough to show my heart
At the end of the sky that moon light is sleeping
Today again I linger on
If I collected longings of a thousand years
Would it be enough to show my heart
At the end of the field where the rising sun is shinning
Today again I linger on
OST The Legend (English translation)/ by DBSK
Cannot fall asleep because of these tangled years
I cling to the rough sigh
If I collected tears of a thousand years
Would it be enough to show my heart
At the end of sky which the sunset glow has left
Today again I linger on
As the frail sunshine of early dawn
Is woken up by its last night's dreams
My gloomy dreams of yesterday
Disappeared into the legend
If I collected wishes of a thousand years
Would it be enough to show my heart
At the end of the field which the sunshine has left
Today again I linger on
As the low wind that is wandering alone
Loses its way breathing hard
I ease my sorrow in this world
With the raindrops of noon
If I collected love of a thousand years
Would it be enough to show my heart
At the end of the sky that moon light is sleeping
Today again I linger on
If I collected longings of a thousand years
Would it be enough to show my heart
At the end of the field where the rising sun is shinning
Today again I linger on
OST The Legend (English translation)/ by DBSK
Addict dengan coca cola?
Coca cola, yang sering hadir dengan iklan yang menarik itu selalu memberikan image penuh kesegaran. Dingin, manis, memuaskan dahaga terutama untuk orang US. Ngeliat orang yang nyandu dengan coca cola selalu membuat saya melongo dongo. Tapi itu hanya terjadi saat di Indonesia dimana sebotol teh sosro dingin bisa memuaskan dahaga saya.
Nongol di musim panas di negaranya abang Obama sama sekali tidak memberikan saya kesejukan. Yang ada mah diterpa hawa panas. Kebetulan juga tempatnya ada di bagian selatan. Komplit lah jadi gosong.
Disini saya baru merasakan enaknya minum soda dingin (walaupun bukan coca-cola... tetep) tanpa gula, rada asem, diminum tengah hari saat belepotan keringat. Uuuhh.... ga terkatakan sensasinya. Istilah orang sini thirst quincher (bener ga sih speelingnya?~... dasar blogger dodol). Baru deh saya ngerti the power of coca cola yang bisa bikin orang addict. Krenyes-krenyes dingin memang lain sensasinya. Tapi bagi saya tetep the best adalah teh sosro.
Saya ngerti kalau teh sosro ga ada di belahan dunia sini, tapi tadinya berharap ada pocari... yang ternyata juga tidak dikenali bentuknya sama orang sini. Beuu... padahal kan pocari itu obat saya buat dehidrasi karena diiklankan pengganti ion tubuh. Entah bener, entah tidak, tapi biasanya sih berhasil merehidrasi saya.
Di negaranya Winnetou ini saya belum menemukan jenis minuman pengganti Pocari. Ada Gatorade, tapi rasanya terlalu hambar dan harganya terlalu mahal. Saya maunya nyari yang sebotol cuma sedollaran gitu. Maklumlah mahasiswa miskin.
Jadi gimana atuh? padahal saya kemana-mana mesti pake kaki, alias jalan. Yang kalau dilakukan tengah hari akan sukses bikin saya dehidrasi walaupun ringan. Maunya minum terus. Padahal yang diminumnya air keran, yang terasa mengganjal di tenggorokan walaupun dibilang orang airnya bebas bakteri. Dasar indonesia dodol.
dan, sekarang ini mau ga mau, suka ga suka, saya harus mengakrabi kembali kacamata saya. Kecuali mau bolor forever and ever. Jadi makin teringat sama BYJ dan kacamata yang menjadi trademarknya lelaki tampan itu. Dan si tampan itu ulang tahun tanggal 29 Agustus.. beberapa hari lagi. Mau hadiah apa tampan? Pelukan hangat atau kecupan lembut (nosebleed deh ngebayanginnya)...wakakaka... huek!! Pasti si tampan itu muntah-muntah dengar tawaran saya. Padahal ini tawaran berharga lho, cuma kamu aja tampan, yang dapat tawaran ini, lelaki lain saya ogah nawarinnya. (hih, kumat lagi gilanya tante... mungkin tadi lupa minum obat).
ok deh orang gila ini mau cabut dulu...bye...
Nongol di musim panas di negaranya abang Obama sama sekali tidak memberikan saya kesejukan. Yang ada mah diterpa hawa panas. Kebetulan juga tempatnya ada di bagian selatan. Komplit lah jadi gosong.
