When you visited me last night, I'm happy.
It's amazed to realize that you so in love with me
I love you too
Will you come again to night?
Tuesday, December 25, 2007
Sunday, December 23, 2007
Survivor
Pejuang tangguh lho aku ini. Aku sendiri suka amaze sama daya juang hidupku. Bukan untuk hal yang heroik, tapi untuk memperjuangkan sesuatu. Walaupun penuh perhitungan ekonomi juga sih. Maksudku semua yang aku perjuangkan pasti yang masih ada harapan untuk berhasil.
Kayak dengan nekadnya aku mencari tiket untuk bisa sekedar berleha-leha di jawa ini kemarin, begitu tahu bahwa tanggal 24 itu libur. Dan dapat dengan harga yang tidak terlalu mahal. Nah hari ini waktunya berjuang mencari tiket balik. Heuuu. Tapi pasti dapat ya ga? Dan harus yang termurah juga lho, jangan buang-buang uang... bener????
Kayak dengan nekadnya aku mencari tiket untuk bisa sekedar berleha-leha di jawa ini kemarin, begitu tahu bahwa tanggal 24 itu libur. Dan dapat dengan harga yang tidak terlalu mahal. Nah hari ini waktunya berjuang mencari tiket balik. Heuuu. Tapi pasti dapat ya ga? Dan harus yang termurah juga lho, jangan buang-buang uang... bener????
Friday, December 21, 2007
Impulsive ways
Kadang-kadang ada hal yang memang tidak boleh direncanakan. Harus dilakukan seketika menuruti kata hati. Tetapi diperlukan kemampuan responsif tingkat tinggi. Alias mesti panjang akal, kata pepatah petitih ninik mamak, hahahaha. Ketrampilan yang dibutuhkan termasuk melakukan rapid assessment, analisa dan rapid action. Bukan hanya untuk pekerjaan tetapi termasuk untuk menghadapi berbagai problema. Bakat ini tidak dimiliki oleh semua orang lho, akhirnya mereka terkesan sial terus.
Hari ini jam 3.30 waktu setempat, secara mendadak aku tahu bahwa kantor officially libur hari senin tanggal 24 Des. Gilee... otak dan bodyku langsung berancang-ancang berlari meninggalkan kesumpekan pulau ini. Ga peduli kalau kontrak ga diperpanjang dan aku harus pulang. Yang jelas libur senin ini tidak boleh disia-siakan untuk menikmati udara kota. Jiwaku sudah tidak terbendung lagi ingin menikmati udara kota apapun bayarannya.
Tapi hari sudah sore, dan travel agency sudah banyak yang tutup. Langkah 1: telp merpati, tanya apakah ada penerbangan sabtu? dijawab ada tapi ga bisa booking dan harus cek lagi besok pagi, karena pesawatnya berangkat jam 4 sore waktu setempat. Langkah 2: aku baru ingat pesawat hari ini kan berangkatnya jam 5.30. jadi aku bisa coba nanya apakah ada yang cancel atau tidak. langsung aku telp lagi merpati, tidak diangkat. Tidak kurang akal, aku langsung pergi ke kantornya karena dekat. Waks, sampai di ktr merpati baru tahu kalau ternyata penerbangan hari ini dicancel (kasian deh temenku itu) dan aku diminta untuk konfirmasi lagi besok. langkah 3: cari cara ke airline lain, kalau garuda sudah tutup kantornya tuh, baru bisa coba besok pagi. Yang terdekat adalah express... dan saudara2, masih ada satu seat kosong... hooraayyy... jam 12 lagi take off nya.. horraaayyy, lebih cepat dibanding merpati. Sayangnya cash-ku terbatas hanya cukup untuk beli satu kali jalan. Biarlah. Baliknya, gimana entar ajeee...
Hari ini jam 3.30 waktu setempat, secara mendadak aku tahu bahwa kantor officially libur hari senin tanggal 24 Des. Gilee... otak dan bodyku langsung berancang-ancang berlari meninggalkan kesumpekan pulau ini. Ga peduli kalau kontrak ga diperpanjang dan aku harus pulang. Yang jelas libur senin ini tidak boleh disia-siakan untuk menikmati udara kota. Jiwaku sudah tidak terbendung lagi ingin menikmati udara kota apapun bayarannya.
Tapi hari sudah sore, dan travel agency sudah banyak yang tutup. Langkah 1: telp merpati, tanya apakah ada penerbangan sabtu? dijawab ada tapi ga bisa booking dan harus cek lagi besok pagi, karena pesawatnya berangkat jam 4 sore waktu setempat. Langkah 2: aku baru ingat pesawat hari ini kan berangkatnya jam 5.30. jadi aku bisa coba nanya apakah ada yang cancel atau tidak. langsung aku telp lagi merpati, tidak diangkat. Tidak kurang akal, aku langsung pergi ke kantornya karena dekat. Waks, sampai di ktr merpati baru tahu kalau ternyata penerbangan hari ini dicancel (kasian deh temenku itu) dan aku diminta untuk konfirmasi lagi besok. langkah 3: cari cara ke airline lain, kalau garuda sudah tutup kantornya tuh, baru bisa coba besok pagi. Yang terdekat adalah express... dan saudara2, masih ada satu seat kosong... hooraayyy... jam 12 lagi take off nya.. horraaayyy, lebih cepat dibanding merpati. Sayangnya cash-ku terbatas hanya cukup untuk beli satu kali jalan. Biarlah. Baliknya, gimana entar ajeee...
Thursday, December 20, 2007
Terpuruk
Dengan berbagai tumpukan "dosa-dosaku" akhirnya boss-ku masih mempertimbangkan untuk melakukan perpanjangan kontrak. Yah... begitulah hidup kadang ada di atas, kadang ada di bawah. Terserah deh. Hunting lagi aja kerjaan baru. Kebetulan ada satu lowongan yang sangat menarik perhatian, mudah2an pekerjaan itu berjodoh denganku... amin.
Friday, December 07, 2007
Emangnya gw peduli lo lagi ngapain?
Ada lelaki yang sudah tidak bermakna lagi di mataku. Yang dengan arogannya menganggap dirinya tak tergantikan. Bah! Dulu dia tidak menganggap aku manusia yang punya perasaan, sekarang dia ingin diakui olehku sebagai teman? Tunggu seratus tahun lagi.
