Thursday, September 08, 2011

Pindahan

Hari Sabtu yang lalu saya pindahan, masih di kompleks apartment yang sama cuma beda unit. Saya pindah ke tempat yang lebih murah tentunya. Lebih kecil memang, tapi selain lebih ringan di kantong juga lebih ringan dalam hal bersih-bersih. Memang sih pas bagian cuma nge-vacuum nya ringan, tiap hari juga bisa sebenarnya. Tapi pas bagian mesti nyampoin tu karpet bisa banjir keringat.

Perasaan saya barangnya ga gitu banyak, kok setelah dijalani baru kelar 3 hari, plus betis dan badan sakit-sakit semua. Maklum turun naik tangga dari lantai 3 ke lantai 3. Selain ga ada tenaga sewaan atau tenaga jajahan juga tanpa lift. Kalau di Indonesia saya biasa mengkaryakan 2 adik laki-laki, gratisan tentunya, dibayar terimakasih doang. Dan mereka menurut saja, daripada kakak perempuan satu-satunya manyun dan ngambek. Kena batunya sekarang, karena ga mungkin mengekspor mereka sekedar untuk pindahan.

Gara-gara pindahan terpaksa ga main internet selama beberapa hari. Transfer ke tempat baru tetap membutuhkan getaway wireless dan barangnya dikirim 2 hari setelah saya pindah. Untuk urusan sekolah pakai internet di kampus, tapi ga mungkin buka situs-situs private saya seperti CTVXQ dan tempat download drama korea. Dan ga bisa ngeblog. Lengkap deh penyebab sakaw internet.

Berbarengan dengan masa pindahan, musim panas berganti jadi musim gugur. Suhu belum dingin-dingin amat. Bedanya jam 4-5 sore suhu sudah sejuk, walaupun matahari masih tenggelam jam 8-an. Sebentar lagi pohon akan berubah warna. Lalu tiba-tiba musim dingin dan musim semi datang lagi, terus pulkam deh. Hmmm harus dan kudu menikmati setiap hari yang dilewati disini.

Thursday, September 01, 2011

9 of September


It's a very special day! I will enjoy every minutes of that day. My first schedule for the D-day will start with the ticket master... yaay!! SMtown ticket will be started to sale at 10am. I must online in that particular time. Because in the past, the SMtown ticket concert always sold out in less than 1 hour.

Second schedule is attend the meeting of the certificate class. Mr Blue eyes will attend too. Although is not as important than booking the ticket concert.

Then in the afternoon I will attend the international student gathering. It's a very busy day.

But now my head is full with the anticipation of the SMtown concert. I'm so happy that I have chance to attend the concert, watch TVXQ live performance. Too bad that it's not a pure TVXQ concert, I wish their TONE concert could be held in the US too, not only in Japan.

The other crazy thing I did today is ordered all 3 versions of the TONE album. I know I'm crazy with TVXQ. But hey people are allowed to do a crazy thing at least once in your lifetime. So my crazy moment is fangirling for TVXQ. Never did the fans thing, never join any fandom (including SMAP), never buy more than 1 album version. But TVXQ turn up down my behavior. WTH, carpe diem! Seize the day!

Wednesday, August 31, 2011

Mudah-mudahan kebagian tiketnya

SMtown akan concert di NY tanggal 23 Oct. Seneng buanget...! Sekarang tinggal pasang mata dan telinga untuk beli tiketnya... Tiket SMtown bisa sold out dalam 15 menit soalnya. Gila! Tapi karena diadakannya hari minggu, bukan saat libur pula, berharap kompetisi untuk beli tiketnya agak kendor. Hiahahaha... Tujuan utama nonton adalah TVXQ2... mudah-mudahan lensa zoom mid nya ga kena sensor. Dan mudah-mudahan dapat tiket di lokasi yang deket panggung. Sekarang tinggal nabung untuk tiket pesawat dan akomodasi. Krn NY mahalnya minta ampun. Tapi sepertinya harus berkorban lebih sedikit untuk booking hotel di lokasi yang dekat dengan tempat concertnya. Karena sendirian dan pasti selesainya malam banget. Ga berani ngambil hotel jauh-jauh. Untuk penghematan ke NYnya hari Sabtu aja, nginep 2 malam, balik hari senin, bolos kuliah senin (cuma satu kelas ini...kyaa!).

Kesempatan ini mesti diperjuangkan habis-habisan, karena kecil kemungkinan SMtown menggelar concert di Indonesia. Palingan juga diadakan di Singapore. Mumpung di sini, hajar... Seize the day!!

Sunday, August 28, 2011

I don't know

CD single TVXQ2, Superstar sampai minggu lalu, hanya isi 2 lagu baru plus 1 DVD. Walaupun catchy "Superstar" masih kalah dengan "I don't Know". Mungkin karena "I don't know" lebih ke jazz. Juga banyak bagian solo buat Changmin dan Yunho.

Dibanding "Superstar" yang ringan dan riang, "I don't know" memberikan aura sexy. Apalagi kalau nonton MV-nya. Tatapan mata Changmin dan Yunho so intense, dengan jacket kulit hitam dan hair style yang perfect membuat mata saya tidak bisa bergeser dari layar.

Mereka telah bermetamorfosa menjadi artis yang dewasa, dengan tehnik vocal yang jauh lebih baik, dance yang sempurna ditambah ekspresi mendalam dan passion yang muncul dari dalam diri mereka, membuat saya rela merogoh kantong untuk membeli album original mereka.

Sampai saat ini hanya Sarah Brightman yang CDnya saya beli tanpa perlu mendengarkan dulu lagunya seperti apa. Termasuk album-album lama Sarah Brightman. Bahkan koleksi Andrea Boccelli aja ga selengkap Sarah Brightman. Dan sekarang TVXQ menjadi salah satu artis yang albumnya akan saya koleksi tanpa perlu pertimbangan.

Walaupun ga langsung suka dengan semua lagu di album Why, tapi setelah didengarkan berkali-kali, sekarang saya jadi semakin bingung milih lagu mana yang paling favorit, soalnya jadi suka semua lagunya. Album kedua TVXQ baru akan release tanggal 28 September. Tapi dari sekarang sudah penasaran, dan ngebet pengen pre-order. Sayang uang stipend belum nongol dan minggu ini saya masih konsentrasi dengan beli textbook. Jadi pengen cepet hari Rabu untuk pre-order CD barunya.

Friday, August 26, 2011

Ingin yang itu, dapat yang ini

Dulu saya ga nganggap dengan serial korea, karena drama yang masuk ke TV selain di dub juga genre yang diambil kalau ga sageuk, kebanyakan ambil melo-drama full mewek. Herannya bapak saya malah kecanduan nonton serial melo drama itu. Tapi sejak suksesnya serial My Girl, Coffee Prince yang bergenre rom-com, saya mulai deh explore drama-drama korea. Ternyata lumayan banyak yang menarik.

Sejak pindah ke US dengan internet super duper cepat, saya langganan salah satu situs yang mensuplai drama korea untuk di download. Walaupun banyak yang gratisan tapi harus nonton online, kalau lagi banyak yang streaming, nontonnya jadi ga ok karena tersendat-sendat. Kalau didownload dulu sih aman, bisa nonton dengan lancar kapan saja. Sampai saya beli external harddisk khusus buat nyimpan hasil drama hasil download.

Saya  sebenarnya ngincer satu drama baru rom-com Choi Ji Wo, tapi belum keluar di tempat saya ngedownload. Eh yang nongol malah serial jadul Jewel in the palace, berhubung serial ini lumayan bagus, ya sud saya download deh. Lagian saya ga lengkap nontonnya dulu, maklumlah hasil beli di Ra** plz... Pengennya yang itu dapatnya yang ini...

Wednesday, August 24, 2011

Gaul

Saya tidak pernah mengalami masalah untuk bergaul. Tapi sebenarnya saya tidak mudah menerima orang menjadi teman apalagi sahabat. Berhubung kebanyakan orang Indonesia lebih senang membicarakan diri sendiri dan saya punya kapasitas mendengarkan lebih banyak daripada orang lain, banyak kenalan yang mengira diri mereka sudah menjadi sahabat saya.

Saya tidak mudah untuk membuka pribadi saya pada kenalan. Hanya pada mereka yang saya anggap teman dekat saya lebih terbuka. Bahkan teman-teman dekat saya itu sering menawarkan telinga mereka pada saya, saking jarangnya saya curhat.

Ada satu teman sekelas yang asli Amrik, yang kenalnya gara-gara kita satu grup diskusi di semester pertama. Tapi kemudian kita ngobrol banyak karena dia dapat kesempatan magang di Indonesia. Kebetulan dia magang di NGO tempat saya kerja beberapa tahun yang lalu. Jadilah keluar semua trik dan tips. Saya cuma bilang kenal dengan orang yang berada di posisi project managernya. Tapi ga pernah kontak lagi dengan dia. Hari ini kami ketemu, komentarnya "Everybody knows you..." hehehe... tentunya!

Dan hari ini saya dapat undangan untuk buka bersama dari mhs PhD asal Indonesia. Dia study theology. Saya sih udah kebayang yang datang adalah orang taat ibadah semua. Awalnya malas, karena saya cuma kenal dengan teman saya doang. Tapi setelah mikir, ga ada salahnya bersosialisasi dengan teman sekampung. Hitung-hitung buka persepsi. Sepertinya besok saya akan hadir di acara bukber itu.

Saya, entah kenapa, sering kali kaya dengan informasi alias resourceful. Dan ternyata jadi menjadi salah satu kelebihan saya yang dikenali advisor. Beliau sampai mengenalkan ke fellows baru dan menyarankan dia untuk nanya ke saya kalau butuh informasi. Hihihihi... jadi geli sendiri. Dan begitu saya ngoceh, fellows baru itu sampai bilang, bener ya komentar advisork, kamu ternyata banyak tahu. Halah...

Kelompok agak gila semester lalu, hari ini ngumpul bersama.... kami biasa sharing info. Terutama dengan fellows dari Pakistan karena saya dan dia ngambil konsentrasi yang sama, akhirnya kita sering sharing info, walaupun kelas yang kami ambil berlainan. Saya lebih memilih ngambil kelas sulit di tahun lalu. Tahun ini kelas yang saya ambil katannya sih ga sesulit kelas-kelas semester sebelumnya, tapi butuh waktu, karena harus banyak baca. Gapapalah, hajar bleh. Yang penting saya sudah memenuhi sebagian besar kelas yang harus diambil supaya lulus..

Yeah... masa bersenang-senang sudah habis, sekarang harus berjuang lagi. 

Friday, August 19, 2011

Not a full moon

Malam ini, hati saya memberikan signal aneh. Berdesir tidak karuan. Bolehkah saya berkhayal si mata biru tengah memikirkan saya? Ahhh... rasa yang saya tekan habis-habisan ke bawah sadar melakukan pemberontakan hari ini.

Hai hati, belum kapok untuk terluka lagi kah? Kenapa tidak mau menurut?

Tanggal 9 masih lama ya? Hari itu mungkin saya bisa melihat wajahnya tanpa harus mencuri-curi lihat.

Sabarlah. Menantikan sesuatu yang khusus juga satu proses yang indah. Ahh, kenapa perasaan saya  seperti ABG yang baru jatuh cinta saja?

Tapi kalau direnungkan ini juga salah satu hadiah dariNya, bisa merasakan debar-debar di hati lagi. Indah.

Kalaupun dia bukan untuk saya, rasanya akan tetap menjadi satu kenangan yang indah.






Nyaman dengan diri sendiri

Saya tumbuh dengan kompleks rendah diri, istilah jaman baheulanya minder wardeg (maaphh... ga tau spellingnya bener ato salah). Ditambah dengan kelakuan tomboy, dan kantong kempes, saya tidak pernah dandan atau memakai baju yang sedang trend untuk anak perempuan. Modalnya cuma t-shirt+jeans atau kemeja+jeans. Pergaulan sih luas, teman dekat ada, tapi saya terbiasa menyimpan semua perasaan sendiri saja ga pernah curhat atau sharing dengan teman perempuan. Sementara dengan teman laki-laki, karena kelakuan saya yang ga ada femininnya sama sekali, menjadikan saya ga sensitif terhadap lawan jenis. Kalaupun suka dengan salah satu dari mereka, paling nulis di buku harian. Menyampaikan rasa suka sama sekali bukan sifat saya, karena ga tahan kalau sampai ditolak, dan saya merasa tidak ada yang akan tertarik dengan saya.

