Wednesday, December 23, 2009

Kegiatan sore


Sore hari enaknya ngapain?
makan camilan
minum kopi

kopinya....

Monday, December 21, 2009

Rembang Senja

Senja memerah di ufuk barat
Ribuan kalong pun memenuhi langit
mengepakan sayap hitamnya menyerbu kebun-kebun buah
penuh semangat untuk memenuhi perut-perut mungil mereka

Diriku yang kecil menatap takjub ke langit sore
kudengar diriku bertanya
pada bunda yang ada disampingku menikmati angin sore
Kenapa kalong baru mencari makan di sore hari?
Karena siangnya mereka tidur jawab ibu
OOh... responku
dalam pikiranku terbersit pertanyaan
kenapa mereka tidur di siang hari

Dunia dimana kalong berada sudah lama lenyap
tidak ada lagi kepakan mahluk hitam di langit sore hari
seiring dengan perginya kebun buah yang disulap menjadi perumahan
Seiring kesadaranku akan hilangnya simfoni kodok sehabis hujan
atau nyanyian jangkrik di malam hari

suara alam telah berganti dengan hingarnya TV
suara percakapan
ibu dan anak,
menantu dan mertua,
nenek dan cucu
di rembang petang pun hilang

mungkin suara itu hanya tertelan suara modernitas harapku cemas
mungkin suara itu hanya berganti latar belakang
mungkin karena sudah waktunya suara itu hilang
tapi aku tidak mau menerima kenyataan
bahwa alam memang sudah berubah

Saturday, December 19, 2009

kriuk kemrimping asin

Yeah, gerimis yang deras turun sore ini. Perut meronta kelaparan, sejak kemarin memang belum terisi makanan solid, hanya diisi makanan kecil. Dasar perut indonesia. Tapi gerimis membuat saya malas melangkahkan kaki dan basah kuyup kehujanan. Sabar dikit ya perut.

Sambil menunggu gerimis mereda, saya buka-buka internet. Blog walking dan mencari artikel tentang makanan. Di salah satu komunitas ada yang memajang pembuatan bakwan udang, di teman blog ada yang cerita gudeg dan tempe bacemnya. Adooh, kepala saya jadi pusing, karena semua makanan enak itu tidak ada di kota ini.

Yang lumayan akan bisa mengobati sedikit kekangenan saya pada makanan yang tidak sehat itu adalah martabak asin. Sayangnya membutuhkan sedikit perjuangan untuk menggapainya, harus jalan kaki. Ugh... perut sudah tidak mau kompromi. Makan sekarang.... sekarang juga!!! Titah si perut ontohod.

Seandainya saya ada di tempat dengan dapur yang oke kayaknya saya akan nekad ke pasar mencari tahu dan bahan2 untuk bikin bala-bala. Syedaaapnya kalau bisa bikin bala-bala yang dimakan dengan rawit atau dicelup ke kuah asam pedas hasil campuran sambal botol, sedikit gula, air panas dan cuka. Slurrp... sial air liur sudah menetes nih.

Atau bisa juga si bala-bala diguyur dengan kuah kacang dan dimakan dengan kerupuk. Maaak.... mau pulang...

makanan asin memang tidak ada duanya , walaupun tidak menolak camilan manis yang uenak, tapi tetap dong favorit saya itu bala-bala, lumpia, risoles, bitterbalen... huahahahahaha... mantap bikin berat badan nambah.
Dan tentunya yang terenak diantara yang terenak adalah keripik... stok keripik kosong, beli kripik bungkusan kagak enak. Perut sial deh lu.

Weks hujan sudah berhenti.... okelah kalau begitu... kita makan...

Friday, December 18, 2009

Happy surprise

Biarpun berita itu telah disampaikan pada saya beberapa saat yang lalu oleh atasan tapi kok agak sedikit tidak percaya. Katanya gaji naik 16% dan ada rapel dari bulan juli, jadi kalau benar lumayan juga dapatnya. Di kantor saya memang tidak memberi thr, jadi kalau benar bulan ini ada bonus rapelan 6 bulan dari 16% gaji artinya dapat hampir satu bulan gaji.