Disini saya baru merasakan enaknya minum soda dingin (walaupun bukan coca-cola... tetep) tanpa gula, rada asem, diminum tengah hari saat belepotan keringat. Uuuhh.... ga terkatakan sensasinya. Istilah orang sini thirst quincher (bener ga sih speelingnya?~... dasar blogger dodol). Baru deh saya ngerti the power of coca cola yang bisa bikin orang addict. Krenyes-krenyes dingin memang lain sensasinya. Tapi bagi saya tetep the best adalah teh sosro.
Saya ngerti kalau teh sosro ga ada di belahan dunia sini, tapi tadinya berharap ada pocari... yang ternyata juga tidak dikenali bentuknya sama orang sini. Beuu... padahal kan pocari itu obat saya buat dehidrasi karena diiklankan pengganti ion tubuh. Entah bener, entah tidak, tapi biasanya sih berhasil merehidrasi saya.
Di negaranya Winnetou ini saya belum menemukan jenis minuman pengganti Pocari. Ada Gatorade, tapi rasanya terlalu hambar dan harganya terlalu mahal. Saya maunya nyari yang sebotol cuma sedollaran gitu. Maklumlah mahasiswa miskin.
Jadi gimana atuh? padahal saya kemana-mana mesti pake kaki, alias jalan. Yang kalau dilakukan tengah hari akan sukses bikin saya dehidrasi walaupun ringan. Maunya minum terus. Padahal yang diminumnya air keran, yang terasa mengganjal di tenggorokan walaupun dibilang orang airnya bebas bakteri. Dasar indonesia dodol.
dan, sekarang ini mau ga mau, suka ga suka, saya harus mengakrabi kembali kacamata saya. Kecuali mau bolor forever and ever. Jadi makin teringat sama BYJ dan kacamata yang menjadi trademarknya lelaki tampan itu. Dan si tampan itu ulang tahun tanggal 29 Agustus.. beberapa hari lagi. Mau hadiah apa tampan? Pelukan hangat atau kecupan lembut (nosebleed deh ngebayanginnya)...wakakaka... huek!! Pasti si tampan itu muntah-muntah dengar tawaran saya. Padahal ini tawaran berharga lho, cuma kamu aja tampan, yang dapat tawaran ini, lelaki lain saya ogah nawarinnya. (hih, kumat lagi gilanya tante... mungkin tadi lupa minum obat).
ok deh orang gila ini mau cabut dulu...bye...
Thursday, August 12, 2010
Masih kena virus BYJ
Gilee nih, masih belum sembuh juga nih virus BYJ. Heran, ini asli pakai perasaan. Padahal udah coba ditalangin dengan mantengin wajah-wajah cakep lainnya, kok ga mempan ya? Sebenarnya ada di mana sih pesona BYJ sampai melintasi 2 dimensi ke alalm nyata. Padahal kegiatan dia sebagai orang yang diberkahi dengan banyak uang adalah main golf di resort mahal, padahal kan dia jarang banget main film, mungkin karena naluri bisnisnya yg super ok, maka duit seakan mengalir terus ke kantongnya.
Tapi hebatnya ni orang ada waktu-waktu dimana dia serius melakukan proyek (yang ujung-ujungnya juga bakal jadi duit), dia ga peduli dengan penampilannya. Dan kalau dilihat tampangnya waktu muda dulu, kok kayaknya tambah umur dia tambah ganteng aja. Kalau seperti ini mesti siap-siap patah hati pada saat ada berita dia menikah. Mungkin bagus juga kalau dia menikah, biasanya perasaan saya jadi hambar. Tapi kalau beneran patah hati, maka saat itu saya tahu bahwa perasaan saya bukan bohongan.
Malu dong sama umur. Mungkin akan ada yang ngeledek begitu, setidaknya teman saya akan mengingatkan supaya saya jatuh cinta sama orang yang saya temukan di dunia nyata. Tapi itulah hati saya yang degil dan keras kepala, sekali ada maunya susah untuk dibendung. Obatnya hanya waktu, untuk memudarkan dan membuat perasaan saya jadi tawar. Satu saat pasti saya waras lagi.
Apa yang menarik dari BYJ? senyumnya, ekspresinya...aaah...semuanya deh. Maruk memang. Dan kenapa ga ada laki-laki dialam nyata yang bisa membuat perasaan saya melambung seperti ini. Hey... gila.
Tapi hebatnya ni orang ada waktu-waktu dimana dia serius melakukan proyek (yang ujung-ujungnya juga bakal jadi duit), dia ga peduli dengan penampilannya. Dan kalau dilihat tampangnya waktu muda dulu, kok kayaknya tambah umur dia tambah ganteng aja. Kalau seperti ini mesti siap-siap patah hati pada saat ada berita dia menikah. Mungkin bagus juga kalau dia menikah, biasanya perasaan saya jadi hambar. Tapi kalau beneran patah hati, maka saat itu saya tahu bahwa perasaan saya bukan bohongan.
