Sesuatu menungguku disana. Tapi masih samar bayangnya. Tidak jelas apa yang kutunggu. Yang kutahu "itu" akan meningkatkan adrenalinku.
Kutunggu dengan sabar. Rahasia ini akan terjawab satu saat.
Saturday, November 29, 2008
Wednesday, November 26, 2008
CD/DVD yang tidak bisa kudapatkan di Indonesia huahuahua
Edith Piaf adalah penyanyi internasional yg jadoel banget. Orangnya sudah meninggal, sempat dibuatkan filmnya juga. Sebenarnya dia orang Perancis, sehingga banyak lagunya yang berbahasa Perancis, tapi bisa terkenal sampai di US segala. Di masa jayanya jarang konsernya tidak penuh. sampai sekarang masih banyak film yg memakai lagu2nya tanpa penonton sadar sama sekali.
Sangat banyak hits yang dihasilkannya dan yang aku tahu kalau Jepang pernah menjual CD originalnya. CD itu yang aku incar, tapi sampai kini belum aku dapat. Jadi pengen ke S'pore je, mungkin ada di sana... Memang sih orang sekarang bilang beli aja di iTune, tapiii... tau ah... hahahaha
Satu lagi yang aku incer adalah DVDnya coffee prince yg juga susah banget dapatnya. wuuh sebel... sedih....
Friday, November 21, 2008
Sepi
Sepi. Semua orang klo tidak sedang ke luar kota, ada juga yg cuti. Dan bulan depan di 2 minggu terakhir desember kantor akan menjadi milik pribadiku karena tidak ada orang, semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh cuti.
Monday, November 17, 2008
Mau sehat aja susah
olahraga apa yag murah meriah muntah? pasti lari jawabannya. Tapi aku paling ga kuat dengan lari. Kalau jalan/hiking sih okeh2 aja, tapi angkat tangan untuk lari apalagi yg jarak jauh. Entah salah tehnik atau salah nafas, kalau lari paru2ku akan terasa terbakar dan aliran darah ke otak kurang yg bikin mata berkunang-kunang, paling parahnya akan diakhiri dengan muntah2. Makanya paling benci kalau disuruh lari.
Berbeda dengan jalan, kakiku cukup kuat untuk diajak jalan kemana aja, sejauh apapun juga asal pakai sepatu jalan yang nyaman. Untuk sekedar membuang energi aku lebih senang melakukan jalan cepat, lumayan kok energi yang dibakarnya hampir sama dengan energi yg dipakai lari. Bahkan dgn faktor U sekarang aku masih mampu naik tangga sampai tingkat 3 tanpa berhenti atau ngosngosan. Baru nyerah kalau harus meneruskan sampai ke tingkat 4.
Tapi yg paling menyenangkan untukku adalah yoga/pilates/aerobik dan renang. Berhubung ga PD untuk olah tubuh tanpa pelatih, maka olahraga favoritku tanpa pelatih adalah renang. Sejak kecil aku ga ada takut2nya untuk masuk air, padahal sih ga jago2 amat berenangnya. Lucunya, semakin lama aku jadi semakin mahir berenang. Dulu2nya sih suka disergap panik kalau ada di tempat yang dalam, takut ga kuat napas di tengah2, weks bisa kelelep aye. Tapi sekarang udah PD. Caranya nyemplung di tempat dalam dan berenang ke tempat yg lebih dangkal, atau berenangnya di pinggir kolam aja, jadi klo udah ga kuat napas bisa menepi, hihihi....
Di jakarta sih kolam renang banyak jenisnya, dari yg murah sampai yg mahal, tinggal dipilih. Tapi di tempatku sekarang hanya ada 2 pilihan, berenang di kolam hotel berbintang yg tarif masuknya 75ribu atau berenang di laut, gratis, tinggal punya nyali aja. Berhubung nyaliku kecil, maka aku lebih rela dompetku menipis. Hhhh... mau sehat aja kok susah ya?
Berbeda dengan jalan, kakiku cukup kuat untuk diajak jalan kemana aja, sejauh apapun juga asal pakai sepatu jalan yang nyaman. Untuk sekedar membuang energi aku lebih senang melakukan jalan cepat, lumayan kok energi yang dibakarnya hampir sama dengan energi yg dipakai lari. Bahkan dgn faktor U sekarang aku masih mampu naik tangga sampai tingkat 3 tanpa berhenti atau ngosngosan. Baru nyerah kalau harus meneruskan sampai ke tingkat 4.
Tapi yg paling menyenangkan untukku adalah yoga/pilates/aerobik dan renang. Berhubung ga PD untuk olah tubuh tanpa pelatih, maka olahraga favoritku tanpa pelatih adalah renang. Sejak kecil aku ga ada takut2nya untuk masuk air, padahal sih ga jago2 amat berenangnya. Lucunya, semakin lama aku jadi semakin mahir berenang. Dulu2nya sih suka disergap panik kalau ada di tempat yang dalam, takut ga kuat napas di tengah2, weks bisa kelelep aye. Tapi sekarang udah PD. Caranya nyemplung di tempat dalam dan berenang ke tempat yg lebih dangkal, atau berenangnya di pinggir kolam aja, jadi klo udah ga kuat napas bisa menepi, hihihi....
Di jakarta sih kolam renang banyak jenisnya, dari yg murah sampai yg mahal, tinggal dipilih. Tapi di tempatku sekarang hanya ada 2 pilihan, berenang di kolam hotel berbintang yg tarif masuknya 75ribu atau berenang di laut, gratis, tinggal punya nyali aja. Berhubung nyaliku kecil, maka aku lebih rela dompetku menipis. Hhhh... mau sehat aja kok susah ya?
Thursday, November 13, 2008
Rezeki itu sudah ada yg ngatur

Aku percaya banget bahwa rezeki seseorang itu sudah ada yang ngatur. Yang harus kita upayakan untuk mendapatkannya secara halal adalah dengan bekerja sungguh-sungguh disertai passion untuk mengejar target kita. Dijamin kita ga akan kesusahan dalam pekerjaan. Karena itu aku paling ga ngerti dengan orang yang suka menyikut atau menusuk kawan sendiri. Biasanya aku langsung tinggalkan pekerjaan jika ada orang yang seperti itu. Tentunya dengan memberi pelajaran dahulu pada orang yang demikian.
Di Indonesia sikut menyikut teman untuk satu posisi bahkan terjadi bukan hanya di sektor profit bahkan di sektor non profitpun aku menemukan beberapa orang yang seperti itu. Tapi itu hanya kemenangan sesaat saja, karena pada dasarnya mereka tidak punya kemampuan yang memadai sehingga jarang yang bisa mendaki tangga karir yang bagus.