Lagipun pernahkah aku merepotkan dia? Pernahkah? Aku bukan perempuan yang berteriak-teriak "jangan tinggalkan aku". Tidak, bukan perempuan seperti itu. Kamu bilang sudah berusaha untuk mencintaiku tetapi tidak bisa. Aku bisa terima kejujuran itu walaupun menyakitkan. Aku pergi dari dirimu untuk menyembuhkan lukaku dan mendoakan kamu segera mencapai kebahagiaanmu. Tapi bersamaan dengan kepergianku jauh darimu juga menyebabkan tereduksinya nilai2 dirimu sebagai manusia di hadapanku. Dan bagiku kamu hanya menjadi sosok asing. Tidak ada lagi tersisa rasa sayangku bahkan rasa sayang sebagai teman. Aneh? Tentunya tidak, perasaan manusia itu sangat rumit, kalau kamu boleh merasa tidak mencintai aku, boleh kan aku juga merasa kamu tak berarti apapun lagi, lebih2 aku merasa sangat rugi untuk pernah kenal dengan manusia oportunis seperti dirimu.
Ya, bagiku kamu oportunis sejati, dan aku paling tidak suka dengan oportunis. Itu alasannya, kuhindari dirimu bukan karena cintaku ditolak, tapi karena sosok oportunismu. Jadinya kamu mau ada di belahan dunia mana atau di neraka sekalipun aku tidak peduli dan juga tidak mau dan tidak perlu tahu. Dan, hey ingat, setialah pada istrimu, saat ini seharusnya kamu tidak sempat lagi memikirkan perempuan lain kecuali istrimu.
Lagipun pernahkah aku merepotkan dia? Pernahkah? Aku bukan perempuan yang berteriak-teriak "jangan tinggalkan aku". Tidak, bukan perempuan seperti itu. Kamu bilang sudah berusaha untuk mencintaiku tetapi tidak bisa. Aku bisa terima kejujuran itu walaupun menyakitkan. Aku pergi dari dirimu untuk menyembuhkan lukaku dan mendoakan kamu segera mencapai kebahagiaanmu. Tapi bersamaan dengan kepergianku jauh darimu juga menyebabkan tereduksinya nilai2 dirimu sebagai manusia di hadapanku. Dan bagiku kamu hanya menjadi sosok asing. Tidak ada lagi tersisa rasa sayangku bahkan rasa sayang sebagai teman. Aneh? Tentunya tidak, perasaan manusia itu sangat rumit, kalau kamu boleh merasa tidak mencintai aku, boleh kan aku juga merasa kamu tak berarti apapun lagi, lebih2 aku merasa sangat rugi untuk pernah kenal dengan manusia oportunis seperti dirimu.
Ya, bagiku kamu oportunis sejati, dan aku paling tidak suka dengan oportunis. Itu alasannya, kuhindari dirimu bukan karena cintaku ditolak, tapi karena sosok oportunismu. Jadinya kamu mau ada di belahan dunia mana atau di neraka sekalipun aku tidak peduli dan juga tidak mau dan tidak perlu tahu. Dan, hey ingat, setialah pada istrimu, saat ini seharusnya kamu tidak sempat lagi memikirkan perempuan lain kecuali istrimu.
Merindu
Saat ini kembali ke fase kosong. Ketidakpastian. Kesenyapan. Tidak punya tujuan. Sebenarnya diriku ingin sekali merasakan warna. Tapi kutengok kiri dan kanan semuanya berwarna abu-abu saja. Entah lah. Perjalanan atau pengalaman spiritual yang baru mungkin akan memberikan nyawa pada hidup ini. Terkekang dengan segala etika dan kemapanan. Uang memang membuaikan semua idealisme.
Banyak yang seharusnya aku syukuri saat ini. Bersujud di hadapan entitas yang Agung. Tetapi kekurangajaran insan ini yang memang masih bebal dan dogol. Bagaimana caranya menempuh jalan sufi? Mendekatkan diri padaNya dan melebur menjadi zarah yang tak berarti. Zarah yang tak lagi dikuasai nafsu duniawi. Hanya ingin melakukan ibadah padaNya saja. Bagaimana caranya?
Aku memang masih mempunyai tugas di dunia ini. menjadi salah satu mur atau baut yang membangun mesin raksasa kehidupan. Semua insan, semua benda pasti ada tugasnya. Percayalah itu. Walaupun ada kerinduan untuk meninggalkan semua kepenatan dunia ini. Semua yang dilakukan terasa tak berarti, tak bermakna.
Banyak yang seharusnya aku syukuri saat ini. Bersujud di hadapan entitas yang Agung. Tetapi kekurangajaran insan ini yang memang masih bebal dan dogol. Bagaimana caranya menempuh jalan sufi? Mendekatkan diri padaNya dan melebur menjadi zarah yang tak berarti. Zarah yang tak lagi dikuasai nafsu duniawi. Hanya ingin melakukan ibadah padaNya saja. Bagaimana caranya?
Aku memang masih mempunyai tugas di dunia ini. menjadi salah satu mur atau baut yang membangun mesin raksasa kehidupan. Semua insan, semua benda pasti ada tugasnya. Percayalah itu. Walaupun ada kerinduan untuk meninggalkan semua kepenatan dunia ini. Semua yang dilakukan terasa tak berarti, tak bermakna.
Saturday, December 01, 2007
Ga usah aja deh.
Tiba-tiba kehilangan niat untuk bercapek-capek dahulu, bersenang-senang kemudian. Eit salah, maksudnya, ga punya lagi tenaga untuk romance...hahaha... belagu lu. Setelah aku pikir2 lagi, kayaknya momentnya sudah lewat. The Guy, sudah tidak mempunyai arti lebih lagi.
Selama ini memang aku ga bisa mengerti dirinya. Rasanya dia terlalu ordinary pemikirannya dan prinsipnya. Hal-hal yang menurutku ga penting, sepertinya penting buat dia. Lagipun, dia jelas-jelas memasang status in relationship...hiii... ngeri. Jadi daripada aku ke ge er an sendiri, lebih baik aku ga berharap lagi tentang dia. Ga usah berusaha lagi kan?
Selama ini memang aku ga bisa mengerti dirinya. Rasanya dia terlalu ordinary pemikirannya dan prinsipnya. Hal-hal yang menurutku ga penting, sepertinya penting buat dia. Lagipun, dia jelas-jelas memasang status in relationship...hiii... ngeri. Jadi daripada aku ke ge er an sendiri, lebih baik aku ga berharap lagi tentang dia. Ga usah berusaha lagi kan?
Wednesday, November 21, 2007
Jatuh Cinta? Mudah2an bukan.
Mengherankan, kenapa komunikasi aku dan the guy itu jadi berjalan lancar begini. Padahal tahun lalu aku dicuekin setelah 1-2 email, sebel. Memang sih waktu itu sempat juga liat kalau ym dia online terus, kadang2 aku lihat idle ber-jam2. Tapi karena dia tidak pernah menghubungiku duluan, makanya aku ga percaya diri untuk menghubungi lebih dahulu. Tetapi sekarang beda.