Dan karena keuangan kantor sudah tutup tanggal 17 dec, bisa diharapkan tgl 16 gaji sudah nyampe ditangan. Untungnya berita yg menggembirakan itu memang tidak bohong. Seneng juga melihat tumpukan uang di tabungan saya. Teman yang merayakan natal segera belanja ke menado sebelum pulang cuti. Dan spirit saya terbang keawang-awang, uangnya lumayan buat jalan2 ala backpacker ke eropa lho. Tapi ga ada waktu untuk itu. Huuuu... Payah ya, padahal cuti saya masih banyak lho.

Tp kan ada 3 long weekend, saya bisa memilih salah satu untuk dihabiskan di bandung. Saya juga mencoba peruntungan dalam membeli tiket. Musim libur gitu, apalagi seorang mitra mengatakan kalau tiket balik ke ternate itu mahal sekali. Ternyata, peruntungan saya masih cukup bagus, karena tiket pp dapat harga yg lumayan murah 2.5 juta pp. Acccciiiikkk...acccciiiiiiikkkkk. Lumayan bisa belanjain uang rapel kiks..kiks...kiks... Ketawa gaya monyet keluar.

Walaupun dalam hati yg terdalam sebenarnya pengen ke eropaaaa..... Whuaaaa.... Yah, memang belum nasib... Sabar ya... Sabar... Kalau udah rejeki pasti bisa kesana lagi. Kapan ya??? Sekarang sih nikmati aja dari tv dulu (emang punya tv?)

Terimakasih ya Allah, atas rejeki halal yang Kau anugrahkan untuk saya.....weks dasar mata duitan!!!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, December 15, 2009

Sinar Rembulan di Gelap Malam

"Perlahan waktu bergerak dan malampun semakin larut
Senyap disekeliling hanya suara kendaraan nun jauh disana tersonansi ke telinganya
Secercah sinar rembulan menimpa wajah perempuan itu membuatnya terjaga

Disibakan kain vitrage jendela kamar, ingin lebih jelas lagi menatap kecantikan rembulan
Langit biru gelap jernih
Bintang-bintang berpendaran mengelilingi rembulan
Sang ratu malam diapit dayang-dayangnya
Halo besar melingkar disekelilingnya

Perempuan itu tersenyum menyapa rembulan,
Hai, apa kabar?
Rembulan mengedip genit padanya

Perempuan itu mendesah menatap hamparan keindahan Yang Maha Kuasa
kenapa kamu begitu cantik, padahal dirimu hanya merefleksikan sinar mentari?
kau membuat malam yang senyap menjadi begitu indah

Perlahan purnama pun bergeser ke horizon
Aaah... kau sudah mau pergi, tanya perempuan itu
Rembulan mengangguk
Waktu kita memang terbatas
kalau begitu aku akan mengucapkan selamat malam padamu
janji kau akan datang lagi bulan depan,
Kutunggu ...."

Saat saya remaja dulu, posisi tempat tidur selalu ada di tepi jendela. Posisi rumah yang ada di puncak bukit dan agak terpencil, menghadap ke timur membuat saya bisa merasakan kemewahan sinar bulan jika purnama datang di hari cerah.

Masalah jendela ini bahkan membuat orang tua saya tidak bisa merenovasi rumah tanpa saya menentangnya habis-habisan. Untuk masalah kepraktisan, ibu menginginkan space disamping kamar saya diberi atap yang otomatis akan menutup akses ke sinar bulan. Saya bisa mempertahankan status quo itu sampai sebelum keluar rumah, alasan utama: ga bisa tidur di kamar yang tidak ada jendela, sesak nafas.

Seiring dengan bertambah kesibukan menjadi orang dewasa, saya semakin lupa akan teman satu itu. Baru setelah membaca serial Anne of Green Gables saya teringat akan kenangan masa remaja dulu. Setiap saat purnama berarti saya bisa tidur dengan menyerap sinar rembulan untuk menambah kecantikan (halah...). Tetapi sekarang posisi jendela saya tidak memungkinkan untuk mendapat akses ke rembulan. Teman karib yang kadang terlupa, tapi keindahannya sering membuat hati ini tersayat dan mengakui keAgungan Ciptaan Allah. Indahnya ciptaan dari Yang Tertinggi.