Baru setelah saya kerja dan punya penghasilan sendiri, saya bisa membeli pakaian yang saya suka dan pelan-pelan mulai melakukan perawatan diri. Gunting rambut di salon yang lumayan, walaupun tetap ga percaya diri atau suka dengan diri sendiri.

Padahal ada beberapa yang suka dengan saya, tapi entah kenapa saya tetap tidak merasa diri menarik. Flirting dengan laki-laki? Beuuh... jauh, ga punya modal sama sekali. Lewat usia 25 mulai banyak yang menanyakan mau ga saya jadi menantunya, mau ga dikenalkan dengan adiknya. Tapi ga ada respon dari saya kecuali cengar-cengir dan memberikan berbagai alasan. Karena saya mikir, iya sih kakak dan orangtuanya suka dengan saya, tapi adiknya atau anaknya kan belum tentu suka. Lagian saya ga mau beli kucing dalam karung.

Belum lagi karena kulit saya yang sawo matang dan tanpa perawatan, laki-laki cenderung menganggap saya tidak manis. Beberapa komentar yang tidak seharusnya saya dengar menambah kompleks rendah diri saya. Pokoknya kalau dipikir-pikir bego 101.

Yang membuat saya mulai merasa saya menarik justru datang dari laki-laki bule. Dia langsung melakukan direct approach. Pertama kalinya saya mulai merasa bahwa saya menarik juga. Pulang ke Indonesia saya mulai memperhatikan penampilan saya. Walaupun ga setahun kemudian kepercayaan diri yang sukar saya dapatkan itu diinjak-injak sampai remuk oleh seorang lelaki j*h*n*m yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang.

Sekarang sih saya bisa melihat, mereview masa lalu tanpa harus berderai air mata. Tapi 1.5 tahun menjadi zombie yang tidak mempedulikan penampilan, harga diri saya dipulihkan oleh beberapa laki-laki. Mereka tidak tahu bahwa mereka telah membuat saya menjadi manusia kembali dengan perhatian tulus mereka. Lelaki pertama pada masa zombie saya jauh lebih muda, single, bertampang seperti Nobita (bahkan kelakuannya mirip dengan Nobita, the loser, yang tidak memiliki Doraemon). Dia memperlakukan saya seperti Nobita memperlakukan Suzuka. Sayang Suzuka-nya tidak berhati, mudah-mudahan dia mendapatkan istri yang baik dan mencintai dia dengan tulus. Lelaki kedua (sayangnya suami orang), karena dialah hati saya menghangat kembali, dia yang mengembalikan denyut jantung saya dalam merespon lelaki, dia yang membuat saya bisa menyukai wajah yang saya miliki, dia lelaki pertama yang terdengar tulus mengatakan saya cantik. Dia yang membuat saya merasa cantik. Lelaki ketiga, datang pada periode yang sama dengan lelaki kedua, nyaris membuat saya menyerahkan hati seutuhnya seandainya dia tidak terbongkar fakta dia sudah menikah.

Setelah masa itu saya mulai bisa menampilkan kefemininan saya (diusia 30-ish, kebayang ga telatnya? hahahaha). Dan mulai bisa membaca bahasa tubuh lelaki apakah mereka tertarik dengan saya atau tidak. Mulai senang dengan perhatian lelaki yang tertarik pada saya. Flirting dengan mereka walaupun belum bisa membuka hati pada mereka.

Saya suka bingung kalau ditanya kenapa belum menikah. Bohong kalau bilang tidak ada yang mendekati saya dengan serius, tapi ini alasan yang paling enak dilemparkan, alasan yang tidak bertanggung jawab. Sekarang saya sudah mahir untuk tersenyum dengan manis. Walaupun masih senang dengan jeans dan t-shirt/kemeja, tapi saya sudah bisa memilih t-shirt dan kemeja seperti apa yang bisa membuat saya tampak feminin. Sudah pintar memilih model potongan rambut, dan kelebihan saya adalah di postur tegak saya. Dengan sepatu yang menarik saya bisa tampil manis kok. Tinggal menunggu pada lelaki seperti apa hati saya akan membuka pintunya. Kalaupun saya tetap harus single saya tahu itu adalah kesalahan saya sendiri, dan tidak menggugat atau merengek pada Yang DiAtas. Saya hanya bisa memohon ampunanNya karena hati saya tidak tergerak untuk terbuka pada lelaki-lelaki yang datang pada saya. Saya hanya bisa berdoa seandainya memang ada jodoh saya, mohon agar hati saya dilunakan untuk menerima lelaki itu. Itu saja doa saya sekarang.

Wednesday, August 17, 2011

Blue mood

Someone like you nya Adele bukan lagu untuk saya. Masa lalu hanya berada di masa lalu. Saya tidak punya keinginan untuk bertemu lagi dengan mereka yang telah selesai urusannya dengan saya. Bukan karena dendam, tapi karena orang itu mengingatkan saya pada hal yang tidak menyenangkan.

Fair saja kalau orang tidak bisa mencintai saya. Saya juga tidak segitunya mengejar laki-laki. Tapi kalau dipermainkan perasaan untuk dihancurkan harga diri saya dengan tikaman kata-kata setajam belati, siapapun pasti tidak ingin mengalami. Saya tidak akan terluka sedemikian dalam seandainya bukan dia yang mulai mendekati saya. Seandainya saya yang melanggar batas pertemanan saat itu. Seandainya saat dia menginginkan perempuan lain yang menjadi tipe idealnya dia tidak memakai kata-kata yang menghancurkan diri saya.

Saya juga salah, terlalu percaya bahwa kalau saya tulus orang lain juga akan tulus pada saya. Dan dia tidak pernah merasa bersalah, tidak pernah meminta maaf dengan tulus. Ahh... masa lalu, setiap kali saya teringat namanya, beberapa kali dia ingin membuka lembaran pertemanan baru, luka itu berdarah lagi. Tahukah dia kalau perbuatannya membuat saya sulit sekali percaya orang menyukai saya dengan tulus.

Karena itu lirik Some one like you nya Adele menjadi tidak saya banget. Tidak pernah saya ingin bertemu lagi dengan orang seperti dia. Hush--hush-- jauh, jauh dari saya.

Insting? Indra ke 6?

Logika merupakan andalan saya dalam menjalani hidup. Dan secara otomatis, logika saya akan menyisihkan emosi. Sehingga dalam keadaan emergency pun saya relatif tenang. Tapi tubuh saya memiliki kemampuan prediksi yang cukup hebat, jika berkaitan dengan orang-orang yang dekat seperti keluarga. Insting terpenting tentu berkaitan dengan diri saya sendiri. Saya cukup pandai membaca bahasa tubuh seseorang tapi tidak pernah merasa percaya dengan kemampuan itu.

Hari ini menjadi salah satu contoh lainnya. Saya janjian dengan teman untuk ketemu di kampus. Siap berangkat, saya cek email dulu dan nge-print pesan dari satu teman saya untuk disisipkan ke dalam titipan dia yang harus saya sampaikan pada staff kampus. Tiba-tiba entah kenapa jantung saya berdebar-debar dengan kencang sampai terasa sesak nafas. Sebuah perasaan yang mengatakan saya akan mendapat surprise ketemu seseorang yang tidak akan saya sangka. Bagi saya saat ini paling menyenangkan kalau bisa ketemu dengan si Mata biru. Tapi ga mungkin deh... karena kuliah baru mulai minggu depan. Sekarang masih masa orientasi.

Kampus terasa seperti tidak pernah saya tinggalkan. Tapi wajah-wajah asing yang terlihat, nyaris tidak ada wajah yang saya kenal. Hmm... anak-anak itu belum pada balik, masih menikmati liburan mereka rupanya. Di lantai 7 saya ketemu dengan staff dan dosen yang saya kenal baik. Dan akhirnya ketemu dengan salah satu teman baik saya. Kami sempat ngobrol sejenak, cerita ini - itu. Jam 3 bubar, pulang, karena urusan sewa apartment baru tidak bisa ditunda lagi.

Saat keluar dari bangunan, mata saya tertumbuk pada sesosok yang saya kenal baik. Dia sedang berbincang dengan 2 orang mahasiswa baru. Kekekeke... siapa lagi kalau bukan si mata biru. Ahh... hati kenapa bertingkah seperti remaja lagi? Kenapa harus memasang radar pada orang yang sukar saya raih? Sudah ga pantas untuk orang seumur saya bertingkah seperti ini. Dan kejadian ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi pada saya. Setiap kali hati saya bertingkah dengan berdebar tidak karuan, pasti beberapa saat kemudian saya akan ketemu dengan si mata biru. Gaaahhhhh.... !

Dan satu hal lagi terungkap, alasan saya begitu tertarik dengan Changmin, adalah salah satu bentuk pertahanan diri alami saya untuk si mata biru. Hati saya yang bandel itu tetap mempunyai bemper untuk mengurangi luka jika saya patah hati, dengan nge-fans pada Changmin hari-hari saya tidak terlalu terpaku pada si mata biru, walaupun entah kenapa radar di otak saya dengan mudahnya memprediksi apakah saya akan ketemu si mata biru atau tidak. Bahkan untuk saat-saat yang sangat tidak terduga.

Si mata biru mengingatkan saya pada dia yang sudah tiada. Melihat bahasa tubuhnya dia sepertinya mempunyai perasaan yang sama dengan saya. Melihat gelagat radar dalam tubuh yang bisa memprediksi pertemuan dengannya, saya merasa kami ada di sebuah gelombang otak yang sama. Padahal saya menekan rasa ini jauh-jauh supaya tidak membesar, tidak ingin berharap lagi untuk kemudian kecewa. Arrghhh... jadi kesal dengan diri sendiri.
Tuhan Yang Maha Baik, dekatkan si mata biru pada saya kalau memang dia memang belahan jiwa yang sudah lama saya cari. Kalau bukan, saya memohon bantuan untuk menjinakan hati saya sendiri yang sering berlaku seenaknya. Amin.

PS: tanggal 9 saya pasti melihatnya lagi karena kami ada di program sertifikat yang sama.... ihik, senangnya!!

Friday, August 12, 2011

Gap

Di dunia kerja tidak ada perbedaan antara single dan yang sudah menikah untuk mendapatkan promosi saat ini. Tapi pernah ada masa hanya mereka yang menikah yang lebih disukai untuk mendapat promosi ke posisi leader. Alasannya bahwa mereka yang sudah menikah lebih bertanggung jawab dalam pekerjaan. Tapi makin lama makin terasa bahwa mereka yang single dapat diperas tenaganya lebih dari yang sudah menikah karena tidak ada beban keluarga. Tapi ini hanya teori iseng dari saya saja.

Hari ini saya melihat foto teman-teman seangkatan kuliah yang mendapat promosi Doktor. Bukan hanya teman kuliah tapi teman-teman SMP dan SMA, komentar dan foto mereka menunjukan bahwa mereka sudah beralih satu generasi diatas saya. Menjadi orang tua yang anak-anaknya menginjak remaja. Bahkan ada teman SMP yang sudah menjadi nenek, mungkin karena dia menikah muda dan anaknya juga menikah muda. Sementara saya masih haha hihi, cengar-cengir dengan teman-teman yang 10 tahun lebih muda. Masih stuck di usia 10 tahun lebih muda dari usia sebenarnya. Saya sih ga mengalami kesulitan gabung dengan mereka yang masih muda-muda itu. Malah mereka suka pada kaget dengan usia saya yang sebenarnya. Hahahaha...

Tapi gap antara saya dan teman-teman itu terasa sangat jauh sekali. Hanya sedikit sekali yang masih sejalan gebleknya dengan saya. Dan saya merasa lebih enak bergabung dengan mereka. Sesekali suka malu, kebanyakan sih nikmati aja lah kehidupan yang hanya sekali ini. Ga tau kapan kita akan mati.

Kemudian mikir lagi, mungkin beda fokus saja. Sementara saya masih dipenuhi dengan semangat petualangan dan tetap pro ketidakmapanan, kebanyakan orang merasa nyaman jika mapan. Yang berarti punya keluarga, membesarkan anak, punya karir tetap dan teman-teman yang mapan pula. Saya tidak akan merasa nyaman dengan mereka yang mapan karena terasa terlalu membosankan, mereka juga tidak akan merasa nyaman dengan saya karena saya mengancam kemapanan mereka. Hahahaha... lucu.

