Friday, January 27, 2012

Saat Bosan Menyapa

Saat kehilangan inspirasi, imajinasi dan energi, saya akan merasa gelisah dan terpenjara. Mendadak merasakan belenggu tidak kasat mata mengikat semua eksistensi saya. Udara terasa sesak dan dunia seperti mengkerut. Saya tahu keadaan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena energi saya akan terserap ke pusaran tak berdasar dan mood perlahan-lahan akan terjun ke sebuah lubang gelap, nama kerennya "depresi". Dan saya membutuhkan jaring yang mencegah saya terjun bebas. Karenanya saya selalu memaksakan diri untuk datang ke kampus walaupun tidak ada kelas. Sekedar mencari kontak dengan manusia lainnya.

Tapi saya akan merasa terganggu dengan obrolan orang di sekitar saya. Tidak ada yang terasa benar, karena masalahnya sebenarnya ada di dalam diri saya, berawal dari kegelisahan saya.




Thursday, January 26, 2012

Falling in, Falling out

Karena hati saya hanya bisa bernyanyi untuk satu orang.
Karena hati saya selalu degil,
Karena sebelum bara itu mati semua, hati saya akan menghangat lagi pada orang yang sama.
Karena mematikan bara harapan itu hanya terjadi saat saya melihat kenyataan dan bukan ilusi.
Karena air mata tidak lagi mau menetes.
Karena morpheus sedang tidak berminat memeluk saya malam demi malam.
Karena otak saya berusaha mengambil alih kendali tapi selalu kalah.
Karena ... Karena ... Karena ... bla ... bla ... bla ...

Hari ini saya sangat membenci diri sendiri yang tidak pernah mampu mengendalikan hati saya. Si F besar dari INFP, F besar yang membuat saya termasuk 1-5% populasi manusia. Kalau bisa saya ingin mencabik-cabik hati ini, menginjaknya sampai hancur, dan membentuk hati baru. Saya sudah melakukan berbagai upaya untuk mematikan bara itu. Bukan gagal sebenarnya, karena api besar didalam hati sudah tersiram habis di bulan Desember. Sayangnya ada bara kecil yang belum mati, yang perlahan-lahan menghangat dan berusaha membuat api lagi.

Hhhh... mungkin karena saat ini saya belum siap melepaskannya seratus persen. Mungkin saya takut akan mengalami kepedihan yang sama saat hati saya kosong melompong lagi. Karena energi yang membangun antusiasme saya bersumber dari sana. Padahal ada kandidat lain, tapi hati saya dengan angkuhnya menutup rapat-rapat pintu masuknya. Menolak bahkan sebelum melihat orangnya. Bersembunyi ke balik zona amannya dan menyimpan bara untuk lelaki itu.

Yang saya perlu lakukan adalah bersiap menerima tikaman pedih itu. Membuka mata lebar-lebar bahwa saya tidak lebih dari student yang tidak dikenalnya dan tidak ingin dikenalnya. Mengembalikan eksistensi dirinya menjadi salah satu student pria yang tidak saya kenal. Menghapus obsesi saya yang ingin mengetahui semua informasi personalnya.

Ah saya selalu membuat kerumitan yang sebenarnya tidak ada. Masalah yang hanya ada di dalam diri saya, masalah yang hanya bisa dipecahkan oleh diri saya sendiri. Saya bosan dengan pola ini, kenapa sih mesti selalu tertarik sendirian. Pepatah lama bertepuk sebelah tangan. Bodoh banget sih jadi orang.

Sebuah pisau tak kasat mata saya lumuri racun paling mematikan, kemudian tikam hati itu sedalam-dalamnya, tarik dan tikam, tarik dan tikam, tarik dan tikam, sampai semua bagiannya terlumuri racun. Mati kan hati itu, agar bara itu ikut mati bersamanya.

Refleksi hari ini selesai.



Sunday, January 15, 2012

Pelampung

Ada 4 orang laki-laki yang berperan besar dalam urusan percintaan saya. B yang menjadi cinta pertama saya, A yang membuat saya patah hati sekaligus menghancurkan harga diri saya dan membuat saya jadi zombie selama tiga tahun, the Pilot (maaf saya lupa namanya) yang menyembuhkan luka di hati - tapi suami orang, dan C yang selalu memulihkan hati saya dan menjadi pelampung untuk hati saya sejak lima tahun yang lalu.

Chemistry kuat hadir sejak saya pertama kali mengenal C. Tapi dia tipe player, dan teman-teman saya yang mengenalnya juga memperingatkan untuk tidak menyerahkan hati saya pada C. Dan satu teman saya, M, bahkan menyaksikan langsung perubahan saya di depan C. Pertama kalinya M melihat saya yang dikontrol oleh emosi dan menjadi seperti orang terhipnotis. Karena dia tahu reputasi C, dia membuat strategi untuk memisahkan kami malam itu. Sejak pertemuan pertama itu saya dan C tidak pernah bertemu lagi karena dia berada di negara yang ribuan mil jauhnya dari saya.

Satu yang saya kagumi dari C dan membuatnya memiliki tempat istimewa di dalam hati saya adalah loyalitasnya pada teman. C punya networking yang sangat luas, temannya ada dimana-mana, bukan hanya perempuan tapi laki-lakipun banyak. Dan C secara random akan selalu mengirimi saya pesan pendek, email, chatting. Perhatian C lah yang memulihkan harga diri saya sebagai perempuan yang sukses dihancurkan A. Tidak pernah ada kata cinta diucapkan oleh C pada saya. Karena itu saya pun belajar untuk tidak berharap apa-apa, atau menganalisa hubungan saya dengan C. Walaupun kadang-kadang kalau saya membaca statusnya di FB, sering berpikir apakah dia berusaha memancing komentar dari saya.

Pesan C anehnya selalu hadir disaat perasaan saya chaos. Pertama kali A menghubungi saya lagi setelah perpisahan kami adalah di saat saya pertama kali bertemu C. Seandainya tidak ada C saat itu, mungkin saya akan menjadi boneka bodoh yang perasaannya bisa dipermainkan oleh A seenaknya. 

Saat saya sedang galau karena tiba-tiba ada orang yang mencomblangi saya dengan orang yang saya tahu bukan tipe saya, tapi membuat saya merasa bersalah karena memperlakukan orang itu dengan dingin, chatting dari C lah yang membuat perhatian saya teralih. Belakangan kami memakai komunikasi melalui FB dibanding email, tapi dia selalu melakukannya lewat jalur pm. Satu hal yang sangat saya hargai. 

Dan kali ini perasaan saya benar-benar galau, susah sekali menetralkan perasaan saya pada si mata hijau. Ditambah seorang teman ingin mengenalkan saya pada seseorang yang sulit saya tolak, pertama karena ga punya alasan untuk menolak, kedua karena saya penasaran aja, tapi disisi lainpun ada resiko saya tidak tertarik dengan orang itu dan saya mau tidak mau akan menyakiti hati orang. Paling bagus sih kalau orang itu juga tidak tertarik, jadi saya tidak punya masalah. Dan tiba-tiba muncul pesan C di inbox FB, say "happy New Year". Gaaah... perasaan udah tanggal 16 Januari dan tahun lalu dia tidak mengirimi pesan apapun pada saya. C, tau tidak kamu seperti pelampung yang menyelamatkan saya dari tenggelam ke pusaran tak berdasar. 

Saya mesti lebih kasih perhatian nih sama C. Untuk loyalitas dia pada saya. B sudah tidak ada di dunia ini, saya ga pernah lagi berhubungan dengan the pilot. Kalau A sih, saya memilih untuk tidak pernah ketemu lagi, tamat sejarahnya dimasa lalu, sejarah yang tidak layak untuk dicatat.



Type Karakter

Saya sering merasa bahwa tidak mudah untuk orang lain bisa mengerti saya. Jangan kata orang lain, saya sendiri saja sering tidak mengerti diri saya. Beberapa hari yang lalu saya iseng melakukan tes kepribadian berdasarkan typology Carl Jung yang diadaptasi oleh Myers-Briggs. Hasil test kepribadian pertama menggolongkan saya ke INTP, yang sulit dipercaya karena salah satu tokoh terkenalnya adalah Albert Einstein, sedangkan hasil test lainnya bisa memasukan kepribadian saya ke INTP atau INFP, dengan hasil beda tipis 1-2% dalam bagian tersier, tapi lebih cenderung ke INFP. Dan kalau dibaca penjelasannya memang saya merasa lebih masuk ke golongan INFP.

Kebetulan saya lahir di bulan February yang gambaran karakternya mirip dengan INFP, terutama di bagian sosialisasi. Saya tidak pernah mengalami kesulitan jika ada di lingkungan baru sekalipun, tapi tidak mudah untuk dekat dengan saya. Lebih senang jika orang melihat keunikan kepribadian saya. Hanya saja saat dibandingkan dengan sesama orang yang lahir di bulan February, kok banyak yang tidak sama dengan karakter yang saya miliki. Jadi sedikit ga percaya juga dengan pembacaan karakter berdasarkan horoscope. Baru mengerti setelah melakukan test kepribadian. Sempat iseng masuk ke cafe personality test di thread "saya sadar kalau INFP jika ..." dan banyak postingannya yang persis dengan hal-hal yang saya lakukan. Ga heran kalau saya sering merasa aneh sendiri di dalam komunitas dan keluarga, karena menurut para ahli kepribadian INFP hanya sekitar 4-6% dari populasi manusia.

Orangtua saya bisa membaca kepribadian saya, tapi tidak tahu bagaimana cara meresponnya. Ibu saya menjelaskan salah satu sisi dari paradoksnya type INFP. Waktu masih kecil kalau dibawa ke toko dan ditanya mau sepatu yang mana saya akan balik bertanya "Yang mana ya?", dan ibu bilang saya seperti mengharapkan orang bisa membaca keinginan saya. Kalau pilihan ibu saya salah, kekecewaan jelas tergambar di wajah saya. Ibu saya sering bilang, paling sebal kalau harus membawa saya belanja. Yang tahu selera saya adalah nenek, yang tidak pernah menanyakan apa yang saya inginkan, tapi memilih barang yang beliau tahu saya akan suka. Karena bukan hal mudah untuk membuat pilihan, apalagi kalau pilihannya salah, saya akan terbebani bahkan sampai bertahun-tahun. Saat saya mulai hidup sendiri jauh di keluarga saya mulai membuat system untuk memformulasikan pilihan. Bertanya apa yang saya inginkan sebenarnya dan membuat list like and dislike dari satu pilihan, sebelum mengeksekusinya menjadi belanja, yang saya lakukan mungkin lebih dari sehari. Karena itu waktu belanjanya sendiri menjadi sangat singkat, karena tinggal proses sortir dari list saya. Saya selalu punya note wishlist yang akan saya wujudkan satu-satu dengan jangka waktu yang tidak pendek.  