Kasus pertama, cowok yang ingin mempertahankan posisi program coordinatornya, sehingga rela menjilat kepada atasan dan memburuk2an rekan lain yang ada di posisi diatas maupun dibawahnya dengan rapi dan ga keliatan sama orang lain. Sayangnya sepandai-pandainya menyimpan terasi, baunya tercium juga. Secara tidak kebetulan aku mendapatkan info tentang kelakuannya. Walhasil orang tersebut bisa naik ke posisi yg dia incar, tapi setelah tahun2 berlalu dia bergeming di tempat yang sama di lembaga tersebut. Padahal orang2 yg kena aniaya dia semuanya mendapatkan kemajuan setelah berganti organisasi.
Kasus kedua adalah cewek, yg bahkan aku bantu supaya bisa mendapat posisi baru setelah program yg lama habis. Sayang ambisinya membutakan mata, sehingga dia tega menusukku dari belakang. Aku terselamatkan karena hasil kerjaku memang bagus, dan bahkan atasanku yang dilapori cewek itu yang langsung menanyakan sebenarnya ada masalah apa antara aku dan cewek itu, sampai dia ngadu sambil sesenggukan. Hahaha, dasar kutu kupret, ga ada terimakasihnya karena udah ditolong malah nusuk. Setelah aku jelaskan atasanku mengerti, tapi sayang aku jadi ga selera lagi kerja disitu dan kutinggalkan proyek itu karena dapat penawaran baru yang lebih baik. Dan cewek dengan susah payah berhasil mendapatkan posisiku. Tapi setelah tahun lalu programnya berakhir ga jelas lagi kerja dimana sekarang, dan tentu saja aku juga malas memberikan rekomendasi atau memberi tahu posisi yg kosong. Yang bikin aku speechless karena dia berani lho menghubungi aku saat proyeknya ga bisa diperpanjang, mungkin mau nyari gampangnya lagi. Sayang aku orangnya kapokan, jadi ogah bantu dia lagi dah. Sudah waktunya dia mencari dan berusaha sendiri untuk posisi yg dia inginkan.
Kasus ketiga cowok juga, sebenarnya dia terhitung atasanku, tapi dia mencuci tangan saat ada masalah dan berkoar2 ke semua orang seolah aku yang ga pernah konsultasi masalah pekerjaan sama dia. Ajaibnya justru kepala bagian yg lain yang membelaku dan menunjukkan ke big boss kalau atasanku itu yg bermasalah. Nah lo..., ini juga bikin illfill sehingga aku memutuskan untuk tidak meneruskan kontrak biarpun harus nganggur. 6 bulan kemudian aku masuk ke lembagaku yang sekarang dan 1,5 tahun setelah masuk atasanku sudah puas dengan hasil kerjaku. Dia? Males banget ya untuk cari info, tapi organisasi itu walaupun masih exist tapi tidak lagi sebesar dulu.
Walaupun untuk hubungan pekerjaan, atasan-bawahan, antar kolega ga ada masalah berarti, 1 bulan yang lalu aku mendapatkan kejutan ringan, dapat berita bahwa posisiku di-abolished karena ga ada dana. Wetewww, padahal baru setengah jalan, belum orgasme. Ya sudah pasrah aja. Tapi bahkan saat itu aku ditawari posisi di wilayah lain. Sayang dengan pengalamanku sebelumnya di daerah itu aku sedikit malas untuk masuk lagi kesana. Kejutan kedua tadi malam, temenku yg di Jakarta memberi tahu ada posisi di Jakarta, lebih tinggi posisinya, dia rekomendasikan aku untuk melamar ke sana. Tapi aku masih ga PD. Kejutan ketiga adalah pagi ini dengan berita bahwa posisiku tidak dihapus dan dilanjutkan kontraknya... hahahaha... begitulah yg namanya rezeki. Dibawa nyantai aja, tahu-tahu ada.
Karena itu aku bener2 marah sama adikku yang bekerja dengan mengikuti arus pekerja Indonesia, ga punya idealisme, ga punya moral. Buat aku dalam kerja pantang untuk menyuap orang dan tidak mau menerima suap dari orang lain. Haram dapat duit bukan hasil tetesan keringat. Tapi adikku, dengan entengnya menerima "uang suap" dan merasa tidak bersalah karena merasa tidak menerima uang suap dengan alasan bahwa semua orang melakukan hal yang sama. So what? Contoh saja, kalau ada yang dapat komisi hanya dengan membeli barang dan memasukkannya ke dalam kantong sendiri memang sekilas tidak merugikan, tapi gara-gara praktek seperti itulah pada orang yang rakus sering menambah harga (mark-up) atau memilih rekanan yang akan memberinya komisi walaupun kualitas barang/kerja rekanan itu di bawah spesifikasi yang dibutuhkan. Nah, ujung2nya tetap akan merugikan karena negara/institusi harus mengeluarkan biaya lebih banyak yang akhirnya belok ke kantong orang2 yang tidak berhak. Kalau sudah begitu apakah kita berani mengatakan komisi kita itu halal?
Dan dengan kerja jujur, mendapatkan uang yang memang hak kita, tidak pernah membuat pendapatan kita berkurang atau miskin, yang ada setiap kali dapat pekerjaan baru maka gajiku selalu naik. Bahkan saat ini salaryku lebih dari lumayan, halal, jadi enak makenya. Suka sebel aja sama orang yg bilang "iya kamu sih enak, gajimu besar" ...Bo, please deh, gaji besar itu aku dapat karena sudah meluangkan tenaga, waktu dan otak untuk mencapai hasil yg memuaskan. Lo pikir ada puun duit, dimana organisasi bisa metik uang banyak untuk ngegaji pekerja malas?
Jadi bekerjalah dengan idealis. Satu saat kita akan memetik hasilnya, karena rezeki itu sudah ditetapkan saat kita lahir, ga akan kemana, tinggal mencari cara yang baik untuk mendapatkannya.
Wednesday, November 12, 2008
Kalau bete curhat sama siapa?
Kalau lagi bete aku lebih senang menumpahkannya dalam kata-kata. Dulu di dalam diary, sekarang dalam blog. Dan setelah lebih tenang, kadang2 sih aku cerita pada beberapa orang yg bisa dipercaya. Hal ini kulakukan karena kalau marah kadang2 kata2 yang kuucapkan bisa ga beretika atau hiperbola. Mending kalau yang mendengar tidak suka menusuk dari belakang, karena ga jarang kata2 saat marah disampaikan tidak secara bijak pada targetnya. Ujung2nya malah memperuncing keadaan dan bukan memperbaikinya. Tapi itu caraku, temanku lain lagi karena dia harus mencurahkan isi hatinya dulu, kalau nggak bakalan ga bisa tidur semalaman.
Pada dasarnya sih aku adalah miss complain, tetapi entah kenapa ga pernah terbiasa untuk curhat. Mungkin karena pernah kepentok beberapa kali dengan nasihat seperti "Aduh, jangan bawel deh" atau "Masih untung hanya segitu, gw nih...bla..bla..bla.." That's why aku malas banget buat curhat. Tapi berlaku seperti ini juga diprotes sama temanku lagi, "kok aku terus ya yg curhat, kalau lo mau curhat sama aku boleh kok" hahahaha... curhat salah, ga curhat salah.