Monday, December 14, 2009

Gaptek atau malas sih

Perbedaan terbesar antara saya dan ibu adalah masalah gadget. Saat di kantornya sedang diadakan kursus komputer dengan bangganya ibu bercerita tentang kemajuannya. Sayangnya di rumah orang tua saya rebutan kompie, menyebabkan ibu mutung dan memilih kembali ke mesin tik untuk mengetik soal-soal ujiannya. Saat saya tawarkan laptop untuk dipakai dijawab takut rusak.

Saat liburan saya berniat meminjamkan kamera digital pocket, kembali ditolak dengan alasan bingung pakainya. Akhir-akhir ini beliau mau juga bikin account sendiri dan diberi ATM tapi tidak mau pakai karena juga takut tidak bisa pakainya. Bwuahahahaha... dunia digital jaman kini pasti sangat tidak nyaman untuk ibu saya.

Kenapa bisa berbeda 180 derajat antara saya dan ibu? Masalah gadget ini kadang membuat saya angkat tangan. Apa sih susahnya, kan tinggal diikuti saja perintahnya, yang membuat gadget masa kini sangat mudah untuk dihandle. Coba bayangkan saat belum ada windows dulu, kalau mau ngetik pakai WS mesti bikin settingan yang bermil-mil panjangnya. Sekarang sih, bahkan mau bikin tampilan blog sederhana aja sih ga perlu kursus komputer, cukup buka internet dan ikuti langkah-langkahnya.

Ujung-ujungnya saya biarkan saja ibu di dunia analognya yang memerlukan usaha lebih banyak untuk melakukan sesuatu. Jadi curiga sebenarnya beliau bukannya ga bisa tapi malas mengikuti petunjuk yang panjang kali lebar itu.

Festival desember

Suasana toko yg riang dengan lagu natal yg ceria membawa suasana pesta bahkan untuk saya yang bukan nasrani. Ditambah ada 2 hari libur melengkapi bulan ini sebagai bulan pesta. Biasanya saya memberikan kesempatan untuk mereka yang nasrani untuk mengambil cutinya, seangkan saya sendiri jaga kantor.

Tapi tahun ini sedikit berbeda, karena tanggal merahnya hari jum'at masih memungkinkan saya untuk mengambil long weekend. Sepertinya menjelang akhir tahun sudah tidak ada lagi aktifitas dan saya bisa ikut libur. Mudah2an tiket tidak mahal.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, December 12, 2009

Kenapa bersandiwara

Saya sedang jengkel dengan orang yg tanpa sebab dan alasan menghina orang lain. Hanya karena saya tidak mau memakai merek yg dia sarankan, orang itu selalu menghina merek yg saya gunakan. Tanpa sebab yg jelas. Warna yang dibilang parahlah, padahal saya tidak mengupload foto-foto itu dan juga tidak punya link ke account fbnya, herannya komentar yg diungkapkannya itu nyelekit.

Belum lagi seorang teman yg punya kebiasaan buruk meminjam uang orang dan tidak dikembalikan. Bingung juga sih melihat gaya hidupnya yg boros, karena saya tahu berapa sih penghasilannya. Dan sialnya orang yg dipinjami uang itu cerita kesana kemari. Dan teman saya itu tidak tahu akan berita tidak enak yg mengikuti dirinya. Memang politik itu memuakan bahkan tingkat politik kantor.

Suka jadi bingung, mau ngasih tahu kok ga enak karena kan udah urusan pribadi. Ga dikasih tahu nanti kebiasaannya diteruskan ga berhenti. Suka heran dengan orang yg ga malu2 minjem uang sama orang lain. Karena uang kan sangat sensitif, bisa membuat masalah yg tidak senonoh.

Mungkin yg terbaik adalah tidak terlalu akrab dengan dia. Kalau besok2 dia pinjam uang saya, gimana nolaknya. Atau kalau ternyata dia sudah bayar utangnya padahal kita tidak tahu dikasih kabar kayak gitu malah bisa meretakkan hubungan. Memang ga ada yg bisa dipercayai lagi
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thursday, December 10, 2009

Curhat pada diri sendiri

Hey saya tahu kalau manusia-si-mahluk-sosial-itu tidak bisa hidup sendiri. Jangan juga dibilang sombong karena saya bisa membiayai hidup saya sendiri tanpa laki-laki. Jangan pula saya dikutuk karena sering menolak lelaki yang mendekati saya. Ada alasan dibalik semua kelakuan saya itu. Hahaha.. ya alasan yang dicari-cari dan dibuat-buat sebenarnya. Alasan utama saya adalah: takut untuk membuat komitmen.

