Sunday, October 04, 2009

Move forward

Perlahan-lahan luka di hati itu makin samar dengan berlalunya waktu (plus bertambah bijaknya saya-perhaps). Sebenarnya sudah lama saya sadar bahwa saya sebenarnya tidak mencintai laki-laki itu dengan sungguh-sungguh. Patah hati saya itu palsu, perasaan sebenarnya adalah terhina, tersinggung karena dicampakkan dan merasa tertipu. Tapi dasar saya bolot, untuk memahami perasaan itu saja butuh bertahun-tahun.

Setelah faham, tidak juga membuat kemajuan bagi saya. Dendam tersimpan didasar hati teruntuk laki-laki sial itu. Saya membuang-buang waktu dimana seharusnya saya melihat kehidupan di hadapan saya dan meninggalkan masa lalu di belakang.

Kini belenggu masa lalu sudah banyak lepas, tinggal menunggu keberanian saya untuk melangkah dari titik beku itu. Perasaan terbebaskan ini sejalan dengan tumbuhnya keberanian di dalam hati. Saat ini saya tidak ingin berkompromi dengan perasaan, siapapun yang mau mencintai saya mesti menerima seutuhnya, baik dan jeleknya saya. Seperti saya juga siap menerima seseorang itu seutuhnya dengan segala kebaikan dan keburukannya. Tapi tentu saja tidak cukup hanya tekad, tapi juga aksi. Dan disinilah sang naga hadir, saya enggan meninggalkan comfort zone sebagai perempuan yg punya kontrol penuh terhadap segala tindakan dan aspek finacial. Jadi apakah akan ada seseorang untuk saya? Mudah2an saja ya, walaupun tak perlu harus ikut acara TV yg sedang booming itu bukan?

Terinspirasi dari tulisan samuel mulia di kompas minggu tentang acara "take him out/take me out"


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tetap menjomblo di usia 40

Generasi jaman dahulu paling senang dengan istilah "menjadi orang" secara general diartikan sebagai kemapanan. Mapan dalam masalah interaksi sesama manusia alias menikah, mapan dalam karir, punya rumah, kendaraan pribadi, anak dan tabungan lebih bagus lagi kalau sudah punya harta kongkrit lainnya. Umur berapa seseorang harus sudah mapan? Tidak ada batasan, tapi bagi perempuan tentu menjadi single di usia 40 bukanlah kemapanan.

Jomblo, tidak laku atau kadaluarsa dll istilah yg ditujukan kepada orang yang belum menikah diusia tidak muda lagi. Di dunia ini tampaknya hidup single menjadi satu plague yang harus dihindarkan oleh orang normal. Sehingga tidak sedikit perempuan2 yang panik dan menikahi laki-laki yang salah, hanya karena tidak ingin terbebani status ini. Kadang2 komentar2 itu terdengar menyakitkan.

Mari kita review diri saya: usia sudah 40, boro2 suami pacar aja ga punya, tidak memiliki rumah, mobil atau tanah dan berlian, dan tentunya tidak punya anak. Apa yg saya miliki sebagai modal kemapanan? Nol besar, zero, nothing. Herannya saya kok tidak sepanik perempuan2 yg memaksa diri mereka mencari jodoh semaksimal mungkin. Apakah saya bodoh atau sudah tak punya keinginan atau harapan lagi? Mungkin kedua-duanya.

Tapi saya tak perlu membohongi diri kalau kadang2 ada rasa membuncah untuk bisa mencintai seseorang, sayangnya tidak ada objek untuk saya cintai. Kadang saya bertanya-tanya pada diri sendiri apakah saya sama sekali tidak punya daya tarik atau hal2 yg bisa dipertimbangkan lawan jenis saya untuk dijadikan teman sehidup semati? Entahlah, saya sama sekali tidak tahu jawabannya.