Back to my friend yang terakhir curhat, dia sedang dalam keadaan malang karena mendapatkan kolega yang menyebalkan. Bapak2, eks petinggi PNS, yg merasa punya ilmu setinggi langit dan super duper kaku ga kenal dengan yang namanya diskusi. Kata temanku, si bapak selalu mulai dengan "Saya maunya ...bla..bla..bla.." Beeeu... itu adalah kolega dengan tipe yg paling menyebalkan. Sehingga aku menyarankan temenku untuk hunting lagi kerjaan baru. Cowok dengan tipe kayak gitu ngerasa dirinya pintar tanpa pernah mau mendengarkan orang. Please deh, hare gini, ga punya kemampuan listening? kelaut aja deh.
Akhirnya selama beberapa minggu terakhir ini aku sering menerima telpon yg ga bisa diperkirakan waktunya untuk mendengarkan temenku meringankan batu di hatinya. Hahaha.... biasanya pakai ilmu konseling, karena aku ga tahu nasehat apa yang layak diberikan padanya. Aku toh bukan orang bijak, yang bisa kulakukan adalah meminjamkan telinga saat temenku membutuhkan teman curhat.
Pada dasarnya sih aku adalah miss complain, tetapi entah kenapa ga pernah terbiasa untuk curhat. Mungkin karena pernah kepentok beberapa kali dengan nasihat seperti "Aduh, jangan bawel deh" atau "Masih untung hanya segitu, gw nih...bla..bla..bla.." That's why aku malas banget buat curhat. Tapi berlaku seperti ini juga diprotes sama temanku lagi, "kok aku terus ya yg curhat, kalau lo mau curhat sama aku boleh kok" hahahaha... curhat salah, ga curhat salah.
Back to my friend yang terakhir curhat, dia sedang dalam keadaan malang karena mendapatkan kolega yang menyebalkan. Bapak2, eks petinggi PNS, yg merasa punya ilmu setinggi langit dan super duper kaku ga kenal dengan yang namanya diskusi. Kata temanku, si bapak selalu mulai dengan "Saya maunya ...bla..bla..bla.." Beeeu... itu adalah kolega dengan tipe yg paling menyebalkan. Sehingga aku menyarankan temenku untuk hunting lagi kerjaan baru. Cowok dengan tipe kayak gitu ngerasa dirinya pintar tanpa pernah mau mendengarkan orang. Please deh, hare gini, ga punya kemampuan listening? kelaut aja deh.
Akhirnya selama beberapa minggu terakhir ini aku sering menerima telpon yg ga bisa diperkirakan waktunya untuk mendengarkan temenku meringankan batu di hatinya. Hahaha.... biasanya pakai ilmu konseling, karena aku ga tahu nasehat apa yang layak diberikan padanya. Aku toh bukan orang bijak, yang bisa kulakukan adalah meminjamkan telinga saat temenku membutuhkan teman curhat.
Monday, November 10, 2008
Chef Indiahe
Bosan kalau harus makan sushi lagi setiap kali ke Jakarta, rasanya ingin makan yang lain deh. Makanya pas temenku nawarin untuk makan di Ganesha, aku ok dong, udah kangen sama makanan india. Yang pas di lidahku sebenarnya yang di hotel Ambhara. Tapi sekali-sekali boleh deh mencoba yang lain.
Waktu sampai perut sudah keroncongan berat, karena itu kami langsung saja pesan makanannya. Ogah makan nasi, kita pesan nan saja plus daal, plus kare kentang (hahaha... gw lupa namanya) and kambing dong. Minumnya tentu saja Mango lassi (hahahahak.... udah kebiasaan berat di resto jepun mesti Ocha, di resto Indiahe mesti lassi).
Karena tamunya hanya 2 meja (1 meja gerombolanku) maka makanannya cepat keluar dan langsung kita sambar. Ga pake sendok-garpu lagi, kita makan ala indiahe saja, pake tangan. Padahal kita bertiga cewek semua, tapi ... rakus semua juga.
Eeh, ga lama kita dapat surprise dikunjungi sama Chef nya. Apakah dia melihat kita yang makan sangat-sangat lahap, hahaha... dia nanya, gimana kambingnya ga kepedesan - in english. Terus kita kasih compliment, no...it's delicious. Wehehehe... berkembang deh idung si Chefnya. Mungkin selama ini klo tamu pere makannya apik kali, sehingga mengesankan ga enak. Sedangkan kita makannya rakus banget, jadinya daripada bengong dia sempatkan untuk nengok kita. Plus kesempatan untuk promo kali... soale dia langsung saja mempromosikan buffet hari minggu yang akan diisi dengan makanan dari south dan north indiahe. Tapi lemayan kok, kita dikasih kue manis cuci mulutnya.... lemayan...lemayan.... perorang hanya habis IDR 115.000, yeah ga beda jauh sama makan steak dah. Untuk resto fine dining kurasa cukup murah, walopun aku lebih cocok dengan masakan di hotel ambhara... di Ganesha terlalu asin untuk seleraku.
Waktu sampai perut sudah keroncongan berat, karena itu kami langsung saja pesan makanannya. Ogah makan nasi, kita pesan nan saja plus daal, plus kare kentang (hahaha... gw lupa namanya) and kambing dong. Minumnya tentu saja Mango lassi (hahahahak.... udah kebiasaan berat di resto jepun mesti Ocha, di resto Indiahe mesti lassi).
Karena tamunya hanya 2 meja (1 meja gerombolanku) maka makanannya cepat keluar dan langsung kita sambar. Ga pake sendok-garpu lagi, kita makan ala indiahe saja, pake tangan. Padahal kita bertiga cewek semua, tapi ... rakus semua juga.
Eeh, ga lama kita dapat surprise dikunjungi sama Chef nya. Apakah dia melihat kita yang makan sangat-sangat lahap, hahaha... dia nanya, gimana kambingnya ga kepedesan - in english. Terus kita kasih compliment, no...it's delicious. Wehehehe... berkembang deh idung si Chefnya. Mungkin selama ini klo tamu pere makannya apik kali, sehingga mengesankan ga enak. Sedangkan kita makannya rakus banget, jadinya daripada bengong dia sempatkan untuk nengok kita. Plus kesempatan untuk promo kali... soale dia langsung saja mempromosikan buffet hari minggu yang akan diisi dengan makanan dari south dan north indiahe. Tapi lemayan kok, kita dikasih kue manis cuci mulutnya.... lemayan...lemayan.... perorang hanya habis IDR 115.000, yeah ga beda jauh sama makan steak dah. Untuk resto fine dining kurasa cukup murah, walopun aku lebih cocok dengan masakan di hotel ambhara... di Ganesha terlalu asin untuk seleraku.