Kenapa saya bisa takut untuk membuat komitmen, adalah karena saya takut ditolak oleh orang lain. Ga masuk akal memang untuk memiliki phobia ditolak dan phobia komitmen. Saya menyebutnya phobia karena ga masuk akal bagi orang kebanyakan. Dan seperti pada umumnya phobia ada trauma psikologis yang cukup berat di latar belakangnya. Sebenarnya bukan karena peristiwa yang luar biasa tapi menjadi sangat berat untuk diri saya yang pengidap kronis Cinderella syndrome plus harga diri terlalu tinggi. Sejak peristiwa itu sulit sekali untuk saya bisa percaya pada ketulusan hati lelaki.

Hati saya tidak mau terbuka kepada lelaki, karena terlalu banyak lelaki ga bener yang mendekati saya, sehingga saya meragukan apakah perasaan mereka tulus. Kenapa saya ragukan perasaan mereka, karena lelaki itu semuanya sedang punya komitmen dengan perempuan lain alias kalau bukan lakor atau player. Hih... harga diri saya tidak mengijinkan untuk membuat hubungan diatas penderitaan perempuan lain. Dan rasanya saya tidak se-desperate itu untuk mendapatkan pasangan.

Sayangnya lelaki bujangan yang mendekati saya bukanlah tipe yang membuat saya tertarik kepada mereka sehingga saya lari menjauh dari keberadaan mereka. Sungguh tidak enak untuk menyakiti hati mereka, tetapi sukar untuk menipu isi hati saya. Saya hanya meminta kepada Yang DiAtas agar dimudahkan saya menyukai lelaki yang tulus mendekati saya.

Banyak orang juga menasihati saya agar jangan terlalu pilih-pilih, ini merupakan nasehat yang paling saya tentang, karena jika saya asal pilih akan berakhir dengan seseorang yang bisa menjengkelkan saya selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dst. Bisa dibayangkan bagaimana betenya saya? Orang juga berkata alah bisa karena biasa. Phew... tidak semudah yang kau sangka kawanku.

Jadi untuk gampangnya saya memang membuat diri saya agar sanggup hidup sendirian dengan segala resikonya. Bukan memutuskan hidup sendirian lho, beda banget artinya itu. Karena walaupun umur sekarang sudah kepala 4, toh saya masih menyaksikan perempuan dengan usia kepala 5 menikah untuk pertama kalinya. Nah, kita tidak tahu di belokan mana akan bertemu dengan si belahan jiwa yang masih ga diketahui sosoknya itu. Tapi kalau sudah ketemu si belahan jiwa itu, saya yakin kok, tidak sanggup untuk menghindarinya, pasti akan ada magnet yang menarik saya padanya. Begitu...



Friday, December 04, 2009

Politik kantor

Dalam bayangan saya, damai itu berarti semua orang bisa mentolerir kekurangan orang lain. Mungkin ada orang yang memang menyebalkan bagi diri kita, atau tidak cocok cara pemikirannya dengan diri kita, tapi apakah kita tidak bisa profesional dengan tidak mencampurkan hubungan kantor dan hubungan pribadi. Saya sendiri punya sifat bisa berteman dengan hampir semua golongan manusia. Walaupun bagi saya tidak selalu mudah menerima seorang kolega menjadi teman. Butuh proses tentunya.

Sayapun menyadari bahwa tidak semua orang akan suka pada saya. Yakin yang membenci saya juga eksis, tapi toleransi saya yang sangat tinggi kepada kebiasaan dan sifat seseorang membuat saya sangat mudah untuk bersikap profesional dalam berteman. Artinya kawan dalam kehidupan pribadi adalah kawan, kolega tentu lain lagi hubungannya. Karena itu saya sangat tidak suka jika ada yang berusaha menarik diri saya pada satu kubu tertentu. Apalagi kalau kadarnya sangat berlebihan. Aneh aja dan menghabiskan energi.

Membenci itu jauh lebih melelahkan dari menyukai seseorang. Karena itu orang yang membenci banyak orang lain, akan sering mengalami masalah kesehatan karena aura pribadinya tidak sehat. Jadi sekarang ini saya berusaha untuk membuat 2 golongan saja dalam berhubungan dengan orang lain [1] senang dengan kepribadian kolega saya atau [2] netral aja. Yang penting jangan bikin politik di kantor lah. Rumit....