Sekarang aja dalam otak saya sedang berusaha untuk bisa mewujudkan agar bisa travel ke Eropa mulai dari wilayah selatan Perancis, Yunani, Venice dan Spanyol di summer tahun depan. Mengambil foto amatir di tempat-tempat itu sepertinya akan menyenangkan sekali. Daerah lain yang ingin saya jelajah adalah Jepang dan Korea, tapi solo traveling membutuhkan kemampuan bahasa, yang tentunya harus didukung paling tidak dengan basic conversation untuk survive supaya ga lost in translation. Lebih menyenangkan lagi kalau bisa kerja di Bangkok atau di Nepal.

Beda sekali kan dengan semangat teman-teman seangkatan saya? Khkhkkhkhkhk... mudah-mudahan terwujud, amin.

Wednesday, August 10, 2011

Jodoh itu ...

Sampai ke penjuru dunia manapun, pertanyaan tentang kenapa masih belum menikah tetap mengejar saya. Sampai bosan menjawabnya dan akhirnya hanya dibalas "Ya gitu deh". Sangat sulit menjawabnya, dijawab dengan jujur, biasanya memancing pertanyaan lainnya. Sialnya saya tidak pandai berbohong lagi. Pertanyaan memojokan yang lain: "Apakah saya masih mau punya anak?" Huahahahaha... yang ini lebih gampang dijawab. Siapa yang ga pengen punya anak? Tapi membuat anak tentu harus ada bapaknya bukan? Dan mencari bapaknya ini yang sulit.

Bolehkah saya menyerah mencari seorang bapaknya anak-anak? Saya tidak tahu kenapa hati ini sangat sukar ditaklukan. Padahal jam biologis sudah mendekati akhirnya. Saya sudah lelah untuk mencari dan mencari tetapi selalu berujung kekecewaan.

Orang berkata rendahkan kriterianya. Memangnya saya punya kriteria? Sebenarnya tidak ada kriteria khusus, yang saya andalkan adalah chemistry saya dan orang itu. Kalau dalam pertemuan pertama saya tidak merasa kikuk, terasa nyaman menerima perhatiannya, sebenarnya tinggal satu langkah untuk bisa masuk ke dalam hati saya yaitu statusnya. Status apakah dia memiliki orang lain atau tidak? Saya tidak akan pernah bisa menerima orang yang punya kekasih atau punya istri, tidak peduli semenarik apa orang itu untuk saya.

Hhhh... sepertinya saya jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Saya sangat percaya dengan ayat Allah menciptakan semua mahluknya berpasangan. Jadi sayapun pasti punya pasangan, dan yang saya cari adalah pasangan saya itu. Sehingga nasihat untuk merendahkan kriteria sangat tidak bertentangan dengan apa yang saya percayai tentang jodoh. Bukan sekedar dalam pekerjaan saja saya mengambil jalan yang sulit, dalam jodohpun saya ngambil jalan yang sulit. Grrhhh....

Sekarang apa yang bisa saya lakukan, diam menunggu atau menyerah saja? Mungkin jodoh saya tidak ingat lagi pada saat kami tercipta, mungkin jodoh saya dilahirkan sebelum atau sesudah saya, mungkin jodoh saya sudah kembali ke sisiNya, sehingga kami hanya akan bertemu di alam yang abadi nanti. Mungkin...


Sunday, August 07, 2011

Tuntutan atau aturan fans?

Saya masih tidak mengerti dengan kelakuan fans artis Korea yang kadang-kadang sangat posesif atau punya loyalitas yang membuta terhadap artisnya. Hanya dunia entertainment Asia yang sepertinya memiliki fans dan anti-fans. Yang paling ekstrim adalah fans di South Korea, mereka kadang tidak segan mencelakai artisnya sampai ke keadaan berbahaya.

Kasus unik dan menyebalkan adalah fans ekstrim DBSK yang bias JYJ. Kelakuannya ga masuk akal sehat. Topik terakhir adalah cacian mereka terhadap Yunho dan Changmin, TVXQ new version, yang menyanyikan lagu lama mereka di acara tahunan A-Nation Jepang. Padahal dibanding yang tidak suka dengan TVXQ duo masih lebih banyak yang sukanya. Tapi komentar fans ekstrim ini terasa seperti gigitan kutu busuk yang gatalnya luar biasa dan bisa membuat kita jadi ingin memaki.

Apa hak mereka mengkritik pilihan lagu yang dibawakan Changmin dan Yunho. Apalagi 2 orang tersebut membawakannya dengan baik di Fukuoka. Lagipula selama tidak melanggar hak cipta orang lain, artis bisa membawakan lagu apa saja, dari penyanyi mana saja. Seandainya Changmin dan Yunho menyanyikan lagu Michael Jackson pun sah-sah saja asal membayar royalti pada pemegang hak ciptanya. Sedangkan Changmin dan Yunho sendiri berhak tuh mengaransir lagu lama mereka dan menyanyikannya kembali sebagai duo. Saya bahkan punya keinginan terpendam supaya mereka bisa merekam ulang lagu-lagu lama itu dan mengaransirnya untuk dibawakan oleh 2 orang saja. Mudah-mudahan harapan saya akan terwujud, walaupun ga tau gimana caranya.

Friday, August 05, 2011

Definisi cantik?

Selama sebulan setengah di Afrika yang membuat saya kangen berat adalah nge-blog. Kenapa bisa nyandu dengan blog? Karena tulisan kita ada kemungkinan dibaca oleh orang lain, jadi tertantang untuk membuat tulisan yang menyenangkan. Hohoho... sejak kapan saya jadi tukang pamer begini?

Di sebuah negri berbahasa Portugis, ego saya terlambungkan karena beberapa orang mengatakan saya cantik. Heh? jadinya mikir lagi, ini muka sepertinya memenuhi kriteria cantik untuk orang kulit hitam tampaknya. Karena bukan hanya di sana saja, di Atlanta sendiri beberapa kali saya dikatakan cantik.

Tentu saja mereka melemparkan rayuan ala playboy cap duren tiga. Tapi menyenangkan juga saat ada orang yang mengatakan kita cantik. Ga heran kalau sebagian besar perempuan melakukan segala hal untuk tampil cantik dan menarik bagi pasangannya. Tidak berlaku untuk pemalas seperti saya. Untuk saya kalau ada yang memuji ibarat dapat bonus, ga ada yang muji juga ga merasa kehilangan. Saya nyaman menjadi diri saya sendiri kok.

Dibanding melakukan usaha untuk membuat diri ini cantik, saya lebih memilih perawatan dan kesehatan tubuh. Makanya penampilan konstan saya adalah rambut diikat ekor kuda, kalau nggak bisa megar alias ngawigwig siga jurig, wajah yang terlindungi oleh sunscreen dan kulit yang lembab oleh body lotion, ga bau ketek/bau badan/bau mulut. Cukup begitu saja. Ga heran kalau ga banyak laki-laki yang menganggap saya cantik. Malah suka heran kalau ada yang muji cantik, imajinasi orang itu hebat banget. Karena jujur saja saat melihat foto diri sendiri, ga bisa dikatakan cantik, walaupun juga tidak jelek, biasa saja.

Reaksi saya sendiri sangat cool saat mereka memuji, bilang terimakasih dan lempar senyum kecil. Karena saya tahu mereka tidak mampu menebak usia saya. Begitu tahu usia saya sebenarnya, pasti pada kebingungan dan kikuk, malu karena telah memuji perempuan yang sudah berumur.

Selama disana saya juga sering merenung, mengintrospeksi diri yang masih suka berharap akan menemukan soulmate, sampai tiba pada kesimpulan untuk menerima bahwa kesendirian saya diakibatkan oleh kesalahan sendiri, bahwa kesendirian saya tidak akan berakhir sampai saya bisa menerima laki-laki yang tidak memenuhi kriteria ideal saya.

Bahkan beberapa saat si mata biru menjadi fokus lamunan saya, tapi tidak lama karena saya sadar gap usia hampir 10 tahun bukanlah rentang yang pendek untuk dijembatani. Apalagi si mata biru itu juga tidak ada niat mendekati saya dengan serius. Sampai saya tidak yakin apa arti tatapan matanya dulu itu. Pertanyaan yang tidak perlu dijawab bukan?

Sunday, June 19, 2011

Klo besok telat baru nyaho

Jam sudah menunjukkan pukul 12.30, masih juga belum ada semangat untuk packing. Huh, kenapa sih malas banget perjalanan kali ini? Hueran, semua-mua ditunda-tunda, klo besok telat baru nyaho lo. Belum booking pesawat, belum print dokumen, duuh kenapa sih ini?

Malah internetan mulu... udah cabut dulu sono.

Saturday, June 18, 2011

Made in Indonesia

Belanja baju untuk summer hari ini. Setelah udara bukan hanya hangat tapi steamy, baru saya sadar kalau tidak punya baju summer selain batik. Pwuahahaha...geblek. Jadi terpaksalah saya belanja baju (padahal senang tuh bisa belanja).

Satu alasan kenapa saya malas belanja disini adalah mahalnya ga ketulungan. Memang sih kita bisa belanja di Marshall atau Ross atau TJ Maxx. Tapi berhubung di toko-toko itu barangnya adalah barang apkiran dari mall, modelnya udah kelewat satu musim, dan yang jelas ukurannya suka ga masuk akal eh body (kalau bukan XXL ya XS), sementara ukuran badan saya adalah ukuran rata-rata orang sini. Alasan lainnya adalah coraknya, karena Atlanta dihuni 51% oleh black American, jadi bajunya sesuai selera sebagian besar penduduknya. Alias warna-warna ngejreng dengan corak yang nyakitin mata saya.Perbedaan selera ini menyolok mata banget, karena saat saya di Houston untuk toko yang sama dengan mudah saya mendapatkan baju tanpa corak dan dengan warna ga ngejreng. Yeah, walaupun sesama selatan Texas kan lebih banyak dihuni oleh bule.

Untuk masalah corak saya ga bisa kompromi sama sekali, misalnya motif macan tutul atau zebra, seandainya dikasih gratis dan branded, pasti akan saya sumbangkan pada orang lain yang mungkin lebih membutuhkan. Saya lebih senang baju yang tanpa motif sebenarnya, paling banter kotak-kotak. Dan potongannya harus elegan dan classy, ga bisa ditawar lagi untuk masalah ini. Dan lebih picky lagi karena saya akan memilih yang berbahan katun daripada polyester.

Padahal waktu ke London, sumpeh, ngiler ngeliat baju-bajunya, untungnya saat saya berkunjung kesana pas autumn dan toko-toko jualan baju winter, kekekeke... setelah mikir panjang-pendek saya akhirnya hanya beli dalaman saja dan tidak beli baju luar, karena yang kepikiran kapan mau dipakai di Indonesia baju-baju super tebal itu. Dan akhirnya hanya belanja buku saja.

Tapi tinggal disini mau ga mau mesti belanja baju. Diantara sekian banyak baju dengan corak ajaib saya akhirnya menemukan kemeja dan celana panjang yang lumayanlah ga terlalu ngejreng, setelah dicek labelnya made in Indonesia, sial emprit, huh.. seandainya saya sedang belanja di PIM pasti sudah dapat baju dengan kualitas lebih baik untuk harga yang saya bayar hari ini. Makanya ga heran kalau orang-orang banyak yang suka muji pakaian saya, soale kalau belanja disini bisa empat kali lipat harga di Indonesia kok untuk kualitas yang sama. Kualitas baju yang saya bawa dari Indonesia memang jauh lebih bagus dari yang dipakai oleh middle class disini.

Besok saya mau jalan lagi tapi ke toko retail barang dari Finland, alias H&M dan kalau sempat mau ke Ikea ah, udah lama ga lihat-lihat barang di Ikea.

Friday, June 17, 2011

Perfume for Guy

weekend ini ada sale di mall-mall untuk merayakan Father's day. Macy's sudah mengirimkan katalognya jauh-jauh hari, dan didalamnya ada 4 sample perfume buat cowok. Gucci Guilty, JPG, Chrome Azzaro dan Calvin Klein. Harumnya merangsang indra penciuman saya dan membangkitkan imajinasi...hahaha pervert.

Saya punya kebiasaan untuk mengasosiasikan hal-hal disekeliling saya dengan bau maupun lagu. Dan jika mencium bau tertentu yang terasosiasikan dengan orang tertentu, otomatis saya akan mengingat orang itu. Jadi kalau ada laki-laki yang loyal terhadap perfume, biasanya mudah saya ingat. Dan saya suka dengan laki-laki yang wangi. Pengaruh anak perempuan satu-satunya yang bapaknya wangi. Saya ingat waktu kecil dulu, paling senang kalau ayah saya berangkat kerja dan melintas di depan saya baunya bersih dan wangi maskulin, dan adik-adik saya juga mengikuti jejak ayah saya ini.