Thursday, October 23, 2008
Jejak umur kronologis
Aku suka heran dengan orang yang bangga jika dikatakan awet muda. Suka jadi salah tingkah kalau ada orang yang menanyakan umurku, yang ga sinkron dengan penampilanku. Ada beberapa alasan,alasan pertama kasian aja sama orangnya yg salah nebak umurku karena ada diantara mereka yang udah keburu kasih petuah, ga taunya umur dia lebih muda dari aku. Alasan kedua: karena kelakuanku memang rada bolot juga, ga sebijak umur kronologisku, jadi klo ketauan umur asliku orang yg bersangkutan suka heran dengan kelakuanku. Alasan ketiga: sebel aja karena sering dianggap sok tahu, padahal kan umur kronologisku memberikan hak by rank ketuaan untuk jadi orang sok tahu.
Orang Indo aja sering nebak umurku kadang 10 tahun lebih muda dari umur kronologisku. Sedangkan klo bule lebih parah lagi, karena ada yang nebak aku ABG padahal umurku saat itu udah banyak banget, hiks...hiks...
Lihat deh artis klo ditanyain rahasianya apa bisa tampil awet muda, pasti jawabnya: olahraga teratur, minum air putih, makan sayur, bla...bla...bla.... Bo'ong banget tuh, aku ga doyan olahraga, addict sama teh n jarang minum air putih & carnivora, tapi berhubung susunan tulang dan kulitku yg diwariskan secara genetis oleh ibuku membuat tahun-tahun seperti tidak memetakan jejaknya pada diriku. Itu aja, klo secara genetis dan anatomis ada pewarisan terlihat lebih muda dari umurmu maka jadilah awet muda, klo ga ada pewarisan genetis, lo mau yoga sampai tingkat yogi, minum air putih bergalon-galon, makan ala diet kambing, tetep aja keliatan jejak kronologis di wajahmu. Begitsu...
Orang Indo aja sering nebak umurku kadang 10 tahun lebih muda dari umur kronologisku. Sedangkan klo bule lebih parah lagi, karena ada yang nebak aku ABG padahal umurku saat itu udah banyak banget, hiks...hiks...
Lihat deh artis klo ditanyain rahasianya apa bisa tampil awet muda, pasti jawabnya: olahraga teratur, minum air putih, makan sayur, bla...bla...bla.... Bo'ong banget tuh, aku ga doyan olahraga, addict sama teh n jarang minum air putih & carnivora, tapi berhubung susunan tulang dan kulitku yg diwariskan secara genetis oleh ibuku membuat tahun-tahun seperti tidak memetakan jejaknya pada diriku. Itu aja, klo secara genetis dan anatomis ada pewarisan terlihat lebih muda dari umurmu maka jadilah awet muda, klo ga ada pewarisan genetis, lo mau yoga sampai tingkat yogi, minum air putih bergalon-galon, makan ala diet kambing, tetep aja keliatan jejak kronologis di wajahmu. Begitsu...
Wednesday, October 22, 2008
Move Forward
Entah kenapa semalam aku sedikit crazy dengan sibuk googling nama2 teman lama dari masa lalu. Pagi ini juga masih nerusin dengan hasil bisa melacak beberapa teman lama dan cowok yg sukses menarik hatiku. Agak shock juga hasilnya karena hanya ada 1 temanku yg kerja di Singapore yg terlacak, diriku sendiri dan 2 orang laki-laki yg pernah bikin aku klepekan. Ternyata tidak semua orang yg masuk dunia maya ya?
Shock juga waktu melihat profil 2 orang yang pernah bikin hatiku melompat-lompat dahulu karena mereka yg waktu remajanya imut-imut itu, sekarang menjadi hmmm... sedikit amit-amit, huahahahahaha... Sekarang aku baru tau kenapa dulu Tuhan tidak mengabulkan doaku agar bisa pacaran sama mereka, itu karena Tuhan tahu yang kusuka itu adalah cinta itu sendiri dan bukan orangnya. Hahahahaha..... emang ga bisa ngibul di depan Tuhan ya.
Memang aku sangat paham dan mengerti waktu satu sobatku mengatakan "orang yg kamu suka dimasa lalu itu, kalau ketemu sekarang belum tentu sama seperti bayanganmu". Tapi mengerti dan merasakan itu berbeda, hahahaha... tetep aja shock waktu liat fotonya. My God, inikah orang yang dulu aku suka itu??? kok ga mirip??? *Pletakkkk...~ Adaow... siapa sih yg jitak gw?*
Jadi ... Move forward dear.... sebuah bisikan lembut membelai telingaku... hahahaha... OK Boss, dengan kecepatan tinggi nih...!!!
Shock juga waktu melihat profil 2 orang yang pernah bikin hatiku melompat-lompat dahulu karena mereka yg waktu remajanya imut-imut itu, sekarang menjadi hmmm... sedikit amit-amit, huahahahahaha... Sekarang aku baru tau kenapa dulu Tuhan tidak mengabulkan doaku agar bisa pacaran sama mereka, itu karena Tuhan tahu yang kusuka itu adalah cinta itu sendiri dan bukan orangnya. Hahahahaha..... emang ga bisa ngibul di depan Tuhan ya.
Memang aku sangat paham dan mengerti waktu satu sobatku mengatakan "orang yg kamu suka dimasa lalu itu, kalau ketemu sekarang belum tentu sama seperti bayanganmu". Tapi mengerti dan merasakan itu berbeda, hahahaha... tetep aja shock waktu liat fotonya. My God, inikah orang yang dulu aku suka itu??? kok ga mirip??? *Pletakkkk...~ Adaow... siapa sih yg jitak gw?*
Jadi ... Move forward dear.... sebuah bisikan lembut membelai telingaku... hahahaha... OK Boss, dengan kecepatan tinggi nih...!!!
Tuesday, October 21, 2008
Tidak Beradab
Adab= sopan-santun. Tidak Beradab = Tidak punya etika / sopan santun. Bayangkan anak yang tidak diajari etika, bakalan seperti apa kalau sudah besar? Mungkin salah satunya akan menjadi orang yang mengganggu ketenangan tidur orang lain seperti yg kualami semalam.
Tadi malam aku baru tidur sekitar jam 12.00 WIT, walaupun sudah setengah watt sejak jam 10-an. Udara panas menyengat akhir-akhir ini, sebenarnya sudah satu siksaan tersendiri, ditambah dengan dismenorrhoe, lengkaplah penderitaanku semalam. Kucoba berbagai posisi sampai akhirnya bisa tertidur cukup pulas. Tiba2 ada orang berteriak-teriak di halaman kamar kost yang menyeret kesadaranku kembali. Setengah mengantuk aku sadar ada pertengkaran antara seorang laki-laki dengan beberapa orang di tempat kos ini. Hadoooh, jam berapa sih ini? Ternyata sudah jam 3 WIT. Seribu topan badai, alamat aku akan terlambat bangun ini. Gila banget, apa ga bisa bertengkar di siang hari saja. Malam tuh waktunya untuk tidur tahu, ga ngerti deh... Pengangguran? Tukang Mabok? atau apa? Aku ga peduli kalau itu dilakukan didalam kamar kos, paling tidak sedikit teredamlah suaranya, tapi di halaman? dengan suara sekenceng itu? Benar2 manusia tanpa peradaban deh. Gih... balik sono lo ke jaman purba! Kalau mau hidup di jaman ini belajar etika dong. Namanya rumah kos, anda tidak berhak mengganggu ketenangan orang lain yang kos juga di situ. kite2 juga bayar, monyong!!!