The Mating Seasons

Sebagai orang berkepribadian cynic (tapi witty~hahahaha), terpaksa saya menyebut bulan-bulan ini sebagai the mating seasons. Ga sopan ya? Tentunya.... tapi mau nyebut apa coba kalau banyak temen atau kenalan saya yang pada married. (geblek memang- Sirik itu tanda tak mampu)

For me, invitation of a wedding terpaksa diterima dengan hati tak menentu. Kalau datang, pasti aja ada yang berkomentar ..."kapan menyusul?" Huh, kayak ga tau susahnya mencari calon yang sesuai di hati. Kalau ga datang, ga enak juga karena mereka sudah special ngundang kita. Tapi berhubung banyak yang ngundang melalui sebuah-situs-pertemanan-yang-lagi-ngetop maka saya punya alasan belum membacanya. Pinter apa bego?

Walaupun demikian tentunya tetap punya beberapa teman yang statusnya ga jelas. Ada yang menikah tapi jauh dari suami mereka, ada yang pacaran bertahun-tahun tapi ga jelas hubungannya mau kemana, ada yang menikah tapi kemudian sudah bercerai, ada yg murni jomblo kayak saya. Yang jelas kami semua kompakan, rajin bekerja...!!! Menyalurkan energi berlebihan kita, maklum deh ga punya anak atau suami untuk dicerewetin.

jadi biarpun kita-kita ini pada masuk usia tante2 tapi ga ada tuh yg muka bete dan judes kayak di sinetron. Nikmati aja waktu luang ini dengan membaca buku (bahkan saya masih menyempatkan diri baca manga), nonton film remaja kayak newmoon, atau sekedar makan dan shopping. Yeah karena secara keuangan lebih independen dari yang punya keluarga serius, hidup ini jadi lebih terisi (maksudnya dengan hal-hal pemborosan).

Setiap orang punya takdirnya masing-masing kata ibu sahabat saya. "Cepat ada yang dikejar, lama ada yang ditunggu" katanya. Jadi ikuti arus sajalah...

Saturday, November 21, 2009

Hari pemalas sedunia

Apa yang biasa dilakukan di hari minggu? Bermalas-malasan tidur sampai siang, olahraga, bersosialisasi dengan teman2, nyuci baju atau jadi tanaman (hidup tapi diam)?

Saya sih kalau memungkinkan membuat hari minggu jadi hari pemalas sedunia, yang berarti bisa bangun tanpa memikirkan harus bangun pagi. Melupakan pekerjaan kantor, mentreat diri sendiri dengan makanan enak. Tapi hari itu menjadi hari yang langka sekarang karena seringkali weekend harus dilupakan dengan jadwal kerja yg amit2 ini.

Kalau baca di komik jepang, sering kali ada tokohnya yg harus tidur lebih lama karena anemi. Kadang kepikiran kok lebay gitu. Tapi sebenarnya itu nyata, saya kalau lagi kambuh aneminya memang membutuhkan tidur lebih lama untuk membuat badan tetap fit. Bukan dari makanan, karena jenis aneminya memang bukan anemi defisiensi fe. Yang saya miliki adalah kerusakan pabriknya alias di sumsum tulang belakang, akibat keracunan obat yg harus saya minum lama waktu kecil dulu.

Karena itu saya sangat menghargai sekali waktu tidur, disanalah sumber energi saya. Jadi kayak kelinci energizer yg harus dicharge dulu sebelum menjadi lincah.

Karena itu bersyukurlah jika anda2 tidak mengalami masalah anemi dalam hidup. Chronic fatigue anemi sama sekali ga bisa dianggap enteng.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, November 14, 2009

The important matter

I valued family highly, but can't committed to one man. So the loyalti of mine goes to my parent and brothers and closed friends. They have my material and immaterial supports for all troubles they faced. But sometimes I just want to be myself. Pampering myself and enjoy my solitery moment. Sometimes I tired to heard all sorrow and trouble, tired to always giving advice or decisions. Why can't they tought by themselves? In that moments I will run away to imaginary world behind the books. That's why I became addicted to read.