Saya kalau sedang di rumah orang tua, sering terbangun pagi-pagi gara-gara bau segar menyapa hidung saya, saat adik bungsu saya pergi pagi dari rumah. Hidung saya memang rada super indra penciumannya, mirip dengan penciuman anjing, hihihi... parah.

Saking sebelnya dengan kecoa, kalau ada kecoa lewat malam-malam, bisa tuh membangunkan saya dari tidur yang sangat lelap, karena baunya khas banget. Dulunya sih orang di rumah ga percaya kalau kecoa itu baunya khas, tapi gara-gara saya sering brak-bruk tengah malam mengejar kecoa di kamar dengan sapu lidi, akhirnya mereka percaya kalau kecoa itu ada baunya, padahal emang ada baunya (keukeuh dot com).

Kembali kepada contoh perfume, saya akan senang sekali kalau bisa memeluk laki-laki dengan bau Chrome sport Azzaro, ramah, menenangkan dan melindungi...gegege. Tapi saat saya mencium Gucci Guilty yang berkelebat di dalam bayangan saya adalah teng-teng-teng ... Changmin - TVXQ, mungkin karena iklannya yang berwarna hitam, tapi memang baunya cowok banget dan classy.

Calvin Klein itu terlalu diobral sehingga banyak yang baunya serupa, ga unik lagi. Sedang JPG baunya terlalu manis, saya tidak akan pernah suka dengan cowok yang favoritnya JPG, kesannya ga bisa dipercaya, seducer, player...

Saya sendiri saat ini tertarik dengan Chloe, Daisy-Marc Jacob dan tetap terpikat Pleasure nya Estee Lauder. Tapi belum berniat pakai. Beberapa tahun yang lalu saya pernah beli J'adore tapi jarang saya pakai, soale saya sering pakai metro mini, jadi rasanya ga sesuai untuk J'adore yang high class. Saya pakai J'adore kalau ke kondangan saja.Terus pindah ke Ternate yang panasnya akan selalu membuat saya berkeringat dan sangat ga cocok untuk pakai parfum. Akhirnya sehari-hari cukup mengandalkan bau dari sabun, body lotion saja. Dan sejak disini juga belum pernah beli parfum, ga tau besok-besok, mungkin pengen pakai lagi.

Tuesday, June 14, 2011

Saya suka DBSK karena ...

Kalau membandingkan lagu-lagu DBSK dengan lagu-lagu group lain terasa sekali beda kualitasnya. Selain DBSK, group lain yang saya suka adalah FT Island. Tapi entah kenapa lagu-lagunya FT Island tidak memberikan aura seperti lagu-lagunya DBSK. Karena tidak mengerti bahasa Korea, saya cari english sub-nya dan baru kelihatan perbedaannya. 2 lagu tentang putus hubungan  Confession - DBSK dan Bad Woman - FT Island, satu tema tapi lain auranya.


Confession –  TVXQ-Changmin
The darkness is lifted
The dim illuminations which slowly turned off
The daybreak which felt a bit cold
As I watched over you whine, saying “It’s too late”
The familiar long road we firmly took as we returned home

I couldn’t think, for even one moment
That there would be a time when I would be without you
But, as time flows, it will be as if nothing happened,
And we won’t be able to remember.

I still, sometimes, remember the time I first approached you and kissed you.
I can’t forget, so I find myself traveling the familiar road once more
If, by chance, we meet on this road
Will you pause and smile for a second and rush by?

I couldn’t think, for even one moment
That there would be a time when I would be without you
But, as time flows, it will be as if nothing happened,
And we won’t be able to remember

I couldn’t say it like a man, my shy confession
You quietly stepped over to me and embraced me,
 I yearn for you
I want to go back
I believed in eternity.
I can’t easily forget about you, who made up my life

But as time flows, as if I’m reading an old diary
I’ll smile for a moment and pass it off
Thinking that it was just a momentary fever
Will I be able to live again reminiscing?


Bad Woman – FT Island
I guess you're not mine
I guess we're not lovers
"Let's break up now, let's say goodbye"
If you say those words, what do I do?

Like someone who doesn’t know me
As if nothing ever happened
If you forget everything, what do I do?
I loved only you

You’re a bad woman, you’re a bad woman
From a man’s heart, from a man’s eyes
You make the tears come out

You’re  a bad woman, you’re a bad woman
I loved you I had only you
Now in the end you’re leaving me

You’re a bad woman
Like someone who doesn’t know me
As if nothing ever happened
If you erase everything, what do I do?
I loved only you

You’re a bad woman, you’re a bad woman
From a man’s heart, from a man’s eyes
You make the tears come out

You’re  a bad woman, you’re a bad woman
I loved you I had only you
Now in the end you’re leaving me
You’re a bad woman

Because of you, I was happy
Because of you, I loved
I believe that I was the only one you would love forever
You’re a bad woman

I’m a bad man, I’m a bad man
The memories with you, our love
I’m erasing it all now
My only love, the love that I long for

I loved you, there was only you
But, now you’re leaving me
You’re a bad woman

Lirik Confession aslinya dibuat oleh Changmin sendiri. Tanpa harus mengerti bahasa Korea, saya bisa merasakan lirik Confession itu puitis dan kaya dengan kata-kata. Pengulangan kata dalam Confession sangat sedikit, dan ada plot cerita dalam lagu itu. Sementara untuk Bad Woman (lagu ini salah satu favorit saya juga) banyak pengulangan kata dan tidak ada plot dalam lagu itu, hanya berupa curhat lelaki yang patah hati. Sengaja saya ambil contoh yang temanya  sama, sehingga terasa perbedaan rasanya. Lagu-lagu DBSK, maknanya lebih dalam dari lagu-lagu idol lain. Mereka memilih lagu yang bisa bercerita dibanding hanya sekedar barisan kata-kata.

Saya sendiri sering terjebak dengan irama lagu yang catchy, tapi tidak akan membuat saya terus loyal pada penyanyinya. Dan ini terjadi pada DBSK saat mereka masih berlima, beberapa lagu sangat saya suka, tapi tidak menjadikan saya fans mereka.

DBSK versi baru yang hanya digawangi Yunho dan Changmin malah membuat talenta menyanyi Yunho dan Changmin yang dulunya tidak dianggap dan tenggelam di bawah 3 member lainnya, setelah hanya ada berdua menjadi bersinar, sangat unik. Kemampuan mereka terasah lebih baik dan mature, baik dalam penampilan panggung maupun pemilihan lagu. Dan menjerat saya menjadi fans DBSK.

Jadi bukan hanya penampilan fisik saja yang nyaris sempurna, lagu dan dance DBSK memang prima, penuh daya tarik dan aura elegan. Yang menurut saya hanya bisa dihasilkan jika mereka benar-benar mencintai profesinya sebagai penyanyi.

Putus hubungan

Gaaahhhh.... kenapa bisa terjadi seperti ini? Kenapa site untuk download serial korea itu menghilang? Gaahhhhh.... pencandu drama korea ini jadi kena efek putus obat... gaaah... padahal lagi banyak-banyaknya serial yang bagus-bagus.
Berdoa semoga hilangnya site itu hanya sementara saja. Hanya ganti server saja.... ahhhh, biarpun mesti bayar kalau mau download, tapi site itu paling lengkap. Memang sih masih bisa nonton online, tapi kan kalau punya download-annya bisa diulang-ulang nontonnya...
Saat googling ga ada site yang bisa dipercaya seperti itu. hiks-hiks-hiks..

Sunday, June 12, 2011

Tentang Rising Sun

Rising Sun lagu TVXQ lama, sekarang ini diaransir ulang sehingga bisa ditampilkan duet. Saya senang dengan versi barunya dan di SMT Paris dibawakan lagi dengan cantik oleh TVXQ. Pembagian suara antara Changmin dan Yunho betul-betul tersinkronisasi dengan baik. Ditambah lagi dengan sinkronisasi dance mereka yang aktif banget. RS di SMT Paris dinyanyikan secara utuh termasuk bagian slow-nya. Saya berharap mereka memasukkan lagu ini kalau membuat album baru.

Karena terlalu-terlalu terpukau dengan TVXQ saya juga memaksakan diri menonton group lainnya, tapi selain Don't Don nya SuJu, hmmm tidak ada lagu lain yang saya suka. TVXQ - aura panggungnya sangat berbeda dengan group lain, energi yang terpancar dari performa mereka terlalu tinggi kadar feromonnya dibanding dengan performa band lain. Gap diantara group-group ini mungkin pada kualitas dan profesionalismenya. Mungkin karena fokus TVXQ (Yunho dan Changmin) adalah kualitas performa mereka. Saat dipanggung mereka seperti black hole yang menarik semua benda masuk kedalam pusarannya. Adrenalin yang berpacu kencang dalam tubuh mereka saat performa menjadi magnet kuat untuk fans sehingga susah untuk berpaling ke group lain, bahkan untuk group dari management yang sama.

Dan Changmin sangat-sangat pelit dengan fan's service. Dia selalu menjadi yang pertama turun panggung, tidak pernah berlama-lama ada di panggung. Pada ending dia juga hanya akan melakukan kewajibannya, selesai kewajiban langsung kabur ke belakang. Mungkin karena dia selalu banjir keringat makanya ga nyaman berada dipanggung lebih lama. Tapi karena jarangnya fans service ini membuat fancam yang bisa menangkap Changmin menjadi fancam yang sangat berharga. Hah... masih tetap addict dengan Changmin statusnya.

Tagging foto di FB

Waktu yang berlalu sering diabadikan dalam foto, scanning juga mempermudah orang untuk mengalihkan hard file ke soft file. Soft file foto dari masa lalu ini yang sekarang banyak berlalu-lalang di FB, dan sedikit mengganggu privacy karena mereka men-tag nama kita dalam foto-foto itu. Kadang saya suka remove tag-nya kalau didalam foto itu tidak ada saya atau kalau komentar yang menyertai foto-foto itu keterlaluan.

Hari ini saya ditag orang lagi. Yang bikin gondok karena di dalam foto itu tidak ada saya, tapi ada foto orang yang dulu katanya sih suka sama saya. Teman-temannya senang banget mencomblangkan dia dengan saya. Huh, ada-ada aja. Kalau dulu saya ada rasa sih, mungkin ga gondok. Tapi karena dari dulu juga ga ada rasa jadi canggung mau ngomentarin foto itu. Kalau maksud utamanya memang mau memancing reaksi saya... pwahahaha.... gatot tuh.

Tapi tagging juga penting banget untuk mendownload foto yang disharing sama teman-teman. Kebanyakan foto kita kan ada di kamera orang. Jadinya serba salah dengan FB, susah banget menjaga privacy di FB. Dan ga semua orang punya sense of privacy yang sama kan?

Tuesday, June 07, 2011

Fangirl-ing

Fangirl-ing is a new definition of idolizing artists. It means how women fooling around to idolize some artists, disregard their age. The fans create a fantasy kingdom or known as fandom and they naming the fandom with an unique name. This behavior is not common for hollywood's artists, but it is a common thing for asian artists especially Korea and Japan. But fandom and fangirling have been expand the effect all over the world. And they create a special website dedicated to an artist or a group.

I also was affected by this. I know it doesn't make sense, but I mesmerized and my heart captured by a duo whose known as TVXQ ( the new version not the old group). And everyday I will visit a website dedicated to TVXQ. We can read, watch, download the photos and give comment on an article about TVXQ. It very relaxing and entertaining. And I live in a fantasy world where we praise and love two handsome, talented, young male performers, Yunho and Changmin.

Changmin is my daily vitamin A. Firstly I was captured by his voice and secondly by his character. His face also a pleasure for my eyes. Although my brain curse me as a stupid person, but my heart still jump in the air only by looking or download Changmin's pictures.

Tuesday, May 24, 2011

Monster

Hitam, kelam dengan tangan-tangan seperti gurita berusaha menenggelamkan diri saya ke dalam lubang tidak berdasar. Monster yang saya takuti yang kedatangannya tidak pernah terduga. Monster itu bernama depresi.

Serangan depresi selalu tidak terduga dan tidak disangka, karenanya saya berusaha mengenali tanda-tandanya. Masih beruntung karena selama ini saya masih sanggup keluar dari jeratannya. Belum membutuhkan obat untuk kembali ke kehidupan normal setiap kali serangannya datang.