Sampai detik ini saya selalu salah membaca signal lawan jenis. Jadi menimbulkan perasaan apatis. Ya Tuhan, maafkan hambaMu ini yang belum bisa memenuhi sunnah Rasullulah.

Di usia 40 ini saya masih bisa menikmati kebebasan saya (tanpa paksaan), hidup egois, tidak bertambah bijak dan tetap dikelilingi teman, sahabat, orangtua dan adik, yang memanjakan saya dan tak pernah usil menanyakan kenapa saya tak kunjung punya kekasih. Hidup memang sebentar, dan jika kita tidak ada jodoh, kenapa tidak kita nikmati saja kesendirian ini. Tidak perlu gundah dengan semua omongan orang bukan?

Betul-betul-betul*upin&ipin mode:on
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Merindukan tanah asing itu

Sudah berulangkali saya merenungkan ulang, menelaah, mengobrak-abrik jauh ke dalam sanubari, mempertanyakan ke indonesiaan saya, mempertanyakan patriotisme saya, mempertanyakan kecintaan saya pada negri ini, jawabannya selalu sama, saya tidak punya ikatan kuat terhadap satu bagianpun tanah di negri ini. Bekerja di negri ini dan mengupayakan perubahan ke arah situasi yang lebih baik adalah satu hal, tapi saya tetap merasa tidak dimiliki disini. Berbeda dengan suku tionghoa, memang tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan perlakuan diskriminatif, sehingga wajar jika mereka tidak punya keterikatan terhadap tanah ini.

Indonesia adalah negara yg indah, alamnya akan membuat semua orang tercengang, dan saya telah banyak menapaki daerah2 yg jarang terlihat oleh sebagian besar rakyat disini. Tapi alam yang indah saja tidak cukup untuk membuat saya ingin menetap. Jauh di lubuk hati saya selalu ada keinginan untuk menghirup wangi udara sejuk dingin di daerah2 subtropis. Karena itu saya ingin melakukan tes terakhir yaitu tinggal di sebuah negara subtropis selama beberapa saat. Apakah setelah melakukan itu saya bisa merasakan ikatan dengan Indonesia?

2 kali melakukan perjalanan ke eropa, setiap kali berada di sana saya dengan mudahnya menyesuaikan diri dan sangat jarang tersesat. Hampir tidak kesulitan untuk memahami sistemnya, bahkan tidak merasa kerinduan terhadap makanan indonesia. Yg agak memberatkan hanyalah mahalnya makanan disana. Selain masalah dompet jarang sekali saya mengalami diskriminasi.

Itulah salah satu alasan saya sangat ingin sekolah di sana minimal setahun dan merasakan efeknya pada diri ini. Mungkin tanpa disadari darah ayah saya mengalir terlalu kental di tubuh ini dibanding darah ibu. Ayah saya yang pernah tinggal 2.5 th sekolah di amerika tanpa sekalipun melakukan liburan di indonesia, malah memilih berkeliling disana saat liburan, mungkin secara tidak sadar semangat menjelajah itu terwarisi secara oleh saya melalui DNA. Nenek saya pernah berkata bahwa kaki saya bersayap, tidak bisa diam disatu tempat. Mungkin itu pula sebabnya saya sangat gemar membaca buku dari negara asing hanya untuk bisa meneropong jauh ke sebuah negara asing.

Sekarang ini hanya bisa berdoa mudah2an saya bisa sekolah di salah satu negara subtropis. Mencari ilmu sekaligus memuaskan keinginan menjelajah. Mudah2an, amin.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, October 03, 2009

He's not that into you

Menghabiskan hari sabtu dengan beres2 kamar kos. Suhu yg puanas banget membuat keringatku bercucuran, tapi tetap tdk membuat semangat bersih2 luntur. Akhirnya lantai yg sudah berbulan2 tidak pernah ketemu pel pun kinclong.