Malu dong sama umur. Mungkin akan ada yang ngeledek begitu, setidaknya teman saya akan mengingatkan supaya saya jatuh cinta sama orang yang saya temukan di dunia nyata. Tapi itulah hati saya yang degil dan keras kepala, sekali ada maunya susah untuk dibendung. Obatnya hanya waktu, untuk memudarkan dan membuat perasaan saya jadi tawar. Satu saat pasti saya waras lagi.
Apa yang menarik dari BYJ? senyumnya, ekspresinya...aaah...semuanya deh. Maruk memang. Dan kenapa ga ada laki-laki dialam nyata yang bisa membuat perasaan saya melambung seperti ini. Hey... gila.
Sunday, August 01, 2010
Perempuan pemimpi
Setiap kali saya pulang ke rumah, selalu berjanji pada diri sendiri untuk membereskan tumpukan buku dan barang2 lain di kamar. Tapi selalu terdistraksi oleh berbagai hal. Seperti album foto lama.
Kalau dibandingkan dengan orang lain sangat sedikit saya memiliki foto diri. Saya selalu menganggap foto diri saya itu luar biasa jeleknya. Malam ini saya dengan mata terbuka menatap seraut wajah coklat, dengan badan yang cungkring kurus sekali. Satu hal dari wajah perempuan itu yang tidak saya kenali adalah sorot matanya yg menyimpan duka. Entah kenapa sorot matanya itu tidak tertawa walaupun mulutnya tersenyum lebar. Mata itu adalah mata perempuan yang ada di alam khayal.
Perempuan yang tidak percaya diri, punya mimpi tapi tidak tahu cara mewujudkannya, ambisi ada di level 0. Dan perempuan itu sudah mati digantikan oleh seraut wajah penuh tekad dan ambisi, menikmati hidup dan egois hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri. Luka yang dialami perempuan itu bukan datang dari orang lain tapi datang dari dalam dirinya yang tidak berani membuka diri pada orang-orang yang mendekatinya. Kalau dia tersakiti sudah selayaknya.
Karena itu jangan dihidupkan lagi, dia sudah tidak ada, terkubur dilangkah-langkah sepi yang ditapaki penggantinya. Jangan pernah hubungi lagi, biarlah masa lalu tetap menjadi masa lalu, walaupun tak terlupakan. Foto-foto itulah yang menjadi bukti keberadaan perempuan pemimpi. Biar saja albumnya berdebu dan terlantar di sudut- sudut gelap sebuah kamar. Dan kau, laki-laki penyebab duka, enyahlah, bahagiakan dirimu disamping istri yang kau pilih dan jangan lagi berkunjung ke masa lalu.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kalau dibandingkan dengan orang lain sangat sedikit saya memiliki foto diri. Saya selalu menganggap foto diri saya itu luar biasa jeleknya. Malam ini saya dengan mata terbuka menatap seraut wajah coklat, dengan badan yang cungkring kurus sekali. Satu hal dari wajah perempuan itu yang tidak saya kenali adalah sorot matanya yg menyimpan duka. Entah kenapa sorot matanya itu tidak tertawa walaupun mulutnya tersenyum lebar. Mata itu adalah mata perempuan yang ada di alam khayal.
Perempuan yang tidak percaya diri, punya mimpi tapi tidak tahu cara mewujudkannya, ambisi ada di level 0. Dan perempuan itu sudah mati digantikan oleh seraut wajah penuh tekad dan ambisi, menikmati hidup dan egois hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri. Luka yang dialami perempuan itu bukan datang dari orang lain tapi datang dari dalam dirinya yang tidak berani membuka diri pada orang-orang yang mendekatinya. Kalau dia tersakiti sudah selayaknya.
Karena itu jangan dihidupkan lagi, dia sudah tidak ada, terkubur dilangkah-langkah sepi yang ditapaki penggantinya. Jangan pernah hubungi lagi, biarlah masa lalu tetap menjadi masa lalu, walaupun tak terlupakan. Foto-foto itulah yang menjadi bukti keberadaan perempuan pemimpi. Biar saja albumnya berdebu dan terlantar di sudut- sudut gelap sebuah kamar. Dan kau, laki-laki penyebab duka, enyahlah, bahagiakan dirimu disamping istri yang kau pilih dan jangan lagi berkunjung ke masa lalu.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Friday, July 30, 2010
Alone
Hari sabtu sudah datang lagi. Cepet juga waktu berlalu. Walaupun agak malas meninggalkan rumah tapi ada beberapa hal yang memang ga bisa ditunda lagi harus dilakukan hari ini, terpaksa jalan..yuuuk. Sendirian jalan di bandung di saat weekend memang agak aneh, untung kulit muka tebel jadi suka ga peduli dengan pandangan orang lain, lanjut aja.