Dan 5 hari terakhir saya mendapat serangan depresi yang nyaris tidak terdeteksi, karena yang menjerat saya bukanlah lubang hitam tak berdasar itu, tapi rasa lelah dan mengantuk dan hilangnya motivasi untuk melakukan segala sesuatu. Baru sadar setelah 2 hari tidak punya keinginan untuk makan atau masak, hanya surfing internet untuk site yang ga perlu. Depresi kali ini terpicu oleh stress.

Saya selalu takut untuk gagal, tapi karena takut gagal malah menghindari kenyataan dengan menghindari email. Parah banget. Sekarang mencoba bangkit lagi, sudah makan dan beres-beres apartemen. Harus memaksa diri untuk belanja kayaknya, menghirup udara luar.

Saya memang bandel, selalu mengatakan pada diri sendiri untuk mandiri dan melakukan segala sesuatu sendirian. Padahal berat tanpa ada dorongan seseorang yang membantu untuk bangkit. Tetapi siapa yang bisa saya andalkan? Kadang susah untuk mensyukuri berkahNya setiap hari setiap saat setiap detik. Kadang susah untuk tidak putus asa. Tapi juga saya tidak ingin mendengar ocehan orang mengajari saya karena pada dasarnya saya tahu semua kenyataan itu, hanya tidak mau menerima saja.

Ugh... ayo bangkit dan langkahkan kaki, bergerak sana!

Saturday, May 21, 2011

Foto dari masa lalu

Tarikan magnet masa lalu itu membuat saya mencari dan membuka link sekolah di FB. Saya ingat ada satu fotonya disana. Saya punya 2 foto dirinya tapi sudah lupa apakah masih saya simpan atau sudah saya musnahkan. Saya pernah merasa konyol membawa-bawa foto laki-laki yang mungkin sudah menjadi suami orang.

Gara-gara nonton K-drama 49 Days, membuat saya melakukan refleksi ke masa lalu, pada dia yang sudah pergi. Dan akhirnya tergoda untuk membuka album foto di group itu, menelusuri setiap wajah, berharap akan menemukan wajahnya. Walaupun tidak mudah, saya menemukan satu lagi fotonya, yang sedang tertawa lebar dan lepas dengan mata bersinar jail. Ekspresi favorit saya saat mengamatinya diam-diam. Bakat stalker memang sudah terbina dari kecil.

Melihat foto itu saya jadi sadar bahwa saya punya kecenderungan senang melihat laki-laki tinggi, kurus, yang mampu tertawa lebar dan lepas dengan bakat jail, dan senang memakai baju smart casual. Dan kembali lagi satu lapisan pribadi saya terkelupas, prototype lelaki seperti itu mirip dengan gambar lelaki di cover roman Barbara Cartland. Ya, saya tidak akan bosan memandang lelaki berkaki langsing dan panjang yang mengenakan jeans ketat plus boots, atasannya terserah, mau kemeja kek, T-shirt dipadu dengan jaket kulit/jas, atau kemeja dengan jas.

Hhhh.... ga heran kalau saya hanya jatuh cinta pada beberapa lelaki saja. Pusingg deh.

Saturday, May 14, 2011

Tipe Kacang Panjang

Ada laki-laki tinggi besar, ada laki-laki tinggi langsing, dengan kaki panjang. Pilihan saya adalah laki-laki tinggi langsing, seperti model. Laki-laki seperti ini saya sebut tipe kacang panjang. Mata saya bisa menatap dan mengikuti gerakan mereka tanpa malu. Jika ditambah dengan muka dingin tapi tampan, saya akan tambah terhipnotis. Ditambah dengan suara yang indah, atau dengan kemampuan seni lain akan membuat lelaki seperti itu hidup di ingatan saya selamanya.

3 laki-laki tipe kacang panjang, yang tetap kenangannya tetap hadir di ingatan saya. 1 orang kakak kelas yang tidak pernah saya tahu keberadaannya lagi, satu lelaki membuat saya patah hati karena dia telah meninggalkan dunia fana ini, satu lagi adalah lelaki 19 tahun lebih muda dari saya, yang dengan wajah tampan, suara indah, kelakukan ga lurus (kekekeke). Saya senang menyebutnya Lord VoldaMin.

Setiap hari saya akan memandang fotonya, dan mendengarkan suaranya, membaca berbagai komentar orang untuknya. Itu sudah cukup untuk saya. Saya tidak menyebut rasa ini sebagai cinta, tapi dia memberikan warna pastel di hidup saya ini. Saya hanyalah salah satu fans loyal dari lelaki itu.

Shim.Chang.Min.... bernyanyilah terus untuk dunia, menghangatkan hati banyak orang.

Monday, May 09, 2011

Anak emas guru?

Saya tidak pernah menjadi anak emas guru. Banyak sih bapak dan ibu guru yang hafal dengan nama saya, gara-gara saya keras kepala dan banyak omong mungkin. Mereka paling senang memberi saya tanggung jawab di kelas, jadi wakil KM lah, jadi bendahara lah, jadi koordinator lah dll. Saya hanya salah satu murid yang mudah mendapat kepercayaan dari guru, mungkin karena sifat jujur bin naive plus ga bisa bohong. Tapi tidak membuat teman-teman sekelas iri atau komen kalau saya dekat dengan guru.

Orang bule itu lebih terbuka dibanding orang asia. Lebih dari satu kali saya mendengar komentar kalau saya adalah favorit dari advisor yang notabene professor kami juga. Selain nama saya sering dipanggil kalau ada di kelasnya dia, juga setiap kali ketemu beliau selalu memberi pelukan. Diantara kami bertiga yang sama scholarshipnya dia memang terlihat lebih dekat dengan saya dibanding 2 mahasiswa lain. Di tahun kedua dia juga lebih condong dengan satu mahasiswa dari 2 rekan yang mendapat scholarship sama dengan saya.

Terus terang saya tidak terbiasa dengan ini, jadinya cuma komentar "iya sepertinya dia senang dengan saya, mungkin karena saya paling ga pernah ngasih masalah." Tapi berat tanggung jawabnya kalau seperti ini, karena saya takut akan mengecewakan beliau. Karena harapannya jadi lebih tinggi pada saya.

Friday, May 06, 2011

Dingin

Saat ini saya lagi seneng-senengnya nonton Running Man, variety show Korea, dengan inti main petak umpet. Anggota tetap acara ini ada 8 orang, campuran aktor, penyanyi dan komedian Korea. Acara gila ini selalu sukses bikin saya ngakak, padahal nonton sendirian, tengah malam pula, ga tau tetangga mikir apa. Episode pertama masih pada jaim, tapi setelah episode ke 3-4 udah keliatan kelakuan aslinya. Song Ji Hyo, satu-satunya perempuan di acara ini, dia yang jadi penari ballet di Goong. Cantik, imut tapi cowok-cowok banyak yang takut sama dia, karena kalau udah marah dia bisa maki-maki...kekekekeke... dijadikan becandaan deh sama satu grupnya. Ada satu episode dimana Ji Hyo dipasang alat untuk monitor detak jantungnya terus member cowok lain harus melakukan sesuatu yang bisa membuat detak jantung Ji hyo diatas 130. Dan ga ada cowok yang berhasil membuat jantung Ji hyo berdetak kecang, termasuk kecupan dari Song Jong Ki... hahahaha... gila ni cewek beneran berhati baja.

Kelakuan Ji hyo ini membuat saya jadi inget dengan diri sendiri. Walaupun ga banyak, dalam satu waktu saya biasanya punya 1-2 pengagum, yang herannya ga ada yang bisa menggoyahkan hati saya. Kalau detak jantung Ji hyo akan menurun mendengar kata "rumah",  detak jantung saya akan turun kalau tahu cowok yang suka pada saya sudah berkeluarga. Saya sih senang-senang aja tuh kalau ada cowok yang bilang suka, tapi ga berarti saya harus balas suka kan?

Orang bilang kalau saya ketawa bukan hanya dimulut tapi sampai ke mata juga. Sebagian laki-laki rupanya mudah suka pada perempuan seperti ini. Saya rasa ini warisan genetis dari nenek di pihak ayah, beliau tidak pernah kekurangan pengagum dan saya rasa beliau juga suka flirting seperti saya. Sayangnya sebagian DNA saya yang diturunkan nenek dari pihak ibu adalah DNA picky. Nenek saya dari pihak ibu mengajarkan saya untuk menyukai barang-barang berkualitas tinggi. Jadi jelaslah kriteria saya terhadap laki-laki juga tinggi. Mending jadi jomblo daripada dapat cinta setengah hati.

Suka geli aja dengan cowok yang berusaha menarik perhatian saya, sementara kalau saya ga tertarik saya akan menghindar atau pura-pura ga tau, kalau laki-lakinya ndableg akhirnya akan kenalan dengan sisi judes saya.

Dua hal yang bisa membuat laki-laki memandang saya adalah ketawa atau senyum saya dan kalau rambut saya digerai. Cepet atau lambat saat saya menggerai rambut akan ada laki-laki yang terpesona. Makanya saya sering pasang tampang judes dan rambut diikat terus.

Sering teman-teman perempuan menyuruh saya menggerai rambut, dengan bandelnya saya ikat, karena saya malas aja untuk menghindar dari perhatian yang ga perlu.

Hal ini membuat saya tampak tidak butuh dengan eksistensi laki-laki... tapi sebenarnya saya hanya mencari laki-laki berkualitas itu.

Tuesday, May 03, 2011

Sok tahu

Sudah bawaan manusia untuk sok tahu. Menganggap semua pikiranya sendiri benar, padahal banyak salahnya. ...Ga.. saya tidak sedang menuduh orang itu sok tau, orang ini sok tahu. Postingan kali ini hanya sebuah retrospeksi ke dalam diri sendiri.

Ceritanya begini... duluuu... saya pernah dicampakan orang, cinta yang saya tawarkan untuk orang itu dengan sengaja diinjak-injaknya sampai remuk dan dibuang ke tempat sampah. Walaupun saya bukan tipe cewek yang akan create kehebohan saat dicampakkan seseorang, tapi perbuatan orang itu memang berefek cukup dalam. Perbuatannya membuat scar dalam hati saya yang tidak mudah sembuh.

Saking parahnya rasa saya sama dia, saya sampai berdoa pada yang diatas untuk memberikan hati laki-laki itu pada saya.Tapi kehendak Yang diAtas memang berlainan sekali. Perasan saya pada orang itu ternyata tak sebesar yang saya kira. Sekarang saya sudah hilang rasa dan sering bengong kenapa dulu bisa begitu. Mungkin saya harus memberikan kredit pada orang itu (walaupun parameter estimate nya negatif hahaha) untuk menjadi saya yang sekarang.

Sunday, May 01, 2011

Capek

Mood saya tidak selalu dalam aura positif, ada saat-saat dimana saya bosan dan capek untuk hidup. Saya menghargai hidup dan semua rahmat yang diberikan dalam hidup ini. Banyak hal yang harus disyukuri. Tapi sejak saya mulai bisa berfikir, sepertinya dimulai saat saya ABG, ada terfikir apa arti hidup ini untuk seorang manusia. Kenapa harus menjalani semua hal yang kita alami. Tapi disaat semangat sedang sangat tinggi saya bisa menjadi seorang yang sangat kompetitif. 

Saat drop seperti ini adalah saat dimana saya sangat membutuhkan pasangan yang bisa mengerti saya seutuhnya dan mensupport mental saya dengan pelukan hangat. Dimana saya akan bisa bersandar disebuah dada bidang yang nyaman. Diam disana sejenak sebelum mulai lagi menghadapi semua masalah yang harus dihadapi oleh manusia.

Saya akan sangat menghargai pasangan saya jika dia mau mencuci rambut saya, karena saya merasa capek untuk mencuci rambut disaat mental sedang drop. Mencuci dan menyisir rambut adalah hal sepele yang tidak pernah saya lakukan sampai saya masuk SMP. Menyisir rambut terutama baru saya lakukan setelah memotong pendek rambut saya di kelas 2 SMP. Mungkin ini alasannya kenapa saya mudah terlena jika ada orang yang membelai kepala saya.

Ga heran dong kalau saya terpesona dengan adegan Dong Joo yang mencuci rambut Da Ji di Paradise Ranch. Romantis. Ga heran juga kalau saya jadi tidak bisa membedakan Dong Joo dan Changmin...hahaha...

Curhat hari ini selesia

Monday, April 25, 2011

Dan kali ini saya yang mantengin.

Karena ada pertemuan wrap up untuk kelas sertifikat, jelas hari ini saya jadi ketemu dengan orang lucu itu. Dan hari ini kelakuannya masih lucu juga. Saya biarpun duluan datang ke ruang pertemuan sengaja duduk di baris paling belakang deket pintu. Dia waktu datang sempat memandang saya trus duduk dua baris di depan saya. Saya kebetulan lagi mencoba memperbaiki koneksi email yang ngadat, jadi ga banyak peduli dengan dia. Walaupun dari sudut mata melihat dia dengan tenangnya melompati meja, bukannya jalan muter.