Sifat khas lain dari INFP adalah tidak ingin membebani orang dan independen. Contoh enteng adalah pilihan menu makanan yang membuat ibu saya sampai malas masak. Saya, bapak dan 2 adik kalau ditanya "hari ini mau makan apa?" Akan sepakat menjawab "Tidak tahu". Saya tidak tahu alasan bapak dan adik, tapi jawaban "tidak tahu" saya sebenarnya berasal dari tidak ingin membebani orang lain untuk makan makanan yang hanya saya yang selera. Karena selera kami di rumah berlainan, saya akan sangat sebal kalau melihat ikan asin, pare, pepes atau makanan benyek lainnya tersaji, tapi saya akan merasa tidak enak hati kalau orang serumah jadi tidak selera makan gara-gara hanya ingin makan tahu goreng. Kalau saya yang tidak cocok dengan makanan yang tersedia tinggal bikin telor ceplok aja.

Kerumitan dari kepribadian INFP lainnya adalah komunikasi, tidak gampang untuk mengkomunikasikan perasaan secara verbal. INFP lebih mudah mencurahkan perasaannya dalam bentuk tulisan. Ga heran kalau saya sejak kecil sudah menulis diary. Walaupun isinya kebanyakan sisi romantis saya. Dan bagian ini juga baru jelas setelah membaca penjelasan tentang INFP yang incurably romantic person. INFP tidak emosional, tapi selalu membutuhkan cinta dalam hidupnya. Pantesan ... pantesan ... pantesan.

Sejak saya remaja, saya selalu punya objek untuk dicintai. Dari yang akan saya suka dalam waktu lama sampai yang hanya dalam waktu sementara. Saya sampai memformulasikannya sebagai jatuh cinta pada cinta itu sendiri dan bukan pada orangnya. Karena saya sadar bahwa saya sering mengkhayalkan orang itu sebagai pribadi yang ideal untuk saya, sementara otak saya menyadarkan bahwa pribadi ideal orang tersebut mungkin hanya khayalan saya yang sebenarnya bukan pribadi orang itu. Dan saat saya tidak punya objek nyata untuk dicintai saya akan beralih pada tokoh-tokoh nyata yang tidak nyata seperti aktor (contoh: crush pada BYJ dalam perannya di the Legend misalnya) atau tokoh tidak nyata dari novel seperti Mr Darcy (sampai sekarang dia tetap menjadi karakter yang ingin saya temukan dalam hidup). Gaah... ga heran kalau saya tidak menemukan the Mr Right sampai sekarang. Saya paling ga bisa menerima komentar orang tentang hal ini, yang saya anggap sangat tidak fair. Komentar umum adalah "Jangan pilih-pilih, tidak ada orang yang sempurna di dunia." Itu komentar yang paling menyebalkan, satu: apa alasan saya ga boleh pilih-pilih? Beli sepatu aja milih, apalagi pasangan. dua: saya tahu tidak ada orang yang sempurna di dunia ini dan saya tidak mencari yang sempurna, saya mencari yang pas masuk ke dalam kriteria saya, yang gila mak sulitnya. Komentar lain yang tidak bisa saya terima dan dengan keras kepala saya abaikan adalah: "Rendahkan kualitasnya." Ga masuk akal, udah kepalang tua, malah merendahkan kualitas. No way, mendingan menyiapkan resiko kalau tidak pernah bertemu dengan Mr Right.

Saya kalau melihat orang gelandangan di jalan saat ada di dalam bis misalnya, di otak selalu muncul pertanyaan kenapa dia bisa menjadi gelandangan, bagaimana perasaannya menjadi gelandangan, bagaimana beradaptasi dari orang yang punya rumah menjadi gelandangan. Ditengah-tengah pertanyaan itu, kemudian akan muncul sebuah skenario memberi makanan kepada mereka dengan gratis, kemudian ditayangkan oleh media dan diundang menjadi tamu Oprah Winfrey show. Terus balik ke pertanyaan uang untuk membeli makanan itu dari mana? Bagaimana cara mendistribusikannya. Terus tiba-tiba saya melihat keluar jendela dan srrrtt ... masuk informasi ke otak saya, udah mau nyampe, siap-siap. Dan alur pikiran saya terpotong, saat turun dari bis saya mikir, tadi saya mikirin apa ya? Oh... tentang gelandangan, tapi sepertinya harus ditunda karena sekarang yang penting adalah apa yang saya harus lakukan di tempat tujuan. Itu adalah sepenggal kesibukan di otak saya yang selalu ramai isinya.

Saya tidak sampai punya teman khayalan tapi didalam otak sampai sekarangpun akan selalu ada percakapan. Kadang saking intensnya membuat saya akan sebal jika ada orang yang memotongnya dan bertanya pada saya. Kemudian saya merasa bersalah dengan perasaan sebal itu, karena tidak seharusnya merasa sebal. Hahaha... rumit kan? Dan dari postingan di thread INFP kelakuan itu dimiliki oleh mereka yang tergolong INFP.

Saya kalau sedang zoom out dari dunia luar dan berada didalam dunia diri saya sendiri, sering tidak menyadari kehadiran orang lain di sekitar saya. Pendengaran saya sangat baik, tapi kalau sedang zoom out dibutuhkan lebih dari sekali untuk memanggil saya ke dunia nyata, kadang sampai ditepok orang, yang membuat saya terlonjak terkejut. Keadaan paling parah dilaporkan adik saya saat saya masih di SMA. Kami ada di dalam angkot yang sama, dan menurut adik saya, dia duduk di depan saya, tapi saya tidak sadar sama sekali dengan kehadiran dia karena sedang intens dalam keadaan day dream saya. Dalam kedaan begitu saya tetap mampu menyebrang dengan baik, jalan dengan baik, tapi mengabaikan semua input lain di sekeliling saya. Termasuk kalau sedang mendengarkan kuliah atau ceramah orang, keadaan paling gampang untuk slip-in dan slip out dari dunia nyata ke dunia diri sendiri, karena satu kata atau contoh. Termasuk didalamnya melakukan auto refleksi.

Tidak mudah untuk menjadi orang INFP, karena sering tidak percaya diri, karena sering tidak bisa mengatakan tidak, karena sering menjadi tempat curhatan orang, karena sering dianggap sombong padalah sedang berada di zona zoom out. Karena sering merasa malu dengan kelakuan seperti anak kecil padahal umur sudah banyak. Tapi dengan membaca typology itu saya bisa mengerti kenapa saya sering merasa terkucil di dunia ini. Yah, dengan lebih mengerti diri sendiri mungkin saya bisa menjadi lebih baik lagi.

Wednesday, January 11, 2012

Kelam

Berencana masuk kelas agak pagian, tapi batal karena hujan. Masalah utama bukan pada hujannya tapi dengan kilat yang menyertai. Nyerah kalau sudah ada kilat dan gledek. Begitu hujan reda saya langsung jalan saja dan sampai di kelas sepuluh menit sebelum mulai. Dari luar sih keliatan kosong begitu masuk kelas ... ngek... dia sudah duduk aja. Karena dia menoleh, secara impulsif saya menyapa dia dan ... pertama kalinya terjadi percakapan langsung karena saya iseng nanya apa dia ga bermasalah lagi dengan software. Dan dia menjawabnya sambil tersenyum. Entahlah apa yang mendorong saya untuk assertif seperti ini. Dan hari ini dia pakai kaos polo hitam dan saya memakai sweater hitam, beberapa mahasiswa lain juga pakai hitam, tapi yang pakaiannya berwarna hitam pekat polos tanpa motif apapun. Dan sweater ini juga pilihan kedua, karena tadi malam saya berencana pakai sweater cashmere ungu, tapi pas dipakai kok keliatannya ga kaya orang sakit. Karena ini kebetulan yang ketiga, besok sepertinya tidak akan ada kebetulan.

Saat break siang ngobrol dengan teman yang satu jurusan dengan dia dan duduk di sebelahnya. Teman itu ada masalah dengan koneksi remote wifi, yang saya sarankan untuk dicari solusinya di IT. Waktu temen saya itu masuk kelas, saya berbisik, gimana hasilnya.  Dan setelah temen saya duduk, dia yang nanya ke teman saya "Kalian bicarakan apa?" Hih ... mau tau aja.

Professor saya mengundang kami untuk minum-minum di hari terakhir. Saya ga mau berharap banyak, dan bisa jadi dia ga ikutan. Tapi bisa jadi dia ikut juga. Yah liat aja. Sepertinya malah lebih menyenangkan saat ini setelah saya menetralkan perasaan saya. Ga berharap banyak, jadi ga kecewa. Yang muncul malah semangat flirting hihihi. Kalau ada kemungkinan untuk main-main, kenapa tidak, ga bakal ditolak. Nothing to lose buat saya saat ini. Kalau dia aktif , hayu. Kalau dia tetap pasif, saya juga sedang dalam fase ga mau repot dengan perasaan.






Tentang Pilihan


THE DANCE - Garth Brooks

Looking back on the memory of
The dance we shared 'neath the stars above
For a moment all the world was right
How could I have known that you'd ever say goodbye

And now I'm glad I didn't know
The way it all would end, the way it all would go
Our lives are better left to chance
I could have missed the pain
But I'd have had to miss the dance

Holding you, I held everything
For a moment wasn't I a king
But if I'd only known how the king would fall
Hey who's to say? You know I might have changed it all

And now I'm glad I didn't know
The way it all would end the way it all would go
Our lives are better left to chance
I could have missed the pain
But I'd have had to miss the dance

It's my life, it's better left to chance
I could have missed the pain
But I'd have had to miss the dance


Theme lagu untuk Mata Hijau. Secara umum sih theme untuk semua patah hati yang pernah saya alami. Ganti kata-kata The dance we shared 'neath the stars above dengan kalimat semua kesempatan saya berada di dekat dia dimanapun. But actually it's me who say goodbye. Dan walaupun hati terasa terpilin, dan air mata titik saat di malam hari, saat yang paling rentan untuk mengontrol emosi, saya juga memilih untuk tetap mendengarkan lagu ini.