Selain ke warnet, tujuan lain adalah beli topi wol buat winter. Referensi adanya di ciwalk. Makanya walaupun tau bakalan macet tetap dijabanin. Ga ada waktu lain lagi. Dan ciwalk memang penuh orang apalagi ada live music, untuk band-band amatir di bandung. Hidup ciwalk.
Krn pas waktu makan, jadinya emang niat untuk sekalian makan disini. Tapi seleranya ga keluar, walaupun asli lapar. Gini nih klo ga ada temen suka mellow2 ga jelas. Akhirnya setelah mikir2 makanlah disalah satu resto yg menawarkan nasi tutug oncom. Let's see apakah enak atau nggak. Setelah ini baru dijalanin lagi toko itu.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Selain ke warnet, tujuan lain adalah beli topi wol buat winter. Referensi adanya di ciwalk. Makanya walaupun tau bakalan macet tetap dijabanin. Ga ada waktu lain lagi. Dan ciwalk memang penuh orang apalagi ada live music, untuk band-band amatir di bandung. Hidup ciwalk.
Krn pas waktu makan, jadinya emang niat untuk sekalian makan disini. Tapi seleranya ga keluar, walaupun asli lapar. Gini nih klo ga ada temen suka mellow2 ga jelas. Akhirnya setelah mikir2 makanlah disalah satu resto yg menawarkan nasi tutug oncom. Let's see apakah enak atau nggak. Setelah ini baru dijalanin lagi toko itu.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Thursday, July 29, 2010
Nge net di bandung
Di Bandung itu online internet gampang-gampang susah. Klo mau enak sih pasang sendiri atau pakai modem. Tapi kalau modemnya lagi ngadat, lain cerita. Solusinya adalah mencari warnet. Tapi tidak semudah itu mencari warnet di bandung sekarang ini. Untuk Jakarta dan Surabaya mereka sudah mempunyai bussiness center yang ditata untuk kebutuhan orang online seperti Sna**y, Mult***us, yang lumayan bagus kualitasnya.
Lain cerita dengan di Bandung, warnet lebih banyak meraup keuntungan dari game online yang berisiknya setengah mati sehingga menggeser warnet-warnet tradisional yang tujuannya untuk browsing internet doang bukan main game online.
Tapi wartel masih banyak tersedia di bandung lho, padahal di tengah persaingan hp yang marak dari yang murah sampai yang mahal. Aneh memang.Mungkin karena tradisinya orang bandung yang doyan ngomong kali, atau kemungkinan lain mereka sudah melek internet dan masing-masing rumah punya koneksi internet sendiri, jadi ga perlu ke warnet lagi.
Mana yang bener dari kedua alasan itu? Wallohualam...
Lain cerita dengan di Bandung, warnet lebih banyak meraup keuntungan dari game online yang berisiknya setengah mati sehingga menggeser warnet-warnet tradisional yang tujuannya untuk browsing internet doang bukan main game online.
Tapi wartel masih banyak tersedia di bandung lho, padahal di tengah persaingan hp yang marak dari yang murah sampai yang mahal. Aneh memang.Mungkin karena tradisinya orang bandung yang doyan ngomong kali, atau kemungkinan lain mereka sudah melek internet dan masing-masing rumah punya koneksi internet sendiri, jadi ga perlu ke warnet lagi.
Mana yang bener dari kedua alasan itu? Wallohualam...
Sunday, July 25, 2010
Lazy sunday
Hari untuk memanjakan diri. Hairmask di Roger's merupakan keputusan yang tepat. Karena kemarin habis diimunisasi, badan menjadi sedikit ga karuan. Tubuh yang sedang membuat antibody memang ga disepelekan lagi, apalagi faktor U yang makin bertambah, beda dengan saat masih muda dulu, ga pernah merasakan efek dari imunisasi.
Bangun jam 7 pagi dari mimpi yang melelahkan karena panggilan alam untuk membuang sisa metabolisme tubuh. Setelah kosong diteruskan dengan sarapan bubur dan selesainya malah pengen tidur, tapi karena udah niat mau jalan, terpaksalah badan digeret ke kamar mandi dan bersiap-siap pergi. Makanya waktu kepala dipijat serasa enak bener, orang salonya jagoan juga mijet. Dan setelah relaks ngantuknya ikutan hilang juga. Senengnya. Untuk ukuran salon yang udah punya nama, harganya ga terlalu mahal, cukup ramah petugasnya dan hasilnya lumayan. Boleh diulang lagi.