Yah, aku hanya berusaha membuat hatiku netral. "Please...please... berhubungan hanya sebagai teman saja" perintah otakku pada hatiku. "Supaya kamu tidak pecah lagi, jangan ulangi pengalaman masa lalu".
Tapi tidak bisa kupungkiri ada rasa senang yang menyelinap di hati. Rasanya ada semangat baru, ada sesuatu yang mengisi kehampaanku.
padahal dia itu super sial buatku, bayangkan aja
#1. Bintangnya Taurus.... buset kok seperti bokap gw
#2. Dia banyak temen ceweknya, pas di meeting aja entah berapa banyak kenalan baru koleksinya ... mirip bokap gw jg yg suka pecicilan cari perhatian cewek
#3. Berusaha mencirikan sebagai tough guy... bener2 man from mars dah, sedangkan aku ada di venus
#4. Membanggakan dirinya ... sampe temenku bilang "Apa sih yang dia sombongkan" hahaha... padahal jelas dia lagi berusaha membuatku terkagum-kagum pada waktu itu. Buset cowok banget dah
#5. Beda agama... susah buat diseriusin
#6. Sialnya hatiku ga mo kompromi, sejak awal antenanya sudah mengarah ke dia terus. Arusnya kok bukan DC ya, tapi AC... aahhh.
Ada teori yang bilang bahwa seorang cewek, deket ga deket dengan bokapnya, gen-nya secara otomatis akan mencari cowok yang setipe dengan ayahnya. Padahal aku bener2 paling ga suka dengan cowok kayak bokap gw.
Untunglah jarak diantara aku dan dia sangat jauh. Beda benua... hahahaha...
memang sebaiknya tidak usah dipikirkan... dinikmati saja... mumpung ada yang lagi perhatian kan?
Yah, aku hanya berusaha membuat hatiku netral. "Please...please... berhubungan hanya sebagai teman saja" perintah otakku pada hatiku. "Supaya kamu tidak pecah lagi, jangan ulangi pengalaman masa lalu".
Tapi tidak bisa kupungkiri ada rasa senang yang menyelinap di hati. Rasanya ada semangat baru, ada sesuatu yang mengisi kehampaanku.
padahal dia itu super sial buatku, bayangkan aja
#1. Bintangnya Taurus.... buset kok seperti bokap gw
#2. Dia banyak temen ceweknya, pas di meeting aja entah berapa banyak kenalan baru koleksinya ... mirip bokap gw jg yg suka pecicilan cari perhatian cewek
#3. Berusaha mencirikan sebagai tough guy... bener2 man from mars dah, sedangkan aku ada di venus
#4. Membanggakan dirinya ... sampe temenku bilang "Apa sih yang dia sombongkan" hahaha... padahal jelas dia lagi berusaha membuatku terkagum-kagum pada waktu itu. Buset cowok banget dah
#5. Beda agama... susah buat diseriusin
#6. Sialnya hatiku ga mo kompromi, sejak awal antenanya sudah mengarah ke dia terus. Arusnya kok bukan DC ya, tapi AC... aahhh.
Ada teori yang bilang bahwa seorang cewek, deket ga deket dengan bokapnya, gen-nya secara otomatis akan mencari cowok yang setipe dengan ayahnya. Padahal aku bener2 paling ga suka dengan cowok kayak bokap gw.
Untunglah jarak diantara aku dan dia sangat jauh. Beda benua... hahahaha...
memang sebaiknya tidak usah dipikirkan... dinikmati saja... mumpung ada yang lagi perhatian kan?
Tuesday, November 20, 2007
Lagu apa ya?
iPod udah punya, tapi ribet uploadnya. Perlu trick khusus. Yang lebih sialnya lagi karena hanya sedikit CD yang menarik. Sebel dah. Jadinya baru bisa masukin 233 lagu dari kapasitas 40,000. Trus belum sempat beli software yang bisa mengconvert MPEG jadi MP4. Wah, klo tidak, lumayan tuh bisa masukin banyak film...hihihi
Di tempat ini yang parahnya adalah koneksi internet. Gila lelet banget. Bloon deh. Secara salah satu hiburan favoritku adalah internet. Paling tidak untuk chatting bo! Yah, gimana lagi, dulu kerja di tempat yang internetnya ok, tapi ga asyik, soalnya aku merasa kayak dipenjara aja. Ya udin keluar aja dah.
Sekarang, kerjanya sih asyik tapi, infrastruktur tidak mendukung. Sial, ga ada tempat yang sempurna ya didunia ini.
Di tempat ini yang parahnya adalah koneksi internet. Gila lelet banget. Bloon deh. Secara salah satu hiburan favoritku adalah internet. Paling tidak untuk chatting bo! Yah, gimana lagi, dulu kerja di tempat yang internetnya ok, tapi ga asyik, soalnya aku merasa kayak dipenjara aja. Ya udin keluar aja dah.
Sekarang, kerjanya sih asyik tapi, infrastruktur tidak mendukung. Sial, ga ada tempat yang sempurna ya didunia ini.
the right person
Bukan yang ini
Bukan yang itu
Bukan yang pendek
Bukan yang tinggi
Bukan yang alim
bukan yang player
Bukan teman lama
bukan kenalan baru
itulah semuanya bukan
belum ketemu2 juga si the right person
the other half
Trus orang bilang sih... gebet aja sembarangan
Hatiku yang ga mau
Maunya dapat yang aku suka atau aku cinta
Trus kuputuskan
Ok being single not too bad
Tapi Tuhan senang becanda
Dikasihnya aku umpan
Cowok yg aku suka, tapi hanya sebentar ketemu, tiba2 menghubungiku lagi
Baru hatiku melambung dikit
Detik berikutnya harapanku terhempas karena dia sedang in relationship
So...?
Bengong sih iya
Nangis... ga lah... untuk apa juga
Sepi?... ya iyalah...
Ok deh, next candidate... please forward...hehehe...
Bukan yang itu
Bukan yang pendek
Bukan yang tinggi
Bukan yang alim
bukan yang player
Bukan teman lama
bukan kenalan baru
itulah semuanya bukan
belum ketemu2 juga si the right person
the other half
Trus orang bilang sih... gebet aja sembarangan
Hatiku yang ga mau
Maunya dapat yang aku suka atau aku cinta
Trus kuputuskan
Ok being single not too bad
Tapi Tuhan senang becanda
Dikasihnya aku umpan
Cowok yg aku suka, tapi hanya sebentar ketemu, tiba2 menghubungiku lagi
Baru hatiku melambung dikit
Detik berikutnya harapanku terhempas karena dia sedang in relationship
So...?