Selesai pertemuan saya sengaja berlambat-lambat, lagian banyak kenalan juga sih. Dia saya pikir akan keluar dari pintu yang satunya, karena ga keliatan lompat meja. Tapi anehnya malah keluar dari pintu dekat saya, dan jelas banget ngeliat ke saya yang saat itu lagi bicara dengan salah satu teman perempuan. Kenapa sih beraninya cuma ngeliat doang. Nanya kek... hihihihi... kamu lucu tahu. Dan dia itu ga noleh-noleh kok sama teman saya.

Kenapa kelakuannya sama dengan alm orang yang satu itu? Dia juga sering tuh deketin saya tapi ga ngomong apa-apa. Yee... mana gua tau maksud lo. Halahh... parah.

Kenapa dia seperti grogy ngeliat saya, memandang saya tapi ga mau ngajak ngobrol atau ngajak senyum. Duh sumpah, saya ga akan membuat langkah pertama. Karena saya tidak percaya diri juga. Hih... Tuhan kenapa kenapa suka banget becandain saya sih?

Saturday, April 23, 2011

Love in the air??? hahahaha...

Beberapa hari yang lalu saya merasakan sensasi unik, atau noraknya ada debar-debar di hati yang tidak bisa dijelaskan. Feeling bahwa akan terjadi nice surprise, tapi tidak bisa saya tebak sumbernya dari mana. Apakah itu berkaitan dengan cowok atau hal lainnya.

Hari ini satu organisasi mahasiswa mengadakan piknik di rumah seorang professor di Lake Larnier. Sudah tradisi untuk piknik 2 kali setahun di fall & spring semester. Banyak student yang tidak mau datang karena berbagai alasan. Tapi saya memilih untuk menikmati outing itu. Dan ternyata kejutan manis itu terjadi hari ini. Dari kehadiran seorang laki-laki yang tidak saya sangka akan hadir di acara ini.

Bukan hal yang berbahaya kok, saya hanya senang melihat orang itu datang di acara ini padahal dia ada di jurusan lain. Dan nyaris tidak pernah ketemu di sekolah, atau dia ngajak ngobrol. Saya hanya tahu dia sering memandang saya, dan saya tidak yakin dengan alasannya. Untuk amannya saya tidak berharap apapun dari dia, juga karena saya sendiri tidak yakin dengan perasaan saya.  Saya seperti remaja yang baru merasakan cinta monyet. Jadi biarlah saya menikmati setiap detik berharga itu. Saya rasa jarang orang seusia saya bisa merasakan cinta monyet kembali.

Kehadiran orang ini baru saya sadari saat mengambil kelas emergensi di libur musim semi. Wajahnya sih tidak asing buat saya, tapi saya tidak punya perhatian khusus seperti sekarang ini untuknya. Sebuah insiden di kelas itu yang membuat saya sadar akan kehadirannya. Tapi saya tahu dirilah dengan perbedaan usia saya 9 tahun lebih tua darinya? Saya hanya merasa tersanjung karena ada orang yang jauh lebih muda tertarik pada saya. Gyaa...

Tanpa kehadiran diapun saya rasa hari ini sangat menarik, karena bonding saya dengan student US yang jauh lebih muda terasa lebih intense. Ikatan sesama mahasiswa terasa lebih kuat. Dan kehadiran orang itu yang sesekali memandang saya menambah sensasi pada outing hari ini.

Saturday, April 16, 2011

For you

For you


Just to look in your eyes again
Just to lay in your arms
Just to be the first one always there for you
Just to live in your laughter
Just to sing in your heart
Just to be everyone of your dreams come true

Just to sit by your window
Just to touch in the night
Just to offer a prayer each day for you
Just to long for your kisses
Just to dream of your sighs
Just to know that I'd give my life for you

For you are the rest of my life
For you are the best of my life
For you alone, only for you

Just to wake up each morning
Just to you by my side
Just to know that you're never really far away
Just a reason for living
Just to say I adore
Just to know that you're here in my heart to stay

For you are the rest of my life
For you alone, only for you

Just the words of a love song
Just the beat of my heart
Just the pledge of my life, my love, for you



For Baby



I'll walk in the rain by your side
I'll cling to the warmth of your hand
I'll do anything to keep you satisfied
I'll love you more than anybody can

And the wind will whisper your name to me
Little birds will sing along in time
Leaves will bow down when you walk by
And morning bells will chime

I'll be there when you're feelin' down
To kiss away the tears if you cry
I'll share with you all the happiness I've found
A reflection of the love in your eyes

And I'll sing you the songs of the rainbow
A whisper of the joy that is mine
And leaves will bow down when you walk by
And morning bells will chime

I'll walk in the rain by your side
I'll cling to the warmth of your tiny hand
I'll do anything to help you understand
And I'll love you more than anybody can

And the wind will whisper your name to me
Little birds will sing along in time
Leaves will bow down when you walk by
And morning bells will chime

Satu masa saya pernah bermimpi akan bertemu dengan orang yang akan menyanyikan lagu-lagu ini untuk saya. Tapi kita tidak pernah tahu jalur masa depan seperti apa. Perlahan-lahan mimpi itu memudar. Seiring dengan semakin mengerasnya hati saya.

Sudah tidak ada harapan lagikah?

Thursday, April 14, 2011

Belok kiri, belok kanan atau lurus

Nasib orang kadang tidak terduga dan tidak terencana. Jadi ingat kejadian bertahun-tahun yang lalu, saat saya minta seseorang membaca garis tangan, sambil malu-malu bertanya, "Saya bisa keluar negri tidak?"
Orang itu ogah-ogahan bilang, "bisa". Tapi saya tidak percaya sama sekali, dan berpikir dia ngasal aja jawabnya karena udah males banyak mahasiswa yang ngantri minta dibaca garis tangannya.

Saat itu dengan IPK pas-pasan, berjuang untuk menyelesaikan kuliah dan lulus menjadi dokter pedalaman. Masa depan tidak secerah yang dibayangkan oleh teman-teman, karena saya sama sekali tidak punya rasa percaya diri mengelola nyawa manusia lain. Saya suka dengan ilmunya tapi tidak ingin praktek mengobati orang. Malah mikir gimana caranya supaya bisa ikut tim riset ilmiah saja. Tapi mana ada lembaga yang bakal menerima dengan otak pas-pasan seperti ini.

Baru kemudian setelah menemukan dunia kesehatan masyarakat saya benar-benar bisa berkembang menjadi pribadi yang mencintai pekerjaannya. Tidak ada yang lebih menguntungkan selain melakukan pekerjaan yang disukai bukan? Karena betapapun beratnya akan selalu terasa manisnya.

Jalur hidup saya tidak lurus, kadang berkelok ke kanan kadang ke kiri, tapi tidak keluar jalur. Itu yang penting rasanya. Banyak hal yang sudah terwujud dalam hidup saya, bekerja di hampir seluruh wilayah Indonesia, travel ke beberapa negara (walaupun tidak sesering yang saya inginkan), tinggal di negara orang, punya networking international. Siapa yang menyangka untuk seorang manusia yang terlalu banyak bermimpi seperti saya ini.

Sunday, April 10, 2011

About soulmate

Saat masih duapuluhan, saya tanpa basa basi menyalahkan nasib karena tidak kunjung mendapat pasangan yang cocok. Menginjak tigapuluhan mulai melakukan refleksi kedalam diri dan menganalisa apa yang menjadi kekurangan saya. Menginjak empatpuluhan, saya cuma bisa nyengir menyadari bahwa hati sayalah yang menjadi penghalang mendapatkan pasangan. Karena masih belum bisa memperbaiki kekurangan itu, sayapun memutuskan untuk mengalir seperti air saja. Tidak ngotot mencari pasangan, tapi kalau dapat pasangan artinya hidup saya diberi bonus oleh yang Maha Kuasa.

Salah satu kesalahan yang sering saya lakukan adalah membuat rancu hubungan teman dan cinta. Saya terlalu sering membiarkan diri ini jatuh cinta pada teman laki-laki yang akrab dengan saya. Hal yang sangat berbahaya sekali, karena sejak dulu selalu ada teman laki-laki yang akrab dengan saya. Saking akrab dan nyamannya membuat saya terlena dan akhirnya suka. Saat perasaan akrab berubah menjadi suka, terjadilah bencana patah hati itu. Karena tanpa sadar perasaan sayang itu tampak nyata dan membuat teman akrab itu akan menjauh. Konyol.

Untungnya saya masih bisa menghidupi diri sendiri, sehingga bisa tetap melakukan kebodohan itu. Eh ini untung atau sial sih?

Kali ini saya tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Kenapa? Karena 2 teman yang akrab kali ini, dua-duanya berjenis kelamin laki-laki... single pula,... kacau. Di sekolah yang 75% isinya perempuan ini, saya malah akrab dengan 2 student laki-laki... Bagaimana bisa? Yang menghalangi saya suka pada mereka adalah usia mereka yang masih lebih muda dari saya, biarpun uban mereka jauh lebih banyak dari saya. *ga ada hubungannya tau!*  Hal kedua yang menjadi tameng saya adalah saya lagi ngefans dengan Changmin, sampai pada level mesti cek international fansite TVXQ dan asyik mantengin tampang Changmin yang manis, sekaligus manly itu. Mudah-mudahan saya virus Changmin ini akan lama bertahan dalam diri saya.

Hati saya ga bisa ditipu, ga bisa dibujuk, maunya hanya dengan yang bertampang menarik. Hati saya juga harus diperlakukan super lembut, didekati pelan-pelan banget sampai saya terbiasa dengan kehadiran orang itu. Mirip dengan tanaman putri malu yang berduri dan ga bisa disentuh itu. Laki-laki yang langsung menunjukan perasaan suka malah bikin kaget hati saya. Hanya satu orang yang sampai saat ini sanggup merebut hati saya dalam pertemuan pertama dan memegangnya erat-erat. Saking kagetnya hati itu diam dan berdebar-debar dalam genggaman lelaki tsb, tapi karena makin lama pegangannya makin ga nyaman hati sayapun menggeliat dan sukses meloloskan diri dari genggaman lelaki satu itu.

Sssh...! Stop!! saya tahu kok resikonya hidup sendiri dan saya juga tahu manusia tidak bisa hidup sendiri di masa tua. Tapi saya tetap tidak bisa mengubah isi hati saya.. jadi diam saja, tak perlu berkomentar macam-macam ok?

Somebody to love

Karena masih menderita virus Changmin, saya jadi terbiasa untuk browse youtube nyari lagu-lagu dimana suara Shim Changmin mendominasi. Saat mereka liveshow terakhir di Jepang, salah satu lagu yang dinyanyikan adalah "somebody to love" yang ternyata single Jepang ke 2 setelah "stay with me tonight". Ahahahaha...saya memang payah. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak tahu bukan?

Walaupun saya tahu DBSK dari sejak mereka tenar di Jepang, tapi saya tidak tertarik pada group ini, dengan berbagai alasan. Pada saat itu saya sedang seneng-senengnya dengan Jrocks, Jpop, jadi korea ga masuk hitungan, ditambah personalnya yang masih remaja... hehehe menyepelekan potensi mereka ya? Dan walaupun suka dengan "Stay with me tonight" tapi juga belum bisa membuat saya berpaling pada DBSK. Karena walaupun lagunya enak didengar tapi tidak ada yang terlalu istimewa dari suara group ini. Baru setelah saya nonton TWSSG dan jatuh cinta dengan themesongnya saya tertarik untuk browsing lagu-lagu lainnya... sapa tahu ada yang enak. Sayangnya lagu-lagu yang saya temukan pasti yang pembukanya JJ... daaan... tidak dapat yang cocok (kalau ga salah purple line, wrong number yang bertebaran linknya). Jadi saya juga tidak tertarik untuk searching member-membernya secara khusus. Sempet sih beli majalah yang ada artikel DBSK secara ga sengaja, ada fotonya tapi ga perhatian banget (Changmin masih innocent tampangnya).