The Dance versi Garth Brooks ga gampang didapatkan di youtube, dan ga ada download-an original baik di Amazon maupun iTune. Ada versi Westlife, dan versi ini yang membuat saya tahu lagu the Dance, yang iramanya nyangkut di otak tapi ga ingat judulnya. Sampai tadi malam waktu saya mainkan Westlife secara random dan keluarlah lagu ini, langsung dilihat judulnya the Dance. Versi Garth Brooks lebih menyayat hati, karena dia penyanyi country, sampai secara impulsif saya beli aja CDnya. Hanya untuk satu lagu.


Setelah baca penjelasan di wiki, ternyata perasaan saya itu ga salah, ini lagu meratap, when the passionate love end atau untuk orang yang meninggal secara tragis sedang berada di puncak kejayaannya. Contohnya adalah Steve Jobs yang meninggal karena kanker disaat Mac sedang ada di puncak. Apa Steve Jobs menyesali penyakit kanker yang merenggut nyawanya dan menginginkan hidup lebih lama tapi tanpa kesuksesan Mac? Saya rasa jika bisa mengulang hidup lagi Steve Jobs akan memilih kembali hidup yang telah dijalaninya.


Seperti juga saya, walaupun berkali-kali jatuh cinta, berkali-kali kecewa, tapi jika saya bisa kembali ke masa lalu mungkin saya akan tetap jatuh ke pilihan yang sama. Karena akar dari semua kegagalan itu sepertinya kembali pada tidak siapnya saya membuat komitmen. Dan saya tetap memilih untuk mengalami jatuh cinta pada orang-orang itu dibanding tidak merasakan cinta sama sekali. Mungkin ada satu dua kesalahan yang tidak akan saya ulangi lagi. Tapi saya tidak pernah menyesali semua perasaan itu dan saya tidak menyesali pilihan hidup saya yang jauh dari membosankan walaupun dijalani sendirian dan bebas (free-spirit lho), dari pada punya pasangan tapi monoton terbelenggu secara mental. Mimpi saya menemukan soul mate tidak akan  hilang. Naive? Bodoh? Gapapa, karena saya menikmati semua momen romantis, degupan jantung yang riang, dan walaupun harus diakhiri dengan tetesan air mata.


Catatan Tambahan Jan 16: 
Hari Sabtu saya pasang DVDnya Garth Brooks, ada rekaman "The Dance" dan interpretasi Garth Brooks untuk The Dance adalah untuk mereka yang meninggal dengan penuh glory, dan telah memberikan yang terbaik sehingga tidak perlu menyesal meninggalkan dunia fana ini. Saya menangis menontonnya. Kenapa saya pilih lagu ini untuk si mata hijau? Saya rasa tidak ingin lagi mendengarkan berita kematian dari orang yang saya suka untuk kedua kalinya. Tidak masalah kalau dia tidak memilih saya, keberadaannya di dunia ini sudah cukup untuk saya. Tikaman di jantung seperti saat saya tahu B sudah tiada, terlalu pedih untuk saya tanggung lagi.


Karena itu saya memilih theme song lain untuk si mata hijau, masih dari Garth Brooks (dan Ronan Keating dan Adele):



To Make You Feel My Love




When the rain is blowing in your face,

and the whole world is on your case,

I could offer you a warm embrace

to make you feel my love.



When the evening shadows and the stars appear,

and there is no one there to dry your tears,

I could hold you for a million years

to make you feel my love.



I know you haven't made your mind up yet,

but I would never do you wrong.

I've known it from the moment that we met,

no doubt in my mind where you belong.



I'd go hungry; I'd go black and blue,

I'd go crawling down the avenue.

There's nothing that I wouldn't do

to make you feel my love.



The storms are raging on the rolling sea

and on the highway of regret.

Though winds of change are throwing wild and free,

you ain't seen nothing like me yet.



I could make you happy, make your dreams come true.

Ain't Nothing that I wouldn't do.

Go to the ends of the Earth for you,

to make you feel my love






Tuesday, January 10, 2012

Tiga Tak Terduga?

Kejutan tak terduga pertama: enrolled di satu kelas di luar kelas sertifikat

Kejutan hari ini: sama-sama pakai kemeja plaid. Saya warna merah dia warna hijau.

Saya masuk kelas pas detik menunjukan jam sembilan, karena kursi dekat pintu kosong langsung duduk di situ. Sialnya dia duduk di barisan pertama di tengah-tengah. Selama dia ada di posisi itu, skak mat untuk posisi saya, dimanapun saya duduk akan selalu bisa ditarik garis lurus ke arah dia. Dan mau ga mau dia akan selalu kelihatan. ... Tarik nafas dalam-dalam, untuk menurunkan denyut jantung.

Saat pertama saya sadar dia memakai kemeja plaid hijau, saya nyaris ketawa histeris. Selama ini ga pernah melihat dia pakai kemeja plaid seperti itu, dengan motif plaidnya bikin saya ngiler. Dan di kelas itu hanya saya dan dia yang memakai motif plaid. How come? Jadinya kepikiran apa kejutan ketiga? 

Kenapa kejutan ketiga? simple saja karena pepatah Nista Maja Utama. Benarkah pepatah itu? Kita lihat saja besok. Ini anugrah atau test sih, hai Malaikat?  

Monday, January 09, 2012

Tiga kelas

Nasib mempermainkan saya, ... tidak ..., tidak ada yang dipermainkan. Jalinan pertemuan saya dan dia saja yang aneh. Di kelas terakhir di bulan Desember, saya sudah memaksa hati untuk mengucapkan selamat tinggal pada dia. Untuk tidak berharap apapun juga. Snap - snap , saya memotong semua akar benih perasaan saya pada dia, sisanya disiram dengan herbisida supaya tidak tumbuh lagi. Saya buang semuanya di teluk San Fransisco dan kembali ke Atlanta dengan menghapus sisa-sisa cat berwarna pastel di hati saya. Membiarkan dinding hati saya tidak berwarna, biarkan saja dulu sebelum dicat ulang.

---

Saya mendaftar untuk tiga kelas yang tidak biasa di semester ini. Satu kelas berlangsung selama 5 hari, satu kelas khusus 2 hari dan satu kelas spring break untuk diploma sertifikat saya. Untuk kelas diploma sertifikat kemungkinan dia akan mengambilnya sudah saya perhitungkan, tapi saya tidak pernah menyangka dia juga mengambil kelas analisa. Dua alasan: kelas analisa ini merupakan kelas lanjutan, alasan lain: kelas analisa ini merupakan kelas untuk jurusan saya yang tidak sama dengan jurusan dia.

Tidak tahu apa yang ada di dalam otak saya yang membuat saya nyaris mengalami masalah besar dengan kelas analisa ini. Gara-gara tidak periksa email minggu lalu dan jadwal kelas. Dalam otak saya, kelas analisa akan berlangsung minggu depan. Bangun pagi kesiangan, malah ditambah tidur-tidur ayam sampai sejam. Terus pas buka email, hah, langsung membeku melihat banyaknya email yang sudah dikirim professor saya, kalau digetok palu pasti hancur berantakan. Untungnya ini bukan kelas untuk sertifikat, pre-assignmentnya hanya baca dan tidak ada tugas tulis. Langsung mandi dan ngibrit ke kampus, trus nunggu lunch break dan mengaku terus terang pada professornya bahwa saya ga ikut kelas pagi. Bagusnya professor disini ga pernah penasaran kenapa saya tidak masuk kelasnya. Dan kebetulan lainnya materi pagi merupakan ulangan dari materi di kelas sebelumnya. Dan saya diijinkan untuk tetap ikut kelas.

Pas saya balik badan... mata saya pasti rada melotot ngeliat dia ada di pintu belakang sedang ngobrol dengan mahasiswa lain. Pertanyaan pertama: Kenapa dia ada di kelas ini? Pertanyaan kedua: Apa dia mendaftar di kelas ini atau hanya mampir? Dan otak saya langsung membentak "Ga ada urusan! Lu udah janji ga akan mikirin dia lagi!" Duh... galak bener.

Twisted fate, itu istilahnya, di semester lalu saya pasti girang karena bareng tiga kelas dengan dia. Di semester ini hati saya langsung mengerang, gimana bisa menghapus bersih-bersih perasaan itu kalau ada tiga kelas bareng? Huh, masih mending karena kelasnya singkat, bukan satu semester yang bakal ketemu tiap minggu. Nikmati dan syukuri saja pemandangan di depan mata selama memungkinkan dan ga perlu menganalisa atau mikir panjang lebar. Seperti: kenapa dia pakai kemeja warna ungu yang agak mengkilap, sepatu resmi dan rambut di gel rapi hari ini? Karena selama ini saya ga pernah liat dia pakai sepatu pantofel maupun kemeja yang serapi itu walaupun dia tetap menyandang ransel tentara-nya.

Sebagai cowok kenapa dia pakai warna ungu? Gay? -- confirm! (Duh kena getok virtual lagi deh). Atau karena di kelas bulan Desember itu saya selalu memakai smart suit, salah satunya adalah kemeja warna salmon tipis dilapis sweater cashmere warna ungu. Ungu -- catet! (hahaha kebiasaan analisa yang ga mau hilang). So.., what??! bentak ulang benak saya.  Saya melihat salah satu mahasiswa jurusannya yang tahu berapa usia saya ada di kelas yang sama. Jadi, informasi kalau saya tuwir tentu bisa masuk ke teliganya. Mau berharap apa coba? Jadi sepertinya hati saya tidak akan meliuk-liuk, melambai-lambai lagi karena dia. Sudah cukup, sudah selesai dengan semua kebodohan yang saya perbuat itu.

Dan hari ini ada treatment khusus untuk saya, kiriman 2 kemeja pesanan dari LL Bean tiba. Kualitas jahitannya masih dibawah kemeja Ralph Lauren, walaupun sama-sama bisa dibeli karena ada diskonan...hihihi. Pake ah besok, kemeja plaid yang warna merah aja. Ga lucu kalau saya pakai kemeja plaid yang warna ungu, biarpun ga ada yang akan perhatian sebenarnya. Saya aja yang terlalu perhatian dengan detil. Hiks... 