Bengong sih iya
Nangis... ga lah... untuk apa juga
Sepi?... ya iyalah...
Ok deh, next candidate... please forward...hehehe...
Tuesday, October 16, 2007
Manga
Manga adalah komik Jepang. Beda dengan komik flat Perancis kayak Tintin. Manga biasanya banyak bermain dengan melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda, sehingga menjadi sangat komunikatif dan unik. Dan lagi jalan ceritanya biasanya juga menarik. Jadi kalau sedang sungguh bete biasanya aku bisa membilasnya dengan membaca manga.. terjemahan tentu.
manga favoritku sekarang ini tentunya Nodame Cantabile dan Piano hutan. Yang resenya karena tidak terbit teratur, mungkin juga karena memang di Jepangnya sendiri belum tamat. Deuu...
manga favoritku sekarang ini tentunya Nodame Cantabile dan Piano hutan. Yang resenya karena tidak terbit teratur, mungkin juga karena memang di Jepangnya sendiri belum tamat. Deuu...
Saturday, October 13, 2007
Apa acara lebaran?
Lebaran tahun ini kuisi dengan acara bersih-bersih kamar... wuahahahaha, goblog banget kan? Pada dasarnya kemalasan gw tahun ini benar-benar mencapai titik klimaksnya. Padahal udah balik ke kota ini seminggu yang lalu, tapi gw cuma malas2an baca buku, tidur dan nonton VCD. Dengan kamar yang sungguh-sungguh kayak kapal pecah yang debunya sudah dimana-mana, termasuk buku2 koleksiku di rak buku. BTW, kalo nonton dorama and baca komiknya Nodame, kadang-kadang merasa tersindir juga karena kamarku kadang2 persis kamar sampahnya Nodame. Akhirnya hari ini niat membersihkan kamar terlaksana, buku2ku sekarang bersih dari debu, dan aku juga berhasil mengkatagorikan buku berdasarkan raknya. Dan terakhir kamarku aku pel habis. Ternyata enak lho punya kamar bersih, aduh jadi iri sama Nodame yang punya Sinichi untuk bersih2in kamar... wakakakaka... ternyata cuma khayalan pengarang manga aja ya ada cowok yang bisa ditipu untuk bersihin kamar ceweknya...
Thursday, October 11, 2007
iPod
Udah naksir sejak gadget ini pertama kali muncul di dunia. iPod, wuiihhh kweren...!! Harganya juga kwerenn...!! Waktu itu gajiku masih 2 kali lipat harga iPod classic yg 80GB. Jadi, yah...bolenya ngences sajah. Beberapa kali berjanji akan menghadiahi diriku dengan iPod kalo tabungan dah dirasa cukup. Maksudnya, bole beli kalu duitnya uda dirasa menumpuk n layak untuk wasting money. Tapi sayangnya setelah duitnya lumayan banyak n ada hari raya pula, tiba2 aku merasa sayang buang duit untuk beli iPod seharga sedemikian, sementara masi banyak orang yg kelaparan, terutama di Afrika gitooh. Sayangnya kekuatan moralku itu tidak begitu bagus sehingga saat ada kesempatan jalan di Ratu Plaza aku dengan sengaja mampir ke Apple e-store, dan akhirnya si hitam 160GB menjadi milikku dengan mahar..lumayan banyak... bisa dipake menghidupi satu keluarga dengan 1 anak di indonesia. Huahahahaha... Gobliknya diri ini.
The Guy
Almost 1 year time leapt since our first and only meeting, the memory still clear to me. How I regretted the brief encounter. But, somehow I also feel relief of that.
Yup, aku tidak bisa memutuskan kemana perasaanku lebih condong. Mungkin aku sudah lebih bijak sekarang... wahahaha... ga mungkiiiinn..!! Yah, aku kan sudah tidak muda lagi. Tidak bisa lagi seenaknya jatuh cinta. Lagipun kalau kutelusuri yang kurasakan sekarang memang bukan cinta. Ada ujar-ujar orang bijak, cinta dan kebahagiaan bukan untuk dicari, semakin dicari semakin tak akan kautemukan.
The Guy, memang bukan my league, rasanya... Yah, ga tau juga sih, karena kita ngobrolnya juga hanya 2 jam. Ga tau juga kepribadian dia seperti apa. Berdasarkan feeling sih, dia orang yang senang hura2 doang, beda dengan the other guy-the previous guy bisa diajak ngomong "fucking politics" dan mengundangku datang ke welcoming party-nya di London.
Jangankan dengan bulai yang bahasa dan tradisinya jauh beda, dengan sesama orang indonesia aja aku ga banyak paham ya. Mungkin karena aku selalu memakai kacamata kuda. Memang aku ini bloon banget kalau udah ketemu dengan MK Love 101... failed terus... Tau kapan bakalan lulusnya
Yup, aku tidak bisa memutuskan kemana perasaanku lebih condong. Mungkin aku sudah lebih bijak sekarang... wahahaha... ga mungkiiiinn..!! Yah, aku kan sudah tidak muda lagi. Tidak bisa lagi seenaknya jatuh cinta. Lagipun kalau kutelusuri yang kurasakan sekarang memang bukan cinta. Ada ujar-ujar orang bijak, cinta dan kebahagiaan bukan untuk dicari, semakin dicari semakin tak akan kautemukan.
The Guy, memang bukan my league, rasanya... Yah, ga tau juga sih, karena kita ngobrolnya juga hanya 2 jam. Ga tau juga kepribadian dia seperti apa. Berdasarkan feeling sih, dia orang yang senang hura2 doang, beda dengan the other guy-the previous guy bisa diajak ngomong "fucking politics" dan mengundangku datang ke welcoming party-nya di London.
Jangankan dengan bulai yang bahasa dan tradisinya jauh beda, dengan sesama orang indonesia aja aku ga banyak paham ya. Mungkin karena aku selalu memakai kacamata kuda. Memang aku ini bloon banget kalau udah ketemu dengan MK Love 101... failed terus... Tau kapan bakalan lulusnya
Wednesday, October 03, 2007
Arrrrrgggggghhhh... Bencinya!
Sebagai manusia dan pegawai kelemahan utamaku adalah paling ga suka dengan inkonsistensi. I hate that kind of supervisor. Bisa aku boycot dengan aksi tutup mulut, bisa aku anggap angin, bisa juga aku mengalah, tergantung mood lah. Beberapa orang di sekitarku menyuruh untuk kerja sendiri, buka praktek atau mendirikan LSM sendiri saja, tapi aku tahu sifatku yg terlalu suka dengan kebebasan tidak memungkinkan aku untuk menjadi boss, lha kasian staffnya kalau atasannya angin-anginan kayak aku. Yang paling cocok buatku sebenarnya menjadi petualang, whuahahaha... kan ngaco lagi...