Petengahan 2010 saat DBSK mulai aktif lagi dengan 2 member dan semua site yang link ke dunia hiburan korea full oleh berita DBSK, saya mulai tuh lirik-lirik youtube untuk lagu KYHD. Dengan segala berita yang menyudutkan, bully, harass duo ini lagu KYHD membuat saya dari ga peduli jadi memihak duo DBSK. Bukan lain dan tidak bukan karena kualitas suara, lagu dan performance yang nyaris sempurna. Baik vokal dan dance terjadi peningkatan kualitas beberapa kali dibanding performance mereka saat belum pisah. Dan di otak saya hanya ada satu kemungkinan mereka jujur, mereka ada di pihak yang dirugikan dan mereka betul-betul mencintai profesinya dan bekerja keras untuk performancenya. Dan tidak semua orang mampu untuk bangkit setelah dilempar sampai ke dasar jurang. Membutuhkan energi besar untuk merangkak naik ke tempat semula. Energi yang mereka miliki hanya bisa dimiliki oleh mereka yang tidak bersalah saja.

Sekali suka saya akan bertambah suka dari hari ke hari. Semakin saya ingin mendengarkan semua lagunya Changmin. Dan minggu ini stuck di lagu "Somebody to love".

Wednesday, March 16, 2011

Walau udah pake rasio

Rasio udah dipake, kenapa masih ada debar-debar di hati.
Bego
Bodo
Ba...ka!

Saya kagum dengan kemampuan hati untuk kebal terhadap pengalaman buruk.

Satu-satunya organ yang beyond your control.

Ga kapok-kapoknya merasa suka pada seseorang.

Wait...wait... jangan-jangan ada dukungan dari hormon juga nih.

Duh kenapa sih bandel banget.


Dan kenapa dia mesti sepintar itu sih? Hisssh... saya benci cowok yang smart, ditambah mata tajamnya itu lho,cool, body atletis, dan gap umur ...

Dan kenapa mesti mergokin dia lagi ngeliat saya sih... kan jadi menimbulkan harapan yang nggak-nggak.

Perempuan yang sudah hilang rasa ini jadi feminin lagi... grrhhhhhh...

Kenapa mesti sukanya itu sama yang sulit dijangkau menurut logika? Hah????

Minder saya jadi muncul.

Trus begging sama yang diAtas... please...please... berikan dia pada saya. Buat dia tidak bisa melupakan saya. Buat dia mendekati saya.... phuih.... seperti hidup ini belum cukup rumit untuk dijalani.

Terus kenapa pula mesti girang dan membayangkan kira-kira besok bakal ketemu dia lagi ga?

Plus sebelnya ga ada yang bisa diajak curhat. Nulis status di FB aja ga mungkin.

Curhatnya cuma sama blog... perempuan bodoh... *tendang ke laut*

Segitu desparatenya kah saya untuk bisa menggenggam tangan yang hangat?

Tuhan, kalau dia bukan untuk saya, mohon dibantu saya untuk segera melupakan semua rasa ini. Biarkan saya segera menangisi kemalangan saya sejenak, dan membasuh luka baru agar segera sembuh.

Hiks... mahluk yang tidak pernah beruntung dalam berhubungan dengan lawan jenis kenapa bisa eksis didunia ini ya?

Dari tiada kembali ke tiada *diucapkan berulang-ulang*

Hanya butuh beberapa hari saja untuk mengangkat semua rasa dan membantingnya sampai hancur jadi keping-keping tak berarti.

Dan kemudian akan tumbuh hati baru.

Dan di pengkolan depan mungkin ada yang menunggu saya. (*kok berasa kayak nyamperin ojek*)

Soul mate datanglah...

Stalker?

Ijinkan saya mentertawakan diri sendiri sejenak. Ahahahhahaha... *pletak!* Bego!

Kebegoan saya yang dimulai sejak minggu lalu, jadi menghantui saya. Serangan panik mendadak kalau ada cowok yang memperhatikan saya rupanya menjadi masalah utama saya dalam menemukan cinta. (Cinta? cuih...). Habis mata biru itu terlalu tajam memandang saya. Pada dasarnya saya yang introvert ini paling ga bisa menunjukan respon yang baik. Bukannya senyum gitu, malah buang muka. hhhhh.... tarik nafas panjang-panjang. Tuhan, bisa ga membuat dia serius suka sama saya?

Hhhhh-tarik napas lagi seperti sapi yang mau dibawa ke pemotongan- Hari ini secara ga sengaja saya ketemu dia dan dia mengalihkan pandangan dari saya. Hhhhh... lagi.

Sebenarnya wajahnya familiar untuk saya. Tapi saya memang tidak terlalu memperhatikan dia karena bule amerika banget. Dan saya berasumsi semua cowok di angkatan saya udah punya pacar atau gay... hahahaha... defense mechanism supaya ga patah hati. Lagian juga sejak sampai perhatian saya tertarik pada cowok lain. Dan saya juga ga akan penasaran seperti ini kalau dia tidak kepergok sedang memperhatikan saya.

Dia keturunan imigran Jerman. Pertanyaan iseng: kenapa bule yang tertarik pada saya selalu keturuan Jerman? Setelah disearch, gap usia kami jauh banget, tidak ke track apakah dia sudah punya istri atau tidak, dokter, sudah punya titel master dan PhD, hmmm jadi otaknya sudah terjamin encer, dan cool banget, jarang keliatan ngomong. Selama kelas kemarin juga hampir ga kedenger suaranya. Dan yang bikin surprise dia pernah bergabung menjadi tentara, padahal tingginya sedang saja. Makanya cowok banget penampilannya. Uhu.... dan membuat hormon estrogen saya naik kadarnya...hehehehe.... Saya hanya heran kenapa dia masih ngambil master lagi ya? Padahal PhDnya di biomedik, MD pula, tinggal berkarir saja.

Huh... perasaan didalam hati ini harus segera dihapus (hihihihi pinginnya sih, tapi tampaknya hanya bisa dihapus dengan derai air mata, saat realita hadir di hadapan saya). Aahhh.... dimana sih soulmate saya berada?

Tuesday, March 15, 2011

Fans story #2

Lagu favorit saya hari ini adalah "Upon this Rock" yang dinyanyikan Changmin TVXQ beberapa tahun yang lalu. Saat itu olah vokalnya masih jauh dibawah level yang sekarang, pronounciation bahasa inggrisnya juga masih banyak yang salah, tapi penghayatannya ga kurang dari level yang sekarang. Mungkin karena dia nyanyi solo jadinya total performance. Saya jadi berharap dia akan menyanyikan lagi "Upon this Rock" dengan kemampuannya sekarang... ugh bakal kayak apa ya? Yang jelas akan membuat saya semakin tergila-gila dengan suara tinggi dan tipisnya itu.

Heh kenapa CD KYHD yang saya pesan ga datang-datang ya??? grrhhh.... masih lamakah?

Monday, March 14, 2011

Fans story #1

Makin didengarkan semakin suka dengan album KYHD dan makin bias Changmin…. ! Tu anak selain tampangnya enak diliat juga suaranya enak didenger. Kelakuannya menyenangkan untuk diamati, apalagi kalau memberikan jawaban spontan, jujur tapi brutal itu. Dia artis kesayangan saya deh, ranking no satu saat ini di altar fans saya…hehehehehe…


Kagum dengan mentalnya yang kuat setelah mengalami perlakukan abusing secara mental dari orang-orang yang tidak dikenalnya. Dikata-katai segala macam hal buruk, tapi sekarang menunjukkan kualitas suara dan performancenya yang prima. Kemampuan suaranya meraih nada tinggi tapi bening dan tidak menyakitkan gendang telinga, semakin terasah. Mudah-mudahan dia selalu berusaha menyempurnakan tehnik olah vokalnya… please go to the world stage, conquer all hemisphesre, Gorgeous Young Man!

Dan kemampuannya untuk menarik batas tegas antara kehidupan pribadi dan profesi artisnya, membuat saya angkat topi tinggi-tinggi. Dia dan leadernya berjalan penuh percaya diri dengan kepala terangkat tegak di airport tanpa berusaha menarik perhatian public pada mereka. Tanpa usahapun, public dan fans sudah menjerit-jerit disetiap penampilan mereka, untuk apalagi menarik perhatian public. Teruskan sikapmu itu nak. Fans membeli CD satu bukan berarti mereka memiliki dirimu. Fans membayar tiket untuk pertunjukan hanya untuk penampilan di panggung dan tidak punya hak untuk melihat semua aspek pribadimu. Fans yang benar-benar loyal, tentu akan memberikan space untuk kehidupan pribadi mereka. Emang penting gitu untuk tahu seperti apa kamar tidur mereka? Menurut saya itu melanggar hak privacy mereka sebagai manusia.

Menjadi artis bukan berarti menggadaikan kehidupan pribadi mereka. Yang mereka jual adalah kemampuan untuk menghibur, apakah itu dengan menyanyi, acting atau performance live show. Sudah itu saja, selesai di panggung berikanlah mereka waktu untuk mereka sendiri.

Ah Changmin, selalu kuatkan mental ya, dan jadi diri sendiri, ga usah ikut-ikutan cari perhatian seperti artis lain… fans akan semakin banyak kalau semakin bagus performanya.

Ugh, paradise ranch tamat minggu ini nih… dibanding episode-episode awal acting Changmin semakin terasah, semakin menarik…kyaa… ekspresinya juga semakin bagus walaupun belum bisa dikatakan sempurna. Terus asah kemampuan aktingmu Nak…. Jadi favorit deh series Paradise Ranch ini….Dong Joo dan Da Ji betul-betul menghibur, sayang tidak bisa lagi ditonton setelah minggu depan… Ayo main drama lagi Changmin-shii!

Spring time

Saat banyak lelaki disekeliling saya, tiba-tiba saya jadi ingin menonjolkan sisi feminin saya. Naluri bersaing yang tidak sehat ini entah kenapa masih saya miliki. Padahal saya sudah bertekad untuk focus pada karir dan belajar dan melupakan cinta. (uhuk…parah).


Minggu lalu sebenarnya libur, tapi tidak untuk saya. Yeah… ada kelas spring break. Khusus karena penyelenggaranya bukan dari universitas tapi dari organisasi yang punya kerjasama dengan uni. Berat rasanya, tiap hari masuk kelas, 9 to 5 pula. Sebagian pesertanya adalah staff junior organisasi itu yang detraining khusus untuk materi yang kami dapat. Berhubung bukan dari kampus, saya ga berani salah kostum. Selamat tinggal deh kaos dan t-shirt yang biasanya menemani setiap hari. Bukan apa-apa, bahaya kalau orang yang didepan saya mendadak menjadi bos di kemudian hari… maunya kasih kesan professional gitu.

Tapi setelah sadar akan banyaknya cowok, semangat centil muncul ke permukaan. Saya memilih baju yang cukup menonjolkan sisi feminine saya dan pakai aksesoris tentunya… hahaha. Dan ada dua cowok lumayan tertipu. Hihihi… walaupun aslinya ga punya niat untuk macam-macam kok. Cuma senang aja kalau ada yang bilang saya menarik. Komentar tidak terduga adalah dari teman satu fellows yang mendadak ketemu, dia bilang saya cantik…kyaaa…!

Kedua saya sadar kalau ada cowok yang memperhatikan saya di kelas, dia lumayan sering melirik ke arah saya sih, tapi dijarinya ada cincin…hehehehe… malas terlibat yang aneh-aneh, saya dengan sengaja berlagak super cuek bebek. Cowok ini duduk di sebelah kanan saya dan satu baris di depan saya.

Tanpa saya sadar ada mata biru yang sering menatap saya. Saya pergoki satu kali, dia sedang intens memandang saya. Tapi saya pikir kebetulan aja kali dia mandang ke arah saya. Saat istirahat pertama di hari terakhir, saya konsentrasi cek email, dan tidak peduli dengan sekeliling saya. Selesai dengan email sayapun mematikan laptop, dan entah kenapa kepala saya berpaling ke arah kiri, cowok bermata biru sedang memandang saya dengan tatapan intens,…. buset… kaget dan spontan saya memalingkan wajah darinya, panic ga tahu mesti bereaksi apa…hahahahaha…. Bego!!! Yeah, bahasa tubuh saya memang selalu tidak menguntungkan majikannya nih. Mana cowok itu tahu kalau saya sebenarnya cuma kaget dan bukannya tidak suka…. Sial-sial…hehehehehe…

Saya yakin cowok itu asli lagi mandang saya karena dia berdiri di row yang sama dengan saya terhalang beberapa kursi, dan dia keliatannya sedang ngobrol dengan temannya yang ada duduk di baris belakang saya, sementara mukanya mandang langsung ke saya. Hah…. Setelah saya biodatanya, dia sepertinya ga muda-muda banget… menyesal deh dengan serangan panic super parah itu. Cuma playboy yang akan tertantang dengan bahasa tubuh saya. Laki-laki baik pasti nyangka bahasa tubuh saya menunjukan reaksi tidak suka.