Berhubung 5 hari kerja sebelumnya betul2 aktif kegiatan, maka weekend ini kuhabiskan dengan nonton dvd Harry Potter untuk breaking the spell of my crushing feeling for BYJ in the Legend. Yes I know it's pathetic to have a crush to "imaginary" person. Although BYJ is real person, but it'll be a fictious enough for my feeling. But I can't help it, especially because I didn't have a real person to be falled. Funny, huh?

Back to my weekend day, hari minggu aku bermalas-malasan. It's a glorious day to have a clean room. Dan akhirnya nonton "he's not that into you". Dan terhibur plus dapat pencerahan dari Gigi, perempuan yg jungkir balik melakukan berbagai hal memalukan untuk menemukan cinta. Film yg bagus, believe me. Dan pelajarannya: lebih baik membuat hal2 memalukan tapi akan lebih dekat menemukan cinta dibanding dengan tidak melakukan apa2.
Tapi yang kuinginkan saat ini sebenarnya traveling and not a man. Huh... Suasana baru, penjelajahan kejalan yang baru, melihat hal2 baru, menghirup udara yg baru. Bagaimana caranya bisa membuat hal itu nyata?
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, September 29, 2009

Telah berhasil memenuhi janji...

Di koran hari ini ada berita bahwa PLN telah berhasil memenuhi janjinya tidak mematikan listrik saat lebaran. Mereka bangga dengan hal itu lho... Dan saya beneran hanya bisa takjub dengan kemampuan mereka membuat listrik tidak mati dalam satu minggu. Apakah para petinggi PLN di ternate itu tidak tahu bahwa di negara lain dan di pulau lain kewajiban pln adalah memastikan pasokan listrik cukup untuk konsumen "setiap hari"... Catat itu dan garis bawahi: s e t i a p h a r i ... Bukan hanya seminggu. At least jangan bikin judul berhasil tapi katakan baru mampu 1 minggu lebaran saja membuat listrik menyala tanpa pemadaman.

Entah seperti apa penilaian diri mereka terhadap hasil kerjanya. Yg jelas segala kutuk dan cela tiap hari ditargetkan pada pln. Klo ga mampu mengelola listrik sendiri berikan saja sama swasta. Dari pada dikerjakan sendiri tapi ga punya kemampuan. Masalahnya hari ini di tempat kos sudah 2 kali mati lampu dan lama, 3 kali kalau dihitung dari malam. Jadi lebih lama matinya daripada nyalanya. Betul2 pengen makan orok. Dasar brengsek semua!!!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bae Yong Jun - sama

Bae Yong Jun-sama, adalah panggilan dari fans nya di Jepang. Sebutan "sama" menunjukan pemujaan dari fansnya. Sepertinya belum ada aktor korea lain yang bisa menumbangkan kepopulerannya di level dunia. Serial "winter sonata" yang memberinya kepopuleran tingkat internasional, terutama di kawasan asia. Tapi bagiku justru perannya sebagai Dam Duk sang Joo shin King yang mengukuhkan posisinya dan belum berhasil digoyahkan oleh aktor2 korea lain.

Dalam the Legend, sebagai Dam Duk yg humanis terpaksa harus meneruskan tahta pamannya. Seorang sepupu yg juga ingin posisi itu dan melakukan berbagai upaya yang menelan banyak korban, tapi langit sudah menunjuk siapa Joo shin king sebenarnya. Selain harus kehilangan orang tua Damduk harus mengalami kehilangan cintanya pada Kiha, dan selama beberapa saat persahabatan dan cintanya pada Sujini. Karakter Dam Duk yg selalu mengutamakan rakyat dan bekerja tanpa memikirkan kesejahteraan dirinya hanya bisa santai bila sedang berdua dengan Sujini melakukan kegiatan konyol dan gila-gilaan. Sekaligus juga kemampuan akting bertempurnya. Semua itu diperankan dengan sempurna oleh Bae Yong Jun. Perhatikan betapa perbedaan karakter saat dia berperan menjadi Hwang Mo raja yg turun dari langit yg sedikit arogan itu. Level permainan aktingnya hanya tertandingi oleh takuya kimura, sang legenda dorama jepang itu.