Ok balik ke topik semula. Aku lagi pengen ngomongin ni orang yang mengangkat dirinya menjadi supervisor secara ga langsung. Yang gilanya, dia selalu denial bahwa dia memberangus kebebasan kreatif orang lain, selalu merasa dirinya berbuat paling penuh pengertian. Tetapi jika hari ini dia menyuruh untuk bikin proposal, kalau proposalnya sudah jadi dia akan bilang, pikirkan waktu implementasi jangan spending aja yang dipikiring. Kalau kita stell kendor, apa ga bisa proposalnya ditambah. Ntar-ntar lagi ngomong ga boleh implementasi ini... Monyet... sejuta topan badai... kadang2 aku jadi pengen bawa bom bunuh diri jadinya... Bencinyaaaa....!
Ok balik ke topik semula. Aku lagi pengen ngomongin ni orang yang mengangkat dirinya menjadi supervisor secara ga langsung. Yang gilanya, dia selalu denial bahwa dia memberangus kebebasan kreatif orang lain, selalu merasa dirinya berbuat paling penuh pengertian. Tetapi jika hari ini dia menyuruh untuk bikin proposal, kalau proposalnya sudah jadi dia akan bilang, pikirkan waktu implementasi jangan spending aja yang dipikiring. Kalau kita stell kendor, apa ga bisa proposalnya ditambah. Ntar-ntar lagi ngomong ga boleh implementasi ini... Monyet... sejuta topan badai... kadang2 aku jadi pengen bawa bom bunuh diri jadinya... Bencinyaaaa....!
Sunday, September 30, 2007
Jenuh
tidak bersemangat sehari-hari yang kuhadapi hanyalah rutinitas. Kelemahan utama diriku adalah mudah dihinggapi bosan, tidak mudah membuat relationship dengan orang lain dan juga sering harus memacu dirinya untuk beraktifitas di udara yang panas menyengat. kata lainnya aku memang pemalas jika harus beraktifitas di siang hari.
Shopping memang satu hobbyku diantara hobby lainnya. Tapi tempatnya juga dibutuhkan tempat yang nyaman dan barang yang bagus untuk dilihat. Jadi kalau ada teman yang ngebet untuk belanja di ITC aku suka ogah-ogahan mengantarnya. Barang-barangnya itu lho benar-benar mesti disisir dengan kaca pembesar. Potongan bagus, jahitan sekilas rapi, tapi tiba-tiba ada benang yang keluar jalur? sungguh membuat mata tidak nyaman. Karenanya di kota-kota kecil aku akan sangat jarang untuk mau berbelanja ke toko2 nya. Kutunggu saja jika sudah sempat ke kota besar.
Jenuh, kadang-kadang aku merindukan TV, paling tidak menonton beritanya aku merasa ada interaksi dengan dunia luar. Tetapi aku merasa TV adalah benda yang sungguh tidak perlu dimiliki, karena bisa menguasai diriku dan menjadi addict terhadap beritanya... yang kadang-kadang sangat tidak berkualitas. Tetapi dibanding dengan kejenuhan yang melanda diriku mungkin aku memang harus membelinya lagi. Aaaaaaaaaaahhhhhhhhh, kotak yang menyebalkan
Shopping memang satu hobbyku diantara hobby lainnya. Tapi tempatnya juga dibutuhkan tempat yang nyaman dan barang yang bagus untuk dilihat. Jadi kalau ada teman yang ngebet untuk belanja di ITC aku suka ogah-ogahan mengantarnya. Barang-barangnya itu lho benar-benar mesti disisir dengan kaca pembesar. Potongan bagus, jahitan sekilas rapi, tapi tiba-tiba ada benang yang keluar jalur? sungguh membuat mata tidak nyaman. Karenanya di kota-kota kecil aku akan sangat jarang untuk mau berbelanja ke toko2 nya. Kutunggu saja jika sudah sempat ke kota besar.
Jenuh, kadang-kadang aku merindukan TV, paling tidak menonton beritanya aku merasa ada interaksi dengan dunia luar. Tetapi aku merasa TV adalah benda yang sungguh tidak perlu dimiliki, karena bisa menguasai diriku dan menjadi addict terhadap beritanya... yang kadang-kadang sangat tidak berkualitas. Tetapi dibanding dengan kejenuhan yang melanda diriku mungkin aku memang harus membelinya lagi. Aaaaaaaaaaahhhhhhhhh, kotak yang menyebalkan
Wednesday, September 05, 2007
Mimpi yang aneh
Semalam mimpi yang aneh, mimpi menikah, hahaha... udah sering sih mimpi kayak gini. Tapi bedanya kali ini gw bisa liat mukanya, biasanya nggak. Tapi tidak membahagiakan, malahan menyedihkan, karena dalam mimpi itu bokap, nyokap n adik gw disepelekan sama keluarga cowok itu. Trus gw dikasih cincin kawin imitasi yang dibeli dipasar n kegedean lagi, yang ada gw merogoh saku dan mendapati cincin2 lain yang bagus2, gw bilang pake punya aku aja, yg dibeli tadi kegedean. Dan aku memakai salah satu cincin bagus itu. Dan yg ada dipikiran gw, oohh, orang ga bener nih, ya udah, nikah aja, nanti tinggal cere, gampang...!
Tuh kan, otak gw udah diserang dengan virus aneh. Masa' mimpi nikah tapi diotaknya sudah tercetak kata "CERAI", memangnya gw seleb? Tapi ngomong2 kok bisa ya gw bayangin cincin yg indah2 hanya dalam mimpi saja. Setelah bangun ga inget lagi. Yah begitulah, namanya juga mimpi.
Tuh kan, otak gw udah diserang dengan virus aneh. Masa' mimpi nikah tapi diotaknya sudah tercetak kata "CERAI", memangnya gw seleb? Tapi ngomong2 kok bisa ya gw bayangin cincin yg indah2 hanya dalam mimpi saja. Setelah bangun ga inget lagi. Yah begitulah, namanya juga mimpi.
Monday, September 03, 2007
Bahasa Tubuh
Membaca bahasa tubuh yang akurat akan memudahkan kita tahu karakter seseorang apakah tulus terhadap kita atau tidak. Aku sudah berusaha dengan berbagai cara, tetapi rupanya orang tersebut tidak menghargai diriku sama sekali, mungkin dia anggap aku ga punya kemampuan dll. Namanya orang baru kan perlu beradaptasi dengan peraturannya. Lagian kenapa pula langsung judge orang ga mampu, sendirinya gimana? Yang lucunya pada satu orang lain dia sangat perhatian dan berbeda ketulusan bahasa tubuhnya. Yah, kurasa the best way adalah jangan terlalu banyak omong, benar???.... Benaaarrrrrrrrr!