Lately I found thet photography also a way to be alone by yourself. Behind the camera I will found another world. It is a rainbow world. Full of colour and shading. And then I have an urge to see another country. An idillyc life that will best suited me if I can take my camera and go to every place without boundaries named country. I will need not much luxury, as long as I can sleep in a decent and clean room and modest meals. Maybe I need my laptop and internet connection. Can't live without it, right? I believe my Ipod and macbook will accompany me to every place I go.

Wind will catch my hair while I walk. Everywhere wind will tell everybody where I'd be. Hmmmmm....
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wednesday, November 11, 2009

Pengkerdilan perempuan

Membaca di koran lokal tentang komik kosher Yahudi, dari kelompok ultra orthodoks Haredi (belum di search bener ga namanya seperti ini), yang telah dilarang rabbi-nya memasukkan gambar perempuan. Tujuan membuat komik itu untuk memberikan pelajaran yang baik bagi anak-anak.Saya termenung, mengingat begitu banyak upaya kaum pria (apalagi yang merasa religius) untuk mengkambinghitamkan perempuan terhadap semua dosa yang berasal dari syahwat. Padahal mereka semua dilahirkan dari perempuan juga.

Saya jadi teringat dengan Taliban, yang juga menginginkan wajah perempuan terhapus dari dunia ini. Dengan kewajiban memakai cadar yang menutup seluruh wajah, bukan hanya sekedar jubah yang menutup anatomi tubuh perempuan saja. Kelompok ultra orthodoks juga dengan agama yang berbeda. Sebegitu nistanya kah perempuan, sedemikian najisnyakah perempuan, bukan manusiakah perempuan?

Pemuka-pemuka agama yang berjenis kelamin laki-laki ini, semurni dan seadil apakah penilaian mereka terhadap perempuan sehingga mereka bisa menetapkan hukum yang berkaitan dengan perempuan seperti itu? Apakah dengan tidak adanya wajah perempuan lantas dunia akan berubah menjadi surga? dengan tidak adanya figur perempuan di dalam komik kosher akan membuat anak-anak itu tumbuh menjadi orang dewasa tanpa dosa?

Berlebihan sekali, mereka menempatkan dirinya sebagai seorang superior di dunia ini. Padahal disemua kitab suci tidak ada yang tidak menempatkan tokoh perempuan yang suci. Dan jika saya membaca terjemahan Al-Qur'an tidak ada didalamnya yang mengkotakan manusia berdasarkan gender, saya tidak tahu dengan kitab suci lainnya. Tapi jika mengingat bahwa Al-Qur'an merupakan penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya, maka saya yakin isinya tidak akan berbeda dengan keadilan Al-Qur'an bagi semua gender manusia. Terus bagaimana bisa mereka menginterpretasikan perempuan lebih rendah dari laki-laki?

Tuesday, November 10, 2009

Marah trus nangis trus ngomel-ngomel deh

Hari ini bukan hari keberuntungan. Tau kenapa tuh si boss bete sama aye. Memangnya perusahaan penerbangan itu saya yang punya? Lagian juga udah dikasih info jauh-jauh hari, dikasih beberapa pilihan, yang sama-sama ga ada bagusnya, tapi yah... disini adalah daerah terpencil. Mau gimana lagi.

Terserah situ dah, mau datang kek, mau batal kek, yang penting kasih tau kita aja maunya apa. Kesel jadinya, pake bilang kita mesti nurut aturan segala. Ya... saya tau aturannya, tapi hanya itu alternatif yang tersedia, trus mau gimana.

Lagipula kunjungan ini kan asalnya dari panjenengan, saya hanya membantu melancarkan di daerah saja. Kok jadinya seperti saya yang memaksa panjenengan untuk datang dan pergi kesana dengan tidak mengikuti aturan. EGP dah, tapi jangan lagi minta disetting untuk ketemu dengan mitra lagi ya... urus aja sendiri... saya ga akan ikutan lagi.

Walhasil hari ini saya sukses nangis jengkel di kantor dan ngomel-ngomel panjang pendek. Jangan kebangetan lah kalau jadi boss, bisanya cuma nyalahin bawahan aja. Iya kalau bawahannya punya pikiran normal, kalau udah abnormal kaya saya ga mempan tuh ancaman. Percuma, palingan juga saya maki-maki panjenengan di belakang. Gitu....

Saturday, November 07, 2009

Warna dalam hidupku

Kalau ditanya warna favorit saya akan dijawab hitam, abu2 dan ungu. Kenapa warna-warna itu? Entahlah, yang jelas saya banyak membeli barang berdasarkan warna.

Hitam
Warna satu ini mendominasi gadget saya, laptop, ipod, kamera rasanya makin mantap jika berwarna hitam. Sampai2 untuk tempatnyapun saya cenderung memilih warna hitam.
Hitam juga mendominasi busana kerja saya, terutama celana panjang, rok atau blazer. Kadang2 saya mencari t-shirt hitam juga.

Abu-abu
Sebagian besar t-shirt saya berwarna abu2, sampai2 membuat orang bosan. Tapi entah kenapa membuat saya tenang memakainya.

Ungu
Lebih sering saya pakai untuk pernak-pernik. Tas, sepatu dan barang2 girlie lainnya. Ungu bagi saya seperti warna pink bagi perempuan lain.

Merah
Warna alternatif kalau tidak ada warna favorit. Hp tidak ada yg hitam berarti saya akan pilih warna merah. Sepatu tidak hitam, saya pilih warna merah. Koper tidak ada pilihan hitam maka saya pilih yg berwarna merah.

Hijau
Pilihan saya untuk barang2 di kamar mandi, rasanya segar kalau perlengkapan mandi kita bernuansa hijau.

Putih
Hanya cocok untuk warna tembok kamar dan sepatu olahraga saja. Tembok kamar mutlak putih, karena membuat kamar jadi lebih terang, tapi tidak menyilaukan.

Warna anda?

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Nat King Cole n lonely me

Saya bukan penggemar blues atau jazz mainstream, saya hanya penggemar Nat King Cole. Lagu2nya sering menemani kesendirian saya. Dengarkan lagunya dan yang terbayang di otak saya adalah film2 bersetting thn 50-an, dengan kipas angin besar, pintu kassa, lemari es gendut dan orang2 berbahasa inggris dengan aksen selatan. Film2 hollywood bersetting thn 50-an biasanya bertema depresi sangat berlawanan dengan syair2 Nat King Cole yg penuh cinta, tapi entah kenapa keduanya selalu hadir bersamaan di otak saya.
Hari minggu dari jaman baheula selalu menjadi hari tersepi, perkecualian di jaman smp-sma. Maka hari minggu yg panas terik paling cocok mendengarkan nat king cole yg mendayu-dayu dan merana. Yeah, sebenarnya jiwa melankolis saya cocok mendengarkan balada, mendayu-dayu dan merana, asal bukan dangdut, hehehehe, entahlah kenapa ga bisa menerima dangdut. Apa yg ga klik di musik dangdut dengan selera musik saya? Kenapa selalu terasa kasar di telinga ini?

Yang saya ingat saat kecil dulu memang steril dari lagu dangdut, tampaknya nenek saya sudah mencuci otak saya dengan seleranya. I missed her so much. Selera kami memang sama, dulu yang rajin nonton keroncong atau orkestra klasik jaman tv hanya tvri hanya saya dan nenek, sementara ibu saya sudah tidur, idem dito dengan adik laki2 saya. Dan kaset yg sering kami putar dulu kalau tdk andy williams, serenade mandolin (isinya lagu2 klasik yg dimainkan dengan mandolin) atau lagu2 barat th 50-an. Hih, selera tua jadinya. Tapi semua itu membuat saya akhirnya lebih senang dengan musik barat. Mungkin tanpa disadari saya benar2 menjadi copy-an dari nenek saya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tersudut

Perlahan-lahan semua orang menghalau saya ke suatu sudut di Indonesia ini. Saya sudah memenuhi komitmen untuk bekerja di proyek ini hingga akhir tetapi banyak orang menghendaki saya tetap ada di sini. Menyebalkan sekali. Dan seperti tikus sayapun berlari kesana kemari berusaha menerobos pagar betis ini sampai terengah-engah kelelahan.

Saya sudah bosan tinggal disini karena tidak ada tanda2 orang di sini membutuhkan program bantuan. Buat mereka program tambahan dirasakan sebagai beban. Sungguh orang-orang yang bebal. Memang hampir tak ada gunanya untuk bekerja dengan aparat pemerintah yang tidak tahu artinya melayani. Capek dan batas ketahanan saya adalah waktu yang sekarang ini. Katakan saya putus asa atau frustasi, tapi saat anda ada di posisi saya, rasanya hampir tidak mungkin menjelaskan bahwa mereka sama sekali tidak memenuhi standar mutu yang mereka terapkan sendiri.

Oleh karenanya cukup sudah... Tidak perlu dilanjutkan lagi bukan? Biarkan saya kembali berjuang mendapat pekerjaan lain yang lebih fresh tantangannya sampai satu ketika harapan saya kembali musnah.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Monday, November 02, 2009

Aura depresi

Pagi-pagi udah marahin PLN, kemarin lampu mati jam 8- 13.00, malamnya mati lagi, hari ini mati lagi jam 9.30. Ga salah tuh? kalau dikomplen dibego-begoin marah, tapi usahanya bego terus ga sembuh-sembuh. Alasannya selalu rusak mesin. Astaga, ga punya alasan lain yang lebih cerdas? Makanya kalau merekrut orang itu berdasarkan keahlian jangan berdasarkan kekeluargaan deh. Kebukti kan? Cari pegawai yang pinter dikit otaknya.

Baca koran: jengkel juga, apalagi ada essay yang masih mempersoalkan ketidakterwakilan suku mereka dalam kabinet. Alaahhh... apaan sih, yg nggak-nggak aja dimasalahkan.

Sebal ngeliat berita tentang anggota DPRD lokal, baru dilantik udah travel ke Jakarta dengan alasan bintek. Gile, kagak malu sama kampanyenya setahun lalu. Astaganaga, ga heran kalau makin sedikit aja orang yang bermiat milih, kelakuan sama omongan ga sinkron sih.

Akhir-akhir ini semua hal yang berputar di sekitarku kok auranya bikin depresi aja. Mulai yang bilang ada pertemuan di jakarta tapi ga jelas kapan waktunya (hih, kebiasaan bohong kok ga direm), sementara kita udah bikin planning kegiatan juga. Belum lagi yg sok nge-boss, main perintah untuk melakukan kerjaannya sementara kalau rapat kita ga pernah diundang. Gimana saya bisa tahu kalau hasil rapatnya aja kita ga tau. Capek.

tuh kan bener aura depresi semuanya

Life and Work Balance katanyah...

Maunya sih ngebut kerja, tapi tulang dan otak memang membutuhkan istirahat, belum lagi suasana mental yang tidak mendukung. Itulah gunanya ada weekend. Tapi sayangnya boss-boss atau yang merasa boss ga ngerti bahwa kita ini beneran banting tulang, sementara mereka sedang istirahat. Jadi mereka maunya kita tetap ikutan aktif kalau mereka melakukan kunjungan ke tempat kita, yang sering-sering jadwalnya ga pas dengan kesibukan atau rencana yg sudah kita susun. Jadilah kefrustasian itu bertambah.

Contoh: udah berapa kali saya memasukkan jadwal cuti ke dalam jadwal kegiatan bulanan, tapi malah tidak terlaksana karena tiba-tiba ada boss yang mau datang. Sebbellll tau, apalagi kalau ada email muncul yang mengingatkan kita mesti ambil cuti tahunan, jangan ditumpuk. Huh... sapa yang mau numpuk cuti. Mau weekend ke jakarta aja mesti pintar-pintar bikin jadwal.

Boss-boss itu kan keseringan meeting di jakarta, jadi mereka udah bosan ke jakarta. Nah anak buah macam kita yg udah sampai megap-megap kurang nafas karena terbenam di tempat yg ga jelas ini, kan sesekali pengen juga ngeliat kota besar, bela-belain nabung untuk beli tiket, tapi yang ada malah harus gigit jari membiarkan waktu weekend habis melayani para boss dan super boss.

Coba ya, mereka itu sesekali datang ga usah pake dilayanin, pergi aja sendiri dan biarkan kita dengan kegiatan kita... hahahaha... impossible.
Ya udah boss, kalau begitu kita udahan aja ya. Saya mau pindah ke tempat lain aja. Bosan di daerah ini terus, yg orang-orangnya ga ada niat untuk berusaha lebih baik lagi, udah patah arang nih.

New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/