Sunday, January 08, 2012

Eclair dan Kopi

Lagi pengen makan yang manis seperti cake. Tapi berhubung keberadaan bakery yang jual cake sangat terbatas di Atlanta ini terpaksalah saya harus puas dengan yang dijual di Publix atau Kroger. Walaupun hujan sudah reda, jalan ke Publix jauh lebih dekat dibandingkan jarak tempuh ke Kroger.

Saya jadi ingat saat dengan salah satu bakery di sebuah mall di Johannesburg. Selain pastry mereka juga menjual berbagai kroket... whuah surga. Juga jual cakes yang dipotong kecil-kecil dan dilapis dengan fondant.

Di Atlanta? Ngelamun aja deh untuk makan kroket, tapi ada yang jual onde-onde enak dan mochi yang di box dari Jepang maupun Taiwan banyak dijual.

Persediaan camilan saya cuma tinggal shortbread Scotland dan baik minyak goreng, telur, tepung terigu biasa maupun raising flour untuk bikin pancake sudah habis. Tapi ni mulut minta diisi dengan yang manis-manis sambil nyruput kopi instant Starbuck.

Setelah membeli yang harus dibeli saya mampir ke bagian baking dan mencomot sepaket eclair. Nyampe dirumah, saya menikmati secangkir kopi hitam dan eclair.

Manisnya eclair dibasuh dengan pekatnya kopi, hmm ... manis dan hangat. Mau?

Friday, January 06, 2012

Mimpi

Semua bangsa dan ras manusia punya cara sendiri mengartikan mimpi. Walaupun di negara Asia mimpi mengartikan mimpi digeneralisasi dengan simbol, sementara untuk manusia modern di negara barat memilih analisa mimpi ala Freud. Saya walaupun herannya tidak pernah bisa mengartikan mimpi berdasarkan simbol-simbol yang berasal dari budaya sendiri. Karena selalu tidak pas artinya. Dan ribet pula mesti tahu jam berapa kita terbangun karena mimpi.

Mungkin karena kebanyakan membaca buku yang berbasis budaya barat dan ketertarikan saya pada psychiatri. Tapi saya juga tidak menjadi pengikut Freud, karena interpretasi mimpinya juga tidak masuk akal saya. Jadi dibandingkan dengan menganalisa melalui simbolisasi saya biasanya menganalisa dengan melakukan refleksi balik tentang apa yang saya baca, saya tonton dan saya dengar dibeberapa hari terakhir. Dan terutama menggali kekhawatiran saya yang secara saya tekan ke bawah sadar. Lucunya setelah melakukan analisa swalayan ini saya sering menemukan solusi dari masalah saya.

Bottom line: mimpi menjadi salah satu metoda diri saya untuk mencari solusi. Juga mencari tahu masalah yang sedang saya tekan ke bawah sadar. Penting juga untuk mengenali background suasana mimpi. Lucunya saya pernah mimpi berada di sebuah ruangan pertunjukan dan nonton artis tertentu dan beberapa  hari yang lalu saya melihat di salah satu video youtube yang belum pernah saya lihat sama sekali sudut pandang yang saya lihat di mimpi itu walaupun artisnya beda. Sampai takjub sendiri.

Ada juga mimpi-mimpi yang selalu berulang, yang sampai sekarang masih gelap untuk saya artinya. Karena sangat ajaib. Mungkin satu saat saya akan menemukan artinya. Mimpi tidak sekedar bunga tidur untuk saya.

Sunday, January 01, 2012

Iseng Belanja

Hari pertama di tahun 2012. Sekolah tutup, shuttle bis juga ga jalan, toko-toko juga pada tutup. Selain Thanksgiving kayaknya 1 Januari adalah hari raya semua umat di US. Bisa dipahami karena restoran dan kafe buka banyak yang buka sampai subuh, otomatis public transport pun dijalankan lewat tengah malam, jadi hari ini adalah hari istirahat bersama. So, apa yang bisa dilakukan dihari ini, sementara otak masih menolak untuk dipakai mikir yang berat-berat? Beres-beres rumah dong. Walaupun suasana kapal pecahnya ga separah saat saya di Indonesia tapi tetap berantakan. Dengan buku dan catatan bertebaran dimana-mana.

Mulai deh sortir-sortir tas dan backpack. Eh keluarlah dari persembunyian hasil belanja iseng saya di San Fransisco: kalender 2012 dengan repro lukisan Matisse dan notes unik. Kalau di Indonesia udah kena tegor adik saya kalau ketahuan beli notes/journal/diary. Karena banyak yang masih kosong, beli karena tertarik dengan design grafisnya. Walaupun selalu akan saya pakai.

Saya kalau ga punya kerjaan dan bosan seringnya kabur ke mall atau toko buku. Di US stationarynya parah, ga lucu, standar. Masih kalah jauh dengan toko-toko di Indonesia. Untuk stationary saya ngidam belanja di Jepang atau Korea, banyak merek bagus disana. Di London dan Oslo masih lumayan banyak yang unik, biarpun muahalnya ga ketolongan (juga saya masih kere waktu jalan ke Oslo - ga mampu beli). US menangnya di tote bag.... design maupun kualitasnya prima. Ini aja udah terkumpul beberapa tote bag.... kekekeke... yang harus dan kudu dibawa balik.

Thursday, December 29, 2011

For Green Eyes

I wanted to give my life for you.
But I retrieved
I knew you don't want it
Don't need it
I could not, would not push myself to anyone
Now, I just want you to be happy
I wish for your happiness
with whatever you want in this life
I never regretted my feeling for you
And I will never forget you
But I need to move on with my life
Please smile more
Life is easier when you're not burry your wound deep in your heart
Life to the fullest, Green eyes
That's what I want to hear if the wind whisper your name to me in the future

Tegar


Manusia terhubung dengan manusia lain melalui kabel yang tidak terlihat. Indra ke enam hanyalah sensitivitas terhadap signal-signal yang dikirimkan oleh kabel yang tak terlihat itu. Teori saya tentunya. Jadi saya memutuskan untuk menggunting kabel-kabel yang terhubung padanya. Tapi mengapa hati saya terasa seperti diremas-remas oleh tangan tak terlihat?

Detik ini saat ini saya menjadi orang yang sangat individualis. Untuk melindungi hati saya, untuk survive saya harus menyimpan hati saya rapat-rapat di kotak kedap udara yang dipenuhi dengan nitrogen cair. Akan saya bawa pulang hati itu: intact. Kalau sudah sampai di Indonesia baru saya buka lagi kotaknya dan dikembalikan ke tempatnya. Mungkin saat itu akan ada yang mau memilikinya.

Saya sangat rentan saat ini. Yang bisa saya lakukan hanyalah bersembunyi dan memakai baju besi tebal supaya tidak terluka. Saya tidak marah pada siapapun, hanya kecewa pada diri sendiri. Ketika kebenaran dibukakan pada saya tidak ada yang bisa saya salahkan kecuali diri sendiri. Saya sangat takut dengan komitmen membuat saya menjadi perempuan yang tidak menarik setelah dikenal beberapa saat. Tidak ada laki-laki yang serius menginginkan saya menjadi pasangan mereka.

Saya hanya menarik untuk player yang tertantang untuk menaklukan saya dan untuk dibuang setelah berhasil didapatkan. Saya tertawa getir dengan keadaan ini. Dan apa yang bisa saya lakukan selain berlindung di balik karir yang akan membuat saya merasa punya goal untuk dicapai?

Perlukah air mata menetes atau tertawa seperti orang gila? Hah… sepertinya hanya perlu menyuntikan anestesi local di hati saya supaya kebas terhadap semua rasa pedih itu. Biarkan hati itu berdenyut tanpa saya perlu merasakannya, biarkan saya tidak merasakan ekstasi maupun kepedihan berlebihan. Jujur terhadap diri sendiri dan tahu nilai diri sendiri. Tidak perlu malu pada manusia lain. Kalau mereka menatap saya penuh iba juga tidak perlu dipedulikan. Kalau mereka menatap dan meremehkan saya, aah… saya bisa hidup tanpa mereka. Masih banyak yang harus dilakukan dan dibuat di dunia ini

I will survive

Tahun-tahun telah terlewati sejak saat saya memutar lagu I will survive versi Cake berulang-ulang di mp3 player. Kadang diseling dengan menangis mengasihani diri sendiri. Semua luka disimpan di dalam hati. Dan saya survived. Menjalani hidup sampai saat ini tanpa penyesalan. Menggapai satu mimpi ke mimpi yang lain. Tuhan, saya panjatkan syukur padaMu.

Tahun baru hampir tiba, pertengahan tahun mendatang saya akan membuka jalan baru. Saya akan survive di jalan apapun yang akan saya tempuh, sampai di saat malaikat maut menjemput dan mengantar saya ke gerbang keabadian. Waktu-waktu interval diantara itu akan saya isi penuh-penuh dengan berbagai pengalaman yang tidak akan membuat saya menyesali hidup di dunia ini.

Air mata dan tawa akan selalu ada di dalam hidup saya. Doa syukur dan umpatan tetap akan keluar dari mulut saya. Kadang hidup akan terasa membosankan tapi saya akan membuat yang terbaik darinya. Itu janji saya hari ini untuk tahun-tahun mendatang.

Happy New Year...!!

Monday, December 26, 2011

Gleyengan karena wine tasting

Tour ke Muir Wood salah satu tempat wisata paling menarik saat travel ke SF. Karena lokasinya diluar SF sayapun ambil paket tour. Karena tidak mudah mencapainya dengan transportasi umum kalau kunjungannya di hari kerja. Saya cuma ngambil tour ke Muir Wood karena pengen puas menikmatinya. Tapi ditawari upgrade dengan paket combo Muir Wood dan Wine Tasting, tanpa perlu nambah biaya. Tawaran yang tidak saya tolak. Sepertinya hanya saya seorang yang berminat ke Muir Wood doang, sementara 8 klien lain ngambil paket combo. Dan menambah satu orang ke paket combo dibanding dengan mengoperasikan 2 van lebih menguntungkan. Yeah rejeki saya saja. Saya memang sesekali suka menang undian kok.