Thursday, August 23, 2007
Gw kerjain juga lo
Sifat dasar pembeli: dapat barang bagus dengan harga murah. Sifat dasar penjual: dapat keuntungan setinggi-tingginya. Kedua prinsip itu sungguh bertolak belakang, sukar untuk mendamaikannya. Tetapi jika ada layanan yang bagus, orang biasanya akan senang dan tidak akan memusingkan uang, Pembeli adalah raja, bukan? Tetapi di berbagai daerah di negriku tercinta ini, sering kali dompet pembeli dinilai dari penampilannya saja. Dan banyak pedagang melakukan diskriminasi perlakuan pada pembelinya berdasarkan suku, warna kulit dan baju yang dipakai.
Seminggu yang lalu aku bermaksud membeli karpet meteran untuk kamarku. Aku dan temanku berkeliling ke pasar dan dengan tampang melayu kami, masuklah ke sebuah toko milik orang cina. Ada satu jenis yang lebih baik dan aku ingin membelinya, tetapi harganya 2 kali lipat karpet standar yang akan kubeli. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan menawar barang itu sedikit lebih murah, tetapi penjualnya menolak dengan muka masam. Mungkin dia pikir aku tidak punya uang. Akhirnya kuputuskan untuk membeli yang standar, dan stafnya berbisik padaku "dia tidak suka ditawar". OK, sah saja tidak suka ditawar, tetapi untuk yang mencari uang di bidang layanan aku rasa dia lebih baik berlaku ramah. Tapi sudahlah untuk apa aku meributkan hal sepele.
Tibalah saat pengukuran, setelah diukur ternyata karpet itu hampir habis, tersisa sekitar 80 cm lagi. Staf toko itu sedikit kebingungan dan dia bertanya pada staf yang lebih senior. Mereka menawarkan padaku untuk membeli kelebihannya dengan harga 1/3nya. Si pemilik toko mengawasi responku... oww... kesempatan bagus untuk keluar toko ini pikirku. Aku langsung menggeleng kuat-kuat menolaknya... "Saya tidak butuh lebih dari yang diperlukan" dan ingin menambahkan "kalau ga bisa beli sesuai kebutuhan saya, ya batal saja" Dalam hati aku tertawa terbahak-bahak.... rasain lo! tadi tidak mau kasih diskon, sekarang sisa barangnya menjadi tidak berharga... huahahahahaha, puas rasanya, coba kalau tadi dia memperlakukan aku sebagai raja.. eh... ratu kali, mungkin aku tak keberatan untuk membeli kelebihannya. Si petugas toko senior melihatku dan dia berkata pada yuniornya, "sudah potong saja....!" Aahhhhhh, revenge so sweet.
Seminggu yang lalu aku bermaksud membeli karpet meteran untuk kamarku. Aku dan temanku berkeliling ke pasar dan dengan tampang melayu kami, masuklah ke sebuah toko milik orang cina. Ada satu jenis yang lebih baik dan aku ingin membelinya, tetapi harganya 2 kali lipat karpet standar yang akan kubeli. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan menawar barang itu sedikit lebih murah, tetapi penjualnya menolak dengan muka masam. Mungkin dia pikir aku tidak punya uang. Akhirnya kuputuskan untuk membeli yang standar, dan stafnya berbisik padaku "dia tidak suka ditawar". OK, sah saja tidak suka ditawar, tetapi untuk yang mencari uang di bidang layanan aku rasa dia lebih baik berlaku ramah. Tapi sudahlah untuk apa aku meributkan hal sepele.
Tibalah saat pengukuran, setelah diukur ternyata karpet itu hampir habis, tersisa sekitar 80 cm lagi. Staf toko itu sedikit kebingungan dan dia bertanya pada staf yang lebih senior. Mereka menawarkan padaku untuk membeli kelebihannya dengan harga 1/3nya. Si pemilik toko mengawasi responku... oww... kesempatan bagus untuk keluar toko ini pikirku. Aku langsung menggeleng kuat-kuat menolaknya... "Saya tidak butuh lebih dari yang diperlukan" dan ingin menambahkan "kalau ga bisa beli sesuai kebutuhan saya, ya batal saja" Dalam hati aku tertawa terbahak-bahak.... rasain lo! tadi tidak mau kasih diskon, sekarang sisa barangnya menjadi tidak berharga... huahahahahaha, puas rasanya, coba kalau tadi dia memperlakukan aku sebagai raja.. eh... ratu kali, mungkin aku tak keberatan untuk membeli kelebihannya. Si petugas toko senior melihatku dan dia berkata pada yuniornya, "sudah potong saja....!" Aahhhhhh, revenge so sweet.
Wednesday, August 22, 2007
Melewatkan satu calon prince charming?
Malam itu cukup ramai pasien yang masuk emergency bedah, aku melihat jadwal residence yang jaga, dan tidak ada dari jenis yang rese… sip..sip. Jaga malam di neuro (cat:neurosurgery) memang berbeda dengan di bagian lain. Tidak ada teman co-ass yang menemani, dan aku benar2 harus memutuskan sendiri akan seperti apa penanganan pasiennya. Sudah serasa kayak dokter beneran dah! Kalau harus naik op, tinggal konsul ke residence yang jaga.
Nyantai dan nyantai, aku nyengir2 melihat teman2 ko-ass yang jaga di bedah umum. Melihat mata mereka memohon pertolongan membersihkan luka dan anamnese pasien, dengan kepala tegak aku menggeleng dan kubisikkan...”sorry, gw di neuro..hehehe”
Tiba-tiba seorang perawat berteriak, ”Mana co-ass neuro? Ada pasien nih!” .... uugh, ternyata malam ini tidak nyantai, pasien pertama sudah datang, dan ada kemungkinan besar akan naik op. Ok, beres periksa aku kirim pasien itu untuk Rontgen kepala.