Selesai nyalon kita makan di Pacific Plaza. Hmm perut kenyang, badan nyaman bikin pengen tidur deh. Tapi masih ada satu pekerjaan yang harus dibikin kelar. Beli baju untuk persiapan winter yang murmer di Indonesia. Buat bekal ke negri sebrang yang kata temen saya winternya lumayan menggigit walaupun lokasinya sudah ada di bagian selatan.
Pulang ke rumah temen saya langsung ngoroks di depan tv, sementara temen saya nonton the Tudors. Kisah cinta Henry VIII, karena udah hafal dengan biografinya Henry VIII maka saya lebih memilih untuk ngorok aja daripada nonton.
What a good lazy sunday deh.
Bangun jam 7 pagi dari mimpi yang melelahkan karena panggilan alam untuk membuang sisa metabolisme tubuh. Setelah kosong diteruskan dengan sarapan bubur dan selesainya malah pengen tidur, tapi karena udah niat mau jalan, terpaksalah badan digeret ke kamar mandi dan bersiap-siap pergi. Makanya waktu kepala dipijat serasa enak bener, orang salonya jagoan juga mijet. Dan setelah relaks ngantuknya ikutan hilang juga. Senengnya. Untuk ukuran salon yang udah punya nama, harganya ga terlalu mahal, cukup ramah petugasnya dan hasilnya lumayan. Boleh diulang lagi.
Selesai nyalon kita makan di Pacific Plaza. Hmm perut kenyang, badan nyaman bikin pengen tidur deh. Tapi masih ada satu pekerjaan yang harus dibikin kelar. Beli baju untuk persiapan winter yang murmer di Indonesia. Buat bekal ke negri sebrang yang kata temen saya winternya lumayan menggigit walaupun lokasinya sudah ada di bagian selatan.
Pulang ke rumah temen saya langsung ngoroks di depan tv, sementara temen saya nonton the Tudors. Kisah cinta Henry VIII, karena udah hafal dengan biografinya Henry VIII maka saya lebih memilih untuk ngorok aja daripada nonton.
What a good lazy sunday deh.
Saturday, July 24, 2010
Sebenarnya lagi hilang ide nulis
Tadi saya melihat seorang yang beberapa kali wajahnya terpampang di layar TV saat sedang belanja ke supermarket. Tentu saja dalam sekejap perhatian saya tertarik oleh orang ini, karena dia laki-laki yang berambut panjang, single dan kurus. Hih, ga jauh-jauh dari stereotype saya deh, makanya hafal juga. Suka pengen ketawa karena tadi beberapa kali deketan sama dia, saya hanya membayangkan seandainya kejadian ini ketemunya sama BYJ, uughhh.... bakalan happy banget sepertinya.
Tadi malam rumah teman saya kena kebakaran di tempat sikring listriknya, nearmiss istilahnya, karena sudah terjadi kebakaran tapi untungnya belum sampai tingkatan berbahaya. Weh lumayan bikin stress teman saya itu, walaupun saya sendiri dengan enaknya tidur. Habis malam sebelumnya kan begadang, jadi tadi malam udah ga ambil pusing lagi, langsung ngoroks begitu keadaan tertanggulangi. Walhasil pagi ini kesulitan air yang harus ditarik dengan pompa listrik, berakibat mandi yang ga jelas lagi mandinya dan bab yang harus ditahan. Bikin perut penuh gas dan membuat kami ter-k*nt*t2.
Padahal ini malam minggu lho, tapi kami sudah seperti sayuran aja yang tidak bergairah mendengar kata malam minggu. Kenapa bisa begini?
Tadi malam rumah teman saya kena kebakaran di tempat sikring listriknya, nearmiss istilahnya, karena sudah terjadi kebakaran tapi untungnya belum sampai tingkatan berbahaya. Weh lumayan bikin stress teman saya itu, walaupun saya sendiri dengan enaknya tidur. Habis malam sebelumnya kan begadang, jadi tadi malam udah ga ambil pusing lagi, langsung ngoroks begitu keadaan tertanggulangi. Walhasil pagi ini kesulitan air yang harus ditarik dengan pompa listrik, berakibat mandi yang ga jelas lagi mandinya dan bab yang harus ditahan. Bikin perut penuh gas dan membuat kami ter-k*nt*t2.
Padahal ini malam minggu lho, tapi kami sudah seperti sayuran aja yang tidak bergairah mendengar kata malam minggu. Kenapa bisa begini?
Subscribe to:
Posts (Atom)