Jadi ngefans deh dengan Bae Yong Jun dan serial the legend ini.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Salam perpisahan

Saat mulut terkunci dan tak bisa mengungkapkan isi hati pada orang yang berarti bagimu, yang tersisa hanya perbuatan. Kasih, tak terhingga rasaku untukmu, tak ingin kupergi darimu. Berada disisimu dan melihat tawamu, melepaskan kerisauanmu adalah kewajibanku setiap hari. Tapi aku tidak bisa lagi ada disisimu, katanya aku akan menjadi bencana untukmu.

Melepasmu pergi tidak mudah untukku, tapi aku harus pergi. Jadi biarkan aku membantu memasang baju zirah di badanmu untuk terakhir kali dan ijinkan aku bermimpi sejenak.

Aku memelukmu dan membiarkan pipiku bersandar di punggung lebarmu, kuhirup harum tubuhmu sampai paru-paruku tak kuat lagi mengembang dan air mata jatuh satu-satu. Kata-kata perpisahan tercekat di tenggorokanku, selamat tinggal junjunganku, mungkin kita akan berjodoh di kehidupan berikutnya.

Dan aku mengeratkan pelukanku sebelum mengurainya dan pergi menjauh darimu. "Kenapa kau memelukku begitu erat? Aku rajamu, lupakah kau?" Pertanyaanmu adalah pertanda bagiku untuk pergi, salam perpisahan sudah kusampaikan, kuharap kau mengerti. Kau pun membalik badanmu dan sudah kusiapkan senyum termanis untukmu. Kutundukan kepala kepada rajaku dan mengundurkan diri....

------------------
Itulah penjelasan saya jika dibiarkan menceritakan salah satu adegan dari the Legend, dimana Sujini harus meninggalkan Dam Duk, sang raja, untuk mencegah dirinya berubah menjadi black phoenix. Sangat mendalam cinta Sujini kepada Dam Duk, tapi tak akan mampu terungkap. Memeluk Dam Duk dari belakang sebagai salam terakhir adalah pernyataan cinta Sujini yang paling telanjang. Saya bisa merasakan perasaan itu, karena karakter itulah yang saya rasakan saat mencintai seseorang. Kadang cukup hanya memandangnya dari jauh dan memeluk erat untuk terakhir kali jika saya memutuskan untuk pergi saja daripada menjadi beban dalam hidupnya.

Aaah cinta, begitu rumit tapi indah.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sunday, September 27, 2009

Hiburan di remote area

tinggal di daerah remote butuh kreatifitas untuk menciptakan hiburan mandiri. Mandiri artinya gadget dong, mulai dari beli dvd bajakan setiap kali ke jakarta sampai pesen buku dari teman yang keluar negri dan mengisi ipod dengan lagu-lagu terbaru. Karena kuatir dengan laptop kalau sering-sering dipakai puter dvd bajakan, maka salah satu gadget inceran adalah dvd player portable.

Tadi akhirnya sempat melihat-lihat di toko elektronik dan ada penawaran dvd player portable yang bisa dipasang di mobil. Harganya mahal sih, tapi kualitasnya mantap. Huahahaha... tentunya dibeli dong.

Jadi akhirnya belanjaan pulang dipenuhi dengan beberapa gadget... Horeee dapat gadget baru.