Minum segelas, dua gelas wine sebenarnya sudah biasa buat saya, tanpa membuat kepala melayang. Jadi saya menikmati banget wine tasting di Sonoma county ini. Wine berkualitas memang beda, atau mungkin karena saya ga sarapan langsung dihajar wine, kepala sayapun melayang setelah menikmati sekitar 7 jenis white dan red wine. Setelah berasa gleyengan sayapun mengundurkan diri dari meja tasting dan membeli sebotol sparkling wine. Terus muter-muter di tokonya beli breadstick dan coklat.

Winery yang saya kunjungi namanya Jacuzzi (menurut cerita keluarga ini dulunya memang pembuat Jacuzzi, saat mereka menjual perusahaannya dan membuka winery, mereka mempertahankan nama Jacuzzi sebagai merek wine-nya), selain wine juga pembuat olive oil. Di toko olive oil ada tastingnya juga. Nyruput minyak ga kebayang buat saya. Guidenya yang bilang, sayang lho, karena sudah termasuk paket tour. Hihihi... ga tahu dia kalau saya bayarnya lebih murah. Yo wis, saya coba aja, eh ternyata disediakan roti untuk mencicip minyak zaitun perawan itu.

Taste buds saya sebenarnya rada lumpuh karena alkohol udah masuk di otak, tapi masih bisa mengenali kualitas olive oilnya beda banget dengan yang biasa saya beli di supermarket. Harganya tentu beda banget, sebotol yang 250ml aja $18, sementara yang saya biasa beli untuk ukuran sama harganya cuma $7. Walaupun sedang ga punya duit saya beli aja sebotol yang kecil, niatnya buat bikin oli oleo pasta, yang bermodal bawang putih dan minyak aja. Pake minyak murahan aja udah enak, apalagi pake yang mahal kan?

Hari ini saya malas masak dan keluar, tadi malam baru nyampe apartment jam 9 malam terus beres-beres sampai jam 2-an. Jadinya istirahat aja dan bongkar-bongkar belanjaan yang dibeli di SF. Roti sourdough dari Boudin saya panaskan dan dimakan dengan dicocol ke olive oil yang dibeli di Sonoma. Aje gile emaaaakkkk... olive oilnya fresh banget, masih kerasa zaitun segarnya. Bener-bener minyak yang masih perawan... Jauh banget dengan kualitas minyak yang saya beli di supermarket. Ga nyesel sama sekali membelinya. Tapi dengan kebiasaan saya pilih-pilih makanan, ni lidah makin tambah snob aja deh. Makin pinter merasakan mana yang enak dan mana yang ga enak. Makin pinter membedakan kualitas makanan. Makin bikin bangkrut dompet...huahahaha...

Saturday, December 24, 2011

Buang Mimpi di San Fransisco Bay

Travel kali ini bukan hanya untuk refreshing, tapi sekalian buang mimpi. Menapaki San Fransisco yang berbukit, membuat fisik menjadi letih, dan otak dibanjiri oksigen hasil nafas yang ngos-ngosan. Kunjungan ke taman-taman melihat tumbuhan dan bunga-bungaan yang masih mau mekar di udara yang sudah lebih dingin ini, membuat mental melakukan refleksi diri. Saya berjalan dan berjalan. Mengambil foto sebanyak-banyaknya dan berhenti berpikir. Menikmati suasana seperti layaknya turis. Cable car, bay cruise, makan clam chowder di Boudin dan ice-cream di Ghirardelli, menapaki jalan setapak di Muir Woods dan wine tasting di Sonoma county. Membilas luka yang baru saja menoreh di hati. Dan membuang semua mimpi untuk menemukan belahan jiwa di teluk San Fransisco. Belahan jiwa saya juga tidak ada di negri paman Sam. Entah dia ada dimana, masih gelap buat saya.

Laki-laki sepertinya mudah untuk tertarik dengan saya, kali ini juga ada yang mengajak kenalan, tapi seperti biasa saya terlalu aneh untuk laki-laki. Esoknya dia pura-pura tidak melihat saya di ruang makan. Ga patah hati, cuma membuat harga diri saya tercabik. Sial... hehehe...

Tapi malamnya juga sudah bersiap, mungkin saya sudah terlalu sering mengalami hal ini, jadinya melihat lelaki yang tadinya seperti tertarik pada saya kemudian menarik diri, sudah jadi kebiasaan untuk saya. Menyedihkan... hahaha... saya memang tidak tahu cara membuat lelaki bisa suka pada saya pada jangka waktu lama. Jadinya, berjalanlah saya menelusuri semua kelokan dan bukit di bay area SF. Sekaligus membuat mental saya bersiap untuk pulang ke Indonesia enam bulan lagi.

Monday, December 19, 2011

Jalan-jalan, therapy patah hati

Setiap kali saya patah hati, pasti saya jalan-jalan. Walaupun travel kali ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, tapi juga mirip banget situasinya dengan satu waktu dimasa lalu. Tapi waktu itu, saat saya pergi untuk menetralkan hati, orangnya malah nyusul. Yang membuat saya salah mengartikan sikapnya. Yang membuat saya menjadi perempuan bodoh.

Kali ini tidak akan ada yang menyusul saya kesini. Saya jalan sendirian, makan sendirian, ambil foto sendirian, sambil tetap memikirkan sosok orang itu. Melankolis betul. Hhh... saat saya memutuskan untuk menghapus semua khayalan, saat itu juga timbul kesadaran bahwa saya sudah punya rasa sayang pada dia.

Agghhhh... memang sih baru dua hari yang lalu saya memutuskan untuk menyehatkan mental saya, tapi ... tetap berat. Begitulah kalau jadi introvert, saat butuh curhat ga ada yang bisa dicurhati.

Saat ini wajahya masih ada dimana-mana, terutama wajahnya tiga hari terakhir pertemuan kami. 3 hari full saya berada bersamanya, jauh tapi dekat, dekat tapi jauh. Saya yakin saya ga berkhayal kalau dia juga merasakan sesuatu pada saya. Kenapa cuma saya yang ga dia ajak ngomong, tapi sering dilirik, padahal ga ada alasan untuk melirik saya? Kenapa dua hari terakhir dia memakai pet? Supaya bisa bebas melirik saya tanpa ketahuan kan?

Saya ga tahu kenapa dia tidak mencoba melakukan pendekatan, karena sudah berkeluarga? Dia ga pakai cincin kawin. Karena gay? Terus kenapa dia melirik-lirik saya terus. Bahkan ada kecenderungan untuk mendengarkan omongan saya. Saya tahu dia berusaha tampak cuek. Tapi saat kelas sudah dimulai saya bisa kok melihat dia sering memalingkan mukanya ke arah saya. Terutama saat pengajar mengambil posisi berdiri di sebelah kiri, sementara saya ada di sisi paling kanan. Dan sama sekali ga ada pertanyaan dari sisi kami. Apa coba alasannya memandang ke arah saya..yeee... kamu ketahuan.

Ahh... sudahlah ga perlu penasaran dengan alasannya. Dengan insting survival saya, saya tahu keputusan saat ini adalah untuk kebaikan diri. Ga perlu mikir lebih lanjut... haaahhhhhh~~~~.

Friday, December 16, 2011

Surat untuk Saya

Dear Diriku,
kamu sudah mempersiapkan sejak beberapa saat yang lalu bahwa tidak berguna menyimpan rasa itu. Jadi kenapa kamu merasa sengsara. Sakit sih iya, dicuekin emangnya enak. Ya nggaklah. Siapa yang bilang enak? Dan saya ga akan menghibur kamu dengan memberi janji kosong "ada yang lebih baik untukmu". hahaha.. hiburan yang klise dan palsu sekali. Kamu tidak suka yang klise dan palsu kan? Yang ingin kukatakan "kamu kuat" dan "kamu sudah biasa mandiri" melewati sisa hidup ini sendirian kenapa mesti takut? tepok-tepok kepala.

Ingat bukan hanya hampir ga mungkin untuk ketemu lagi setelah lulus. Bahkan setelah hari sabtupun mungkin kamu tak kan pernah melihat dia lagi. Dia pasti menghindari kamu, percaya deh. Besok tatap dia untuk terakhir kali dan bisikan selamat tinggal di dalam hati. Dia tak perlu tahu apa yang kamu rasakan. Aku tahu kamu sayang padanya, tapi dia tidak memerlukan itu kok. Lepaskan dia, ok. Untuk kesehatan jiwamu sendiri. Kamu harus memikirkan yang terbaik untukmu. Karena tidak ada yang memikirkan dirimu. Hahaha... tertawa kosong.

Ayo jalani hidup ini dengan kuat, kalau mau menangis, malam ini menangislah. Setelah itu jalani hidupmu sendiri. Masih banyak yang harus disyukuri di dunia ini. Kenapa menyia-nyiakan waktumu untuk hal yang tidak ada gunanya.

Yah... kamu boleh mendownload semua sequel Pride and Prejudice yang kamu suka dan memimpikan Mr Darcy-mu sebagai subtitute di dunia nyata. Tapi tampaknya peranmu memang hanya sebagai observer dan bukan pemeran utama... hahaha... ketawa kosong lagi. Jangan jadi zombie lagi ya...! Hiduplah!

Luv you always,

Saya

Wednesday, December 14, 2011

Jatuh cinta dengan Winter Rose

"Winter Rose" yang super ballad itu nadanya meremas dan menusuk ke dalam hati. Pilu, menyayat, sekaligus indah. Jatuh cinta dengan lagu itu, kolaborasi Changmin dan Yunho memberi warna pada ballad yang sungguh khas Tohoshinki (karena ini lagu dalam bahasa Jepang saya dengan sengaja memakai nama Tohoshinki dan buka DBSK atau TVXQ). Sebuah lagu yang anehnya menghangatkan malam-malam dingin ini. Duo ini selalu memberikan emosi pada lagu-lagunya bukan sekedar menyanyikannya dengan baik dan benar. Emosi itu yang mengikat hati saya pada mereka erat-erat.

Single ini juga memasukan "Duet" dalam winter version. Lagu yang bukan favorit saya dari album Tone menjadi berwarna lain di single Winter. Jadi ingin memeluk mereka dan membisikan "terimakasih sudah mengisi malam-malam itu dengan lagu yang menghangatkan hati. Aishiteruyo..."