Ga papa lah, paling ga masih bisa membuat cowok mendadak suka sama saya…hihihihihihi.

*Ditendang emak ke laut*

Merusak kesempatan

Musim semi tiba, bunga bermekaran, cinta bermekaran. Tsah... palsu banget, batin orang yang ga romantis ini. Dan minggu lalu yang seharusnya libur diisi dengan kelas khusus. Menyenangkan sih karena banyak cowoknya *hmm-hmm-hmm*. Dibanding dengan kuliah reguler yang 75% isinya cewek. Tapi sepertinya saya kelamaan di kelas yang full cewek, sehingga tumpul instingnya sama cowok. Paraaah...

Ada 2 laki-laki yang ketahuan suka melirik saya di kelas. Satunya sih seangkatan, karena wajahnya familiar. Yang satunya peserta kelas yang saya ikuti tapi staf dari lembaga yang mengadakan kelas itu. Cuma dasar saya bego, saya bukannya membuat laki-laki itu mendekat, malah menunjukkan reaksi ga suka...wahahahaha... guoblokk. Paling jago ngerusak kesempatan memang!!!

Wednesday, March 09, 2011

I'm not into the trio

Lagu itu bahasa universal, tidak bisa dibatasi umur, jenis kelamin atau ras, tingkat pendidikan maupun latar belakang ekonomi. Selera saya lebih pada ballad, klasik, jazz. Saya kurang suka dengan rap, RnB maupun hiphop. Dan ketika kelompok dewa dari korea itu pecah menjadi duo dan trio, telinga dan mata saya kok lebih suka dengan duo. Dan lumayan gemes juga baca komentar fans yang bashing duo itu.

Untuk duo itu sih apa yang kurang coba? Tampang ok, postur tubuh dan wajah mereka menyenangkan untuk dilihat. Dance, ok buanget, banyak gerakan yang nyaris ga mungkin dilakukan mereka tampilkan sekuat tenaga, powerfull tapi lentur, kebayang ga sih? Macho banget, ga ada girlie2nya dari dance mereka. Sebagai perempuan heteroseksual murni, tentu saja dance duo ini sangat menyenangkan untuk dilihat. Lagu-lagunya ... hmmm enak-enak, semakin didengerin semakin suka. Sampai saya rela pesen cd aslinya nih... Dan yang penting kualitas vokal mereka jelas jauh meningkat daripada saat mereka masih berlima. Duo ini dimata saya berkembang pesat, dewasa dan profesional. Mereka dimaki sebagai penghianat, tapi ga pernah nangis cengeng atau create kelakuan kayak drama queen, yang ada mereka mengangkat kepala tinggi-tinggi, jelas banget harga diri mereka ga bisa dibanting. Berjalan di muka fans dengan angkuh. Menurut saya sih layak aja, siapa yang tahu diantara sekian banyak stalker yang ngambil foto adalah yang memaki mereka? Dan yang membuat saya kagum adalah etos kerja duo ini untuk menampilkan pertunjukan yang sempurna, salut dan angkat jempol tinggi-tinggi.

Dan karena saya harus adil, saya dengerin juga dong lagu trio sempalan mereka yang merasa jadi member paling top dan punya base fans banyak. Sayang sekali dengan penuh penyesalan saya menyatakan "Im not that into the trio" Vokal ga ada peningkatan sama sekali dari waktu mereka berlima, dance lebih lemah dari pada duo itu, yang dilakukan oleh trio ini hanyalah berusaha meningkatkan popularitas saja. dan lagu mereka...hmmmm... banyak kelompok RnB menyanyikan dengan gaya yang sama, jadinya ga keliatan istimewanya, plus back dancernya juga biasa banget.

Verdict: Saya suka dengan duo itu, berharap mereka akan terus mengeluarkan album berkualitas, perform dengan sempurna. Saya yakin duo itu akan semakin kuat dimasa mendatang, karena mereka berdua saling melengkapi dan menyadari posisi masing-masing, dan yang lebih penting mereka hanya ingin memberikan pertunjukan yang terbaik, tanpa banyak omong, buah kerja keras mereka adalah apresiasi tinggi dari fans base dan new fans tentunya.

Chicken Pesto Pasta

Pasta satu ini memang bikin ketagihan. Gurih tapi ga enek. Bikin sausnya agak susah sebenarnya, tapi berhubung disini banyak dijual pak-an yang udah jadi... gampang bikinnya. Ayamnya sengaja dipotong dadu kecil digoreng kering dan ditabur di pasta. Pastanya pilih yang bayam, jadi ijo ketemu ijo.

Apa sih PESTO itu? Bandeng? yeee...itu mah bandeng presto. Pesto adalah salah satu saus untuk spagheti. Dibuatnya dari cincangan basil segar, kadang plus bayam dan bahan inti adalah kenari (kalau ga salah), jadinya gurih banget, plus olive oil dan keju. Penampilannya berminyak, tapi karena minyak zaitun jadinya ga terasa enek sama sekali. Cocok lah buat saya yang ga bisa makan saus full cream,

bikinnya cepet banget, karena saus yang sudah jadi ini pantang dipanaskan, maklum pake extra virgin olive oil. Saya sih suka naro deket kompor bisa rada cair dikit. Nah, pasta yang baru direbus langsung dah dicampur dengan saus pesto. Dan hajar!! hehehehe....

BTW, CM juga suka banget dengan pasta. Walaupun dia tidak bisa bikin tentunya, ngakunya sih lagi belajar masak, ga yakin gw. Walaupun saya percaya CM kalau serius masak pasti bakal enak hasilnya. Sekali lagi persamaan saya dengan CM muncul (beneran kembaran sifat deh), ga dipercaya bisa masak.

Teman-teman saya selalu ga percaya kalau saya biasa masuk dapur, atau bedain bumbu. Dan begitu makan hasil kerja saya didapur, baru deh mereka percaya. Saya cuma ga hobby masak, tapi saya bisa masak. Apalagi untuk diri sendiri, mantaplah pastinya.

Thursday, March 03, 2011

First love

“First love never dies”



Itu kesan saya saat terhadap drama paradise ranch. Di episode awal Changmin masih terlihat nyadar kamera, tapi makin lama makin bagus aktingnya… Ditambah ceritanya yang sulit ditebak. Plotnya sederhana, mirip dengan dorama. Ditambah pemainnya menyenangkan untuk dilihat. Biasanya di drama korea kan selalu ada karakter yang bikin kita kesel sampai beneran pengen nimpuk layar laptop saking sebelnya, tapi Paradise Ranch tidak member stock karakter seperti itu. Gimana ga ngefans sama drama ini.


Pengennya Dong Joo dijadikan lagi sama Da Ji dong. Klise memang kalau akhirnya seperti itu. Tapi gimana ya… diawal kan diilustrasikan kalau Dong Joo dari kecil udah bareng sama Da Ji, sampai mereka nekad nikah muda. Sampai episode 11 ini masih belum ketauan kenapa mereka cerai. Padahal jelas banget dua-duanya masih saling suka.


Adegan yang paling saya suka adalah waktu mereka merayakan sesuatu di restoran tempat mereka kerja sampingan, terus karena keduanya pada ngebir mereka akhirnya malah nginep. Paginya otomatis aja Dong Joo meluk Da Ji, dan Da Ji otomatis merapatkan badan ke Dong Joo, setelah beberapa menit keduanya bener-bener bangun dan sadar kalau mereka berpelukan. Dan, beda dengan biasanya, ga ada acara menjerit terkejut. Mereka ga berani bergerak dan tetap di posisi semula, hihihihi, mungkin inget kebiasaan lama. Dan barulah mereka pura-pura baru bangun saat alarm telponnya bunyi… Duhh… padahal pernikahan mereka sudah berakhir 5 tahun yang lalu.


Da Ji dan Dong Joo, keduanya ga menipu hati nurani mereka dengan suka pada orang lain, dan melupakan cinta mereka. Padahal cinta mereka berdua tetap eksis dan terefleksikan dengan saling peduli pada yang lain. Dramanya sangat nyata dan memungkinkan untuk dialami siapa saja. Sisi ini yang membuat saya suka banget biarpun ratingnya jelek di Korea, dan banyak yang mengkritik. Jual aja ke jepang pasti laku deh…


Dan tentu saja puas mantengin tampangnya Changmin dengerin suaranya, dan ada OSTnya yang dinyanyikan oleh Changmin… Hmm…


BTW hari ini saya masih belum bosan dengerin lagu How Can I? nya Changmin. Yang dipasang di playlist hanya satu lagu yang diset otomatis untuk repeat… hahahaha…. gini nih kalau lagi suka sama satu lagu. Brainwash dan irama lagu ini takkan pernah bisa saya lupa lagi. Karakter suara Changmin sudah tersimpan filenya diotak saya. Baru kali ini saya suka dengan suara tinggi cowok. Yang jelas tehnik nyanyinya enak untuk didengar, menghasilkan suara yang bening tanpa manipulasi.

Wednesday, March 02, 2011

How can I?

Satu demi satu lagu di album Why dari duo DBSK memikat saya. How can I? lagu lembut yang dinyanyikan secara sederhana (tanpa tarian ini) tidak ada bosannya saya mainkan berulang-ulang. Changmin mendominasi lagu ini, bagian Yunho memang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya. Suara tinggi Changmin membuat lagu ini menjadi sangat melodius. Aah... saya suka banget dengan lagu ini. Apalagi liriknya, pedih sekali. Entah pada siapa sebenarnya lagu ini ditujukan, pada 3 member lain atau pada bekas kekasih? Kalau ga salah lagu ini dijadikan OSTnya drama Changmin... lupa....

Saya bukan fans DBSK, tapi saya fans Changmin hihihihi... Jadi kurang lebih saya kok lebih senang saat mereka menjadi duo dan trio. Karena untuk lagu-lagu sebelumnya bagian Changmin sangat sedikit. Tapi mulai dari album ini Changmin yang menjadi main vocal nyaris untuk semua lagu. Saya senang sih dengan perpaduan Jaejoong dan Changmin, gabungan kelembutan dan powerfull. Tapi saat Changmin harus berjuang sendiri ternyata menggali potensi terpendamnya sebagai penyanyi. Perjalanan karir mereka memantapkan vokal Changmin. Buat saya sih, duo ini sanggup mengisi kekosongan yang tadinya diisi 3 member lain.

Walaupun tentu saja kalau melihat segi sentimental, saat ini mereka pasti kesepian melihat panggung sebesar itu yang tadinya dibagi 5 sekarang hanya dibagi 2. Belum lagi kenangan berbagi suaranya. Tapi manusia toh harus survive untuk hidup. Sentimental seperti itu tidak layak didorong-dorongkan fans pada duo ini. Kalau membaca komentar fans mereka yang menyudutkan dengan komentar-komentar ga enak, saya malah jadi mempertanyakan sebenarnya fans tersebut tertarik dengan sisi DBSK yang mana? Kesel. Buat saya musik ada bahasa yang tidak mengenal batas. Usia, jenis kelamin, ras, agama yang berbeda bisa suka pada sebuah lagu yang sama. Dan sampai saat ini telinga saya tidak pernah bisa bohong, telinga saya hanya mau mendengarkan lagu dan suara yang indah saja.

Dan kalau melihat dance mereka, Yunho jelas menjadi pemimpin untuk gerakan-gerakan dengan tingkat kesulitan tinggi dan dibantu oleh backdancer yang juga expert banget. Lantas fans harus tidak puas bagaimana? Kenapa mesti memaksakan mereka harus berlima, saat mereka sudah berbeda visi? Walaupun memang ada diskriminasi untuk trio yang keluar dari kelompok ini, tapi diskriminasinya kan lebih dilakukan oleh agency mereka. Huh...

Mungkin ga satu saat Changmin solo karir? hihihi.. tu anak potensi nyanyinya bagus banget. Walaupun tebakan saya selama tidak sampai ada masalah yang prinsipil dia akan tetap loyal dengan duo-nya. Dan feeling saya Changmin tidak terlalu peduli dengan kontraknya, dia sepertinya orang yang juga berprinsip cukup itu kaya. Makanya dia tidak merasa perlu repot-repot keluar dari Agencynya selama dia mendapatkan cukup. Tetap begitu ya, jangan jadi rakus, rejeki kan sudah ada yang mengatur.

Ahh jadi pengen beli album mereka, dimana bisa dapatnya? di Ama*** ga ada euy.