Wednesday, September 09, 2009

Life begin at 40

Saya cenderung malas memberikan info berapa umur saya sesungguhnya dengan alasan masih jomblo. Yup, di Indonesia orang masih akan mengganggap aneh perempuan tetap single di usia 40th lebih. Masih untung kalau tidak disertai kecurigaan yang ga jelas misalnya disangka lesbi lah atau too picky. Jadinya malas aja ngasih tau berapa umur sebenarnya
Tapi pepatah inggris yg mengatakan life begin at 40 memang ga salah. Sebagian besar manusia baru akan mapan umur segitu (ada sebagian kecil manusia yang memang lahir dengan sendok perak dimulut dan punya talenta bisnis yg mapan di usia lebih muda). Dengan kemapanan ini kita menjadi bebas untuk mencoba banyak pengalaman baru. Apalagi kalau diartikan mapan dalam segi ekonomi. Ga dikejar-kejar lagi dengan hidup dari gaji ke gaji saja. Sedangkan dalam karir juga sudah punya pengalaman yang cukup sehingga pekerjaan relatif berjalan dengan lebih mudah.
Kalau sudah di usia begini jadi berpikir panjang kali lebar untuk serius mencari pasangan. Usia biologis sudah mendekati akhir dan semakin kecil kemungkinan bisa melakukan reproduksi, lantas untuk apa kita harus memaksakan diri mencari pasangan. Yahahahaha... maaf memang pada dasarnya saya pemalas untuk berusaha dengan giat. Walaupun mungkin memang benar kita ditakdirkan untuk berpasangan dan tetap ada perasaan sedih saat melihat balita-balita lucu berlarian ke sana-sini. Tapi, hey hey... kita bisa mencoba travelling ke LN (jangan ngarep dari kerjaan mulu). Ambil cuti barang sebulan dan blasss terbang kemana kau suka. Menarik bukan?

Yah, akhirnya syukuri dan nikmati saja setiap stage dalam hidup, sampai maut akan mengambil kita.

Sunday, September 06, 2009

Operasi hidung pesek

banyak orang yang tidak puas dengan ukuran tubuhnya. Ga sedikit yang bersedia mengeluarkan uang banyak untuk permak tubuh. Persis dengan bengkel ketok magic (yg sampai sekarang ga saya tahu seperti apa bengkelnya). Keadaan ini menciptakan banyak dokter2 bedah plastik, lumayan menciptakan lapangan kerja baru.

Favorit orang asia untuk dioperasi adalah HIDUNG dengan tujuan supaya bisa lebih mancung tentunya, supaya lebih cantik. Tetapi sayang alam memang menunjukan kedigdayaannya, suntik silicon untuk memancungkan hidung itu bertentangan dengan gravitasi makanya banyak fenomena hidung Michael Jackson. Mancung seperti kena jepitan. hehehehe...

Mungkin ada yang berfikir kenapa Tuhan tidak adil menciptakan hidung yang mancung untuk semua umatnya. Tapi ternyata keadilan Tuhan memang tak terbatas, karena di Iran yang hidungnya mancung2, banyak yang minta dioperasi supaya agak pendek. Kenapa mereka ingin hidungnya pendek? Karena ....susah waktu sujud....!! Wuahahahahaha... ada untungnya juga menjadi orang Indonesia yg tidak mengalami masalah dalam sholat. Membuktikan bahwa manusia diciptakan sama dan sederajat, ga peduli hidungnya mancung atau pesek. Peace...!

Tuesday, September 01, 2009

Main mercon

Malam belum larut, masih jam 8 malam, orang2 sudah berbondong ke mesjid untuk tarawih. Hari ini saya tak puasa, hanya bisa memandangi mereka yang pergi kesana. Mesjid terang benderang tapi terdengar gemuruh mesin. Aaah...giliran mati listrik rupanya.

Meski begitu di tempat kos banyak orang sedang nongkrong. Anak-anak yg berteriak-teriak manja kepada orangtuanya, di tangannya ada mercon. Saya pernah menegur anak2 itu beberapa hari yang lalu untuk tidak main mercon di depan kamar, khawatir ada bunga api masuk ke kamar dan membakar kertas2. Ada orangtua yg tersinggung sehingga saya sering menerima sindiran2 beberapa tetangga usil. Saya tak peduli, yg penting mereka sekarang main di lantai bawah.