Saya pun menantikan single atau album mereka berikutnya dengan hati berdebar-debar, seperti remaja yang jatuh cinta pertama kalinya. Saya tidak ingin menjadi fans ala Asia yang menantikan setiap berita private mereka, cukup menjadi fans yang akan selalu membeli album original yang mereka keluarkan dan kalau ada kesempatan menonton konser mereka. Saya ingin menjadi fans yang bisa memberikan space untuk mereka bisa menikmati kesuksesan mereka dengan menjadi pribadi yang mereka inginkan. Di luar panggung gemerlapan itu mereka berhak menikmati hidup manusia dengan normal, kenapa banyak fans tidak mengerti prinsip sederhana ini?

Cheers them as loudly as you can in their concert, but let them enjoy their private time without too much comments or critics, please ~~!

Tuesday, December 13, 2011

Kismis

Baca kenapa orang jadi picky eater di yahoo terhadap beberapa makanan. Waktu kecil saya bisa ngemil kismis, tapi setelah dewasa saya jadi ga suka dengan kismis. Bingung karena tidak mengerti penyebabnya. Trus baca di bagian ini:

7. Strange-Looking Raisins
There's no delicate way to put this: Raisins resemble feces, notes Pelchat That may explain why many people can't stand even the sight of them while they adore grapes (raisins are simply dried grapes).Raisins also have a tendency to show up where you least expect them, such as in what you thought was a chocolate chip cookie. "A lot of picky eaters say they hate surprises," says Pelchat.
 tepat banget. Itu yang saya benci... saat makan coklat atau ice cream saya tidak mengharapkan sesuatu yang kecut didalamnya. Pada saat gigi mengantam kismis, segimana manisnya pun kismis, tetap dong berasa agak kecut. Hiahh... benciii ~~

Atau seperti perkedel jagung yang saya harap kering krauk-krauk dengan rasa bawang putih dan merica yang kuat tiba-tiba dimodifikasi dengan ditambah daging yang membuatnya agak benyek. Bukannya masuk kedalam perut tapi saya lepehkan.

Kena protes dari teman kalau saya merusak selera makan mereka. Sering bikin saya sedih, kenapa saya terus yang harus mengerti dan memahami orang-orang disekitar saya, kenapa mereka ga mencoba memahami saya sebagai picky eater benci banget dengan suprise dari makanan yang dimodifikasi. Seperti pizza rasa rendang misalnya ... bikin pengen lempar ke koki yang bikinnya. Di otak saya pizza sudah diset mesti ada tomatnya. Dan kapan rendang ada tomatnya hah? Koki bego!! hihihihi...

Yeah saya jadinya milih-milih orang, kalau mereka kebanyakan protes dengan kelakuan saya, akhirnya bikin saya menjauh dari orang-orang seperti itu. Bikin alasan sibuk... padahal sibuk nonton drama di laptop misalnya. Dan sebagai konsekwensinya saat saya harus menghabiskan waktu bersama mereka, saya ga pernah lagi terang-terangan memberikan reaksi spontan. Mending diem.   Paling enak kalau bareng sesama picky eater, bisa berbalas curhat. atau mengkritik makanannya abis-abisan.... kekekeke...

Skewed

domar.ru dan blogobo meningkatkan traffic blog saya. skewed to the left. buat yang ngeklik blog ini lewat dua mahluk aneh itu saya mohon maaf. asli ga pernah ngelink-in blog ini kemana-mana. termasuk mempromosikannya lewat google. blog ini sebenar-benarnya diary buat saya. jadi prinsip utamanya sebagai tempat sampah saya.

ngomongin soal drama korea, musik band korea di dunia nyata tidak mudah. so, nulis di blog sambil mimpi ada orang yang baca. pas traffic ke blog ini mulai naik, mulai tambah keder sebenarnya. resiko nulis blog adalah ada orang yang baca. jadi saya buat anonim sejak awal. makanya judul-judulnya dibuat supaya ga mudah ketangkep search engine, dan ga di-tag pula. tapi, yah apa daya kalau ada yang baca sih silahkan aja.

hmm, menjelang akhir tahun lumayan banyak drama yang bakal tamat. Me too flower misalnya tamatnya dipercepat. senang dengan series ini karena tokoh-tokohnya bergulat dengan konflik dan trauma psikologis mereka. Flower Boy Ramyun Shop, karena absurdnya yang unik, tapi hidup. Man of Honor aka Glory Jane, tetap ditonton karena tokoh Seo In Woo. Ojakyo brother sih masih panjang 50 episode, sekarang baru sampai ke ep 35.

yang tadinya senang terus malas adalah  A Thousand Day's Promise, A Thousand Kisses dan Tree With Deep Root (setelah Song Jong Ki ga main).  ahahaha... jadi ngomel-ngomel.

Putih, Jangan Kuning

Ga ... bukan membicarakan warna parpol. Walaupun saya tidak simpati juga sih dengan parpol yang pakai warna kuning. Dan warna kuning juga bukan warna favorit saya. Putih menjadi warna favorit saya untuk perhiasan. Jadi antara perak atau platina. Perak tentu lebih terjangkau kantong asal bukan keluaran Tiffany and co. Walaupun asli design bracelet-nya keren-keren. Wow-wow, lidah menjulur dan mata melotot, persis seperti Scooby-doo saat memandang makanan.

Tapi kepikiran juga untuk membelikan diri sendiri bracelet Tiffany and co. sebelum pulang kampuang. Entahlah bisa terlaksana atau tidak, karena juga ngences dengan tas kulit yang bagus yang tidak dijual di Indonesia. hihihi... pilihan yang sulit.

Emas yang dipakai oleh Tiffany and co. tidak murni kuning tapi sedikit berwarna kemerahan. Dan designya minimalis. Tetap aja saya lebih suka perak-nya. Emas dipadu di kulit sawo matang itu kesannya murahan malah, mungkin karena saya terlalu sering melihat ibu-ibu yang seperti toko mas berjalan di berbagai pelosok Indonesia. Makanya perak menjadi unik karena jarang dipakai orang. Jadinya keren dan fresh.

Saya ngincer satu bracelet yang ga ada merek Tiffany and co. nya, pakai black jade. Kombinasi mematikan dari perak sterling, jade yang berwarna hitam pula. Ahh ~~ indah.banget. Bracelet apalagi yang rantai menjadi favorit saya. Secara psikologis sepertinya berkaitan dengan hadiah kejutan dari ayah saya dimasa lalu.

Saya dibesarkan tanpa mengharapkan mendapat hadiah di hari ulang tahun maupun di kenaikan kelas. Tidak ada juga pesta ulang tahun dimana kita akan mendapatkan hadiah dari orang yang kita undang. Setelah agak besar biasanya mendapatkan jatah uang ulang tahun yang bebas digunakan untuk membeli apapun yang saya suka seharga uang itu. Tapi satu hari, bukan di hari ulang tahun, tiba-tiba mendapat kejutan dibelikan bracelet berbentuk rantai emas tipis oleh ayah saya. Surprise dan senang tentunya. Tidak menyangka ayah akan membelikan perhiasan yang tidak biasa (kalung, cincin atau anting-anting).

Emas bagi saya selain tampak norak, juga tidak merasa nyaman memakainya, karena terlalu sering dipinjam ibu untuk -- dijual...!! well, saat itu saya juga tidak punya uang, direlakan dengan setengah hati. Untuk saya nilai bracelet itu sebenarnya ada di priceless-nya. Hadiah. Dan untuk saya rasanya ga sopan menjual hadiah dari siapapun yang membelikannya. Sejak saat itu saya rada anti dengan emas, perak lebih aman, karena ga akan ada yang berpikir untuk dijual.

Harga perhiasan perak Tiffany and co. jelas tidak murah tapi saya yakin orang yang jarang bersentuhan dengan barang branded tidak akan menyangka harganya melebihi harga emas... hehe...

Monday, December 12, 2011

Barang branded

Sudah dikorting 40% tetap aja harganya masih $50, tapi tetap beli. Bukan karena mereknya tapi karena saya ingin kemeja cewek kotak-kotak. Kalau di belanjanya di mall di Indonesia, pasti saya mikir panjang pendek untuk beli kemeja Ralph Lauren itu. Tapi barang bermerek memang beda kualitas jahitan. Itu kemeja ditindis luar dalam, jadinya rapi sekali dan tidak mudah berubah bentuk. Kainnya tidak begitu tipis tapi kualitas katunnya juga beda dengan kualitas katun kemeja dari H&M yang didiscount 50% dapat $10.

Banyak barang bukan branded dengan penampakan luar seperti barang branded, tapi biasanya setelah beberapa kali cuci akan ketahuan kualitasnnya. Dan jari saya bisa dengan mudah membedakan kualitas barang (terutama baju) hanya dengan menyentuhnya. Maklum saya "magang" shopping sejak kelas 2-3 SD dengan nenek saya yang maniak belanja barang berkualitas. Dan sebagai anak perempuan sulung satu-satunya yang menjadi kesayangan nenek, sejak kecil saya terbiasa memakai baju berkualitas bagus, baju baru lagi. Dari hasil malak nenek pada anak-anaknya...

Untuk baju tidur, nenek membuatkan celana piama dari kain batiknya yang walaupun bukan batik tulis, tapi batik-batik halus. Membuat saya juga mampu membedakan kualitas batik dengan sentuhan. Sekarang sih banyak celana piama yang kualitasnya bagus, jadi saya ga masalah dengan piama. Hanya sudah kebiasaan pergi atau tinggal dimanapun saya selalu punya batik halus yang kadang cuma dipakai untuk selimut di udara panas.

Karena diskonan juga saya sempat beli 3 pasang kaus kaki panjang Calvin Klein... duuh... memang beda, beda dan beda kualitas. Parah nih. Penampakan sih tipis tapi tidak fragile. Nyaman lagi tidak begitu ketat seperti kaus kaki ngasal dari toko diskonan.