Oh, my God,.. kok hasil rontgen nya ga meyakinkan gini sih? Aku culak cilek melihat-lihat residence yang bisa dikonsul... tapi semua sedang sibuk. Tiba-tiba aku melihat residence ortho, dr xx yang lagi nyantai, memang aku ga terlalu akrab karena dia pendiam, tapi juga belum dengar tentang ke-rese-an dia. Dengan PD aku dekati dia, ”Dok, saya sedang di neuro, bisa konsul rontgen? Soalnya saya tidak yakin dengan pengamatan saya?” Rasanya sih sopan n to the point, tapi ..gubrak... dia jawab ”Maaf, saya ga biasa?”... ”oh, ok, maaf ganggu dok!” aku mencoba sopan padahal dalam hati... ”grmbsaljkfjafkhuishioja, dia kan udah jadi dokter, masa sih ga bisa ngasih ekspertise” aku ngomel2 dalam hati... Dan ups untunglah ada residence senior yang lagi bebas. Buru-buru aku dekati residence senior itu... ”Dok, konsul yaaaa...” dan dia menjawab...”Eh, maneh... aya naon?” dengan akrab dan baik hati. Hahahaha, kataku dalam hati, lihat aja, ga bakalan lagi aku minta konsul sama dr xx lagi. Dan besoknya aku sharing ke teman-teman lain... ”Hei.. lo2 pada jangan minta konsul ya sama dr xx yg thn ke 2 ortho itu, ga bakal dibantuin” Oh,ya? Kenapa?” teman2ku bertanya... dan kuceritakanlah pengalamanku semalam. Salah satu temanku yang cantik ikutan sharing, ”iya nih aku juga minta tentir, dia ga mau ngasih?” (padahal residence jarang yang nolak kasih tentir sama temanku ini, cuakep sih, yah kita maklum aja, yang penting dia yg minta tentir, ntar kita2 juga pasti ngerubutin si pemberi tentir, hihihi)
Ah, tak terasa 3 bulan sudah di bagian bedah, aku sangat senang di sini, jaganya memang amit-amit, tapi kasusnya juga banyak, tambah trampil dah aku. But, aniwei baswei aku harus minta tanda tangan kasus2 dulu nih supaya bisa ujian. Ok, dr xyz dimana ya jaganya, aku mesti minta tanda tangan dia nih. Ugh, di poli bedah umum rupanya... akupun berjalan kesana. Kuintip ruangan itu, ah itu dia ada disana, pasien sepi pula, kesempatan. Huh, ada dr xx yang giliran jaga poli umum juga rupanya.
Aku: ”dok xyz, sibuk tidak? boleh minta tanda tangannya dan reviewnya dong untuk kasus bedah abdomen, mau ujian nih”
dr xyz: ”eh... emang kamu udah selesai di bagian bedah?”
aku: ” iya nih, hihihi”
dr xyz: ” mau dikasih nilai berapa untuk kasus ini?”
aku: ”berapa aja lah, yang penting bagus. Kan dokter tau kualitas kerja saya.. ya..ya”
dr xyz: ”hahaha, dasar!” dan dia memberikan nilai yg lumayan
aku: ”Ok, dok makasih yaa...! Permisi...!”
Pantatku baru terangkat....
Dr xx: ”Kok ke saya ga minta tanda tangan?” dengan senyum sedikit.
Whaat...? Batinku, tumben baek nih... kesempatan deh
Aku: “ sebenarnya ada kasus ortho yang belum ditanda tangan dok, waktu itu sempat dipegang dokter juga kasusnya, tapi...”
Dr xx potong kalimatku: ”Mana kasusnya?”
Aku: ”Sebentar dok...” Ini...!”
Dan dia menunduk dan membaca... tak lama kemudian dia mencoretkan tanda tangan dan nilai di kasusku, sambil menyerahkan berkas itu dia bertanya, “Ada lagi?”
Aku: ”tidak dok, makasih banyak dr xx. Dr xyz, dr xx, permisi dulu ya”
Dr xyz: ” iya... jangan lupakan kita ya biarpun kamu sudah pindah bagian!”
Dr xx: hanya senyum dan mengangguk.
Waktu aku berkumpul dengan teman2ku satu kelompok,mereka tanya, ”Gimana udah beres kasusnya?”
Aku: ”iya udah semua, eh, tadi aku kaget banget ternyata dr xx baik yah? Tadi dia nawarin untuk review kasus orthoku, dikasih nilai bagus lagi, hehehe...untung deh aku. Kalian minta aja review dia untuk kasus ortho”
Temenku yg cantik: ”ah, berapa hari yg lalu aku udah minta review sama dia, tapi dia ga mau kasih.”
Teman2ku menatapku dengan sedikit aneh. What? Pikirku kok dia nawarin ke aku. Akhirnya aku hanya berkomentar ringan, ”oh... mungkin hari ini dia lupa makan obatnya..” (klo orang ga makan obat kan artinya sakit, sakit bisa juga disebut ga waras, waras=sehat, jw) ”hahaha...” temen2ku tertawa.
Malam itu jantungku berdebar, sebenarnya sejak kejadian dia menolak konsulanku, setiap kali ada kesempatan jaga bareng dia, aku selalu menghindari orang itu, tapi sebenarnya mataku juga selalu mengikuti dia. Kalau kuingat-ingat lagi dia sering berada di sekelilingku. Biasanya kalau sedang senggang aku sering becanda dengan residence2 senior yang gila-gila, dan dia hanya diam dan ikut tersenyum saja, tak pernah berkomentar. Apakah dia ada hati untukku, tapi dia malu mengungkapkannya? Ah jangan ke GR an deh. Tapi boleh dong berharap? Ok, mulai besok aku akan aktif nanya kalau ketemu dia. Hihihi, usaha dong, usaha, siapa tau dia prince charmingku. hehehehe
Setelah pindah bagian, kami beberapa kali bertemu di koridor dan aku selalu menyapa namanya, dia hanya membalasnya dengan bertanya ”kamu di bagian mana sekarang?” Aku pikir untuk bersabar dan menunggu, tapi kemudian aku mendengar bahwa seorang adik kelasku mendeklarasikan bahwa dia naksir dokter itu. Orangnya mungil dan putih dan lebih pintar dari aku. Dan sifat minderku langsung membuat aku mengambil langkah menjauh dari dr xx. Pikirku: kans kecil untuk bersaing dengan adik kelasku. Akupun perlahan-lahan menghapus benih2 perasaanku, apalagi saat itu aku juga tertarik pada orang lain. Tapi akhir-akhir ini seiring dengan tumbuhnya kepercayaan diriku aku berpikir, apakah aku sudah melewatkan suatu kesempatan? Entahlah...
Nyantai dan nyantai, aku nyengir2 melihat teman2 ko-ass yang jaga di bedah umum. Melihat mata mereka memohon pertolongan membersihkan luka dan anamnese pasien, dengan kepala tegak aku menggeleng dan kubisikkan...”sorry, gw di neuro..hehehe”
Tiba-tiba seorang perawat berteriak, ”Mana co-ass neuro? Ada pasien nih!” .... uugh, ternyata malam ini tidak nyantai, pasien pertama sudah datang, dan ada kemungkinan besar akan naik op. Ok, beres periksa aku kirim pasien itu untuk Rontgen kepala.