Saya heran dengan orangtua2 itu, membiarkan anak2 bermain dengan barang2 berbahaya. Padahal di hari pertama puasa sudah ada toko yang terbakar karena mercon dan kembang api ini. Tapi mereka malah membelikan mercon tiap hari. Atau sengaja membelikan petasan yg dibakar bersama-sama. Saya tidak keberatan mereka bermain itu kalau ada orang dewasa yg mengawasi dan di tanah yg agak lapang, bukan di depan kamar.

Entahlah bagaimana pemahaman mereka tentang pendidikan mental dan kepribadian anak, melihat caranya saya fikir beberapa generasi ke depan akan tetap tidak ada peningkatan kualitas selama tidak mengubah pola pengasuhan anaknya.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, August 29, 2009

Break time

Agustus sudah hampir sampai ke ujungnya, dan baru kali ini bisa istirahat sejenak melepas penat di akhir minggu. Nggak juga sih, tapi karena hari ini hari terakhir untuk melepas penat makanya terasa agak ringan.

Ga hanya fisik tapi mental juga emang cape banget. Apalagi harus mendampingi orang2 pinter atau yang ga bisa bahasa indonesia, gile menggunakan 2 bahasa itu melelahkan lho. Perasaan gw digaji untuk kerja 5 hari doang.

Hasilnya, mata cekung, kulit terasa tegang dan kering plus mimpi yg nggak2 dan kram di kaki, nunjukin betapa tenagaku terkuras habis. Emang faktor u ga bisa ditipu.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Friday, August 21, 2009

Besok puasa

Walopun ga pernah diada-adain, tapi puasa hari pertama tetap istimewa kan. Tapi tahun ini lupakan semua itu, puasa hari pertama esensinya tetap sama dengan puasa hari lainnya. Hiks, malah sahurnya di jalan, hiks gile. Jadi sayapun beli bekal saja beberapa kotak susu kedelai, mau makan apa coba. Dan selama 3 hari kemuka malah harus ditambah kegiatan fisik, monitoring survey... Huaaah... Jalan-panas-lapar. Selamat merasakan puasa dengan keadaan yang berat.

Pulang dari lapangan, belum bebas lho, karena sudah ditunggu pelatihan 3 hari. 4 hari weekend...lepas! Ugh, bawaannya sih malas. Tapi harus dinikmati kan?
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sunday, August 16, 2009

Bandung di hari libur

Tanggal 16 Agustus menjadi hari yang luarbiasa. Kota ini menjadi begitu sesak dengan manusia. Ga heran sih, jumlah FO itu berbanding lurus dengan jumlah kepadatan manusianya. Niat saya ke Bandung liburan ini adalah shopping. Tapi dengan adanya seorang teman yang ingin ikut belanja, terpaksa saya menyertai ibu itu ke tempat-tempat yang biasanya sangat saya hindarkan.

Dan terus terang saya semakin membenci FO yg jumlahnya seabrek itu. Untuk orang asli harga di FO kemahalan dibanding dengan kualitasnya. Daripada belanja di FO mending saya belanja di mal di jakarta saja. Adem banyak pilihan dan ga terlalu penuh manusia, walaupun harganya cukup mencekik, tapi saya lebih suka beli barang dengan kuantitas sedikit dan kualitas bagus.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thursday, August 13, 2009

Waras lagi

Dalam minggu ini aku mengandalkan infuse kopi dari hari ke hari supaya bisa sadar. Gimana nggak, kerjaan yang numpuk dan beban mental bukan hal yang mudah untuk ditangani. Daripada ga bisa tidur, sekalian aja begadang nonton DVD sampai jam 3-4 pagi dan otomatis hanya tidur 3-4 jam aja. Mau marah, udah ga bisa marah, jalanin aja. Walaupun harus jadi tukang sapu dan bersih2 kesalahan orang lain. Ga ada yang adil di dunia bukan? Kalau cari keadilan nanti aja kalau sudah kiamat (katanya tahun 2012, wkwkwkwk).