Untung jadwal kuliah sangat padat, sehingga kalau di Atlanta saya suka malas belanja. Tapi pas ke luar kota, pulangnya pasti ada barang baru yang masuk koper saya. hihihi... soalnya kalau lagi travel kan mesti nyari makan di luar hotel. Dan paling gampang ya pergi ke mall, dan secara otomatis kalau sedang diskon membuat saya gatal dan membuka dompet. Heuheuheu... alasannya di Atlanta toh saya ga belanja. Mallnya kejauhan, bikin malas jalan. Kalaupun ada teman yang ngajak belanja, sayanya suka ga enak karena mereka kan biasanya nanya beli apa? Berapa harganya? Hih... dan berujung dengan nasihat ... jangan boros. Sebel! Makanya mau dimanapun saya sering belanja sendiri, jadi kalau mau nengok section branded juga cuek bebek, ga perlu ga enak hati dengan yang ditumpangi.


A big LOL

Hiburan saya disini disuplai dari internet melalui acara varieties Korea, yang sudah disubbed  tentunya. Yang bisa membuat saya ketawa ngakak adalah 1N2D, Running Man dan WGM (TeukSora). WGM WooJung juga saya tonton tapi karena pasangan itu cute, ga terlalu bikin ngakak seperti TeukSora, terutama Lee Teuk kalau sedang bersama SJ.  Mana saya nontonnya pakai headphone lagi, yang berarti tetangga cuma dengar ketawa saya doang di malam hari.

Paket single terbaru Tohoshinki baru saya ambil hari ini dari kantor manager apartment. Iya dengan jadwal pergi pagi-pagi dan pulang malam sejak akhir Nov, Fedex akhirnya naruh paket saya di kantor management. Dan single Winter Rose sangat memuaskan, sangat ballad, tinggal berharap ada yang mau menterjemahkan liriknya yang masih dalam bahasa Jepang.

Paket lainnya yang tiba adalah film Curious George. Film animasi monyet kecil yang super jail dan lucu itu akhirnya bisa saya dapatkan originalnya. Enak tidak ada macet-macetan seperti edisi bajakan.



Sunday, December 11, 2011

Coklat Panas dan Cinnamon Bun

Suhu sejuk lebih nyaman dari suhu panas. Bukannya di semua kitab suci selalu dikatakan panasnya api neraka? kekeke... menjadi bukti bahwa suhu sejuk lebih baik untuk manusia.

Untuk mengatasi dingin diperlukan kehangatan. Bisa dari hangatnya manusia, makanan atau minuman, selimut atau heater. Yang paling nyaman tentu kehangatan manusia, lawan jenis plus feromon... tapi saat ini sedang tidak ada persediaan. Jadi saya berpaling pada minuman dan makanan hangat.

Banyak pilihan mulai wine (ups...!), kopi atau coklat. Wine dan kopi jelas mengganggu bioritme kehidupan kalau diminum dimalam hari, belum memungkinkan untuk saya mengkonsumsinya. Jadi pilihan terbaik adalah coklat panas. Hangat, manis sekaligus sexy...

Dan cinnamon bun hangat menebarkan harum rempah yang selalu memberi saya ketenangan. Ahh... nyaman, sekaligus membuat hormon dalam tubuh naik ke level yang membuat saya ekstasi. Berlebihan memang, kampungan dan vulgar...hiahahaha... sebodo!

Yah mental dan otak saya memang sedang mempersiapkan tindakan defensif untuk tengah minggu mendatang. Untuk sebuah kelas di musim dingin.  Ada kemungkinan dia membatalkan kelas itu, kalaupun dia tidak membatalkannya apa yang saya inginkan sih? Susahnya kalau punya rasa suka pada seseorang. Sulit mengontrolnya.

Doa sudah dilisankan, tapi tidak ada jawaban positif. Jadi saya harus ikhlaskan rasa itu. Berat atau ringan saya sepertinya akan kecewa. Jadi biarlah coklat panas dan cinnamon bun itu menghangatkan badan dan hati saya.

Dan minggu depan saatnya melakukan petualangan di pantai barat dan melupakan semuanya. Joie la vivre...

Saturday, November 26, 2011

[LYRIC] Next time you fall in love

( http://www.youtube.com/watch?v=vAFVgMjXOko )


Pearl:
I guess i'm not too good at keeping love alive for long.
I think i've found the answers but the answer's always wrong.
My first love was my true love and it should have been my last.
The only time i'm happy's when i'm dreaming in the past.

Next time you fall in love
It better be with me,
The way it used to be.
Back then was when
We touched the starlight.

Sometimes you turn away from what your heart tells you is right
And so you settle for whatever gets you through the night.
The flame you thought was dead may suddenly begin to burn
And broken hearts can be repaired, that's something that you learn.

Next time you fall in love
It better be with me,
The way it used to be.
Back then was when
We touched the starlight.

Rusty:
I've re-lived every moment that i ever shared with you.
What fools we were to end a dream that looked like coming true.

Next time you fall in love
It better be with me,
The way it used to be.

Pearl & rusty:
Back then was when
We touched the starlight.

Next time you fall in love
It better be with me,
The way it used to be.
Back then was when
We touched the starlight.

I guess i'm not too good at keeping love alive for long.
I think i've found the answers but the answer's always wrong.
My first love was my true love and it should have been my last.
The only time i'm happy's when i'm dreaming in the past.

Next time you fall in love
It better be with me,
The way it used to be.
Back then was when
We touched the starlight.

Next time you fall in love
It better be with me,
The way it used to be.
Back then was when
We touched the starlight.




This song is my theme song for you who already touched the starlight.  I thought my feeling for you is over, but I'm wrong. My feeling for you was buried in the deepest part of my heart in a long long time ago and it will always be there. If I can go back to the time of our first encounter ... 

Friday, November 25, 2011

Lee Jang Woo di WGM

Pada dasarnya saya senang nonton variety show, dan variety show Korea banyak yang ok. Favorit saya Running man dan 1N2D, dan untuk WGM saya hanya tertarik nonton YongSeo couple (plus Lee Teuk - Kang Sora yang baru tayang lima episode). Setelah nonton Man of Honour saya menghabiskan 2 hari ini untuk nonton 31 episode Jang Woo - Eun Jung. Memang sih sebelum Man of Honour tayang saya sempat nonton satu episode (lupa episode keberapa) pasangan WJ ini karena mereka menggantikan YongSeo couple. Tapi saya sebal melihat Jang Woo sangat kurang perhatian dengan Eun Jung jauh banget dengan perhatiannya Yong Hwa pada Seo Hyun. Jang Woo agak dingin sedangkan Eun Jung selalu ceria. Tapi sekarang saya jadi suka dengan pasangan ini.

Jang Woo ternyata salah satu aktor yang rada nyeleneh, iya sih dia suka clubbing, tapi yang menonjol adalah kepribadiannya yang cowok banget seperti hobbynya camping, atau pertukangan. Dan kalau tidak sedang akting, dia cowok yang polos banget. Semua emosinya keluar, transparan, gampang dibaca. Dan memang antara dia dan Eun Jung sangat-sangat berbeda interestnya. Bagusnya Eun Jung selalu penuh perhatian dan berusaha untuk mengikuti hobby "suaminya". Kedekatan mereka jadi bertambah karena satu uni walaupun beda angkatan.

Paling bagus pas kalau keduanya lagi cemburu. Sampai susah diperkirakan mana scene yang mengikuti scenario dan mana scene yang natural. Jadi ga sabar nunggu episode barunya...

Update:

Dan malam ini saya jadi iseng searching Jang Woo, daaan... nemu di youtube video singlenya Jang Woo atas nama 24/7 band. Personel 24/7 ada 3 orang yaitu No Min Woo, Hyeon Woo dan Jang Woo.... dudududu... 3 Woo!!! Kyaaa... No Min Woo dan Hyeon Woo adalah 2 chefs elite di Pasta....!!! Astaga .... melihat mereka bertiga menyanyikan ballad yang enak didengar benar-benar kejutan yang menyenangkan. Sayangnya 24/7 bukan group resmi tapi project SME, Sidus HQ dan management-nya Jang Woo. Sekarang No Min Woo sudah tidak dibawah SME lagi, jadi single That Guy's Girl kemungkinan jadi satu-satunya single mereka. Ahh... seandainya group ini jadi official. Suara lumayan, wajah ok, body ok.... kakakakaka... vitamin untuk mata dan telinga!! hmmm... bakal anemia ... bleedingnose...srot!

ini link youtubenya: http://www.youtube.com/watch?v=cTkH0HAB76g&feature=related atau
http://www.youtube.com/watch?v=V9GMya7AuTs&feature=related

Ahh... saya senang baru tahu 24/7 malam ini... kalau nggak pasti ga bisa terlalu menikmati Pasta... bayangkan kalau 24/7 all out jadi chef elite di Pasta.... pingsan ...

Untuk WGM ... sayang sekali biarpun mereka cute, tapi satu clip Eun Jung yang sedang membuat CF dengan aktor lain, membuat saya yakin yang mereka lakukan di WGM ga akan berlanjut di dunia nyata. Jang Woo sih sepertinya bisa menerima Eun Jung, tapi Eun Jung benar-benar hanya akting untuk variety show. hhhh....


Sunday, November 20, 2011

Lee Ji Ah jadi polisi stress

Me too flower, lumayan kocak, walaupun tidak segila Ramyun Shop. Lee Ji Ah yang sering dikritik aktingnya datar menurut saya aktingnya ok-ok saja tuh. Mungkin banyak anti-nya, kecuali perannya di Style, di serial lainnya saya senang melihat aktingnya. Walaupun setelah skandalnya menikah dan bercerai dengan Seo Tai Ji terbuka ke umum, membuat saya agak sedikit tidak suka. Tapi rasa penasaran saya dengan aktingnya Lee Ji Ah akhirnya menggoda saya untuk nonton serial ini.

Iya Ji Ah berperan jadi Cha Bong Sun, polisi stress. Percakapannya dengan psikiater atau caranya melepaskan stress dengan menelpon semua nomor public service asli kocak. 2 episode awal sangat fresh berlainan dengan series lainnya. Ki Kwang ikutan disini, tetap berperan culun seperti di My Princess, walaupun tetap cute dan mencuri spot... Berharap Ki Kwang bisa mengeksplorasi perannya jauh dari biasa.

Ini serial tentang orang stress yang cukup menghibur untuk orang yang stress juga.

Kenapa Seo In Woo?