Tadi malam aku baru tidur sekitar jam 12.00 WIT, walaupun sudah setengah watt sejak jam 10-an. Udara panas menyengat akhir-akhir ini, sebenarnya sudah satu siksaan tersendiri, ditambah dengan dismenorrhoe, lengkaplah penderitaanku semalam. Kucoba berbagai posisi sampai akhirnya bisa tertidur cukup pulas. Tiba2 ada orang berteriak-teriak di halaman kamar kost yang menyeret kesadaranku kembali. Setengah mengantuk aku sadar ada pertengkaran antara seorang laki-laki dengan beberapa orang di tempat kos ini. Hadoooh, jam berapa sih ini? Ternyata sudah jam 3 WIT. Seribu topan badai, alamat aku akan terlambat bangun ini. Gila banget, apa ga bisa bertengkar di siang hari saja. Malam tuh waktunya untuk tidur tahu, ga ngerti deh... Pengangguran? Tukang Mabok? atau apa? Aku ga peduli kalau itu dilakukan didalam kamar kos, paling tidak sedikit teredamlah suaranya, tapi di halaman? dengan suara sekenceng itu? Benar2 manusia tanpa peradaban deh. Gih... balik sono lo ke jaman purba! Kalau mau hidup di jaman ini belajar etika dong. Namanya rumah kos, anda tidak berhak mengganggu ketenangan orang lain yang kos juga di situ. kite2 juga bayar, monyong!!!
Sunday, October 19, 2008
Roda sedang menggelinding ke bawah
Yah, roda hidupku sedang menggelinding ke bawah. Sebenarnya ga segitu menggelindingnya lah, tapi aku harus meninggalkan sarang baruku untuk membuat sarang lain. Halah-halah, padahal dalam anganku tahun depan dengan beban yang tidak begitu berat, aku bisa menikmati kerja yang santai.
Begitulah... Sekarang aku harus menetapkan diri, apakah akan menerima penempatan baru atau mencari pekerjaan baru. Yup....mikir lo. Rasain deh....!!! makanya jangan suka ngimpi...huahahahahaha
Begitulah... Sekarang aku harus menetapkan diri, apakah akan menerima penempatan baru atau mencari pekerjaan baru. Yup....mikir lo. Rasain deh....!!! makanya jangan suka ngimpi...huahahahahaha
Monday, October 13, 2008
Buntu
Sedang kekeringan ide. Gimana mau kerja kalau keadaannya seperti ini. Ada tembok tebal yang harus dihancurkan. Blocked...blocked....blocked.... Seperti kebuntuan yang sering dialami oleh penulis. Sialnya waktu tidak bisa dibuang-buang saat ini. Karena sangat dibutuhkan dalam menghadapi kegiatan-kegiatan yang cukup padat. Geblekhhh...
jadi...aku harus gimana duonkkk? Ilham...ilham... datanglah....!!!!!!!!!!
jadi...aku harus gimana duonkkk? Ilham...ilham... datanglah....!!!!!!!!!!
Community Forum ala Indonesia
Kolom Kita alias KoKi adalah community forum ala Indonesia. Munculnya 3 tahun yang lalu. Membernya banyak yang mengaku sedang sekolah grad atau post grad di LN, ada juga yg ibu RT di LN, Fotografer (mulai dari amatir sampai pro), PNS, LSM, Profit dan profesi lain yang ga jelas karena terhalang oleh nick-name yg diberikan. Content-nya adalah tulisan dari member yang aktif, yang bisa ditanggapi oleh member lain atau sekedar baca saja.
Forum ini diisi dari semua suku bangsa di Indonesia, dengan persamaan semuanya bisa bahasa Indonesia dan pernah tinggal atau lahir di Indonesia. Tujuan awalnya sih mulia yaitu sebagai forum melepas kangen dari anak bangsa yang saat ini tinggal jauh dari Indonesia, dan bagi mereka yang berasal dari Indonesia bisa mendapat pencerahan dari member yg tinggal di LN seperti apa kehidupan di sana.
Sayang di sayang, seperti lazimnya sebuah negara, forum ini merupakan miniatur Indonesia. Dengan kata lain: menjunjung moral tinggi sekaligus menyembunyikan oknum yang gemar menjatuhkan orang lain melalui serangan pena maupun gosip. Jadi sudah lebih dari satu kali forum ini digoyang perpecahan membernya yang beberapa diantara mereka gemar menggunakan kata-kata yang dipungut dari keranjang sampah atau sekedar saling adu domba saja.
Asli dah... gosip celeb aja kalah dibandingkan dengan intrik yang ada di dalam forum ini. Rupanya terkuak lagi sifat bangsaku ini yaitu gemar melakukan intrik dan senang menonton gosip. Whuaaaaah... cape deh. Ga malu apa ya? Udah tua masih betengkar di forum yang terbuka ke publik?
Forum ini diisi dari semua suku bangsa di Indonesia, dengan persamaan semuanya bisa bahasa Indonesia dan pernah tinggal atau lahir di Indonesia. Tujuan awalnya sih mulia yaitu sebagai forum melepas kangen dari anak bangsa yang saat ini tinggal jauh dari Indonesia, dan bagi mereka yang berasal dari Indonesia bisa mendapat pencerahan dari member yg tinggal di LN seperti apa kehidupan di sana.
Sayang di sayang, seperti lazimnya sebuah negara, forum ini merupakan miniatur Indonesia. Dengan kata lain: menjunjung moral tinggi sekaligus menyembunyikan oknum yang gemar menjatuhkan orang lain melalui serangan pena maupun gosip. Jadi sudah lebih dari satu kali forum ini digoyang perpecahan membernya yang beberapa diantara mereka gemar menggunakan kata-kata yang dipungut dari keranjang sampah atau sekedar saling adu domba saja.
Asli dah... gosip celeb aja kalah dibandingkan dengan intrik yang ada di dalam forum ini. Rupanya terkuak lagi sifat bangsaku ini yaitu gemar melakukan intrik dan senang menonton gosip. Whuaaaaah... cape deh. Ga malu apa ya? Udah tua masih betengkar di forum yang terbuka ke publik?
Friday, October 10, 2008
CHANGE ~ inspiring series for politician
Serial terbarunya Kimura Takuya ini bagus banget kalau bisa ditonton oleh pemimpin bangsa Indonesia dengan hati. Biar pada belajar bagaimana cara yang benar untuk mengelola negara. Yaitu dengan berpihak kepada masyarakatnya dan bukan institusi negaranya.
Adegan yang paling aku suka saat episode awal Asakura Keita menjalankan tugas PM nya. Ceritanya adalah kasus nelayan yang kerugian akibat pembangunan dam yang menyalahi amdal. Gara-gara dibangun dam tanpa memperhatikan amdal, di sungai yang terbendung jadi banyak ubur-uburnya yang menyengat ikan2 di sungai itu. Otomatis ikannya jadi berkurang dan masyarakat nelayannya jadi tidak punya pekerjaan. Rakyat mengadukan pemerintahnya dan meminta perbaikan. Oleh PM lama diabaikan karena harus memberikan ganti rugi yang cukup besar, karena keteledoran memang ada di pihak pemerintah.
Saat kasus ini masuk ke PM Asakura yang baru dilantik, oleh kabinetnya dia dipaksa untuk menandatangani pernyataan bahwa pemerintah tidak bersalah dalam kasus ini. Tapi PM Asakura maksa untuk melihat analisa amdalnya. Yang tentu saja berlawanan dengan pernyataan tersebut. Trus PM Asakura bilang bahwa dia akan memberikan ganti rugi. Kabinetnya yang berisi politisi senior tidak setuju dan mengatakan bahwa ganti rugi yang dibayarkan sangat besar, dan kewibaan pemerintah tercoret. Dgn COOL PM Asakura menjawab bahwa walaupun dengan resiko negara bangkrut dia akan memperhatikan rakyatnya, karena sebuah negara terbentuk memang untuk mensejahterakan rakyatnya apapun harganya. Gilee...kereeen, seandainya ada politisi berhati jujur seperti ini di Indonesia.
Serial ini beneran bagus banget mengungkapkan intrik para politisi senior yang sudah kehilangan hati nurani dan rakusnya hanya mengincar kedudukan dan kekuasaan tertinggi untuk kenyamanannya. Mereka lupa bahwa saat pertama kali terjun ke dunia politik sebagian besar didasari niat untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Persis janji-janji muluk parpol2 di Indonesia, yang sebagian besar sudah berisi manusia2 serakah pemburu kedudukan, harta dan kekuasaan.
Entahlah apakah para politisi itu bisa menangkap dan terinspirasi dengan serial ini. Secara mereka sudah defisit hati nurani dan rasa malu, dan terang2an berani mengeluarkan modal untuk bisa menjadi petinggi negri dengan tujuan untuk menguras habis kekayaan ibu pertiwi menjadi kekayaan pribadi.
Adegan yang paling aku suka saat episode awal Asakura Keita menjalankan tugas PM nya. Ceritanya adalah kasus nelayan yang kerugian akibat pembangunan dam yang menyalahi amdal. Gara-gara dibangun dam tanpa memperhatikan amdal, di sungai yang terbendung jadi banyak ubur-uburnya yang menyengat ikan2 di sungai itu. Otomatis ikannya jadi berkurang dan masyarakat nelayannya jadi tidak punya pekerjaan. Rakyat mengadukan pemerintahnya dan meminta perbaikan. Oleh PM lama diabaikan karena harus memberikan ganti rugi yang cukup besar, karena keteledoran memang ada di pihak pemerintah.
Saat kasus ini masuk ke PM Asakura yang baru dilantik, oleh kabinetnya dia dipaksa untuk menandatangani pernyataan bahwa pemerintah tidak bersalah dalam kasus ini. Tapi PM Asakura maksa untuk melihat analisa amdalnya. Yang tentu saja berlawanan dengan pernyataan tersebut. Trus PM Asakura bilang bahwa dia akan memberikan ganti rugi. Kabinetnya yang berisi politisi senior tidak setuju dan mengatakan bahwa ganti rugi yang dibayarkan sangat besar, dan kewibaan pemerintah tercoret. Dgn COOL PM Asakura menjawab bahwa walaupun dengan resiko negara bangkrut dia akan memperhatikan rakyatnya, karena sebuah negara terbentuk memang untuk mensejahterakan rakyatnya apapun harganya. Gilee...kereeen, seandainya ada politisi berhati jujur seperti ini di Indonesia.
Serial ini beneran bagus banget mengungkapkan intrik para politisi senior yang sudah kehilangan hati nurani dan rakusnya hanya mengincar kedudukan dan kekuasaan tertinggi untuk kenyamanannya. Mereka lupa bahwa saat pertama kali terjun ke dunia politik sebagian besar didasari niat untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Persis janji-janji muluk parpol2 di Indonesia, yang sebagian besar sudah berisi manusia2 serakah pemburu kedudukan, harta dan kekuasaan.
Entahlah apakah para politisi itu bisa menangkap dan terinspirasi dengan serial ini. Secara mereka sudah defisit hati nurani dan rasa malu, dan terang2an berani mengeluarkan modal untuk bisa menjadi petinggi negri dengan tujuan untuk menguras habis kekayaan ibu pertiwi menjadi kekayaan pribadi.
Wednesday, October 01, 2008
Karena terobsesi
Terobsesi oleh manusia di dunia maya, sungguh menyebalkan. Aku berusaha menjinakan obsesiku dengan memasukkan pikiran logis, tapi begitu sulitnya. Baru kali ini aku terobsesi dengan orang yang tidak kukenal di alam nyata. Kenapa sih diriku menjadi sangat aneh begini? Mengapa tidak bisa jatuh cinta dengan normal seperti perempuan lain? Mengapa selalu mencari sosok yang ideal?
Entah... ga tahu...bingung...marah pada diri sendiri.
Dasar bego
Geblek
Stop this feeling
Thursday, September 25, 2008
Shopaholic pulang kampung
Akhirnya bisa cuti juga... setelah sekian lama terperangkap dan tersekap di sebuah pulau kecil. Okay, itu overstatement. Hanya saja aku sedang bosan-bosannya berada di Ternate, jadi pilihan istilahnya memang sangat berlebihan. Dan dengan sedikit perjuangan akhirnya sampai juga aku ke dunia dimana hanya uang yang dihargai kemarin. Hahaha... ini beneran boong, di Ternate juga uang dihargai, tapi tidak ada yang berharga untuk dibeli olehku.
Jadi di dalam otakku sudah terancang beberapa rencana tertentu untuk membelanjakan uangku. Walaupun aku tidak terlalu berharap banyak dalam musim belanja kali ini. Biasalah kalau lebaran kan banyak sale, tapi barang2nya kadangkala ga layak beli dan suka kemahalan walau berbalut kata sale.
Yang jelas aku harus membeli dalam persediaan untuk menemaniku sampai saat tahun baru yaitu persediaan bacaan, dvd dan tentu saja kumikssss.... hiks... sekarang aja udah kerasa mabok.
Tapi ada alasan untuk beli sandal baru, karena satu sandal kecemplung di laut ~hihihihi, kesel campur gondok tu. Sandal satunya ditaksir orang yang akhirnya kuberikan saja. Daripada dia nitip dibeliin sandal yang bagus, tapi shock nanti dengan harganya, mending gw beli yang baru aja.
Yup, masih ada alasan untuk beli sandal walaupun harus berhemat.
Friday, September 19, 2008
Musim Mudik
Musim mudik sudah dimulai euy... maklumlah udah mau lebaran. Yey..yey... ikutan mudik sekarang. Pulkam dan melihat mal or toko buku...ohohohohoho... Tapi inget ya neng, kagak boleh boros2. Secukupnya saja. Jangan ngences sama barang2 di mal, kan niatnya mau nabung buat sekolah lagi.
Mudah2an tranportasi lancar2 saja, biasanya sering terjadi delayed pesawat klo musim kayak gini. Tiket mudik kali ini, walopun sudah dipesan satu bulan sebelumnya, teuteup mahhhaallll. Heran banget, katanya BBM naik, tapi tetap aja tiket laku keras. Yang paling ga masuk akal adalah tiket lion air. Meng-klaim sebagai penerbangan murah, tapi jatuhnya justru lebih mahal. Pakai Garuda saja masih lebih murah 1 juta dibanding si lion itu. Padahal ga ada peningkatan layanan seperti dikasih makan gitu. Dan sudah booking lewat internet pula.
Denger2 sih sama saja kisahnya dengan Air Asia, yang harganya juga mahal untuk tiket penumpang umum. Barangkali dari situ dia bisa kasih tiket promo 0 rupiah. Bodo deh, klo masih ada penerbangan lain yang lebih murah, lebih baik ga pakai Lion. Kepaksa aja klo harus pake Lion itu, jika ga ada penerbangan lain. Hahaha... konsumen adalah raja. Sayang masih banyak konsumen di Indonesia yang tidak sadar akan hal itu.
Sunday, August 31, 2008
Penjara sang Sophacholic
Huh dunia sedang berwarna abu-abu. Membuat mood ku jadi abu-abu. Situasi seperti ini bisa dipulihkan dengan shopping. Tapi mau shopping dimana di tempat seperti ini? Yang ada hanya jengkel saja.
Tapi…mungkin nanti sore aku bisa beli majalah saja. Tempo atau Gatra masih lumayan untuk dibaca. Paling tidak ada intrik politik yang bisa disimak. Mungkin Nova juga kalau ada yang baru. Hahaha, jatuh banget pilihan bacaan di pulau ini. Bagaimana lagi, toko buku yang ada hanya menyediakan bacaan-bacaan seperti itu saja. Gramedia saja tidak buka cabang di sini. Paling dekat harus ke Menado.
Sebenarnya sih bisa saja untuk ke Menado setiap bulan, seandainya jadwal pesawat cocok dengan waktu weekend. Padahal kalau ada jadwal rutin pesawat hari Sabtu ke Menado dan hari minggu ke Ternate, mungkin aku tidak akan mengomel seperti ini. Belum lagi tidak ada ticket box di bandara, walhasil saat memerlukan tiket pesawat kita harus pesan di travel agent nya di Ternate. Beneran berabe deh.
Lalalala, shopacholic dipenjara dalam sebuah pulau karena dinyatakan bersalah suka menghamburkan uang di mall. Walhasil di dalam penjara ini shopacholic bisa sedikit menabung gajinya untuk dihamburkan saat diberi kesempatan beradaptasi di masyarakat sebenarnya. Shopacholic tidak mungkin bisa menghilangkan kegemarannya belanja, karena belanja adalah ketrampilan dasar yang diajarkan oleh neneknya di usia balita. Dan akhirnya dijadikan terapi psikologis saat bete karena shopping selalu memberikan efek menyenangkan.
Bayangkan saat-saat menggetarkan memasuki sebuah toko baru dan terpukau dengan gemerlap barang didalamnya. Fase awal adalah scanning seluruh toko dengan mata dan setelah itu mulai mendekati barang2 yang menarik untuk dilihat dengan detil, kalau baju diraba kehalusannya, diperiksa jahitannya dan dicoba untuk melihat bagaimana jatuhnya. Kalau sepatu tentunya ditilik luar dan dalam dan dicoba apakah nyaman atau tidak. Heueheuheuheu.... ngences deh.
Merupakan suatu kesenangan tersendiri untuk memasuki toko-toko di negri jauh. Berbelanja dengan kepuasan total, yang penting jangan pikirkan kurs-nya, yang akan menyabot kesenangan berbelanja. Karena itu sejak dari Indonesia sudah memastikan akan menghabiskan berapa di sana, dan tukarlah uangnya ke mata uang asing itu dan terlarang untuk menambah jatah.
Walaupun memang sensasi berbelanja di negara lain itu berbeda, tapi belanja di bandara Changi adalah sensasi tersendiri. Maklum dah, selama ini aku belum pernah secara resmi pergi ke Singapore, padahal deket banget. Yang ada hanya transit saja di sana. Kesempatan terakhir untuk menghabiskan dollarku. Karena pantang juga bagiku untuk menukarkan sisa mata uang asing kembali ke rupiah, whahahahahaha...
Tapi…mungkin nanti sore aku bisa beli majalah saja. Tempo atau Gatra masih lumayan untuk dibaca. Paling tidak ada intrik politik yang bisa disimak. Mungkin Nova juga kalau ada yang baru. Hahaha, jatuh banget pilihan bacaan di pulau ini. Bagaimana lagi, toko buku yang ada hanya menyediakan bacaan-bacaan seperti itu saja. Gramedia saja tidak buka cabang di sini. Paling dekat harus ke Menado.
Sebenarnya sih bisa saja untuk ke Menado setiap bulan, seandainya jadwal pesawat cocok dengan waktu weekend. Padahal kalau ada jadwal rutin pesawat hari Sabtu ke Menado dan hari minggu ke Ternate, mungkin aku tidak akan mengomel seperti ini. Belum lagi tidak ada ticket box di bandara, walhasil saat memerlukan tiket pesawat kita harus pesan di travel agent nya di Ternate. Beneran berabe deh.
Lalalala, shopacholic dipenjara dalam sebuah pulau karena dinyatakan bersalah suka menghamburkan uang di mall. Walhasil di dalam penjara ini shopacholic bisa sedikit menabung gajinya untuk dihamburkan saat diberi kesempatan beradaptasi di masyarakat sebenarnya. Shopacholic tidak mungkin bisa menghilangkan kegemarannya belanja, karena belanja adalah ketrampilan dasar yang diajarkan oleh neneknya di usia balita. Dan akhirnya dijadikan terapi psikologis saat bete karena shopping selalu memberikan efek menyenangkan.
Bayangkan saat-saat menggetarkan memasuki sebuah toko baru dan terpukau dengan gemerlap barang didalamnya. Fase awal adalah scanning seluruh toko dengan mata dan setelah itu mulai mendekati barang2 yang menarik untuk dilihat dengan detil, kalau baju diraba kehalusannya, diperiksa jahitannya dan dicoba untuk melihat bagaimana jatuhnya. Kalau sepatu tentunya ditilik luar dan dalam dan dicoba apakah nyaman atau tidak. Heueheuheuheu.... ngences deh.
Merupakan suatu kesenangan tersendiri untuk memasuki toko-toko di negri jauh. Berbelanja dengan kepuasan total, yang penting jangan pikirkan kurs-nya, yang akan menyabot kesenangan berbelanja. Karena itu sejak dari Indonesia sudah memastikan akan menghabiskan berapa di sana, dan tukarlah uangnya ke mata uang asing itu dan terlarang untuk menambah jatah.
Walaupun memang sensasi berbelanja di negara lain itu berbeda, tapi belanja di bandara Changi adalah sensasi tersendiri. Maklum dah, selama ini aku belum pernah secara resmi pergi ke Singapore, padahal deket banget. Yang ada hanya transit saja di sana. Kesempatan terakhir untuk menghabiskan dollarku. Karena pantang juga bagiku untuk menukarkan sisa mata uang asing kembali ke rupiah, whahahahahaha...
Saturday, August 30, 2008
Yotsubato! Manga Scan

Aku sudah membeli komik terjemahannya yang diterbitkan Gramedia. Tapi sayangnya baru sampai jilid 6 saja. Padahal di luar sudah terbit sampai jilid 8. Walhasil aku googling untuk mencari tahu apakah ada yang meng-upload mangascan nya. Ternyata ada... wahahaha... arigato, hontoni arigato for the person who upload the mangascan.
Maaf gramedia, terpaksa mendahului, juga buat Kiyohiko Azuma sensei, don't worry, I will buy the indonesian translated of Yotsubato Manga, once it published. Tetapi karena aku tidak sabaran, boleh juga dong mendownload manga scan nyahhh.. Maaf link mangascannya ga ditampilkan disini, jaga-jaga supaya jangan ditutup thread itu.
Ngomong-ngomong manga scan aku hanya tertarik untuk download karyanya Adachi Mitsuru sensei dan Yotsuba ini. Karya Adachi Mitsuru sendiri sudah lama menjadi favoritku. Sekarang ditambah dengan Yotsuba. Nodame Cantabile dan Piano no Mori juga favoritku, tapi aku lebih sabar menunggu terbitan gramedianya saja.
Hampir tidak ditemukan komentar yang tidak suka dengan Yotsubato. Such a pure Joy dan garis expresi wajah yang superb membuat Yotsubato jadi manga yang bisa dinikmati semua kalangan. Selalu memberikan efek senyum setelah membacanya. Kiyohiko Azuma sensei berhasil membuat manga yang layak dipoejiken.
Maaf gramedia, terpaksa mendahului, juga buat Kiyohiko Azuma sensei, don't worry, I will buy the indonesian translated of Yotsubato Manga, once it published. Tetapi karena aku tidak sabaran, boleh juga dong mendownload manga scan nyahhh.. Maaf link mangascannya ga ditampilkan disini, jaga-jaga supaya jangan ditutup thread itu.
Ngomong-ngomong manga scan aku hanya tertarik untuk download karyanya Adachi Mitsuru sensei dan Yotsuba ini. Karya Adachi Mitsuru sendiri sudah lama menjadi favoritku. Sekarang ditambah dengan Yotsuba. Nodame Cantabile dan Piano no Mori juga favoritku, tapi aku lebih sabar menunggu terbitan gramedianya saja.
Hampir tidak ditemukan komentar yang tidak suka dengan Yotsubato. Such a pure Joy dan garis expresi wajah yang superb membuat Yotsubato jadi manga yang bisa dinikmati semua kalangan. Selalu memberikan efek senyum setelah membacanya. Kiyohiko Azuma sensei berhasil membuat manga yang layak dipoejiken.
Weekend ala Jomblo
Weekend itu sebenarnya menyenangkan, karena bisa bebas bangun jam berapa saja. Berbeda dengan hari biasa yang pagi harinya sudah dipenuhi rasa bersalah akibat tidur kemalaman dan bangun terlambat.
Menikmati weekend ala jomblo bisa dengan beberapa cara. Kalau di Jakarta aku menghabiskan waktu dengan menikmati mal dan toko buku atau luluran dan creambath, dengan catatan kalau masih ada budget. Kecuali sedang banyak cucian, maka aku akan bangun pagi dan mencuci.
Tapi sejak aku bekerja lagi di bush area, maka hari libur terisi dengan golek2an dan nonton film di laptopku - kalau lagi beneran malas, malah hanya makan snack yang ada saja di kamar kost-ku. Saat tidak malas maka aku akan ke kantor dan menikmati internet, hahaha, lumayan koneksinya lebih cepat karena tidak ada saingan pengguna internet.
Beda jika aku sedang cuti, di kamar lamaku yang adem dan luas weekend bisa kuhabiskan dengan membaca ulang buku2 favoritku yang ada di koleksi lama. Nah, siang sedikit kalo berminat tinggal merayu adikku untuk mengantar toko buku dan mencari makanan yang jarang aku temukan di tempat kerjaku. Atau belanja ke supermarket dan masak-masakan.
Sesekali jika sedang ke tempat temanku maka weekend biasanya bisa melakukan aktifitas2 lain2. Nonton ke bioskop, berenang, hang out di cafe.
Aah... hidup menjomblo tidak selamanya sepi lho. Memang sih jomblo itu membuat orang tetap memelihara kemalasannya.. Aaahhh... dasar himono onna.
Menikmati weekend ala jomblo bisa dengan beberapa cara. Kalau di Jakarta aku menghabiskan waktu dengan menikmati mal dan toko buku atau luluran dan creambath, dengan catatan kalau masih ada budget. Kecuali sedang banyak cucian, maka aku akan bangun pagi dan mencuci.
Tapi sejak aku bekerja lagi di bush area, maka hari libur terisi dengan golek2an dan nonton film di laptopku - kalau lagi beneran malas, malah hanya makan snack yang ada saja di kamar kost-ku. Saat tidak malas maka aku akan ke kantor dan menikmati internet, hahaha, lumayan koneksinya lebih cepat karena tidak ada saingan pengguna internet.
Beda jika aku sedang cuti, di kamar lamaku yang adem dan luas weekend bisa kuhabiskan dengan membaca ulang buku2 favoritku yang ada di koleksi lama. Nah, siang sedikit kalo berminat tinggal merayu adikku untuk mengantar toko buku dan mencari makanan yang jarang aku temukan di tempat kerjaku. Atau belanja ke supermarket dan masak-masakan.
Sesekali jika sedang ke tempat temanku maka weekend biasanya bisa melakukan aktifitas2 lain2. Nonton ke bioskop, berenang, hang out di cafe.
Aah... hidup menjomblo tidak selamanya sepi lho. Memang sih jomblo itu membuat orang tetap memelihara kemalasannya.. Aaahhh... dasar himono onna.
Subscribe to:
Posts (Atom)