Kurang tidur, plus kafein, plus stress memang hanya akan membebani kerja jantung. Kasian aja jantung-ku terpaksa disiksa kayak gini, mudah2an ga pedot. Tapi inilah resiko mengerjakan pekerjaan 3 kali lipat, hanya karena orangnya yang harusnya pegang itu program resign.... cakeeep.

Keuntungan lain sih ada, sisi romantisku hilang sudah, yang berakibat beban karena mendadak suka sama seorang cowok juga tersingkir. haaa... hebat ga sih! Udah nasiblah jadi budak pekerjaan, ga usah mikir masalah cinta-cintaan dah. Waras lagi deh gw, kembali ke performa semula.

Dan berita bagusnya, besok sudah hari sabtu, bisa sejenak beristirahat sampai hari senin. Weekend yg mahal kali ini... pulang ke jawa, shupping...kekekeke... terapi mental and stress release!!!

Monday, August 10, 2009

Kacau

Kacau, carut marut, berantakan, itu isi hatiku saat ini. Ingin kutata dan kubereskan tapi gagal. "Little crazy" situation, baru akan sembuh dengan waktu. Seperti angin puyuh menerpa, tak terkontrol dan menyapu semua yang ada. Pada waktunya dia akan menghilang meninggalkan puing-puing kerusakan.

Aku terbangun di pagi hari dengan desiran aneh di hati yang tidak mau berhenti. Pertanda sesuatu akan terjadi hari ini. Apakah akan menerima marah dari boss atau menerima puji. Kucoba menenangkan hati. Mencoba mengikhlaskan jika aku mendapat murka walaupun aku merasa tidak melakukan kesalahan.

Hatiku berdesir dan terus berdesir. Kulakukan semua rencana kegiatan sebaik-baiknya. Dan tiba waktunya membuka email. Sebuah email dari sebuah nama. Sebuah email kerja bukan email pribadi, telah menjelaskan kekacauan hari ini di dalam hatiku. Tidak kuasa membaginya dengan yang lain. Aku tahu aku bodoh karena perasaan bahagia meliputiku hanya oleh hal kecil seperti itu. Kucoba menekan perasaanku itu. Tak bisa. Kularikan jariku diatas keyboard, walaupun satu saat aku akan menghapus tulisan ini, saat setelah diriku kembali waras.

Wednesday, August 05, 2009

Lensa impian

Padahal udah punya satu lensa L series yang murah, tapi kok masih penasaran dengan 2 lensa lain. Satu lensa makro 100mm, f2.8 USM dan satunya lagi lensa 70-200mm maunya sih yang f 1.4 atau f2.8, tapi mampunya hanya yang f4. Kenapa ngebet, karena dollar lagi turun, maka harganya turun terus tiap minggu. Ngences dan takut nyesel kalau nanti $ nya naik lagi. Lagian kata fotografer ga rugi kok investasi di lensa, biarpun kameranya ganti kalau mereknya sama, lensanya tidak usah diganti.

Kayak udah pinter bikin foto aja ya? Iya, akhir-akhir ini ga ada waktu buat hunting foto bagus. Tapi minggu depan kan ada 17-an , lumayan tuh buat hunting foto. Tadi liat-liat di flickr, ngences deh ... banyak foto alam yang buagus banget. Belum lagi dengan faunanya. Aahh... seandainya aku sudah mempuyai kamera yang bagus sejak dulu...hiks..hiks. Tapi ga ada kemajuan kalau hanya dengan menyesali diri saja bukan? Maju terus.