Drama Man of Honor tadinya saya kira drama genre sport dengan tema softball,  ternyata genrenya romance ... ahh mengecewakan. Kalau drama genre sport, Korea belum bisa mengalahkan doramanya Jepang. Belum mampu membuat genre sport menjadi menarik seperti dorama. Tapi saya malah tertarik meneruskan nonton karena karakter Seo In Woo (diperankan Lee Jang Woo), jauh lebih menarik dari karakter Kim Young Kwang (diperankan Chun Jung Myung). Menurut saya ada potensi mencuri posisi main character dengan second character seperti yang terjadi di drama Queen Seon Deok, dimana tokoh Bidam berhasil mencuri spot dari tokoh utamanya.

Seo In Woo, sebagai anak orang kaya yang di- abuse (verbally) oleh ayahnya, saat panik akan mengalami serangan tic berat, yang membuat dia semakin parah serangan ticnya. Dan pada saat dia jauh dari radar ayahnya, dia menjadi arrogant asshole yang meng-abuse orang-orang disekelilingnya. Seo In Woo sebenarnya pemain softball profesional berbakat, tapi setelah membuat satu kesalahan disuruh resign oleh ayahnya dan diharuskan masuk ke perusahaan dimana ayah dan sepupunya menjadi motor perusahaan itu. Sebenarnya ayah Seo In Woo mencuri perusahaan itu dari ayah Yoon Jae In (leading female) dengan percobaan pembunuhan (kecelakaan lalu lintas). Ayah Yoon Jae In meninggal seketika, ibunya koma bertahun-tahun, Jae In yang masih kecil selamat tapi ayah Seo In Woo menyuruh supirnya ayah Kim Young Kwang untuk membuang Jae In. Ayah Kim Young Kwang tidak tega dan memasukan Jae In yang mengalami amnesia ke rumah yatim piatu tapi selama bertahun-tahun selalu menyisihkan uang untuk membiayai pendidikan Jae In.

Leap time ke saat mereka dewasa, Kim Young Kwang sebetulnya berbakat tapi tidak bisa menangani problem internalnya dan menjadi pemain kelas dua, yang akhirnya malah dipecat dan selalu menganggap In Woo rivalnya. Dari kecil dua orang ini selalu bersaing tapi perbedaan kelas membuat In Woo arrogant dan Young Kwang menjadi the loser. Pertemuan tidak disengaja dengan Jae In yang menjadi suster di RS. Pendek cerita dua orang ini tertarik pada Jae In, tapi hati Jae In ada pada Young Kwang. Tapi terjadi kesalahpahaman dimana Jae In mengklaim ayah Young Kwang sebagai ayah kandungnya yang membuat hubungan mereka menjadi saudara satu ayah. Sementara Seo In Chul sepupu In Woo, membuat intrik dengan memperkerjakan Jae In sebagai suster pribadi In Woo, dan sepertinya tahu siapa Jae In sebenarnya. Jae In walaupun tidak jatuh cinta pada In Woo, tapi jatuh kasihan dengan keadaan In Woo yang sebenarnya hasil dari abusing ayahnya. Bah ... rumit... yang suka dengan drama Midas, mungkin akan suka dengan drama ini, karena saya melihat racikan yang mirip dengan Midas, tapi bagusnya bukan cerita yang plek mirip kok.

Seo In Woo, seharusnya menjadi tokoh yang saya benci, tapi malah jadi simpati. Scene saat InWoo kena serangan panik adalah scene paling baik yang dimainkan Lee Jang Woo.. Dia berusaha keras mengontrol keadaannya tapi malah semakin memperparah serangannya.  Matanya mencari pertolongan untuk mengontrol tubuhnya, tapi tidak ada yang membantu, ayahnya akan melihat dengan penuh kebencian, sepupunya dengan tatapan dingin, ibunya berlinang air mata. Hanya Jae In sebagai perawat yang bisa membantu In Woo tenang, tapi In Woo berusaha untuk menyembunyikan jati diri Jae In yang sebenarnya karena takut jika ayahnya sampai tahu siapa Jae In sebenarnya akan berakibat fatal untuk Jae In.

Chun Jung Myung sangat ok dengan perannya di Cinderella Sister dan Duo, tapi sepertinya tidak terlalu berhasil memerankan Young Kwang yang juga kompleks kepribadiannya. Karakter Young Kwang ini mirip dengan karakter Kim Tak Go, penuh pengalaman pahit dan keterbatasan tapi berusaha untuk tetap optimis. Dan Chun Jung Myung tidak berhasil merepresentasikan karakter itu, kalah solid dengan karakter In Woo. Saya seharusnya bisa bersimpati pada karakter Young Kwang, tapi tidak ada simpati sama sekali. Jadi.... saya nonton terus karena ingin melihat bagaimana perkembangan karakter In Woo. Lee Jang Woo selain di drama ini juga ada di variety show WGM lho.

Update Nov 27:
Sampai di episode 14 tetap ga bisa simpati dengan karakter Young Kwang, malah makin semangat mendukung Seo In Woo dan Jae In... padahal di episode 14 Young Kwang sedang menderita, air mata Young Kwang ga mampu meluluhkan hati saya... Ini juga yang saya alami waktu nonton Queen Seon Deok, bersimpati pada karakter antagonis Bidam, padahal karakternya tidak berubah menjadi protagonist. Berharap karakter antagonist Seo In Woo makin memancing simpati penonton, ga perlu karakternya berubah jadi protagonist, tetap antagonist yang jatuh cinta pada tokoh protagonist perempuan, dan ga perlu disatukan, jadi ingat jalan cerita di Kim Tak Goo dimana karakter yang diperankan Eugene tidak disatukan dengan Kim Tak Goo? Disinipun bisa sekedar membuat Jae In kebingungan mau pilih yang mana, sudah cukup... Yeah, sepertinya saya akan jadi supporter untuk In Woo... selama Lee Jang Woo tetap menjaga ritme aktingnya seperti sekarang atau lebih baik lagi.

Headphone

Headphone sering dianggap mainannya cowok, bukan hanya di Indonesia tapi di US juga. Saya termasuk minoritas, sebagai perempuan yang tertarik dengan banyak mainan cowok. Banyak perempuan punya iPod atau headphone yang ada mp3 player, jadi mendengarkan musik dan lagu jelas tidak untuk laki-laki saja, tapi ... perempuan tidak mempermasalahkan kualitas suara yang keluar dari playernya. Sebagian besar perempuan puas, misalnya dengan in-ear earphone merek apa saja asal ada suaranya. Tapi laki-laki kadang beli headphone mahal yang mungkin lebih mahal dari playernya, atau malah membangun deck amplifier yang ga murah untuk mendapatkan kualitasa suara yang ok. Giliran istri atau pacar mereka ngamuk-ngamuk saat melihat receiptnya...hihihi.

Tapi sebenarnya ga salah-salah amat. Saya sejak punya headphone menengah dari Sennheisser, udah ga bisa lagi mendengarkan iTune dari Sebastian - macbook saya, tanpa pakai headphone. Suara yang dikeluarkannya jauh lebih kaya dari default Sebastian. Kenapa saya milih Sennheisser? Karena Bose kemahalan... huahahahaha... dan earphone default Apple yang walaupun jauh lebih baik dibanding beberapa in-ear-earphone merek lain tetap kalah suaranya dibanding Sennheisser. 

Pertamanya malu pake earphone yang walaupun ga segede gaban, tetap aja gede. Kalau cowok kan udah biasa menggantungkan headphone di lehernya, tapi perempuan biasa (yang bukan pemusik) termasuk pemandangan langka. Tapi akhirnya cuek aja, yang penting saya bisa mendengarkan musik yang saya suka tanpa mengganggu orang. Dan kalau ada yang ngomonginpun ga kedengeran tuh...hihihi...

Walhasil tas saya jadi penuh kabel dibanding peralatan perempuan yang seharusnya. Apalagi kalau travel, ada tas kecil khusus kabel, mulai dari charger untuk laptop, hp, kamera, iPod dan kabel transfer untuk kamera sekarang ditambah dengan charger buat kindle. Saya bukan penggemar peralatan yang digabung menjadi satu seperti iPad. Ntahlah nantinya.

Udara sudah semakin dingin dan mulai banyak bangunan didekorasi untuk Natal, Atlanta termasuk kota yang religius, di setiap belokan ada gereja, jadinya ga heran kalau mereka udah dekor mulai sekarang. Yang paling saya suka adalah pemandangan penuh lampu dimalam hari. 

Saturday, November 19, 2011

Pre Order Winter Rose

Winter Rose, single terbaru TVXQ ada dua versi CD dan DVD. Kali ini saya ambil versi CD saja, ngirit dot com. Tahun depan mereka akan banyak melakukan konser solo, pengen nonton lagi pertunjukan langsungnya. Ketagihan melihat Yunho dan Changmin melakukan aksi panggung. Tapi ga murah untuk pergi ke Jepang, plus mesti nyari kerjaan lagi. Sigh... Jadi puas-puaskan saja dengan membeli album original mereka. Ngiri dengan orang-orang yang bisa tinggal di Jepang, mereka akan bisa nonton salah satu konsernya dengan mudah, sementara saya gigit jari.

Gara-gara order CD TVXQ, saya sering ditawari CD lain yang ga bikin saya berminat. Grrrhhh... marketingnya mestinya bisa baca dong kalau saya ga tertarik sama sekali dengan JYJ, jadi ga usah kirim-kirim promo. (hehehe... marah-marah sendiri, bego bin baka). Herannya mereka ga pernah mengirimkan email pemberitahuan produk baru TVXQ, aturan mereka mengirimkan promo yang berkaitan dengan TVXQ dong, biar bikin saya ngences dan membuka dompet, bukan promo group yang ga saya kenal.

Kalau fans premium kan beli album bulk order terus kirim hadiah mahal pada artisnya. Kalau saya sih fans biasa aja, yang beli album yang sama dua kali karena ga sabaran, beli 3 versi karena pengen bonus DVDnya, pas ga punya duit beli album satu versi aja... ga beli photobook atau kalendernya karena mahal banget. Hihihi... tapi kalau ada kesempatan dan uang pengen nonton live shownya mereka lagi. Satu yang harus membuat TVXQ bangga adalah karena mereka satu-satunya artis di dunia sampai saat ini yang mampu membuat saya beli tiket konsernya... hahaha...