Oh, my God,.. kok hasil rontgen nya ga meyakinkan gini sih? Aku culak cilek melihat-lihat residence yang bisa dikonsul... tapi semua sedang sibuk. Tiba-tiba aku melihat residence ortho, dr xx yang lagi nyantai, memang aku ga terlalu akrab karena dia pendiam, tapi juga belum dengar tentang ke-rese-an dia. Dengan PD aku dekati dia, ”Dok, saya sedang di neuro, bisa konsul rontgen? Soalnya saya tidak yakin dengan pengamatan saya?” Rasanya sih sopan n to the point, tapi ..gubrak... dia jawab ”Maaf, saya ga biasa?”... ”oh, ok, maaf ganggu dok!” aku mencoba sopan padahal dalam hati... ”grmbsaljkfjafkhuishioja, dia kan udah jadi dokter, masa sih ga bisa ngasih ekspertise” aku ngomel2 dalam hati... Dan ups untunglah ada residence senior yang lagi bebas. Buru-buru aku dekati residence senior itu... ”Dok, konsul yaaaa...” dan dia menjawab...”Eh, maneh... aya naon?” dengan akrab dan baik hati. Hahahaha, kataku dalam hati, lihat aja, ga bakalan lagi aku minta konsul sama dr xx lagi. Dan besoknya aku sharing ke teman-teman lain... ”Hei.. lo2 pada jangan minta konsul ya sama dr xx yg thn ke 2 ortho itu, ga bakal dibantuin” Oh,ya? Kenapa?” teman2ku bertanya... dan kuceritakanlah pengalamanku semalam. Salah satu temanku yang cantik ikutan sharing, ”iya nih aku juga minta tentir, dia ga mau ngasih?” (padahal residence jarang yang nolak kasih tentir sama temanku ini, cuakep sih, yah kita maklum aja, yang penting dia yg minta tentir, ntar kita2 juga pasti ngerubutin si pemberi tentir, hihihi)
Ah, tak terasa 3 bulan sudah di bagian bedah, aku sangat senang di sini, jaganya memang amit-amit, tapi kasusnya juga banyak, tambah trampil dah aku. But, aniwei baswei aku harus minta tanda tangan kasus2 dulu nih supaya bisa ujian. Ok, dr xyz dimana ya jaganya, aku mesti minta tanda tangan dia nih. Ugh, di poli bedah umum rupanya... akupun berjalan kesana. Kuintip ruangan itu, ah itu dia ada disana, pasien sepi pula, kesempatan. Huh, ada dr xx yang giliran jaga poli umum juga rupanya.
Aku: ”dok xyz, sibuk tidak? boleh minta tanda tangannya dan reviewnya dong untuk kasus bedah abdomen, mau ujian nih”
dr xyz: ”eh... emang kamu udah selesai di bagian bedah?”
aku: ” iya nih, hihihi”
dr xyz: ” mau dikasih nilai berapa untuk kasus ini?”
aku: ”berapa aja lah, yang penting bagus. Kan dokter tau kualitas kerja saya.. ya..ya”
dr xyz: ”hahaha, dasar!” dan dia memberikan nilai yg lumayan
aku: ”Ok, dok makasih yaa...! Permisi...!”
Pantatku baru terangkat....
Dr xx: ”Kok ke saya ga minta tanda tangan?” dengan senyum sedikit.
Whaat...? Batinku, tumben baek nih... kesempatan deh
Aku: “ sebenarnya ada kasus ortho yang belum ditanda tangan dok, waktu itu sempat dipegang dokter juga kasusnya, tapi...”
Dr xx potong kalimatku: ”Mana kasusnya?”
Aku: ”Sebentar dok...” Ini...!”
Dan dia menunduk dan membaca... tak lama kemudian dia mencoretkan tanda tangan dan nilai di kasusku, sambil menyerahkan berkas itu dia bertanya, “Ada lagi?”
Aku: ”tidak dok, makasih banyak dr xx. Dr xyz, dr xx, permisi dulu ya”
Dr xyz: ” iya... jangan lupakan kita ya biarpun kamu sudah pindah bagian!”
Dr xx: hanya senyum dan mengangguk.
Waktu aku berkumpul dengan teman2ku satu kelompok,mereka tanya, ”Gimana udah beres kasusnya?”
Aku: ”iya udah semua, eh, tadi aku kaget banget ternyata dr xx baik yah? Tadi dia nawarin untuk review kasus orthoku, dikasih nilai bagus lagi, hehehe...untung deh aku. Kalian minta aja review dia untuk kasus ortho”
Temenku yg cantik: ”ah, berapa hari yg lalu aku udah minta review sama dia, tapi dia ga mau kasih.”
Teman2ku menatapku dengan sedikit aneh. What? Pikirku kok dia nawarin ke aku. Akhirnya aku hanya berkomentar ringan, ”oh... mungkin hari ini dia lupa makan obatnya..” (klo orang ga makan obat kan artinya sakit, sakit bisa juga disebut ga waras, waras=sehat, jw) ”hahaha...” temen2ku tertawa.
Malam itu jantungku berdebar, sebenarnya sejak kejadian dia menolak konsulanku, setiap kali ada kesempatan jaga bareng dia, aku selalu menghindari orang itu, tapi sebenarnya mataku juga selalu mengikuti dia. Kalau kuingat-ingat lagi dia sering berada di sekelilingku. Biasanya kalau sedang senggang aku sering becanda dengan residence2 senior yang gila-gila, dan dia hanya diam dan ikut tersenyum saja, tak pernah berkomentar. Apakah dia ada hati untukku, tapi dia malu mengungkapkannya? Ah jangan ke GR an deh. Tapi boleh dong berharap? Ok, mulai besok aku akan aktif nanya kalau ketemu dia. Hihihi, usaha dong, usaha, siapa tau dia prince charmingku. hehehehe
Setelah pindah bagian, kami beberapa kali bertemu di koridor dan aku selalu menyapa namanya, dia hanya membalasnya dengan bertanya ”kamu di bagian mana sekarang?” Aku pikir untuk bersabar dan menunggu, tapi kemudian aku mendengar bahwa seorang adik kelasku mendeklarasikan bahwa dia naksir dokter itu. Orangnya mungil dan putih dan lebih pintar dari aku. Dan sifat minderku langsung membuat aku mengambil langkah menjauh dari dr xx. Pikirku: kans kecil untuk bersaing dengan adik kelasku. Akupun perlahan-lahan menghapus benih2 perasaanku, apalagi saat itu aku juga tertarik pada orang lain. Tapi akhir-akhir ini seiring dengan tumbuhnya kepercayaan diriku aku berpikir, apakah aku sudah melewatkan suatu kesempatan? Entahlah...
Subscribe to:
Posts (Atom)