Karena harus memilih sepertinya kali ini aku hanya bisa membeli lensa makro saja. Lensa 70-200nya nanti aja lagi, kalau udah nabung lagi. Lensa makro kayaknya akan lebih asyik untuk dieksplorasi. Setelah 3 lensa itu kayaknya sudah mencukupi kebutuhanku. Jangan lupa dengan tripod atau monopod dan dry box tentunya. Yeah, aku memang amatir tapi serius lho...kakakakaka

Sunday, August 02, 2009

Tanggung Jawab

Senin pagi yang terasa berat untuk dijalani, gilanya lagi sampai ada niat untuk bolos sakit saja. Tapi ingat segunung pekerjaan yang menunggu akhirnya dibatalin deh. Jangan malas, kata si hati nurani, memaksa badan menggeret kaki ke kantor.

Beban berat tambahan ini agak ga ikhlas dijalankan karena asalnya bukan dari tanggung jawab saya. Ada kolega yang progressnya buruk dan dia mencari jalan keluar yang mudah yaitu resign. Sintingnya dia resign dengan 96% dana programnya belum diserap, sedangkan tahun ini sudah tinggal 5 bulan lagi. Lah, ngapain aja dia berleha-leha 1 semester. Sekarang dengan entengnya dia tinggalkan semua beban itu dengan resign...(cakeeeep...!).

Ada keuntungannya, karena akan memaksa saya untuk semakin kreatif dan akan meningkatkan performa diri jika tantangan super sinting ini bisa ditangani dengan baik. Dan berbekal kepercayaan diri dan modal nekad untuk menjalankan semua ini. Tapi tolong deh supaya orang-orang di kantor pusat agak memberi kebebasan pada saya untuk kreatif dengan tidak mencampuri banyak crash program akhir tahun. Mau Marathon atau sprint dengan program akhirnya akan membuat saya ngos-ngosan.

Begitulah di Indonesia ini, kalau mau kerja serius malah akan ketambahan beban kerja orang lain yang ga bertanggung jawab. Yup, selamat tinggal masa bersenang-senang, welcome to perbudakan.

Saturday, July 25, 2009

Senandung di hatiku

Hatiku menyanyikan nada2 riang hanya karena sapaan ramah seorang lelaki. Lelaki itu memikat dan mempesona hatiku dan mendentingkan dawai-dawai di hatiku. Kenapa tanyaku, kenapa harus terpikat? Usiaku sudah tidak muda, dan lelaki itupun terikat dengan perempuan lain. Hatiku tak peduli dan tetap menyanyikan lagu-lagu cinta.

Lelaki itu sudah beristri, perempuan yang pintar pula, mataku melaporkan fakta yg dilihatnya saat mengoogling. Hatiku tetap tak peduli, walaupun nada2nya mulai terdengar sumbang. Yang kurasakan bukan cinta kok, yang kurasakan hanya pesona, kilah hatiku. Tapi tak ada gunanya bukan? Memikirkan lelaki itu di luar konteks pekerjaan? Otakku mencoba membuat hatiku berpikir. Tentu saja tidak mungkin karena hati tidak bisa berpikir, otak yang berpikir.

Hatikupun menggelepar, hilang percaya diri dan keberaniannya. Kalau begitu sudahlah...kaki larilah...larilah sejauh mungkin dari nada-nada ini. Putuskan dawai2 yang menarikan nada-nada indah sebelum terlambat, sebelum aku tertikam dan terluka lagi.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kisah si bego

Si Bego ini akhirnya bisa ikut pelatihan di Jakarta walaupun harus merelakan satu sesi pagi, setelah travel warningnya diangkat. Seneng banget tuh, karena banyak ilmu yg bisa dipraktekan daaaan... Seperti biasa si bego yg mata keranjang ini terpesona pada salah satu cowok2 yg ada. Ga usahlah disebut nama orangnya. Dan tentu saja, dengan definisi bahwa cowok baik itu ga ada yg single, cowok yg membuat si bego terpesona tentunya sudah married. Tahunya setelah menggugling nama cowok itu.

Aduh itu bego ga ilang2. Si bego ini selalu mudah terpesona dengan cowok yg pinter dan assertif untuk membuat kebegoannya permanen. Phew... Kadang bikin frusytyashi deh sifat mata keranjangnya itu.



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT