Laki-laki bodoh, kenapa masih mau bersilangan jalan denganku? Menyebalkan sekali! Kenapa foto jelek yang terpampang di internet memakai foto yang ada diriku di backgroundnya? Menyebalkan!!!!!!!!! Kenapa tidak membiarkan masa lalu tetaplah ada di masa lalu? Menyebalkan!!!!
Aku sangat ingin melupakan episode tertentu di dalam hidupku dan aku menyesali kebodohanku karena dulu mau berkenalan dengan orang itu. Kebodohan terbesar yang kulakukan adalah pernah merasa sayang pada laki-laki culas yang tidak tahu diri. Sekarang apa gunanya memasuki lagi hidupku. Sungguh menyebalkan.
Dia pikir dia keren, padahal ga tuh. Sekarang dia sama sekali tidak bernilai di depanku, tidak sebagai laki-laki, juga tidak sebagai teman. Yang kuinginkan adalah dia membiarkan aku hidup dengan tenang tanpa dia berusaha masuk kembali ke dalam lingkarang hidupku. Rese!!!!!
Friday, May 18, 2007
Tuesday, May 15, 2007
Sate Kambing dan makanan lain
Sate atau nama bulenya satay, mungkin merupakan cara memasak daging yang menjadi favorit bagi sebagian besar orang Indonesia. Apalagi sate kambing, mayoritas orang Indonesia menganggap sate kambing makanan istimewa yang sampai dicari-cari jika ada yang mendapat rekomendasi bagus. Sayangnya sate kambing bagiku nilainya so-so saja bukan makanan istimewa, tapi gw ga anti daging kambing kok, kalau terpaksa dan tidak ada makanan lain, gw makan juga. Jadinya gw sering kena dikatain bego karena ga doyan sate kambing, keuntungannya gw jadi berisiko rendah terhadap asam urat, dan mengurangi salah satu penyebab naiknya kolesterol atau darah tinggi. Sebenarnya bukan pada sate, tapi lebih pada daging kambingnya. Walaupun tekstur dagingnya memang lebih enak kambing, tetapi baunya itu lho…uggh, ga tahan deh gw, ya udah pasrah aja dikatain bego.
Kembali ke………….laptop! ee… salah ke……..sate, gw paling senang dengan sate padang. Apalagi kalau yang disate bagian lidahnya, dengan bumbu bukit tinggi yang full merica. Jangan berani makan sambil ngomong, kecuali pengen tersedak sampai batuk-batuk …kik..kik…kik…! But I love it so much. Inget jaman balita dulu, gw paling bete klo travel berhenti di Puncak dan nenekku makan sate padang dengan nikmatnya, sementara aku hanya boleh makan daging dan ketupatnya tok tanpa bumbu. Karena nikmatnya justru di kuahnya yang puedesss itu. Dan aku suka merayu-rayu nenekku agar boleh makan satuuuuuu aja yang masih berbumbu. Nenekku suka mengalah, walaupun saat aku tersedak batuk-batuk nyari air pasti beliau bilang, tuh kaaaann?? Herannya aku ga ada kapok-kapoknya makan sate padang.
Sate ayam dan sate daging dengan bumbu kacang juga so-so… biasanya pesan khusus, jangan banyak-banyak kecapnya yaaa! Banyakin rawitnya yaa! Jangan pake acar bawang lho! Dan kembali kena dikatain bego, karena kata orang acar bawang itulah yang bikin nikmat makan sate…. Bwuuuuuuuuhhhh, mahap-mahap saja… ga nahan dengan baunya. Bawang putih dan bawang merah yang digoreng masih aku makan walaupun sedikit. Bawang daun…ga deeeeeeeh. Bawang Bombay terpaksa dimakan kalo tidak bisa disisihkan… kalau bisa disisihkan… hehehe… masuk deh dia ke tong sampah.
Durian adalah king of fruit untuk orang Indonesia, buat gw… ga deeeeeeeeeh… bisa keracunan gw kalau makan durian. Mulai dari sendawa, keringet, b.a.k dan b.a.b pasti beraroma durian. Siapa yang ga puyeng, pilihannya adalah…mending ga makan durian…!!!!
Musuh utama gw dari kecil adalah terasi a.k.a belacan, dan aku bisa mentrace keberadaannya dari baunya walaupun hanya sedikit sekali yang dimasukkan ke dalam masakan. Bahkan ranginang/renginang, camilan favoritku, kalau dibuatnya pake terasi, pasti tidak akan aku makan. Padahal kata orang di kampungku, ranginang istimewa adalah yang dibikin pake terasi. Gw cuma ngoceh, istimewa dari surga? Sayur lodeh dan sayur asam sunda, idem ditto ga bakalan aku sentuh selama bikinnya pake terasi. Jangan ngomong deh sambal terasi. Dan satu kegiatan diluar makan yang paling aku benci waktu kecil yaitu disuruh beli terasi ke warung. Solusinya cuma satu, barang itu harus dibungkus berlapis-lapis supaya tidak menyentuh jariku. Yang jualan sering kali meledekku habis-habisan, tapi gw keukeuh ga akan beranjak pulang klo ga special bungkusnya alias berlapis-lapis… hehehehe.. tentunya bikin pemilik warung jengkel setengah mati sama gw, secara … dia mesti ekstra bungkus…. hihihi
Gw juga musuhan sama pete dan jengkol. Klo jengkol sih ga masalah cara menghindarinya, karena biasanya dimasak sendirian, tapi pete… duh..kacang bau satu ini sering kali diselundupkan lewat sambal goreng hati, lodeh dan sambal goreng kentang. Padahal gw doyan banget dengan sambal goreng hati atau sambal goreng kentang yang tanpa pete dan terasi. Dan satu suapan saja sudah mampu merusak mood-ku, karena aku akan memuntahkan lagi.
Mudah kan dilihat persamaan antara kambing, durian, terasi, jengkol, pete, bawang…. Semuanya berbau tajam. Masalahnya setiap kali habis makan gw pasti sendawa… dan gas dari semua makanan itu benar-benar menyiksaku saat aku sendawa, bikin aku mual dan kadang-kadang sampai muntah. Walaupun sering disumpahi orang dan dikatakan sok bule gara-gara ga doyan semua makanan itu, sampai sekarang aku tetap tidak bisa memakannya. Makanan yang dibusukkan yang masih bisa kumakan hanyalah keju. Itupun terbatas pada keju cheddar. Kalau keju kambing perancis yang sudah jamuran… tetap saja mulut dan hidungku menolaknya.
Mungkin ini juga disebabkan oleh indra penciumanku yang lebih sensitive dari orang lain. Bau selintas saja bisa aku kenali dengan mudah, bisa jadi itu yang membuat makanan beraroma tajam susah aku konsumsi. Yah sudahlah, masih banyak makanan lainnya di dunia ini, ya ga? Jadi jangan bilang aku sok bule yaaaa!
Satu lagi ketinggalan belum dimasukkan ke daftar makanan yang aku benci, tadaaaaaaaaaaaa….SUSU… yap SUSU alias MILK, gw inget banget kelas 3 SD menolak minum susu, kecuali yang sudah diolah jadi keju, ice cream atau yoghurt. Untuk susu alasannya karena memang ga suka baunya yang khas susu. Bikin eneg, sampai sekarang aku ga bisa dirayu minum susu dalam bentuk originalnya. Apapun yang dikatakan orang. Enak juga sih, jadi irit di kantong…..hihihihi
Sebenarnya ga boleh tuh pilih-pilih makanan, tetapi aku terpaksa pilih-pilih karena kesejahteraan lambungku. Dibandingkan harus memuntahkan lagi makanan yang masuk ke lambungku, lebih baik aku menghindarinya….. Jangan ditiru yaaaaaaaa!
Kembali ke………….laptop! ee… salah ke……..sate, gw paling senang dengan sate padang. Apalagi kalau yang disate bagian lidahnya, dengan bumbu bukit tinggi yang full merica. Jangan berani makan sambil ngomong, kecuali pengen tersedak sampai batuk-batuk …kik..kik…kik…! But I love it so much. Inget jaman balita dulu, gw paling bete klo travel berhenti di Puncak dan nenekku makan sate padang dengan nikmatnya, sementara aku hanya boleh makan daging dan ketupatnya tok tanpa bumbu. Karena nikmatnya justru di kuahnya yang puedesss itu. Dan aku suka merayu-rayu nenekku agar boleh makan satuuuuuu aja yang masih berbumbu. Nenekku suka mengalah, walaupun saat aku tersedak batuk-batuk nyari air pasti beliau bilang, tuh kaaaann?? Herannya aku ga ada kapok-kapoknya makan sate padang.
Sate ayam dan sate daging dengan bumbu kacang juga so-so… biasanya pesan khusus, jangan banyak-banyak kecapnya yaaa! Banyakin rawitnya yaa! Jangan pake acar bawang lho! Dan kembali kena dikatain bego, karena kata orang acar bawang itulah yang bikin nikmat makan sate…. Bwuuuuuuuuhhhh, mahap-mahap saja… ga nahan dengan baunya. Bawang putih dan bawang merah yang digoreng masih aku makan walaupun sedikit. Bawang daun…ga deeeeeeeh. Bawang Bombay terpaksa dimakan kalo tidak bisa disisihkan… kalau bisa disisihkan… hehehe… masuk deh dia ke tong sampah.
Durian adalah king of fruit untuk orang Indonesia, buat gw… ga deeeeeeeeeh… bisa keracunan gw kalau makan durian. Mulai dari sendawa, keringet, b.a.k dan b.a.b pasti beraroma durian. Siapa yang ga puyeng, pilihannya adalah…mending ga makan durian…!!!!
Musuh utama gw dari kecil adalah terasi a.k.a belacan, dan aku bisa mentrace keberadaannya dari baunya walaupun hanya sedikit sekali yang dimasukkan ke dalam masakan. Bahkan ranginang/renginang, camilan favoritku, kalau dibuatnya pake terasi, pasti tidak akan aku makan. Padahal kata orang di kampungku, ranginang istimewa adalah yang dibikin pake terasi. Gw cuma ngoceh, istimewa dari surga? Sayur lodeh dan sayur asam sunda, idem ditto ga bakalan aku sentuh selama bikinnya pake terasi. Jangan ngomong deh sambal terasi. Dan satu kegiatan diluar makan yang paling aku benci waktu kecil yaitu disuruh beli terasi ke warung. Solusinya cuma satu, barang itu harus dibungkus berlapis-lapis supaya tidak menyentuh jariku. Yang jualan sering kali meledekku habis-habisan, tapi gw keukeuh ga akan beranjak pulang klo ga special bungkusnya alias berlapis-lapis… hehehehe.. tentunya bikin pemilik warung jengkel setengah mati sama gw, secara … dia mesti ekstra bungkus…. hihihi
Gw juga musuhan sama pete dan jengkol. Klo jengkol sih ga masalah cara menghindarinya, karena biasanya dimasak sendirian, tapi pete… duh..kacang bau satu ini sering kali diselundupkan lewat sambal goreng hati, lodeh dan sambal goreng kentang. Padahal gw doyan banget dengan sambal goreng hati atau sambal goreng kentang yang tanpa pete dan terasi. Dan satu suapan saja sudah mampu merusak mood-ku, karena aku akan memuntahkan lagi.
Mudah kan dilihat persamaan antara kambing, durian, terasi, jengkol, pete, bawang…. Semuanya berbau tajam. Masalahnya setiap kali habis makan gw pasti sendawa… dan gas dari semua makanan itu benar-benar menyiksaku saat aku sendawa, bikin aku mual dan kadang-kadang sampai muntah. Walaupun sering disumpahi orang dan dikatakan sok bule gara-gara ga doyan semua makanan itu, sampai sekarang aku tetap tidak bisa memakannya. Makanan yang dibusukkan yang masih bisa kumakan hanyalah keju. Itupun terbatas pada keju cheddar. Kalau keju kambing perancis yang sudah jamuran… tetap saja mulut dan hidungku menolaknya.
Mungkin ini juga disebabkan oleh indra penciumanku yang lebih sensitive dari orang lain. Bau selintas saja bisa aku kenali dengan mudah, bisa jadi itu yang membuat makanan beraroma tajam susah aku konsumsi. Yah sudahlah, masih banyak makanan lainnya di dunia ini, ya ga? Jadi jangan bilang aku sok bule yaaaa!
Satu lagi ketinggalan belum dimasukkan ke daftar makanan yang aku benci, tadaaaaaaaaaaaa….SUSU… yap SUSU alias MILK, gw inget banget kelas 3 SD menolak minum susu, kecuali yang sudah diolah jadi keju, ice cream atau yoghurt. Untuk susu alasannya karena memang ga suka baunya yang khas susu. Bikin eneg, sampai sekarang aku ga bisa dirayu minum susu dalam bentuk originalnya. Apapun yang dikatakan orang. Enak juga sih, jadi irit di kantong…..hihihihi
Sebenarnya ga boleh tuh pilih-pilih makanan, tetapi aku terpaksa pilih-pilih karena kesejahteraan lambungku. Dibandingkan harus memuntahkan lagi makanan yang masuk ke lambungku, lebih baik aku menghindarinya….. Jangan ditiru yaaaaaaaa!
Monday, April 23, 2007
Basa Basi
Namanya aja basa basi, bahasa yang basi, memangnya ada barang basi yang enak. Pastinya tidak. Aku benci basa basi, memuji orang tidak dengan tulus atau memberikan janji-janji kosong dan palsu. Akibatnya aku sering dinilai sebagai orang yang kasar. Huh, hidup kok penuh topeng.
Basa basi aku rasa sangat jauh bedanya dengan kesopanan. Tapi sering kali indikator sopan itu dicampuradukkan dengan basa basi. Seperti orang jawa kalau mau ngomong selalu bilang, "mohon maaf"... hah kalo ga bikin salah kenapa bilang maaf segala. Dan aku juga tidak suka untuk memuji orang setiap kali ketemu. Kecuali jujur, spontan.
Sayangnya justru banyak orang yang malah melupakan kesopanan alias manner, apalagi mereka yang bekerja di bidang jasa. Oke-lah kalau untuk bangsa sendiri tapi kalau dilakukan terhadap orang luar? Keliatan deh bad mannernya kita orang indonesia.
Basa basi aku rasa sangat jauh bedanya dengan kesopanan. Tapi sering kali indikator sopan itu dicampuradukkan dengan basa basi. Seperti orang jawa kalau mau ngomong selalu bilang, "mohon maaf"... hah kalo ga bikin salah kenapa bilang maaf segala. Dan aku juga tidak suka untuk memuji orang setiap kali ketemu. Kecuali jujur, spontan.
Sayangnya justru banyak orang yang malah melupakan kesopanan alias manner, apalagi mereka yang bekerja di bidang jasa. Oke-lah kalau untuk bangsa sendiri tapi kalau dilakukan terhadap orang luar? Keliatan deh bad mannernya kita orang indonesia.
Saturday, April 14, 2007
Indian dari masa lalu
Ada beberapa kenangan yang sangat berharga tetapi terlupakan di sudut-sudut otak kita, bahkan kadangkala menelusup sampai di bawah sadar. Begitu berharga tetapi terlupakan. Kenangan bagiku adalah harta karun dan mesin waktu untuk bisa mencapai masa-masa yang telah lama berlalu. Mutlak sekaligus fana sekaligus abadi. Kenangan selalu berjalan seiring waktu, tidak pernah akan kembali. Kenangan adalah hal yang sangat pribadi yang tidak dimiliki oleh orang lain, hanya oleh dirimu.
satu dekade lebih pernah ada seseorang yang memasuki hidupku hanya beberapa jam saja. Tetapi kesannya sangat mendalam. Dan kenangan itu perlahan-lahan hanya ada di sudut-sudut ingatanku. Terlupakan. Aku teringat kembali pada kenangan itu karena pertemuan yang tiba-tiba dan hanya sebentar dengan seseorang di sebuah kafe internet... aahhhhhhhh... rasanya seperti melihat sosok malaikat pelindungmu. wajah itu hadir di saat aku mulai melupakan keindahan cinta dan merasa sebal dengan tingkah polah laki-laki yang genit hanya karena kita ramah. Sungguhkah dia itu malaikatku
satu dekade lebih pernah ada seseorang yang memasuki hidupku hanya beberapa jam saja. Tetapi kesannya sangat mendalam. Dan kenangan itu perlahan-lahan hanya ada di sudut-sudut ingatanku. Terlupakan. Aku teringat kembali pada kenangan itu karena pertemuan yang tiba-tiba dan hanya sebentar dengan seseorang di sebuah kafe internet... aahhhhhhhh... rasanya seperti melihat sosok malaikat pelindungmu. wajah itu hadir di saat aku mulai melupakan keindahan cinta dan merasa sebal dengan tingkah polah laki-laki yang genit hanya karena kita ramah. Sungguhkah dia itu malaikatku
Thursday, April 12, 2007
Bersyukur
Kalau di jakarta sering jadi lupa diri. Mungkin bukan di jakarta saja, tapi dalam hidupku saat ini. Walaupun bukan menjadi orang kaya raya, tapi aku toh masih mampu untuk berfoya-foya dengan uang yang aku hasilkan sendiri. Shopping till dead drop kalau sedang bete atau jengkel, dan membuang-buang uang yang cukup banyak untuk hal-hal yang tidak perlu. Di dalam perjalanan menyusuri jalur Pantura, dengan biaya yang lebih dari cukup, kami harus memotret kemiskinan dan dimana orang-orang yang membutuhkan bantuan, cukup membuat aku kalah telak pada kemapanan kami.
Bukan hanya sekali orang menyebutku anti kemapanan. Aku tidak punya rumah pribadi, kendaraan pribadi maupun deposito yang lebih dari cukup. Tetapi dalam hidupku tidak pernah mengenal arti lapar. Trus, kenapa aku tidak bisa bersyukur kepada Tuhan. Pertimbangan moralku, rata-rata lah, dan aku bisa berdoa dengan tulus kepada Tuhan tanpa ada beban ekonomi atau masalah lain yang membelitku untuk bisa beribadah secara paripurna kepadaNya. Tetapi kenapa aku belum bisa melakukannya?
Di sepanjang jalur Pantura, pahit getir kehidupan manusia tergambar dengan gamblang, membuatku hatiku tersayat dan berdarah, membuatku merasa menjadi manusia yang sangat tidak berarti. Apa yang bisa kuberikan untuk memperbaiki keadaan sedangkan nafsuku sebagai manusia hanya ingin bersenang-senang. Tetapi di desa-desa pulau Jawa, pulau yang katanya daerah paling maju di Indonesia, ternyata ada orang yang harus menukarkan hidupnya menjadi budak di salah satu tuan tanah. Bahkan untuk biaya sakit pun mereka harus berhutang dan anak-anak usia SD yang harus keluar sekolah, atau melacurkan diri agar keluarganya dianggap berhasil. Walaupun berpakaian ala islami tetapi terkadang ajaran moral sering terpaksa harus dilanggar. Tidak ada pilihan lain untuk hidup, tetapi masyarakat kecil apalagi anak-anaknya adalah para survivor. Dalam kekurangan, dalam kepedihan mereka akan tetap tertawa, mentertawakan kegetiran hidup.
Bukan hanya sekali orang menyebutku anti kemapanan. Aku tidak punya rumah pribadi, kendaraan pribadi maupun deposito yang lebih dari cukup. Tetapi dalam hidupku tidak pernah mengenal arti lapar. Trus, kenapa aku tidak bisa bersyukur kepada Tuhan. Pertimbangan moralku, rata-rata lah, dan aku bisa berdoa dengan tulus kepada Tuhan tanpa ada beban ekonomi atau masalah lain yang membelitku untuk bisa beribadah secara paripurna kepadaNya. Tetapi kenapa aku belum bisa melakukannya?
Di sepanjang jalur Pantura, pahit getir kehidupan manusia tergambar dengan gamblang, membuatku hatiku tersayat dan berdarah, membuatku merasa menjadi manusia yang sangat tidak berarti. Apa yang bisa kuberikan untuk memperbaiki keadaan sedangkan nafsuku sebagai manusia hanya ingin bersenang-senang. Tetapi di desa-desa pulau Jawa, pulau yang katanya daerah paling maju di Indonesia, ternyata ada orang yang harus menukarkan hidupnya menjadi budak di salah satu tuan tanah. Bahkan untuk biaya sakit pun mereka harus berhutang dan anak-anak usia SD yang harus keluar sekolah, atau melacurkan diri agar keluarganya dianggap berhasil. Walaupun berpakaian ala islami tetapi terkadang ajaran moral sering terpaksa harus dilanggar. Tidak ada pilihan lain untuk hidup, tetapi masyarakat kecil apalagi anak-anaknya adalah para survivor. Dalam kekurangan, dalam kepedihan mereka akan tetap tertawa, mentertawakan kegetiran hidup.
Monday, March 05, 2007
Public figure go downearth
Aku menyusuri lorong-lorong di Carefour mencari barang-barang kebutuhan bulananku. Agak sulit kulakukan dengan santai karena hari minggu tampaknya menjadi hari favorit para keluarga untuk belanja, apalagi ini awal bulan. Kereta barang menghalangi jalan dimana-mana. Mau tak mau mataku kadang-kadang bertatapan dengan pengunjung lain. Tiba-tiba aku memandang seraut wajah yang sangat familiar. Reaksi pertamaku adalah langsung memalingkan pandangan. Beberapa saat kemudian aku baru sadar kalau wajah itu milik aktor muda yang lumayan banyak jobnya Jonathan Frizzi. Hmm, aktor itu masih belanja juga di Carefour rupanya, dia berjalan dengan pacarnya. Mengingat di Senayan sedang ada pagelaran Java Jazz, mungkin dia habis dari sana.
Jonathan Frizzi ini mengingatkan aku pada MD karena dia memerankan peran yang sama dengan MD untuk serial Magician of love versi Indonesia. Seandainya saja yang aku temukan itu MD, hihihi, pasti aku nekad ngajak berfoto. Tapi lumayan juga sih melihat aktor, vitamin E (eyes). Cowok ini kulitnya putih sekali, dan wajahnya licin tanpa jerawat. Bikin ngiri aja. Entah siapa ayahnya, karena ibunya sih batak, mungkin melihat model tampangnya kalau tidak Cina mungkin Erope. Tinggi badannya sih tidak terlalu tampak tinggi mungkin 170-an tetapi belum sampai 180-an sehingga tidak nampak terlalu tegap seperti MD.
Siksaan antrian di Carefour masih berlanjut sampai ke kasir, selain keranjang dengan isi segunung, ditambah dengan pembayaran kartu kredit yang tidak langsung goal, benar-benar menyiksa. Tiba-tiba dibelakangku ada cewek tinggi yang menggapai ke rak di sebelah kasir. Hei! Bukankah itu pasangannya Jonathan Frizzi tadi, jadi rupanya di belakangku ada aktor ya...hihihi. Bukan sesuatu yang bisa dibanggakan sih. Tetapi ada sensasi ketenaran tersendiri untuk berada dekat dengan public figure. Aku memang aneh!
Jonathan Frizzi ini mengingatkan aku pada MD karena dia memerankan peran yang sama dengan MD untuk serial Magician of love versi Indonesia. Seandainya saja yang aku temukan itu MD, hihihi, pasti aku nekad ngajak berfoto. Tapi lumayan juga sih melihat aktor, vitamin E (eyes). Cowok ini kulitnya putih sekali, dan wajahnya licin tanpa jerawat. Bikin ngiri aja. Entah siapa ayahnya, karena ibunya sih batak, mungkin melihat model tampangnya kalau tidak Cina mungkin Erope. Tinggi badannya sih tidak terlalu tampak tinggi mungkin 170-an tetapi belum sampai 180-an sehingga tidak nampak terlalu tegap seperti MD.
Siksaan antrian di Carefour masih berlanjut sampai ke kasir, selain keranjang dengan isi segunung, ditambah dengan pembayaran kartu kredit yang tidak langsung goal, benar-benar menyiksa. Tiba-tiba dibelakangku ada cewek tinggi yang menggapai ke rak di sebelah kasir. Hei! Bukankah itu pasangannya Jonathan Frizzi tadi, jadi rupanya di belakangku ada aktor ya...hihihi. Bukan sesuatu yang bisa dibanggakan sih. Tetapi ada sensasi ketenaran tersendiri untuk berada dekat dengan public figure. Aku memang aneh!
Friday, December 08, 2006
Waktu yang Terbatas
Merasa jenuh dengan pekerjaan dan lingkungan kerjaku. Aku tidak bisa memecahkan semua dinding yang ada di lingkungan pekerjaanku. Bagaimanapun juga lingkungan yang cocok akan bisa membuat orang bertahan. Aku tahu tidak baik untuk tergantung pada rekan kerja. Tetapi yang membuatku sangat bosan karena sejak awal memang ada kendala dalam pekerjaan ini. Apa yang harus kulakukan dan apa yang harusnya tidak kulakukan.
Di dalam pekerjaanku sekarang aku tidak tahu lagi apakah aku masih akan mendapat support dan komitmen dari sekelilingku. Untuk melamar kepada pekerjaan lain juga terasa sangat banyak terkendala. Saat ini aku merasa diriku ada di persimpangan dan tidak mempunyai sesuatu untuk diperjuangkan atau untuk dipertahankan. Aku merasa hampa dan melakukan segala sesuatu seperti air yang mengalir saja. ingin membuka lembaran yang baru tetapi tidak tahu bagaimana caranya.
Ada pertanyaan tetapi tidak ada jawaban. Ketenangan batinku telah terusik dengan kekhawatiran dan kecemasan yang tidak pada tempatnya.
Di dalam pekerjaanku sekarang aku tidak tahu lagi apakah aku masih akan mendapat support dan komitmen dari sekelilingku. Untuk melamar kepada pekerjaan lain juga terasa sangat banyak terkendala. Saat ini aku merasa diriku ada di persimpangan dan tidak mempunyai sesuatu untuk diperjuangkan atau untuk dipertahankan. Aku merasa hampa dan melakukan segala sesuatu seperti air yang mengalir saja. ingin membuka lembaran yang baru tetapi tidak tahu bagaimana caranya.
Ada pertanyaan tetapi tidak ada jawaban. Ketenangan batinku telah terusik dengan kekhawatiran dan kecemasan yang tidak pada tempatnya.
Sunday, December 03, 2006
DIARY OF A BROKENHEARTED
Dalam minggu-minggu terakhir ini aku menipu diriku sendiri. Kegelisahan yang ada di dalam diriku penyebabnya adalah karena aku patah hati…sekali lagi. Walaupun belum pada tingkatan yang parah.
Aku tidak mau mengakuinya secara terang-terangan bahkan pada diriku sendiri bahwa aku patah hati. Aku tahu tepat kapan aku patah hati kali ini. Tetapi di hari itu aku membohongi diriku sendiri dengan mensugesti ingatanku, mengatakan pada diri sendiri bahwa aku hanya tertarik secara fisik kepadanya. Sayangnya hari-hariku yang kosong dan tak bertujuan menyadarkanku bahwa aku telah jatuh cinta pada laki-laki yang hanya iseng. Air mata bisa menetes dan ada lubang besar menganga di dalam hatiku.
Aku berjalan tanpa tujuan, setiap ada teman yang mengajakku untuk hanging around together selalu kuiyakan asalkan aku tidak perlu sendirian. Asalkan aku bisa melupakan sejenak bahwa dirinya ada di dunia ini.
Tetapi kemanapun aku berpaling dan melihat laki-laki barat yang bercambang, aku akan merasakan tikaman rindu yang pedih didalam hati. Pulang ke Bandung bukan satu pilihan yang baik karena di kamarku aku hanya akan merenung dan berakhir kepada kenangan pertemuan singkat kita. Berapa besarpun aku berusaha meyakinkan diriku bahwa dia tidak layak untukku tetapi tetap rasa kehilangan itu, dan akan tetap ada di sana sampai waktu menyembuhkannya kembali.
Saat ini aku hanya bisa bergantung kepada kesabaran dan menanti hari demi hari berlalu. Aku percaya, satu saat bayangan dirinya akan memudar dan menghilang. Tak akan kurasakan perasaan rindu lagi jika melihat laki-laki barat yang bercambang. Dan akan hilang perasaan tidak karuan ini.
Aku tidak mau mengakuinya secara terang-terangan bahkan pada diriku sendiri bahwa aku patah hati. Aku tahu tepat kapan aku patah hati kali ini. Tetapi di hari itu aku membohongi diriku sendiri dengan mensugesti ingatanku, mengatakan pada diri sendiri bahwa aku hanya tertarik secara fisik kepadanya. Sayangnya hari-hariku yang kosong dan tak bertujuan menyadarkanku bahwa aku telah jatuh cinta pada laki-laki yang hanya iseng. Air mata bisa menetes dan ada lubang besar menganga di dalam hatiku.
Aku berjalan tanpa tujuan, setiap ada teman yang mengajakku untuk hanging around together selalu kuiyakan asalkan aku tidak perlu sendirian. Asalkan aku bisa melupakan sejenak bahwa dirinya ada di dunia ini.
Tetapi kemanapun aku berpaling dan melihat laki-laki barat yang bercambang, aku akan merasakan tikaman rindu yang pedih didalam hati. Pulang ke Bandung bukan satu pilihan yang baik karena di kamarku aku hanya akan merenung dan berakhir kepada kenangan pertemuan singkat kita. Berapa besarpun aku berusaha meyakinkan diriku bahwa dia tidak layak untukku tetapi tetap rasa kehilangan itu, dan akan tetap ada di sana sampai waktu menyembuhkannya kembali.
Saat ini aku hanya bisa bergantung kepada kesabaran dan menanti hari demi hari berlalu. Aku percaya, satu saat bayangan dirinya akan memudar dan menghilang. Tak akan kurasakan perasaan rindu lagi jika melihat laki-laki barat yang bercambang. Dan akan hilang perasaan tidak karuan ini.
Thursday, November 23, 2006
KEPONAKANKU

Matanya yang lugu memandangku dan tersenyum dengan manis, sudah hampir 2 tahun usianya, tetapi kata-kata yang terbentuk dari mulutnya masih sukar aku mengerti. Padahal dia anak yang sangat manis dan mudah mengerti. Dia tertawa dengan senang saat aku ajak bermain-main. Kenapa ada ibu yang full time di rumah tetapi tidak ada perhatian kepada anaknya. Kedua anaknya dibiarkan tumbuh sendirian. Aku melihat adiknya, perempuan, matanya kuyu dan badannya kurus. Gila, ini anak pasti sudah kurang gizi sedang. Tetapi ayah dan ibunya mengatakan padaku bahwa berat badannya menurut dokternya. Yang benar saja, tulang punggungnya saja teraba dengan jelas. Aku tidak tahu bagaimana caranya memberitahu kedua orangtuanya.
Katanya sarjana, kenapa tidak mencari tahu cara merawat anak dengan baik. God! anak hanya diberi susu formula saja... kenapa sih tidak berpikir bahwa anak memerlukan zat gizi lain. Mau saja dibodohi perusahaan susu.
Sunday, October 22, 2006
LUKA ITU SUDAH SEMBUH
Seperti bagian tubuhku yang lain luka di hatiku dengan cepat menutup dan tidak mengeluarkan darah lagi. Tetapi keropengnya cukup lama kering. Kini luka itu sudah sembuh, sungguh! Walaupun sikatriksnya sangat jelek dimasa awal tetapi dengan bantuan dan perhatian yang kudapat dari teman-teman sejatiku kini sikatriksnya sudah menipis dan halus, masih ada bayangannya tetapi sudah tidak terasa pedih lagi. Aku hanya membenci bekas luka yang menyebabkan tidak nyaman dilihat.
Kini yang kulakukan adalah menjaganya agar tidak terluka lagi, benar-benar mencari kawan supaya tidak dikhianati lagi dan tidak diperlakukan seenaknya lagi. Sungguh-sungguh kapok dengan perasaan yang tidak tulus. Sungguh-sungguh tidak ingin mengabaikan kata hati lagi. Sungguh-sungguh harus bisa berkata tidak. Sungguh-sungguh mengikhlaskan dan mengharap ridhoNYA.
Masa lalu hanyalah masa lalu, masih akan teringat tetapi tidak perlu menjadikannya kenangan yang berharga. Karena kenangannya memang tidak berharga.
Kini yang kulakukan adalah menjaganya agar tidak terluka lagi, benar-benar mencari kawan supaya tidak dikhianati lagi dan tidak diperlakukan seenaknya lagi. Sungguh-sungguh kapok dengan perasaan yang tidak tulus. Sungguh-sungguh tidak ingin mengabaikan kata hati lagi. Sungguh-sungguh harus bisa berkata tidak. Sungguh-sungguh mengikhlaskan dan mengharap ridhoNYA.
Masa lalu hanyalah masa lalu, masih akan teringat tetapi tidak perlu menjadikannya kenangan yang berharga. Karena kenangannya memang tidak berharga.
Wednesday, October 18, 2006
Dirimu
Denting piano mengalun membawakan nada-nada yang jernih dan menenangkan. Ingatanku terpaut pada bayangan sebuah jari langsing yang bergerak diatas piano, mulut yang tersenyum dengan manis. Jantungkupun berdetak kencang. Jari tanganku pun terulur ke arah keypad laptopku dan membuka sebuah file yang khusus berisi foto-foto dirinya. Kerinduan yang menggila. Kapan aku akan bisa menemui dirimu. Memandang wajahmu, menyentuhnya dan melihat kau berbalik memandang diriku dengan tatapan mata yang membiusku.
Kupandangi lagi fotomu dan mencari-cari guratan yang bisa mengurangi rasa cintaku. Tuhan begitu sempurna memahatkan wajah itu pada dirimu. Perlahan sangat perlahan kusentuh layar laptopku dan berharap layar itu akan mencair membuat wajahmu menjadi 3 dimensi.
Belahan jiwa... sungguhkah kau belahan jiwaku. Di dalam mimpi wajah itu tidak pernah terpahat nyata. Dirimukah yang hadir di mimpiku? Selesaikah pencarianku? raut mukamu tidak terasa menyakitkan jika kupandang. Dan tidak pernah membuatku takut untuk memandang. Kupandang, kupandang dan kupandang, kuukir dan kuukir di dalam sudut hatiku. Sampai hanya perlu kupejamkan mata dan akan terbayang wajahmu.
Piano masih berdenting membawakan nada-nada lain. Apakah dirimu akan tergantikan?
Kupandangi lagi fotomu dan mencari-cari guratan yang bisa mengurangi rasa cintaku. Tuhan begitu sempurna memahatkan wajah itu pada dirimu. Perlahan sangat perlahan kusentuh layar laptopku dan berharap layar itu akan mencair membuat wajahmu menjadi 3 dimensi.
Belahan jiwa... sungguhkah kau belahan jiwaku. Di dalam mimpi wajah itu tidak pernah terpahat nyata. Dirimukah yang hadir di mimpiku? Selesaikah pencarianku? raut mukamu tidak terasa menyakitkan jika kupandang. Dan tidak pernah membuatku takut untuk memandang. Kupandang, kupandang dan kupandang, kuukir dan kuukir di dalam sudut hatiku. Sampai hanya perlu kupejamkan mata dan akan terbayang wajahmu.
Piano masih berdenting membawakan nada-nada lain. Apakah dirimu akan tergantikan?
Cross sticth
Cross stich alias kruistik, adalah salah satu hal yang menjadi interestku di bidang jahit-menjahit. Gampang-gampang susah karena salah hitung saja bisa merusak semua yang sudah kita kerjakan dan mengulanginya dari awal. Dulu di Indonesia dibuat masih menggunakan benang wol yang gedenya ampun2an dan disulam pada lembaran plastik. Sekarang bisa dilakukan di lembaran kain dan dengan menggunakan benang yang halus. product DMC dari Paris, tetapi belinya aja... uugh.. bukan main mahalnya.
Selama ini baru ada 1 proyekku yang berhasil... tapi belum sempat dibingkai. Sedangkan yang lainnya ada yang 95%, 40% dan 20% selesai. Sifat pemalas dan pembosan ku menyebabkan pembuatannya berlangsung lama. Tetapi karena akan bisa menghasilkan gambar-gambar yang indah, selalu dan selalu aku membeli lagi paketnya untuk kukerjakan.
Selama ini baru ada 1 proyekku yang berhasil... tapi belum sempat dibingkai. Sedangkan yang lainnya ada yang 95%, 40% dan 20% selesai. Sifat pemalas dan pembosan ku menyebabkan pembuatannya berlangsung lama. Tetapi karena akan bisa menghasilkan gambar-gambar yang indah, selalu dan selalu aku membeli lagi paketnya untuk kukerjakan.
Tuesday, October 10, 2006
Where is my heart beat now?
Yesterday, incidentally I have dinner with 3 female colleage from the office. One have been married years ago, one have cyber boyfriend, one have crush to the guy in our office. It's left me as a very single person in the group. We are teasing one who crushed with our colleage. But then the question return to me, my colleage ask me about my love life... What??? I just smile and give witty remarks over that. So, I question myself, where is my heart beat now?
Sunday, October 08, 2006
MATA KERANJANG
Dulu jika aku mendengar kata mata keranjang selalu menghubungkannya dengan laki-laki. Padahal perempuanpun banyak yang menjadi mata keranjang. Contohnya aku gitu! Semakin tua semakin aku sadar kalo aku lebih senang memandangi muka-muka tampan dibandingkan muka yang jelek... huahahaha... menurutku cuma orang gila yang menyukai muka jelek.
Lucunya karena mata keranjang aku bisa sedikit terobati luka hati oleh cinta (klise sekali kata-katanya). Tapi beneran kok, satu artis serial asia pernah mengobati luka hatiku saat sedang patah hati berat. Dan sekarang aku juga sedang senang memutar satu serial asia lain yang ada aktor dengan wajah tampannya.
Sebenarnya yang paling aku sukai adalah cerita-cerita yang di luar keartisan mereka. Sifat-sifat mereka yang ternyata manusia biasa lebih menyenangkan bagiku dibanding dengan kesuksesan atau masalah percintaan mereka. Kenapa juga kita harus peduli siapa pasangan mereka. Toh mereka dalam dunia nyata bukan kenyataan.
Lucunya lagi, biarpun dari segi cerita aku lebih menyukai dorama dari jepang. Tetapi untuk aktor favorit ... maaf... harus diakui masih menang muka-muka tampan dari taiwan... Bisa nebak ga daun muda mana yang saat ini aku suka???
Lucunya karena mata keranjang aku bisa sedikit terobati luka hati oleh cinta (klise sekali kata-katanya). Tapi beneran kok, satu artis serial asia pernah mengobati luka hatiku saat sedang patah hati berat. Dan sekarang aku juga sedang senang memutar satu serial asia lain yang ada aktor dengan wajah tampannya.
Sebenarnya yang paling aku sukai adalah cerita-cerita yang di luar keartisan mereka. Sifat-sifat mereka yang ternyata manusia biasa lebih menyenangkan bagiku dibanding dengan kesuksesan atau masalah percintaan mereka. Kenapa juga kita harus peduli siapa pasangan mereka. Toh mereka dalam dunia nyata bukan kenyataan.
Lucunya lagi, biarpun dari segi cerita aku lebih menyukai dorama dari jepang. Tetapi untuk aktor favorit ... maaf... harus diakui masih menang muka-muka tampan dari taiwan... Bisa nebak ga daun muda mana yang saat ini aku suka???
Subscribe to:
Posts (Atom)